Tuesday, February 3, 2009

“Dismackdown” Dukun Cabul

Rencana mengobatkan anaknya yang sakit malah jadi malapetaka bagi keluarga Samiun, 50 tahun, dari Cilegon (Banten) ini. Kenapa demikian? Akibat terlalu percaya pada seorang dukun, keperawanan Irma, 18, putrinya jadi amblas. Maklum, dukun Zaini, 60, memang bukan dukun professional, tapi hanya dukun cabul.

Irma anak semata wayang keluarga Samiun, warga Merak. Entah kenapa, beberapa bulan belakangan ini dia menderita penyakit aneh, bukan jenis Flu Burung bukan pula cikungunya. Sudah dibawa ke dokter Puskesmas segala, tapi tak ada perubahan. Irma tetap menderita sakit, tak bisa tidur, badan pucat, dan lemas. Wajar bila keluarga Samiun sangat mencemaskan putrinya.

Namun kecemasan keluarga Samiun tak perlu berlangsung lama, demi mendengar kabar bahwa di Desa Mekarsari Kecamatan Merak, ada dukun pintar. Tarif sangat kompetitif, dan kebanyakan pasien yang ke sana pasti berhasil disembuhkan. “Daripada buang-buang duit ke dokter yang tak ada hasilnya, mendingan dibawa saja ke dukun Zaini,” begitu saran pemberi info.

Demi kesembuhan putrinya dari penyakit misterius, Ny. Samiun membawa Irma ke dukun Zaini. Celakanya, biar katanya sedang sakit, tapi pancaran sinar kecantikan gadis itu tak juga redup. Lebih celaka lagi, dia ketemu dukun tua yang masih bersemangat muda. Buktinya, begitu melihat Irma, pendulum Zaini langsung kontak blip, blip….!

Umumnya dukun professional, setelah menerima keluhan pasien kan segera mencari obat yang tepat untuk penyembuhannya. Tapi karena Zaini memang hanya dukun cabul berbasis pornoaksi, begitu mendengar keluhan Irma dia malah memikirkan bagaimana bisa mengadali gadis cantik nan montok tersebut. “Nek digoyang serrrr, aduh penake,” begitu kata dukun Zaini yang tiba-tiba ingat lagunya Didi Kempot.

Bodi dan penampilan Irma memang membuat abah dukun jadi salah tingkah. Dengan mengatasnamakan penyembuhan, dia hanya minta disediakan dua buah jeruk nipis segar dan uang Rp 50.000,- gambar I Gusti Ngurah Rai. Dengan persyaratan tersebut dukun Zaini menjamin akan segera membuang segala penyakit di tubuh Irma.

Eloknya , Ny . Samiun selaku ibunya dilarang keras melihat terapi pengobatan atas putrinya itu. Malah dia disarankan pulang saja, yang penting putrinya nanti kembali telah sembuh. Padahal begitu sang ibu pergi, korden ditutup segera. “Aha, anakmu nanti bakalan tak “smack down” sampai KO,” begitu kata batin dukun cabul.

Zaini segera melaksanakan apa yang menjadi hajat sebenarnya. Irma diperintahkan melepas seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat. Habis itu lalu disosor bagian bibir, gunung kembar Gede-Pangrango, dan terakhir di daerah rahasianya. Sebetulnya Irma menolak, tapi tahu-tahu dia sudah di “smack down” alias digulat bohong-bohongan, tapi dengan nafsu sungguhan.

Usaha dukun cabul menggarap pasiennya berlangsung mulus. Tapi karena Irma memang tidak siap untuk itu, dia menjerit dan menangis atas perkosaan dirinya. Tapi dukun Zaini tak peduli, putri Ny. Samiun itu terus saja “dismack down”, diengkuk-engkuk sesuka-suka si dukun cabul.
Kekakawitan Ny . Semaun memang terasa sejak dia berangkat pulang. Maka bersama suaminya dia kembali ke rumah dukun Zaini. Benar saja, begitu dia tiba telah mendngar jeritan putrinya. Ny. Samiun dan suaminya segera mendobrak pintu. “Keluar kalian, mau tak santet apa?” ancam dukun Zaini sambil membetulkan kolornya.

Meski diancam keluarga Samiun sama sekali tak takut, apa lagi demi melihat Irma semakin murung dan parah penyakitnya. Sambil menuntun putrinya mereka menuju ke Polsek Merak, mengadukan kelakuan dukun Zaini. Hari itu juga kakek cabul itu ditangkap dan dijebloskan ke sel polisi.
Untuk giliranmu, “dismack down” polisi bila menjawab pertanyaan berbelit.

No comments:

Post a Comment