<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382</id><updated>2011-11-09T16:19:28.186+07:00</updated><title type='text'>INDO SERU - Humor Stories For Really News</title><subtitle type='html'>Kumpulan Bacaan Cerita Seru Berita Humor Dewasa Lucu Kocak Konyol kisah dongeng gratis iklan Panas Lucah Lelaki Tante Girang Kakek Perkosaan Cabul Seksi Istri Selingkuh Kakek Cabul Dukun Seks Cabul ABG  Seksi  Nafsu Birahi Lemah Syahwat Seks Mania Hyper Sex Tante Om Senang Cantik Ganteng Tua Muda Anak Bikini Bini Orang Laki Suami Nah Ini Dia Istri Birahi Bulan Madu 17 Tahun Pecah Duren Gadis Binal wts pelacur psk perawan gadis bispak daun muda paruh baya spa panti - IndoSeru.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>784</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5598767738889074876</id><published>2010-02-18T17:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:05:36.487+07:00</updated><title type='text'>API CEMBURU YANG PERCUMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai janda punya warung, biasalah Ny. Srini, 35, digoda para pelanggan. Tapi Samsu, 40, yang kelewat GR, menganggap wanita itu kekasihnya,  marahlah lelaki asal Riau ini. Kastoyo, 50, yang kelewat sering menggoda langsung dibacok. Samsu masuk tahanan, dan ternyata Sriatun tak pernah menjenguknya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ungkapan Cina lama mengatakan: kalau tak bisa bersikap ramah, jangan buka toko! Meski Srini bukanlah suku Tionghoa, ketika bisnis buka warung makan, mau tidak mau dia mengikuti resep lama tersebut. Dan ternyata benar. Berkat senyum dan keramahannya, pelanggan warung nasinya cukup banyak. Terlepas dari senyum dan keramahan itu, Srini sendiri memang cukup cantik, sehingga makin sempurnalah dia menggaet para tamu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena dia janda cantik, otomatis pelanggannya kebanyakan kaum lelaki. Mereka hadir dengan motif yang berbeda-beda. Ada yang memang murni mengisi perut kosong, tapi banyak juga yang sekedar ingin menggoda pemilik warung.  Ngopinya hanya segelas, makan tempe goreng hanya sepotong; tapi ngobrolnya bisa berjam-jam. Bahkan banyak pula, mulut menggigit paha ayam, tapi mata  memelototi dada dan pantat Srini yang memang aduhai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Canda di warung makan, memang suka kelewatan. Apa lagi Srini wanita dalam status bukan milik siapa-siapa, sehingga semakin bebas saja menggoda si pemilik warung. Kadang canda itu menjurus ke soal seks, penuh rayuan maut. Tapi Srini tak pernah marah. Semua diterima dengan “tebal muka”. Dia tak mau marah dengan akibat warungnya sepi gara-gara ditinggal pelanggan. Dalam pandangan dia, guyonan para pelanggan masih wajar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adalah Samsu, lelaki asal Riau yang sudah lama menggelandang di Lamongan, tepatnya di sekitar warung Srini di Desa Jaten Cilik Kecamatan Rengel. Diam-diam dia tertarik pada Srini. Tapi dia tak pernah mengungkapkan aspirasi urusan bawahnya, karena sadar akan kondisi dirinya. Hanya menurut kaca pandang Samsu, janda ini sebetulnya memberi perhatian lebih istimewa padanya. Salah satu bukti, meski bon di warungnya lumayan banyak, Srini tak pernah mengejar-ngejarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti biasa, sore hari menjelang magrib para buruh pabrik pada makan di warung Srini. Termasuk Samsu dan Kastoyo, warga setempat yang suka duduk kongkow-kongkow di warung tersebut. Sebagaimana lelaki yang lain, Kastoyo suka ikut arus bercanda dan menggoda Srini. “Kopine kurang manis, diimbuhi manise bakule ya gak papa (kopinya kurang manis, ditambah manisnya sipenjual gak masalah),” kata Kastoyo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Guyonan itu sebetulnya sangat standar dan klasik. Tapi bagi Samsu yang telah menaruh hari pada Srini, kata-kata itu justru memancing rasa cemburunya. Karena Kastoyo terus menggoda dengan kata-kata yang lebih tajam menukik, Samsu jadi lepas kontrol. Tahu-tahu Kastoyo diseret keluar dan dibanting, begitu terjatuh dengan posisi telungkup langsung disusul dengan bacokan golok. Gegerlah warung Srini. Para pengunjung buru-buru melarikan Kastoyo ke RS Babat, dan Samsu pun ditangkap polisi Polres Lamongan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah saksi pun diperiksa, termasuk Srini. Tapi sama sekali dia membantah bahwa telah menjadi kekasih Samsu. Baginya, senyum dan sikap ramah bisa diberikan kepada siapa saja, tak ada yang diistimewakan. Maka meski lelaki itu kini ditahan karena kecemburuan atas pemilik warung, Srini tak pernah sekalipun membesuknya. Dia tetap berjualan di warung nasi seperti biasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kasihan Samsu, buang-buang energi doang! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5598767738889074876?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5598767738889074876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/api-cemburu-yang-percuma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5598767738889074876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5598767738889074876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/api-cemburu-yang-percuma.html' title='API CEMBURU YANG PERCUMA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3644691333651762128</id><published>2010-02-17T17:03:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:05:05.807+07:00</updated><title type='text'>Cintaku Untuk Janda Idola</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya cinta Idrus, 35, pada Rohyati, 40, sudah kadung mendarah daging. Meski sudah bukan lagi istrinya, masih dimonitoooor terus. Saat dengar kabar janda idolanya mau dinikahi tukang ojek, rasa cemburunya  bangkit. Satir, 50, situkang ojek itupun ditusuk pisau hingga masuk RSU Saiful Anwar, Malang. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Talak satu telah jatuh, dan surat cerai telah dikeluarkan oleh Pengadilan Agama setempat. Itu artinya hubungan antara Idrus dan Rohyati menjadi ke titik nol, bukan lagi suami istri dan bukan siapa-siapa lagi. Kalau ada kewajiban lain, paling-paling berbagi harta gana-gini, hasil kerja bersama selama dalam rumah tangga. Urusan berbaci cinta, sama sekali tidak boleh lagi dan sangat dilarang agama!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu berlaku buat korban cerai pasangan yang lain. Bagi Idrus yang tinggal di Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Kabupaten Malang, selembar surat cerai bukan rintangan untuk  terus mencintai Rohyati bekas istrinya. Maklumlah, perceraian dulu bukan dialah inisiatornya. Mungkin ada rekayasa politik pihak lain, dan tahu-tahu disidang beberapa kali di Pengadilan Agama Malang, dan istrinya pun lepas dari tangan. Padahal, Idrus masih sangat mencintai wanita yang telah memberikan dua anak tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalaupun dulu istri Idrus terpaksa menggugat cerai, itu karena dia sebagai pemimpin keluarga tak bisa menjaga keseimbangan dalam rumahtangga. Sebagai suami yang bertanggung jawab, mustinya Idrus mampu memberi nafkah lahir batin sama besar porsinya. Yang terjadi adalah: nafkah lahir terlalu sedikit, nafkah batin dibanyakin. Bayangkan, selama jadi bini Idrus, Rohyati hampir setiap pagi harus mandi keramas melulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah sih sumber penghasilan Idrus selama ini, sehingga dia tak mampu memberikan jaminan layak bagi keluarganya? Lha ini……; meski sama nama tapi memang beda nasib. Idrus Marham yang di DPR, selain wakil rakyat juga Sekjen Golkar, bahkan belakangan namanya meroket setelah jadi Ketua Pansus Bank Century. Sedangkan Idrus yang di Harjokuncaran ini apa……, pekerjaan tidak jelas, penghasilan juga tak menentu. Kalaupun jadi ketua, paling-paling ketua panitia HUT RI di kampungnya. Apa yang mau dimakan? Tiang bendera?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal inilah yang menjadikan grafik ekonomi Idrus – Rohyati tak pernah naik, sehingga lama-lama timbulah wacana dalam keluarga besar istri, agar pasangan itu dimakzulkan saja. Ongkos politiknya tak terlalu mahal, dari pada melanjutkan koalisi permanen yang makin hari hanyalah sekedar nyithak kere (baca: menambah kemiskinan). Dan ternyata, begitu wacana bergulir, lama-lama menggelinding menjadi bola panas dan liar. Akibatnya seperti yang dirasakan Idrus pada akhirnya, dia harus benar-benar cerai dari Rohyati yang masih sangat dicintainya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sayang dan cinta Idrus memang tak bergeser, sehingga dia terus memantau perkembangan demi perkembangan bekas istrinya. Dia menjadi cemburu ketika dengar kabar Rohyati mau dinikahi tukang ojek si Satir. Makin cemburu lagi katika ada kabar tambahan bahwa selama ini si tukang ojek sudah biasa tidur di rumah si janda. Sungguh, Idrus tak bisa membayangkan bahwa mantan istrinya telah/akan disetubuhi lelaki lain. “Nolak saya, kok cuma dapat tukang ojek. Apa bedanya….?” kata Idrus bersungut-sungut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Api cemburu pun makin menjalar ke mana-mana. Dua hari lalu Idrus menyiapkan pisau dan memantau sepak terjang Satir yang akan membail-out bekas jandanya. Begitu terlihat tukang ojek itu mau ke rumah Rohyati, langsung saja diindhik (diintai) dari belakang dan pisau pun ditusukkan ke perutnya hingga urus terburai. Untung pertolongan cepat segera diberikan oleh RSU Saiful Anwar, sehingga nyawa Satir masih bisa diselamatkan. Tapi Idrus sebagai inisiator dan eksekutor percobaan pembunuhan itu, kini meringkuk di Polres Malang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang mau nikah bekas bini, kok ikutan panik! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3644691333651762128?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3644691333651762128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/cintaku-untuk-janda-idola.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3644691333651762128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3644691333651762128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/cintaku-untuk-janda-idola.html' title='Cintaku Untuk Janda Idola'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1533150066413449399</id><published>2010-02-16T17:02:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:03:27.145+07:00</updated><title type='text'>AMBIL SAYUR APA CARI SYUR?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya sekedar ambil janganan (sayur mayur) di kandang sapi, tapi di sana malah memperoleh “syur”. Dan karena ternyata mengasyikkan, Wendah, 18, tak pernah menolak disuruh neneknya. Padahal akibat kebiadaban tukang sayur Mbah Jemiran, 60, kini cucu Mbah Mulyo tersebut halim 3 bulan! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak semua tetangga berbuat baik secara tulus, ada juga yang sekadar etalase. Dia ingin memperoleh sesuatu dari ulahnya yang begitu budiman. Politik ini pula rupanya yang ditrapkan Mbah Jemiran, tukang sayur keliling dari Desa Pakisrejo Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar (Jatim). Ketoke apik, jan-jane pengin nggitik (nampaknya baik, tapi sesungguhnya ingin menyetubuhi). Dan akibat perbuatannya, si Wendah gadis tetangga terpaksa layu sebelum berkembang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Mbah Jemiran sebetulnya belum berhalangan tetap alias menepause, tapi dia demikian pelit mengalokasikan porsi syahwatnya buat suami. Alasannya begitu klasik, yang capeklah, yang baru palang merah lah. Bila pagi-pagi dituntut “jatah”, malah sikap Mbah Putri sering berubah macam Mama Dedeh di teve Indosiar. “Sampeyan ini sudah tua mbah, harus banyak cari pahala, bukan hanya ngurusi paha….,” ujar istri Mbah Jemiran putri bersungut-sungut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kakek lain mungkin langsung diam nrima ing pandum (terima nasib) atas embargo istrinya. Tapi tukang sayur keliling ini memang kreatip dan inovatip. Ketika pasokan sayur mayur dari pasar induk mandeg saja dia bisa mencari solusinya, apa lagi ini hanya mandegnya urusan yang bikin syur. Maka sasaran tembak segera diarahkan ke obyek lain. Mulai Oktober 2009 lalu dia mulai mendekati gadis Wendah tetangganya. Tak begitu cantik memang, tapi sebagaimana kata pelawak Bendot almarhum: yang penting rasanya Bung!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agak berbeda dari biasanya, tiba-tiba Mbah Jemiran berbaik-baik pada Mbah Mulyo, 63, kakek si Wendah. Katanya, kalau perlu sayur mayur, di rumah sering ada yang tersisa, sehingga bisa diambil secara gratis. “Kongkonan putumu si Wendah wae, mengko tak wenehi (suruh saja cucumu, nanti saya beri gratis)” kata Mbah Jemiran yang mentalnya kayak jemuran itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari berikutnya, setiap sore hari seusai Mbah Jemiran berdagang, Mbah Mulyo lalu menyuruh Wendah untuk minta sayur mayur sisa itu. Karena gerobak sayurnya ditaruh dekat kandang sapi, maka si gadis pun diminta mengikutinya ke kandang. Tapi sialnya, sebelum berbagai jenis sayur mayur itu diberikan, tiba-tiba Wendah disergap. Sambil berdiri cucu Mbah Mulyo ini disetubuhi. Maka kali pertama pulang dari kandang sapi Mbah Jemiran, Wendah pun jalannya ngegang macam roda sepeda rontok lakhernya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya Wendah menikmati tindakan itu. Sebab lain hari dia tak kapok disuruh kakek nenek ambil sayur mayur sisa di rumah tetangga. Maka begitulah yang terjadi, kembali Wendah diajak begituan sambil jumenengan (berdiri) seperti sebelumnya. Jam-jam  itu memang situasi di kandang sapi demikian kondusif, sehingga Mbah Jemiran begitu bebas melampiaskan nafsu syahwatnya. “Nyoh iki dhuwit Rp 300.000,- nggo tuku obat (nih uang tiga ratus ribu untuk beli obat),” kata Mbah Jemiran pada kesempatan lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Wendah tak menangkap maksud kata “obat” itu, sehingga meski disetubuhi Mbah Jemiran berulangkali dia tak pernah pakai pil anti hamil. Akibatnya pada medio Februari 2010 ini tahu-tahu Wendah hamil 3 bulan berdasarkan pemeriksaan bidan kampung. Saat diinterogasi dapat aliran nafsu dari mana selama ini, Wendah pun mengaku bla bla bla……, sehingga Mbah Jemiran langsung ditangkap dan dikandangi di Polsek Srengat. Maka sungguh menyesal Mbah Mulyo laki perempuan, berharap gratisan daun katu, malah entuk putu (dapat cucu).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya begitulah Mbah, “rejeki” bisa datang dari mana saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1533150066413449399?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1533150066413449399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/ambil-sayur-apa-cari-syur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1533150066413449399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1533150066413449399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/ambil-sayur-apa-cari-syur.html' title='AMBIL SAYUR APA CARI SYUR?'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7618004217734251839</id><published>2010-02-15T17:02:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:02:38.018+07:00</updated><title type='text'>MASUK PERSNELING SEKALI SETAHUN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ARSATI, 39, memang salah perhitungan. Dikiranya punya suami sopir, soal oper dan masuk “persneling” menjadi hal mudah. Padahal prakteknya, sopir Kadarsan, 45, hanya sekali setahun oper dan masuk “persneling” di rumah. Lalu bagaimana Arsati mengatasi rasa sepinya, ya selingkuh lah iyauw!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap sopir pastilah tak pernah lepas dengan pekerjaan rutin masuk dan oper persneling. Apa lagi bila jalanan macet melulu model Jakarta, kegiatan itu menjadi demikian sering. Kaki pun bisa pegal karenanya, lantaran terlalu sering injak pedal gas dan rem. Lalu bagaimana berkendara di Ibukota terbebas dari kemacetan? Sampeyan terlebih dulu harus jadi presiden atau wapreslah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah rutinitas Kadarsan, yang menjadi sopir perusahaan di Jakarta. Dalam sehari tak terhitung lagi dia harus mengoper dan memasukkan tongkat persneling agar mobil yang dikendarainya bisa jalan membelah kemacetan. Celakanya, meski oper dan memasukkan tongkat persneling sudah menjadi keseharian, “tongkat persneling” pribadinya baru setahun sekali bisa masuk. Itupun dia harus menyempatkan diri pulang ke Tuban (Jatim), tempat tinggal istrinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenapa dia memilih tinggal sendirian di Ibukota, sementara istri dan anak-anaknya tetap di Tuban? Di samping tak ada jaminan perumahan dari perusahaan, di kampung halamannya sang istri sudah memiliki usaha sendiri, sehinggga sayang untuk dilepaskan. Karenanya ungkapan lama yang mengatakan “demi suami ke lobang semut pun istri harus ikut”, terpaksa diubah menjadi: jauh  istri, suami cari lobang lain, asal tak diketahui semut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah Kadarsan selama ini bermain selingkuh demi pemenuhan hajat seorang lelaki? Tak diketahui jelas, tapi yang pasti Arsati istrinya di Tuban sangat kesepian dari ke hari. Bayangkan, istri-istri yang lain secara sutin dapat pasokan nafkah batin, dia yang bersuamikan sopir hanya setahun sekali dapat kesempatan oper dan masukkan tongkat persneling. Itu pun hanya sebentar, karena Kadarsan mengacu sistmen PJKA, alias: Pulang Jumat Kembali Ahad!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasrat kewanitaannya yang demikian menggebu, menyebabkan Arsati  punya banyak PIL. Bukan Bodrex atau Decolgin, melainkan PIL dalam arti pria idaman lain. Kali ini yang menjadi gendakan Arsati adalah Jumangin, 36, satpam perguruan tinggi yang terletak dekat rumahnya di Desa Mondokan Kecamatan Tuban Kota. Nah, bersama sopir Kadarsan hanya setahun sekali terima tongkat persneling, dengan Jumangin minimal seminggu sekali dia dapat pasokan “tongkat” komando mas Satpam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama ini Arsati aman-aman saja memasukkan Jumangin ke dalam kamarnya. Tapi lantaran keseringan dan jam-jamnya pun bukan pada jam yang lazim, menjadikan warga curiga. Seperti yang terjadi beberapa malam lalu, saat Satpam Jumangin masuk rumah Ny. Kadarsan, warga pun langsung menggerebeknya. Apa yang terjadi? Adegan mesum itu belum sempat terjadi. Ibarat pertandingan PSSI, Jumangin baru menggiring bola untuk ditembakkan ke gawang lawan, peluit panjang keburu berbunyi. Pertandingan pun berakhir dengan skor 0:0.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi skandal itupun tetap diteruskan ke Polres Tuban. Dalam pemeriksaan Ny. Kadarsan mengakui bahwa Jumangin bukan satu-satunya PIL yang dimiliki. Dia juga pernah menjalin hubungan dengan pegawai RSUD Tuban. Ketika polisi mempertanyakan, kenapa selingkuh wong ada suami, jawabnya enteng saja: “Suami saya itu sopir pak, oper dan masukkan persneling setahun sekali. Coba Pak…..!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya ogahlah suruh nyoba bini orang, bisa repot!&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7618004217734251839?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7618004217734251839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/masuk-persneling-sekali-setahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7618004217734251839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7618004217734251839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/masuk-persneling-sekali-setahun.html' title='MASUK PERSNELING SEKALI SETAHUN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7149428203240603674</id><published>2010-02-11T17:01:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:02:00.454+07:00</updated><title type='text'>CUMA TIDUR DI KANDANG SAPI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pedagang sapi, wajarlah kalau Saliman, 49, suka tidur di kandang sapi dan memeras susunya. Tapi isyu yang beredar, justru dia meniduri bini tetangga sekaligus memeras duitnya. Belum juga Saliman sempat memberikan klarifikasi, bacokan clurit mendarat di kala sedang tidur. Untung saja tidak mati! Ternyata imbauan pejabat Orde &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baru bahwa masyarakat jangan mudah termakan isyu, masih relevan ditrapkan di era gombalisasi ini. Sebab setelah kebebasan berbicara diumbar seluas-luasanya, orang pun begitu mudah main fitnah. Dibantu teknologi yang semakin canggih, kabar tak benar itu begitu mudah dilansir lewat dunia maya. Baru saja kejadian, gara-gara cintanya ditolak oleh sidoi, langsung saja gambar sigadis dalam kondisi bugil disebar di face book! Agaknya Saliman yang pedagang sapi dari Jember (Jatim) ini tengah menjadi korban fitnah. Kesuksesannya sebagai pedagang, dan pelit berbagi rejeki kepada teman-teman, membuat ada pihak atau anasir-anasir yang ingin menjatuhkannya. Berbagai rekayasa pun kemudian digelar, tak peduli halal dan haram, yang penting Saliman tenggelam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Pembunuhan itu lebih kejam daripada fitnah,” begitu kira-kira prinsip para aktor intelektualnya. Karenanya, Saliman tak perlu dibunuh, cukup difitnah saja. Tetangga Saliman yang bernama Muslikah, 35, lumayan cantik dan sekaligus genit. Maksudnya, bila digoda kaum lelaki, suka memberi respon meski hanya sebatas sampai kata-kata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila diajak makan bersama lelaki kenalannya, begitu mudah menerimanya. Ketika kemudian dia boncengan dengan lelaki pengundangnya tersebut, dia tak mau berfikir bahwa itu bisa menimbulkan fitnah. Paling tidak, menimbulkan kecurigaan pada istri lelaki yang diboncengnya tersebut. Istri Katim, 45, ini beberapa hari yang lalu tampak makan bareng bersama juragan sapi Saliman, yang sekampung di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Lalu ketika pulang keduanya pun boncengan motor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, beberapa jam setelah acara bonceng-boncengan bak Rma dan Sinta tersebut, isyu pun segera beredar bahwa Muslikah diselingkuhi oleh juragan sapi. Siapa penyebar isyu tersebut tak jelas, yang pasti dia anggota Lembaga Intrik &amp;amp; Pengembangan Isyu. Katim sendiri sebenarnya cukup akrab dengan Saliman, bahkan sering main gaple bersama. Namun dia tak pernah tahu bahwa istrinya pernah ditraktir makan dan diboncengkan oleh si juragan sapi tersebut. Tapi tiba-tiba ada kabar yang menyesakkan dada dan memerahkan telinga, bahwa Muslikah pernah dibawa Saliman ke hotel sekaligus diperas uangnya. “Info ini A-1 (dijamin akurat), dan siapa saya nanti mas akan tahu sendiri,” kata informan itu lewat SMS. Api cemburu Katim langsung menyala. Dia mencoba klarifikasi pada isti, tapi dibantah. Kalaupun ada yang diakui, ya hanya soal dibonceng motor dan diajak makan di restoran. Soal “dimakan” di dalam hotel, sama sekali tidak ada! Sayangnya, Katim sudah kadung pada info lewat SMS. Bahkan dia kemudian berasumsi: di manapun maling takkan mau mengaku. Nah, soal inilah yang membuatnya amarah Katim semakin meledak-ledak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hari masih pagi benar ketika Katim mencak-mencak. Sambil membawa clurit dia langsung ke rumah Saliman. Di kala juragan sapi itu tengah tidur di ranjangnya, langsung saja dibabat clurit di bagian kepala dan punggung. Warga pun geger. Dengan luka-lukanya yang parah Saliman dilarikan ke RSU Balung, sementara Katim digelandang ke Polres. “Ini pasti betul Pak, sebab di manapun maling tak pernah mau ngaku,” kata Katim di depan polisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7149428203240603674?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7149428203240603674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/cuma-tidur-di-kandang-sapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7149428203240603674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7149428203240603674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/cuma-tidur-di-kandang-sapi.html' title='CUMA TIDUR DI KANDANG SAPI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8023332760041253659</id><published>2010-02-10T17:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:01:21.570+07:00</updated><title type='text'>MENCARI KUAS, APA PUAS?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ANITA, 46, memang guru kesenian yang tak punya seni. Mau selingkuh saja, masih pada jam-jam saatnya dia mengajar. Pamit katanya mau membeli kuas, nggak tahunya cari “puas” bersama lelaki PIL. Paling tragis, saat dia bergoyang di hotel bersama oknum Pemkot Mojokerto, justru dipergoki suami sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap guru kesenian musti memiliki jiwa seni, dan juga pandai menggambar. Jika tidak, bagaimana dia harus mengajari anak didiknya menggambar? Bagaimana teorinya mengambar ayam, bagaimana resepnya menggambar orang. Jika tidak menguasai ilmu itu, pastilah si guru akan memerintahkan para murid menggambar bebas melulu. Tinggal nanti bagaimana si guru memberi nilai, berdasarkan selera seninya yang rendah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Samsu, 50, yang bernama Anita ini juga guru kesenian di sekolahnya, sebuah SMP Negri di Surabaya. Cuma sangat disayangkan, sebagai guru kesenian yang pintar menggambar, tapi dia selera seninya demikian rendah. Bagaimana tidak? Mau selingkuh saja masih bawa-bawa dan mengatasnamakan profesinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Maaf Pak, saya izin sebentar keluar, mau beli kuas,” kata bu guru Anita pada Kepala Sekolah. Padahal ………. Keluarnya ke mana bu guru kesenian ini? Ke hotel! Lho memangnya di Surabaya ada hotel yang berjualan kuas? Ya enggaklah, dia ke situ bersama seorang lelaki yang sudah lama menunggunya dari pagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di hotel tersebut mereka memang takkan beli kuas sebagaimana pengakuan Nita di depan KS, tapi mencari kepuasan badani dalam rangka hubungan intim antara pria dan wanita. Bahasa populernya: selingkuh lah! Anita memang belum lama kenal dengan Marwoto, 48, seorang PNS di Pemkot Mojokerto. Tapi dari perkenalan singkat itu ternyata ada kesamaan platform asmara, yang siap ditindaklanjuti di ladang “pembantaian”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka seperti yang terjadi beberapa hari lalu, Marwoto rela naik motor Mojokerto – Surabaya demi ketemu wanita idamannya. “Capek sedikit nggak apa, kan nanti dapat “pijat plus” dari Jeng Nita….,” batin Marwoto penuh rasa percaya diri. Pokoknya, habis dipijit, langsung gantian “mijit”, begitu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari masih menunjukkan pukul 09.30 ketika Marwoto janjian dengan Ny. Anita. Maka begitu orang yang ditunggunya tiba, keduanya pun segera boncengan menuju Hotel Anu di Jalan Pasar Kembang, Sawahan, Surabaya. Selanjutnya keduanya pun &lt;em&gt;chek in, &lt;/em&gt;dan masuk kamar, bleng! Apa yang mereka perbuat di dalam, bisa diperkirakan dan diduga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita keduanya saling pijit, memilih tempat tertentu sesuai dengan gairah dan selera masing-masing. Satu hal yang tak disadari Anita dan Marwoto. Ketika mereka masuk kamar hotel, sesungguhnya dalam pengawasan sepasang mata Samsu, suami Anita. Maka begitu keduanya tenggelam dalam asmara haraman wa asyikan, Samsu segera menghubungi polisi. Tak lama kemudian hamba wet itu tiba dan penggerebekan dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terjadi ketika pintu dibuka? Marwoto segera loncat dari atas tubuh Anita, sementara istri Samsu yang bugil itu lari ke kamar mandi mengurung diri. Andaikan tak dicegah polisi, Samsu sudah siap menghajar habis Marwoto yang dalam kondisi &lt;em&gt;gidal gidul bin gondal-gandul &lt;/em&gt;itu. Ketiganya lalu digiring ke Polres Surabaya Selatan. Karena ancaman hukumannya hanya 9 bulan penjara, Marwoto – Anita tak ditahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pemeriksaan Ny. Anita mengakui bahwa sudah lama rumah tangganya tak harmonis bersama Samsu, sedangkan Marwoto bisa menjadi teman curhat yang baik demi harmonisasi rumahtangganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya kalau tak harmonis, mestinya meniup harmonika sajalah!&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8023332760041253659?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8023332760041253659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/mencari-kuas-apa-puas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8023332760041253659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8023332760041253659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/mencari-kuas-apa-puas.html' title='MENCARI KUAS, APA PUAS?'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6830635009505391144</id><published>2010-02-09T16:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T17:00:22.458+07:00</updated><title type='text'>DILARANG MELUDAH SEMBARANG WAJAH</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AGAKNYA  Nuryadi, 45, mau meniru wayang Pendita Durna, yang bisa bikin mlonyoh (terkelupas kulit) musuh lewat ludah mautnya. Ketika kesal pada Ny. Wongso, 58, ibunya WIL, langsung saja menyemprotkan ludah di wajahnya. Tapi meludah sembarang wajah ini menjadikan Nuryadi jadi urusan polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tokoh wayang yang punya senjata ludah maut di antaranya Pendita Durna dari Sokalima. Jika sedang kesal pada lawan, dia sering mengancam: tak idoni dadi awu (kuludahi jadi abu). Tapi betulkah ludah penasihat kebatinan raja Astina ini bisa bikin jadi abu wayang lain? Rasanya tidak. Jika benar ludah Durna berkhasiat bisa bikin jadi abu, enak benar tukang abu gosok keliling. Tinggal siapkan sampah, panggil Durna suruh meludahi, langsung jadi abu dan siap dijual atau barter dengan koran bekas!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu ludah-meludah ini agaknya baru jadi rujukan Nuryadi, seorang carik atau Sekretaris Desa di Bendowulung Kecamatan Sanankulon, Blitar. Ketika kesal pada Ny. Wongso yang selalu inervensi atas urusan orang, langsung saja menyemprotkan ludahnya ke wajah ibunya Yayuk, 38, WIL yang tengah digandrungi. Bukan sekadar meludahi, tapi juga lengkap dengan makian kasar. “Tuwek-tuwek kakehan cangkem (sudah tua bawel amat),” kata Sekdes Nuryadi saking kesalnya. Dia lupa bahwa jadi tokoh panutan desa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelakuan Pak Carik memang sudah lama menjadi catatan warga. Betapa tidak? Dia sudah punya istri, kenapa ngereki (menggoda) wanita lain yang masih punya suami. Betul memang, sang WIL Ny. Yayuk sedang dalam proses perceraian dengan suaminya, Daryadi. Tapi sebagai pamong dan panutan masyarakat, dia mestinya kan cukup menjadi wasit saja, malah kalau bisa menasihati jangan sampai cerai. Yang terjadi kok justru dia ikut “nendang bola”. Lalu wasit cap apa Sekdes Nuryadi ini?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara Nuryadi dengan Yayuk memang sudah lama punya hubungan khusus. Tapi setelah rumahtangga Yayuk – Daryadi dilanda kemelut, justru Pak Sekdes cari kesempatan. Doanya siang malam, semoga mereka jadi cerai, dan Nuryadi siap ambil alih wanita yang lumayan ayu itu dalam pelukannya. Atau malah, sebelum Yayuk benar-benar cerai dengan suami, Nuryadi sudah biasa peluk-pelukan dengannya, atau lebih?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal-hal seperti itu memang tak ada yang tahu. Yang jelas, Yayuk – Nuryadi sering sekali dipergoki warga jalan bareng bak Rama dan Sinta. Warga hanya membatin sambil dehem-dehem (batuk rekayasa), tapi para aktornya justru tak merasa. Warga pun lalu mendatangi Ny. Wongso ibu si Yayuk, agar menasihati putrinya untuk tidak mengganggu rumahtangga orang. “Selak gatel napa pripun (keburu gatel atau bagaimana),” kata warga pedas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai ibu yang baik, Ny. Wongso juga malu atas ulah putrinya dan Pak Sekdes. Maka sekali dua kali dia menegur Nuryadi, untuk tidak mengganggu Yayuk yang masih dalam status bini orang. Tapi rupanya teguran itu tak digubris. Pak Sekdes masih saja membawa-bawa bini orang. Daryadi selalu suami Yayuk memang diam saja, tapi warga yang risih. Karenanya kembali warga mendesak Ny. Wongso untuk bertindak tegas pada para pelaku  bank Century, eh selingkuh para suami dan istri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atas desakan yang bertubi-tubi, Ny. Wongso mencoba berbuat keras dan tegas. Saat melihat Nuryadi memboncengkan putrinya, langsung disetop dan diminta menurunkan Yayuk. Tapi ternyata Pak Sekdes marah besar. “Wis tuwek kakehan reka (sudah tua banyak ulah)” kata Nuryadi sambil meludahi wanita itu di wajahnya, cuh cuh cuh. Tentu saja ibu si Yayuk tersinggung. Dia segera mendatangi Polres dan minta Nuryadi ditangkap dan dipenjarakan dengan segera.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya sabar mBah, polisi masih cari pasal peludahannya dulu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6830635009505391144?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6830635009505391144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/dilarang-meludah-sembarang-wajah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6830635009505391144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6830635009505391144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/dilarang-meludah-sembarang-wajah.html' title='DILARANG MELUDAH SEMBARANG WAJAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1934994525100854338</id><published>2010-02-08T16:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:58:21.861+07:00</updated><title type='text'>TUKANG OJEK KOK DICEMBURUI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;TUKANG ojek merupakan profesi yang punya kekebalan cemburu. Tapi Giyok, 41, tak peduli akan aturan tak tertulis ini. Begitu dengar info istrinya dibonceng motor seorang pria, langsung saja Ny. Ratih, 27, digebuki hingga babak belur. Padahal….., lelaki pemboncengnya tak lebih hanyalah seorang pengojek motor!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri kedua biasanya selalu dimanjakan, karena merupakan barang baru. Tapi setelah lama, ya sama saja, tak ada perlakuan istimewa lagi. Ibarat mobil, ketika punyanya baru Kijang 2003, dielus-elus dengan kasih sayang. Tapi setelah bisa beli yang Kijang Inova, yang lama kurang diperhatikan. Yang barulah yang dielus-elus, sebentar-sebentar dicuci, dinaiki sambil main klakson tet tot tet toooot! Wah, asyik pokoknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Giyok warga Permata Asri, Magersari, Kabupaten Mojokerto (Jatim), baru punya “Kijang” baru yang bisa kentut, namanya Ratih. Baru 6 bulan lalu diambil dari “show room”, sehingga sudah barang tentu dia masih sangat sayang-sayangnya. Sedangkan kendaraan lamanya, boleh dikata kurang diurus, karena dananya lebih banyak dialokasikan untuk mengurus kendaraan keduanya. Dan memang begitulah gejala umum setiap pelaku poligami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bini kedua Giyok ini memang lumayan cantik, pendidik pula. Maka entah ilmu apa yang digunakan lelaki ini tempo hari, sehingga penjual buah kok mampu membangun koalisi permanen bersama seorang guru. Mungkin juga Ratih ini bermata rabun, sehingga tak bisa membedakan mana yang tukang buah dan mana yang kaum ambtenar (pegawai) jika istilah zaman Belanda. Apakah dia tak kerepotan, bilamana orang menanyakan profesi suaminya. “Suamia saya cuma tukang buah kok….” apa musti begitu jawabnya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebodo amat komentar orang, yang penting Mas Giyok sangat sayang dan tak pernah sepi dari pasokan materil dan onderdil. Cuma kalau ada sedikit ganjalan, suaminya ini pencemburu berat. Ke mana saja selalu dipantau. Setiap dipamiti pasti muncul pertanyaan klasik: mau kemana dan bersama siapa? Namanya guru, yang pasti ke sekolah dan bersama murid. Jadi, Ratih harus pandai-pandai membawa diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampailah kemudian, Giyok menerima info dari seseorang bahwa kemarin istri keduanya ini boncengan motor bersama lelaki lain. Nampak mesra sekali, katanya. Tangan kanan Ratih melingkar di pinggang lelaki itu. “Pokoknya, mesra sekali. Saya yang melihatnya saja sampai iri lho Mas….,” kata sang informan yang rupanya bakat jadi profokator.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namanya juga tukang buah, otaknya pasti hanya isi irisan semangka dan melon. Begitu dengar kabar tersebut, rasa cemburu Giyok langsung meledak. Tanpa mengadakan klarifikasi terlebih dulu, dia ingin memberi “pelajaran” pada istri keduanya ini. Bahkan sebelum “hari H” tiba, Giyok sudah berlatih mengirim swing dan jab-nya. Persis Cris Jon sebelum naik ring.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Benar juga. Begitu Ratih pulang dari bepergian urusan sekolah sekitar pukul 17.00 sore, langsung disambut dengan pukulan tinju, bug bug bug. Kurang puas, kunci pas untuk sepeda motor diayunkan pula ke kepalanya. Keruan saja Ratih terkapar dan jadi urusan rumahsakit. Gara-gara kesadisannya tersebut, Giyok jadi urusan Polres Mojokerto. Padahal berdasarkan penyelidikan, lelaki yang dicemburui itu hanyalah tukang ojek. Jelas di situ tak ada motof cinta-cintaan, kecuali …..duit!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Makan tuh sel kantor polisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1934994525100854338?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1934994525100854338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/tukang-ojek-kok-dicemburui.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1934994525100854338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1934994525100854338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/tukang-ojek-kok-dicemburui.html' title='TUKANG OJEK KOK DICEMBURUI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6553807704258673418</id><published>2010-02-06T16:47:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:54:58.668+07:00</updated><title type='text'>CINTA MOLOR JURAGAN KARET</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta juragan karet ternyata bisa molor tanpa finish, sehingga terpaksa diambil tindakan oleh warga. Dan inilah yang terjadi Lampung. Hajid, 40, digerebek warga, karena sudah sering mengapeli janda Rista, 33, tapi tak kunjung dinikahi. Saat diperiksa keduanya membantah telah berzina, meski sering tidur bersama. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata orang, pacaran adalah merupakan masa penjajagan dan penyesuaian sebelum sampai ke pernikahan. Cuma sering sekali terjadi, katanya untuk penjajagan, lama-lama kehormatan si wanita “dijajagi” pula sampai di mana kedalamannya. Jelas ini menjadi bagian dari praktek zina, karena nekad bersetubuh dengan bukan  pasangan resminya. Lagi pula, praktek “ngebon” hanya dikenal dalam dunia bisnis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Warga Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Lampung, juga dalam kecurigaan semacam itu, ketika melihat janda Rista sudah diapeli Hajid sejak 6 bulan lalu. Tapi dari dulu hingga sekarang, masa pacaran itu tak ada finishnya. Penduduk sangat mengkhawatirkan, keduanya sudah terlanjur berbuat layaknya suami istri. Dan ketika telah memperoleh “segala”-nya sebelum menikah, cenderung si cowok jadi malas untuk menempuh jalur resmi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menjaga citra kampung, warga pernah menegur janda Rista untuk segera menikah dengan lelaki itu, jika memang itu pilihannya. Tapi wanita tersebut tak menggubris, bahka ada kesan sangat tersinggung karena hubungan asmaranya dengan juragan karet itu diintervensi pihak ketiga. “Justru karena kekasih Anda juragan karet, kami khawatir hubungan itu molor terus tanpa ujung. Sampeyan sendiri yang rugi lho,” kata tokoh masyarakat menasihati Rista.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waktu terus berlalu dan juragan karet itu terus saja apel tengah malam dan menginap. Warga pernah mengintip, mereka mendapati keduanya tengah tidur-tiduran di karpet sambil nonton teve. Ah, mereka begitu dekat, sepertinya telah menjadi suami istri beneran. Dan kembali ketika pengurus RT setempat menegur Rista, wanita itu justru menuduh warga mau tau urusan orang saja. Padahal, belum lama Presiden SBY mengingatkan, antar lembaga negara jangan saling mengintip.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesadaran pun habis, beberapa malam lalu rumah janda Rista digerebek saat Hajid berkunjung di luar jam yang patut. Seperti yang pernah warga saksikan, keduanya saat itu tengah tidur-tiduran di ruang teve. Keduanya pun lalu dibawa ke kantor desa. “Kami memang pacaran, tapi tak pernah berbuat sejauh itu. Kami nonton teve bersama sudah biasa, tak ada perbuatan yang tercela,” kata Rista sengit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata Hajid pula, sebetulnya dia ingin segera menikahi Rista, tapi proses cerainya dengan istri belum juga kelar. Jadi terpaksalah hubungannya bersama si janda diulur-ulur seakan tanpa kepastian. Tapi Hajid yakin, bila proses cerainya selesai dia akan segera menikah resmi bersama Rista.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jadi ceritanya janda itu sebagai ban cadangan, ta?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6553807704258673418?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6553807704258673418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/cinta-molor-juragan-karet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6553807704258673418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6553807704258673418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/cinta-molor-juragan-karet.html' title='CINTA MOLOR JURAGAN KARET'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3259132745483971155</id><published>2010-02-05T16:58:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:58:58.876+07:00</updated><title type='text'>NUNGGU 1000 HARI MANA TAHAN?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada-ada saja kelakuan orang. Dilarang menikah terlalu cepat, Sabur, 35, jadi frustrasi. Maklumlah, sebagai duda dia sudah 3 tahun tak pernah “prang tanding” dengan lawan jenisnya. Karenanya ketika diminta menunggu 1.000 harinya almarhum suami Ginah, 30, kekasihnya, dia milih minum pil koplo! Tak ada larangannya memang, lelaki menikahi bekas istri kakak. Agama apapun membolehkan. Cuma sebagai orang Jawa yang sarat akan adat istiadat dan tradisi, harus menyesuaikan dengan lingkungannya. Untuk menikah dengan janda yang ditinggal mati suami, tunggulah sampai seribu hari almarhum. Soalnya yang nggak enak kan janda yang ditinggalkannya. “Dasar perempuan gatel, kuburan suami masih merah sudah cari lelaki lagi,” pasti begitu kata orang. Kalau tidak dalam kata, pasti juga dalam hati. Inilah rambu-rambu tradisi yang tidak disukai Sabur, warga Desa Tempurejo Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Maunya dia, begitu si janda siap menikah dengannya, ya segera didaftarkanlan ke Kantor Urusan Agama (KUA). Lalu dua minggu kemudian teken ijab kobul di depan penghulu sret sret sret……lalu malam harinya bermalam pertama jebret, jebret, jebret….! Kan begitu, serba cepat. Bukankah semboyan pengantin baru ialah: waktu adalah goyang? Kehidupan Sabur selama ini memang sungguh dilanda sepi. Sejak istrinya minta cerai 3 tahun lalu, dia benar-benar kehilangan aktivitas paling hakiki dari seorang lelaki. Bayangkan, biasanya minimal seminggu 2 kali menjalankan “sunah rosul” bersama nyonya, kini menjadi ngaplo (bengong) berkepanjangan. Sebetulnya sudah lama Sabur mencari istri pengganti, tapi belum ada yang cocok. Cari janda, nggak ada yang melek (cakep), pengin perawan terlalu banyak syarat kontrak politiknya untuk menjalin koalisi permanen. Agaknya Tuhan telah mengatur-Nya. Di kala Sabur dirundung sepi, kakak kandungnya yang juga suami Ginah, meninggal karena sakit. Seminggu setelah kepergian kakak, tiba-tiba ada wacana agar dia menikahi saja janda almarhum kakaknya. Kata para pinisepuh, “turun ranjang” tidak dilarang agama dan keduanya tentu lebih mudah menyesuaikan diri, karena sudah lama kenal. “Jadi mau nggak mau, kau sebaiknya jadi “generasi penerus” saja…..!” kata keluarga besar Sabur. Ah, malu-malu kucing Sabur tak menolak wacana dan tawaran itu. Yang jadi bebanm hanyalah, kenapa untuk jadi “generasi penerus” kok bukan urusan semangat empat lima, tapi urusan wanita? Tapi dipikir-pikir, benarlah kata para pinisepuh. Di samping itu, Ginah istri almarhum kakaknya juga lumayan cantik. Bodinya masih seksi meski dalam usia hampir kepala empat. Untuk program acara “prang tanding” suami istri pasti masih sangat menjanjikan. Hati Sabur semakin berbunga-bunga, karena ternyata Ginah juga siap menerima aspirasi urusan bawahnya. Dia siap dinikahi adik iparnya kapan saja. Cuma ketika mereke konsultasi lebih lanjut pada para pinisepuh, ternyata diminta menunggu 1.000 harinya almarhum suami Ginah. Itu berarti ada masa jeda sekitar 3 tahun. “Lha nggih barang kula klajeng teyengen (barang saya kadung karatan) Pak…..!” kata Sabur di depan sang pinisepuh. Kecewa sekali Sabur jadinya. Mau melanggar adat istiadat semacam itu tidak berani. Tapi menunggu 3 tahun lagi sama saja memperpanjang hari-hari sepinya. Kalau ngurus sertipikat tanah, asal duitnya gede bisa dipercepat. Tapi ngurus “sawah sepetak” yang tak seberapa luas ini ternyata tak bisa dikompenasi dengan besarnya anggaran. Nah, saking frustrasinya Sabur, dia lalu mengisi hari sepinya dengan menenggak pil koplo, sampai kemudian polisi Polsek Wates memergoki. Urusan pun memanjang ke sel polisi. Urung ke Kantor Urusan Agama kok malah jadi urusan polisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3259132745483971155?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3259132745483971155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/nunggu-1000-hari-mana-tahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3259132745483971155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3259132745483971155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/nunggu-1000-hari-mana-tahan.html' title='NUNGGU 1000 HARI MANA TAHAN?'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5624099205481150920</id><published>2010-02-04T16:45:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:46:45.409+07:00</updated><title type='text'>GARA-GARA SOBEK CELANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah menyayangi anak tiri itu sudah jamak. Tapi kadar kesayangan Sumiadi, 58, pada Wiwik, 20, melampui batas. Sudah gede usia 17 tahun masih digendong-gendong, modelnya “gendong depan” pula. Ketika ditanya polisi kenapa tega menyetubuhi anak tiri, jawab Sumiadi enteng saja: “Ini semua gara-gara celana sobek, Pak!” &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tragis amat, hanya karena celana sobek kok menodai anak tiri, lalu apa hubungannya? Ya begitulah kreativitas Sumiadi. Lantaran pikirannya hanya seks melulu, ketika melihat celana dalam yang dikenakan putrinya dalam kondisi berlubang, langsung nafsunya bangkit. Tak peduli mana yang haram dan mana yang halal, anak gadis bawaan istri itu langsung disikat, wush. Ini terjadi sejak 3 tahun lalu, dan skandal ini nyaris sempurna tak pernah muncul ke permukaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Sumiadi yang berarti ibunya Wiwik, dinikahi sejak 15 tahun lalu. Tapi sayang, kerjasama nirlaba selama 3 pelita itu tak membawa hasil yang siginifikan. Maksudnya, Ny. Sumiadi tak juga memberikan keturunan barang satu anakpun. Jadilah Wiwik anak semata wayang, sehingga cinta dan perhatian Sumiadi semua tercurah pada si anak tiri. Dari kecil digendong-gendong, minta apa saja pasti dikabulkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Wiwik dalam usia ABG, mulai menunjukkan kecantikan di wajahnya. Bodinya juga sangat mendukung, sehingga sejumlah pemuda mulai melirak-lirik anak tiri Sumiadi. Saat malam Minggu tiba, sudah mulai ada cowok yang mencoba apel, dalam rangka membangun koalisi permanen. Kala itu Sumiadi senang-senang saja melihat perkembangan anak tirinya. Paling-paling dia memberi nasihat, agar hati-hati menghadapi cowok era gombalisasi. “Sekali kamu ternoda, kamu nggak ada harganya lagi….,” begitu Sumiadi memberi nasihat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara nasihat dan praktek kadang bertolak belakang. Ini dialami Sumiadi ketika sekali waktu memergoki Wiwik tidur dengan rok tersingkap. Pemandangan itu semakin mengharu-biru kelelakiannya manakala melihat celana dalam putrinya berlobang pada titik centrumnya. Mendadak Sumiadi “lupa ingatan”. Tak peduli itu anak daripada istrinya, langsung saja gadis usia 17 tahun itu dicemplak. Baru kemarin dia menasihati Wiwik jangan sampai ternoda, eh sekarang ayah tiri malah menodainya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Herannya, diperlakukan tidak senonoh semacam itu Wiwik tidak berontak, bahkan sepertinya menikmati. Maka lain hari menjadikan Sumiadi ketagihan. Setiap rumahnya dalam kondisi sangat kondusif, dia menyeret putri tirinya ke kamar untuk berpacu dalam birahi. Lagi-lagi Wiwik tidak banyak cakap, hanya menurut saja atas segala perilaku biadab sang ayah tiri. Apa lagi Sumiadi memang pernah menakut-nakutinya. “Kalau kamu cerita, tak bikin gila, kamu!” kata ayah tiri penuh wibawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sepandai-pandai ayah tiri melompat, eh menyemplak, sekali waktu gawal juga. Ini benar-benar terjadi. Lantaran selama ini aman-aman saja, Sumiadi lalu melupakan kewaspadaan nasionalnya. Dan begitulah yang terjadi, dikala anak tiri dan bapak tiri tersebut berbagai cinta yang haram, ibu kandung Wiwik memergoki. Langsung saja wanita mandul itu berteriak lantang, sehingga gegerlah penduduk Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban (Jatim). Ibarat orang naik sepeda, langsung saja Sumiadi merosot dari sadel nan empuk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya urusan itu melebar ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan Wiwik mengakui disetubuhi ayah tirinya sejak 3 tahun lalu. Berapa kali mereka berbuat, wah nggak ingat lagi, karena saking begitu seringnya. Yang jelas, minimal seminggu 3 kali. Sumiadi juga tak membantah keterangan putrinya. Saat polisi menanyakan, kenapa tega pada anak tiri sendiri, jawab Sumiadi sebagaimana di atas. “Celana dalam itu berlobang kok tepat pada garis episentrum. Bayangkan, Pak……!” ujarnya tanpa beban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yah, urusan polisi masih banyak, masak harus mbayangkan begituan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5624099205481150920?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5624099205481150920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/gara-gara-sobek-celana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5624099205481150920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5624099205481150920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/gara-gara-sobek-celana.html' title='GARA-GARA SOBEK CELANA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3601008027897217130</id><published>2010-02-03T16:44:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:45:15.307+07:00</updated><title type='text'>TENTARA GADUNGAN “PISTOL” ASLI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;APES benar nasib Ny. Karyati, 37, dari Sumenep (Madura) ini. Gara-gara punya suami tentara gadungan, nasibnya ditelantarkan di saat melahirkan. Tapi bagaimana ceritanya, sehingga dia sampai bisa punya momongan bersama “Letnan” Hendrik, 47, tersebut? “Ya karena dia punya “pistol” yang asli, Pak!” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tatkala wanita dalam posisi janda, sering dilanda rasa sepi yang berkepanjangan. Bayangkan saja, biasanya secara ajeg memperoleh kehangatan malam dari suami, mendadak droping dihentikan. Analoginya para perokok itulah. Biasanya minimal sehari satu bungkus Gudang Garam merah, kini berbulan-bulan dipaksa ngaplo (bengong) tanpa aktivitas yang signifikan. Bagaimana bibir tidak menjadi semakin biru dan berasa asem?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri yang ditinggal suami juga tak jauh dari itu, dan kini benar-benar dialami oleh Ny. Karyati, warga Lenteng Barat Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Semenjak hidup tanpa suami, rasanya suhu udara di kampungnya menjadi begitu dingin hingga 5 drajat di bawah nol. Bagaimana caranya memperoleh kehangatan malam yang hakiki kembali. Sebagai kaum hawa yang sangat dibatasi gerakannnya oleh aturan agama dan tradisi, Karyati bisanya hanya ngulat-ngulet (menggeliat) bagaikan cacing kepanasan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itulah, ketika kemudian hadir sosok Hendrik yang mengaku sebagai tentara dengan pangkat letnan, dia percaya saja. Sebagai wanita yang tak tahu tanda pangkat kemiliteran, dia percaya apa yang dikatakan lelaki itu. Yang jelas secara kasat mata, potongan Letnan Hendrik memang tipikal tentara. Tubuh atletis, rambut cepak dan kaki…….pincang. “Ini kena tembak GAM saat bertugas di Aceh dulu….,” kata Hendrik buru-buru memberi klarifikasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apalagi ketika Letnan Hendrik bermaksud mempersunting dirinya sebagai istri, janda Karyati langsung kehilangan daya kritisnya. Tanpa cek sana, cek sini, dia hooh saja saat diiming-imingi bakal menjadi anggota Persit (Persatuan Istri Tentara). Maka beberapa minggu setelah Letnan Hendrik mendeklarasikan cintanya, perkawinan pun segera digelar. Namanya menikah dengan anggota TNI, malam harinya tembakan-tembakan beruntun selalu terdengar membahana dari kamar Ny. Karyati. Dor, dor, dor, teretektektek dor, ciuuuuuuuut dorrrr! Pendek kata Karyati dibombardir habis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya  3 bulan Karyati menikmati kebahagiaan sebagai pengantin baru. Setelah itu Letnan Hendrik pergi tanpa berita. Dia sudah bertanya kepada sejumlah temannya, tapi tak ada yang tahu. Mau bertanya kepada kesatuannya, Karyati juga tak tahu Letnan Hendrik ini bertugas  di batalion berapa atau resimen mana. Yang dia tahu, saat pergi Hendrik telah menyemaikan bibit unggul di perutnya. Ini sebagai bukti nyata bahwa Letnan Hendrik memang militer sejati, yang “tembakan”-nya selalu tepat dan akurat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sembilan bulan usia kandungan Karyati telah lewat, dan bayi hasil kerjasama nir laba itu pun lahir lelaki. Tapi hingga beritanya masuk koran, si orok belum diberi nama, sebab Karyati masih menunggu kehadiran suami. Sejumlah nama bagus memang telah disiapkan, untuk ditabalkan begitu Letnan Hendrik pulang. Ada nama Murdian, Maryoto, Haryanto, bahkan Yuwono dan Djoko. Tapi apa yang terjadi, Letnan Hendrik masih juga tiada kembali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, warga dan tetangga hanya bisa prihatin atas nasib Ny. Karyati. Sedangkan pihak pamong sebetulnya juga menyalahkan ibu si bayi, kenapa dulu ketika menikah tanpa mengajak aparat desa untuk berkordinasi. Maksudnya, melapor ke pamong sehingga pihak desa bisa menyelidiki siapa sesungguhnya Letnan Hendrik ini. “Tahu-tahu mereka sudah menikah dan main tembak-tembakan, ya bagaimana lagi,” katya pamong seakan bertamsil ibarat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya begitulah, resiko harus ditanggung penumpang sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3601008027897217130?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3601008027897217130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/tentara-gadungan-pistol-asli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3601008027897217130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3601008027897217130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/tentara-gadungan-pistol-asli.html' title='TENTARA GADUNGAN “PISTOL” ASLI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1444513382774825972</id><published>2010-02-01T16:33:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:34:16.611+07:00</updated><title type='text'>DENDAM SEORANG SUAMI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ISTRI memang pernah cerita bahwa pernah disetubuhi lelaki lain sebelum dinikahi Harlan, 28. Hal ini membutnya sakit hati dan ingin balas dendam. Obyek balas dendam tak kunjung ketemu, nelayan dari Trenggalek (Jatim) ini jadi ngawur. Siti, 19, ponakan sendiri  disetubuhinya sebanyak 4 kali hingga hamil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orangtua selalu bilang, kejujuran suami istri sangat diperlukan dalam rumahtangga. Jangan ada satu pun masalah yang ditutup-tutupi tanpa diketahui pasangannya. Barangkali karena selalu ingat akan nasihat para pinisepuh, ketika Harlan mengusut kenapa tak ada darah di malam pertama, Ranti, 24, pun mengaku bahwa sebelum jadi pengantin pernah dinodai kekasihnya. “Tapi dia tak bertanggung jawab bahkan kabur,” kata Ranti mencoba jujur dalam keluarga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi rupanya Harlan belum dewasa menyikapi masalah kehidupan. Dia hanya merasakan bahwa istrinya ternyata hanya barang bekas. Mangga bekas codot (kelelawar) memang enak, tapi kalau “mangga”-nya Ranti yang disosor lelaki lan, membuat Harlan merasa ditipu mentah-mentah. Kenapa dulu dia tidak teliti sebelum membeli. Dia sungguh menyesal jadinya, kenapa saat melamar dulu dia pada calon mertua tidak bilang: “Menawi kepareng badhe kula cobi rumiyin (kalau boleh saya jajal dulu)”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi jelas cara demikian tak bisa dibenarkan, karena justru itu melawan adat dan agama. Karena minta ganti rugi tidaklah mungkin, Harlan pun mencoba  membalas sakit hatinya dengan caranya sendiri. Dia ingin kedudukan itu menjadi satu sama (1:1). Dia pikir, jika istrinya pernah disetubuhi lelaki lain, Harlan merasa wajib menyetubuhi pula wanita lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tekad itu sudah terpatri dalam jiwanya, tapi tak pernah dapat peluang, karena terlalu sibuk mencari ikan di lautan. Sampai kemudian Harlan ketemu Siti yang suka ngglibet (selalu hadir) dalam rumahnya.  Gadis itu memang masih keponakan sendiri, dan Siti biasa momong anak bayi keluarga Harlan – Ranti. Bila capek menggendong, bayi itu lalu ditidurkannya ke ranjang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekali tempo pas Siti menidurkan anak Harlan, tahu-tahu Harlan masuk ke kamar dan langsung menubruk si gadis. Hanya dalam hitungan detik, persetubuhan itu bisa terselenggara, sementara ibunya si bayi masih asyik mencari kutu di emperan rumah. Sukses dengan aksi yang pertama, lalu menyusul di tengah hutan, lalu disusul lagi di dalam rumah, sehingga pada akhirnya tak kurang dari 4 kali Harlan berhasil menodai keponakan sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari lalu diketahui gadis Siti hamil. Karena sudah terpojok, langsung saja bla bla bla mengakulah siapa dalang dan pelakunya. Tentu saja keluarganya kaget dan melapor ke Polres Trenggalek. Dalam pemeriksaan petugas dengan terus terang dia mengakui segala perbuatanya. Ketika polisi bertanya, apakah tidak ketahuan, karena istri sedang cari kudu di depan rumah, jawab Harlan enteng saja: “Kan hanya semenit, Pak!” kata Harlan jujur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski Siti adalah ponakan sendiri, dengan lantang lelaki dari Desa Ngrencak Kecamatan Panggul itu menyatakan tekad untuk siap bertanggung jawab dan segera mengawini. Tentu saja tak semudah itu bisa terlaksana, sebab ponakan tidak boleh dinikahi paman, karena itu masih termasuk muhrimnya. Bagaimana penyelesainnya kemudian? Tak ada lain kecuali Harlan diproses secara hukum dengan ancaman penjara selama 5 tahun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Enaknya, ponakan buat penak-penakan! &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1444513382774825972?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1444513382774825972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/dendam-seorang-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1444513382774825972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1444513382774825972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/02/dendam-seorang-suami.html' title='DENDAM SEORANG SUAMI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1755771016138159659</id><published>2010-01-30T16:30:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:31:01.846+07:00</updated><title type='text'>DIPERKOSA KOK MENDESAH…..</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang hidup menduda, tapi tak segalak Katibun, 51. Melihat pembantu tetangga cakep, langsung kontak pendulumnya. Pas malam Tahun Baru 2010, Ngatini, 24, digaulinya sebanyak dua kali. Tapi ketika kemudian jadi urusan polisi, Katiban berkelit: “Diperkosan apaan, wong dianya malah ndesah…!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istilah alap-alap motor atau alap-alap mobil, sudah cukup dikenal. Mereka adalah penjahat yang mengambil spesialis mencuri kendaraan roda dua atau roda empat. Lalu bagaimana dengan  “alap-alap pembantu”?. Bisa dipastikan itu pasti profesi lelaki yang kurang iman. Karena begitu memanjakan seks sebagai panglima, melihat pembantu yang mulus barang sedikit, langsung main tubruk saja. Dia tak peduli akan resiko. Misalkan tak jadi urusan polisi, pastilah jadi urusan istri dengan ancaman dimakzulkan sebagai kepala keluarga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Katibun memang tak perlu takut dimakzulkan istri, wong dia sendiri dalam status duda sejak beberapa tahun lalu. Lantaran dalam posisi bebas merdeka tersebut, dia bertindak nggugu kersa priyangga (semaunya sendiri).  Menikah lagi oga-ogahan, tapi menelateni pembantu sangatlah hobi. Dia pikir, pembantu adalah makhluk yang lemah dan bodoh, sehingga diapakan saja pasti pasrah saja, tak mungkin dia mengadu atau menggugat ke mana-mana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di kampungnya, Kelurahan Begadung Kecamatan Kota, Nganjuk, Katibun punya tetangga pembantu yang mulus bebas dempul. Meski statusnya TKW domestik, penampilannya sama sekali tak menggambarkan seorang babu. Perhatikan saja, kulitnya putih, betis mbunting padi, dan tungkak (tumit) juga jambon. Prototip pembantu yang berkaki njeber dan pendek ipel-ipel, sama sekali tak bersemayam di tubuhnya. Cuma namanya saja yang sangat konotatip. “Mestinya dia ini dia bernama Paramita Rasudi,” kata Katibun berkhayal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi William Shakespeare pernah bilang: what is name (apalah sebuah nama), dan itu dibuktikan oleh Ngatini. Meski nama ndesa dan katro kata Thukul, tapi penampilan dan wajah sangatlah kota. Karenanya, setiap melihat pembantu tetangga ini, pendulum Katibun langsung kontak. Bisikan hati nurani kalah dengan bisikan setan. Wong kata setan, pembantu model Ngatini ini tahun 2011 sudah nggak keluar lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di kala Katibun masih sibuk dengan renstra (rencana strategis)-nya, mendadak peluang itu hadir. Kebetulan rumah keluarga Sukmadi boss Ngatini, sekeluarga pergi ke Surabaya. Kesempatan emas itu tak disia-siakannya. Di kala pembantu tersebut sedang mencuci di sumur, langsung diseret diajak masuk kamar. Ternyata Ngatini tak berontak, sehingga dengan mudah Katibun berhasil melampiaskan nafsunya. Bahkan dia nampak nggayer-nggayer (merem melek) sepertinya sangat menikmati. Merasa tanpa perlawanan, malam harinya kembali Katibun mendulang sukses. Seperti tadi pagi, malam itu Ngatini juga bertekuk lutut dan berbuka paha untuk si dudak rakus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian mesum itu nyaris tak terendus. Tapi beberapa hari lalu tiba-tiba Ngatini pinjam uang teman untuk periksa kandungan. Tentu saja si teman curiga, dan ketika didesak untuk cerita, bla bla bla…..ngakulah bahwa pernah disetubuhi duda Katibun dua kali. Urusan pun memanjang, ketika majikannya kemudian mendengar kasus ini. Segera saja Katibun dilaporkan ke polisi dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia menolak dituduh memperkosa, sebab saat dibimbing ke kamar Ngatini tak menolak. “Malah piyambake ngeses-ngeses, estu niku Pak (malah dia mendesah, sungguh itu)….,”  kata Katibun blak-blakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; GR luh, siapa tahu Ngatini sedang sakit gigi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1755771016138159659?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1755771016138159659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/diperkosa-kok-mendesah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1755771016138159659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1755771016138159659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/diperkosa-kok-mendesah.html' title='DIPERKOSA KOK MENDESAH…..'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-119579638192137615</id><published>2010-01-29T16:27:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:28:10.648+07:00</updated><title type='text'>DIKIRANYA MEMUPUK CINTA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;PENGUSAHA  pupuk bernama Ny. Farah, 34, memang belum lama menjanda. Maka ketika ada oknum polisi mondar-mandir ke rumah itu bahkan menginap segala, warga pun menduga bahwa Ny. Farah sedang “memupuk” cinta bersama Bripka Naryadi, 40. Tapi saat digerebek keduanya memang tidak tidur seranjang!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di manapun berada, janda cantik selalu menjadi sumber gossip yang mengasyikkan. Segala tingkah lakunya selalu disorot kanan kiri, terutama kaum ibu. Maklum, mereka khawatir suami mereka jadi kecantol. Karenanya, setiap ada janda baru dan cantik lagi, kaum ibu pastilah meningkatkan kewaspadaan nasionalnya. Jika tidak, rumahtangga yang dibangun bertahun-tahun bisa dimakzulkan oleh Pengadilan Agama. Jelas, para kaum ibu tak mau jadi janda berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Desa Dayaasri Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Barat (Lampung), Ny. Farah baru saja menyandang status baru: janda cantik nan seksi nan kaya. Janda mati atau cerai, kurang jelas. Yang pasti sejak wanita cantik ini bebas merdeka, ada seorang anggota polisi yang mondar mandir ke situ. Dia diketahui bernama Bripka Naryadi, yang pernah menjadi Kapospol Mulyaasri. Yang menyebabkan warga resah, pak polisi ini bila datang malam hari dan kemudian menginap sekalian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Janda Farah memang bukan perempuan biasa. Dia pengusaha pupuk yang sukses di bilangan Way Abung. Rumah bagus, mobil mulus. Dikait-kaitkan dengan profesinya, penduduk kemudian menduga-duga, jangan-jangan oknum polisi ini kehadirannya dalam rangka memupuk cinta dan asmara bersama si pengusaha pupuk. Bila ini yang terjadi, warga pantas marah tersinggung dan marah. Memangnya kampung Dayaasri kampung mesum, sehingga orang bukan suami istri bebas saja mengumbar nafsu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari lalu kembali Bripka Naryadi bertandang ke rumah janda Farah. Hingga pukul 24.00 tak juga pulang, sehingga warga sepakat menggerebeknya. Bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat, rumah Farah digedor-gedor dan minta dibukakan pintu. Tapi entah kenapa, Ny. Farah tak menggubris permintaan warga. Bahkan membukakan pintu barang sedikit juga tidak. Pokoknya, demo tengah malam itu tak direspon sama sekali oleh Ny. Farah dan Bripka Naryadi yang ada di dalam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Warga pun lalu berinisiatip mendatangkan keluarga Farah di Dayamurni. Takut rumah Ny. Farah diserbu, keluarganya pun datang. Melalui lobi keluarga sendiri, barulah Ny. Farah mau membuka pintu bersama Bripka Naryadi. Tuduhan bahwa keduanya selingkuh atau berhubungan intim sebagaimana suami istri, dibantah keras. “Pak Naryadi memang tidur di sini, tapi tuh dia tidurnya di kamar pembantu,” kata Ny. Farah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengecekan pun dilakukan. Ternyata benar, masih ada bekas-bekasnya oknum polisi ini tidur di tempat itu. Namun demikian warga mendesak Bripka Naryadi membuat pernyataan lisan untuk tidak bermalam di rumah janda. “Bukannya apa-apa, kami takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kata pamong desa. Daripada rame, Bripka Naryadi pun menyanggupi. “Mulai hari ini, saya berjanji tidak akan bermalam di rumah janda Farah….,” begitu katanya macam anak SD disetrap Pak Guru.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kalau melanggar, harus bikin pernyataan satu buku tulis penuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-119579638192137615?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/119579638192137615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/dikiranya-memupuk-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/119579638192137615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/119579638192137615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/dikiranya-memupuk-cinta.html' title='DIKIRANYA MEMUPUK CINTA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-142353441752849504</id><published>2010-01-28T16:24:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:25:32.213+07:00</updated><title type='text'>ISENG YANG BIKIN “METENG”</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;MEMANGNYA kambing, hanya diraba-raba langsung hamil? Tapi itulah yang terjadi di Kediri (Jatim), dengar kabar putrinya, Rini, 18, diraba-raba oleh Panut, 25, langsung saja Ngadiran, 50,  sebar isyu putrinya hamil. Padahal di depan polisi pemuda itu mengaku hanya iseng meraba-raba saja, tanpa pernah menyetubuhinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Almarhum pelawak S. Bagio dulu pernah jadi model iklan tustel kwaci, yang sekali senggol langsung jadi. Berangkat dari iklan tersebut, bila ada perempuan yang gampang hamil, orang lalu menyebutnya: seperti tustel kwaci, sekali disenggol suami langsung jadi. Padahal kalau dipikir-pikir sebagaimana kata pelawak Basuki, tinggal bagaimana nyenggolnya, dan bagian mana yang disenggol.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, berkembang isyu bahwa gadis Rini putri Ngadiran telah hamil setelah diraba-raba oleh pemuda Panut. Celakanya, tanpa lewat cek and ricek dan melalui sebuah pansus, warga sekitar langsung mempercayai. Jadilah gadis Rini jadi bahan pergunjingan, padahal sesungguhnya yang jadi angggota Lembaga Intrik dan Pengembangan Isyu justru ayah Rini sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski anak desa, kulit Rini memang nampak cerah, jika tak boleh disebut putih bersih dengan betisnya yang mbunting padi. Maka lelaki normal cap apapun, pastilah kontak pendulumnya melihat penampilan Rini. Tapi kebanyakan sebatas mengagumi saja, tanpa ada niat memiliki apa lagi menggauli. “Ala apik, pokoke bojone dhewe (baik dan jelek pokoknya bini sendiri),” kata kaum bapak yang sempat terpesona pada Rini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi beda dengan buruh pabrik bernama Panut. Meski di rumah sudah punya anak istri, dia tergoda benar dengan penampilan putri Pak Ngadiran. Di jam itirahat pabrik, iseng-iseng dia mendekati Rini yang tengah duduk-duduk di belakang gudang. Ketika situasinya demikian kondusif, tangannya pun lalu iseng meraba-raba daerah “cagar budaya” si gadis. Anehnya Rini tidak protes, kecuali hanya ah uh ah uh seperti gimanaaaa gitu. Tapi karena takut ketahuan orang, Panut hanya sampai di situ melancarkan aksinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lain waktu, kembali dia ketemu Rini di tempat yang sama. Lagi-lagi Panut tergoda untuk mengisengi. Seperti tempo hari, diraba-raba demikian jauh dan mendalam, Rini hanya ah uh ah uh saja. Cuma kali ini apes. Aksi mesum Panut terlihat orang, sehingga dia buru-buru pergi menghilangkan jejak. Tapi saksi mata itu melaporkan skandal itu pada Ngadiran ayah sigadis.”Galo, anakmu wedok mau diobok-obok Panut. Mengko gek meteng (tuh anakmu diobok-obok Panut, jangan-jangan hamil dia),” kata sang informan amatiran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa melalui sebuah penelitian dan pembentukan pansus, Pak Ngadiran yang marah hari itu juga mengatakan pada para tetangga bahwa Rini putrinya dihamili Panut. Isyu itu demikan cepat menyebar meski tanpa melalui jejaring internet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara Rini tak berani keluar rumah, Panut warga Desa Manyaran jadi bulan-bulanan gossip, persis nasibnya mantan Kabareskrim Susno Duadji. Paling tragis, istrinya juga mencak-mencak sehingga Panut terancam pemakzulan sebagai kepala rumahtangga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari berikutnya, buruh pabrik tersebut dijemput polisi dan dijebloskan disel Polsek Manyaran. Sebagai bukti, celana dalam Rini pun disertakan. Tapi ketika diperiksa Panut bersumpah “demi Allah demi rosulullah” bahwa sama sekali tak pernah menyetubuhi Rini. Kalau pun ada aksi pencabulan, paling-paling hanya iseng meraba-raba daerah “cagar budaya” si gadis sebanyak dua kali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Memangnya kambing apa, kosot saja langsung hamil?” kata Panut. Untuk membuktikan argumentasi buruh pabrik ini, dalam waktu dekat Rini akan diperiksa secara medis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Biar cepat, langsung dibawa ke dr. Mun’im Idris kan bisa! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-142353441752849504?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/142353441752849504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/iseng-yang-bikin-meteng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/142353441752849504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/142353441752849504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/iseng-yang-bikin-meteng.html' title='ISENG YANG BIKIN “METENG”'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4964550893545846701</id><published>2010-01-27T16:23:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:24:26.343+07:00</updated><title type='text'>ISTRI BUKAN “KANCA TEMPILING”</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ORANG Jawa punya istilah, istri itu sebagai &lt;em&gt;kanca wingking&lt;/em&gt; (teman di belakang). Generasi muda sekarang, tak setuju dengan istilah itu. Bagaimana dengan Ny. Ratri, 25, yang dijadikan kanca tempilingan (baca: sansak tinju), tentu lebih tidak setuju lagi. Karenanya, kemarin dulu dia melaporkan suaminya ke polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rumahtangga Ratri – Kiman, 30, sebetunya baru seumur jagung, karena mereka menikah baru sekitar 6 bulan lalu. Tapi dalam usia perkawinan sependek itu, Kiman – Ratri sudah menjalankan pecah kongsi, dalam arti pisah ranjang. Suami di rumah orangtuanya, dan Ratri pun kembali bergabung di rumah keluarga. Ketika masih guyub rukun sebagai suami istri, mereka tinggal di rumah kontrakan. Apa penyebab keretakan rumahtangga itu? Biasalah, soal ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kiman yang pekerja serabutan, tak bisa memberikan belanja dapur secara ajeg. Boro-boro tiap bulan ada pasokan dengan nominal yang jelas, sedangkan untuk harian saja sering tidak ketemu. Kemarin memberi uang belanja Rp 50.000,- tapi beberapa hari kemudian terus prei tak ada setoran. “Maaf Tri, aku tak dapat pekerjaan….,” kata Kiman pilu. Berbulan-bulan terus begitu, Ratri pun jadi kesal. Menyadari bahwa suami tak bisa diharapkan sebagai pelindung dan kepala keluarga yang baik, dia memilih kembali ke rumah orangtuanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maunya Kiman juga ingin bergabung sekalian, tapi dia malu pada mertua. Jadilah dia kembali ke rumah orangtuanya sendiri juga. Dan sejak saat itu, mereka pun “gencatan senjata” sebagai suami istri. Tak ada lagi dar der dor di tengah malam, tak ada lagi Ratri yang pagi hari basah kuyup karena mandi keramas. Sebagai pengantin masem (setengah baru), sudah barang tentu Kiman selalu dibelit rindu pada istrinya. Tapi untuk diajak islah (berbaikan), Ratri tak mau juga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu pada suatu hari dia punya gagasan, untuk mengajak istrinya bezuk saudara yang saki. Kali ini Ratri tak bisa menolak, sehingga keduanya pun boncengan motor membezuk keluarga yang sakit. Tak nampak sama sekali bahwa mereka masih terjadi beda politik dan kemungkinan besar merusak koalisi permanen yang sudah dibangun 6 bulan lalu. Sekembalinya dari bezuk, Kiman mengajak istrinya untuk mampir ke rumah kontrakannya di Karangploso. Biasalah, dia sudah kangen banget pada Ratri. Maklum, ibarat sepeda motor, sudah berbulan-bulan tidak “ngetap olie”, ring sekher Kiman bisa aus karenanya. Tapi ternyata Ratri tak menanggapi. Bahkan ketika ada telepon masuk, dia segera turun dari boncengan motor dan menjauh dari suami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya ada sesuatu yang dikhawatirkan bila suami mendengar percakapan lewat HP. Kontan Kiman dibakar cemburu. Dia menduga bahwa selama pisah ranjang istrinya telah menjalin asmara dengan PIL baru. Langsung saja HP direbut. Tapi Ratri malah jadi marah. Kiman pun jadi geregetan, istri pun ditempeleng berkali. Makin rusaklah suasana sore itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Boro-boro Ratri mau diajak “kangen-kangenan” di rumah kontrakan, justru dia langsung melapor ke Polres Malang dengan mengusung pasal KDRT. “Penjarakan suamiku, Pak. Baru 6 bulan jadi suami saja sudah main pukul, apa lagi sampai bertahun-tahun….,” ujar Ratri di depan polisi. Bertahun-tahun paling-paling ya babak belur lah mbak! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4964550893545846701?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4964550893545846701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/istri-bukan-kanca-tempiling.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4964550893545846701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4964550893545846701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/istri-bukan-kanca-tempiling.html' title='ISTRI BUKAN “KANCA TEMPILING”'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4125507620544720545</id><published>2010-01-25T16:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:23:36.925+07:00</updated><title type='text'>ISTRI MACAM AYAM BABON</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayam babon ngkali Ny. Hartati, 30, dari Surabaya ini. Karena terpikat pada jago lain, dia tega prak-prakan (kalang kabut), meninggalkan 3 anaknya yang masih kecil. Dan kemarahan Dipo, 34, selaku suami mencapai puncaknya, ketika memergoki istri kumpul kebo dengan pria lain. Langsung saja dihajar, pleg, pleg, jleb! Tatkala ayam babon mulai tertarik pada ayam jago, dia meninggalkan anak-anaknya dengan cara mecoh (mematuk) agar para kuthuk (anak ayam) itu pergi dan melupakannya. Dan inilah kemudian yang terjadi: di kala para anak ayam itu menciap-ciap merasa kehilangan induk, si ayam babon malah asyik kawin dengan ayam jantan di tempat sampah. Piyeeeek, piyeekkkkk….., kata si anak ayam, lalu ayam jago pun menyahut: bakkk bakkkk kukuruyukkkk…..! Menurut bahasa ayam, itu bisa berarti: diem luh, emak lu barusan gua kerjai! Ini pula rupanya tamsil ibarat Ny. Hartati warga Krembangan Jaya, Surabaya. Sejak pertengahan Desember lalu dia kesengsem berat pada PIL (pria idaman lain) bernama Bagyo, 30, warga Kandangan. Secara phisik dan ekonomi, lelaki ini memang lebih menjanjikan. Dan ditilik dari sudut perjagoan, Bagyo yang lebih muda memang punya daya pendel (pukul) yang luar biasa. Taji lelaki ini memang lebih tajam, meski tak pernah diasah dan dilengkapi dengan pisau macam jago aduan dari Bali. Kondisi rumahtangga Dipo – Hartati pada awalnya bahagia sejahtera. Hingga pasangan itu beranak 3, mereka tak pernah cekcok. Kesulitan ekonomi yang selalu membelitnya, berhasil diatasi dengan seksama meski tidak dalam tempo sesingkat-singkatnya. Maksudnya, utang-utang luar rumah dibayar dengan cicilan dan bertahap. Maklumlah, diam-diam Dipo ini seorang kreditor meski pekerjaannya hanya sopir angkot. Arkian, dalam sebuah kesempatan Hartati berkenalan dengan Bagyo, warga Kandangan. Ah ternyata lelaki ini adalah pria yang menjadi tipikal idamannya di kala dia masih lajang. Yang tinggi semampai, berkumis, dan humoris. Entah kenapa, setiap berada di dekat lelaki ini, hati Hartati menjadi damai dan sejuta rasa. “Itu baru di sampingnya, apa lagi di bawahnya, Bleh…..,” kata setan mulai jadi propokator. Maklum, soal beginian setan memang peka dan ahlinya. Hebat sekali daya pikat Bagyo, entah pakai ilmu gendam cap apa dia. Seminggu kenal Hartati diam-diam sudah mau pergi janjian dengan lelaki itu. Ketiga anak dan suami ditinggalkannya, lalu bersama Bagyo Hartati diajak masuk hotel. Di sini istri Dipo ini benar-benar diperlakukan bagaikan seorang istri oleh Bagyo. Lantaran sudah kesengsem berat, Hartati benar-benar bertekuk lutut dan berbuka paha untuk si pemuda idaman. Dan klimaksnya, pada akhir Desember lalu Hartati kabur dari rumah hanya untuk mengikuti Bagyo. Sudah barang tentu Dipo selaku suami kalang kabut dibuatnya. Bayangkan saja, gara-gara istri minggat dia kini harus jadi emaknya anak-anak, mengurus tiga anak yang masih kecil-kecil. Pernah dia ketemu dengan Bagyo si pengganggu rumahtangga, dan menegur jangan mengganggu rumahtangga orang. Tapi ternyata lelaki yang menang secara penampilan dan ekonomi, terus saja menyatroni Ny. Hartati. Payah memang Dipo. Diponegoro saja berani melawan penjajah bangsanya, dia tak berani melawan penjajah bininya! Akhirnya Dipo menemukan tempat kos-kosan Hartati di Jalan Tengger, masih di Kandangan juga. Mumpung tak ada Bagyo, dia mengajak istri untuk segera sadar dan kembali pada keluarga. Tapi rupanya Hartati sudah lupa segalanya, sehingga Dipo pun jadi kalap. Tak hanya dengan tangan telanjang dia menghajar istri, tapi pisau pun ikut bicara. Tahu-tahu punggung Hartati ditusuknya, jleb! Istri masuk rumah sakit, dan Dipo jadi urusan polisi Polres Surabaya Utara. Yang ngencani Hartati bagaimana? Ya aman-aman saja, Bleh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4125507620544720545?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4125507620544720545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/istri-macam-ayam-babon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4125507620544720545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4125507620544720545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/istri-macam-ayam-babon.html' title='ISTRI MACAM AYAM BABON'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1377377312525342177</id><published>2010-01-23T16:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:22:53.773+07:00</updated><title type='text'>KEPERGOK ISTRI TAMASYA BERDUA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AWALNYA Santi, 43, hanya memborong pasang gips di rumah pak Guru Kamdi, 53. Tapi belakangan, dia siap pasang badan untuk menjadi kekasih pemilik rumah. Tentu saja istri Kamdi tak terima, sehingga ketika memergoki suaminya piknik bareng Ny. Santi, langsung cakar-cakaranlah keduanya dipinggir jalan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tambah tua malah tambah masalah, ini rupanya kelakuan Kamdi, yang jadi Kepala sebuah SMP di Genteng, Banyuwangi (Jatim). Padahal mustinya, tambah tua tambah banyak amalnya, buat persiapan di rumah masa depan. Karenanya segala perbuatan yang mendatangkan pahala, harus dikejar. Ee….., yang terjadi malah sebaliknya. Bukan cari pahala, tapi ngudak-udak paha wanita. Kalau paha istri sendiri tak masalah, tapi yang diburu Kamdi justru paha bini orang!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ihwalnya bermula ketika Pak Kamdi berkenalan dengan Ny. Santi yang punya usaha pemasangan gips. Ketika tukang-tukang mengerjakan plafon rumah Kamdi, Ny. Santi sebagai boss sering mengontrol pekerjaan anak buah. Sementara tukang bekerja hingga kepala cengeng (capek) lantaran mendongak melulu, Ny. Santi malah asyik ngobrol dengan tuan rumah. Agaknya ada persamaan cita rasa dan selera.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika borongan pasang plafon sudah usai, mestinya Ny. Santi tak perlu datang kembali ke rumah itu. Tapi yang terjadi, dia masih jedal-jedul (datang melulu) dengan alasan yang direkayasa. Malah sekali waktu, wanita itu berani main ke rumah Kamdi dengan pakaian “gersang” alias seger dan merangsang. “Maaf, baju ibu rupanya kurang bahan ya…..?” sindir seorang anak Pak Guru Kamdi. Tapi apa akibatnya? Anak yang lancang mulut itu langsung dikepret oleh ayahnya, pletakkkk!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi Kamdi yang demikian belakangan bukan saja membuat gelisah anak-anak, tapi juga istrinya, Ny. Dani, 49. Masalah kunjungan rutin wanita pemborong gips itu makin serius, soalnya istri Kamdi lalu mencium ada ketidakberesan suami dalam mengelola tata niaga rumahtangga. Amplop gaji sering tak utuh lagi, karena katanya ada potongan ini itu. Bukankah sudah jadi rahasia umum bahwa guru merupakan profesi yang amplopnya sering dipotong ini itu saat gajian?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari belakangan Ny. Dani juga melihat suaminya demen melakukan kebohongan publik. Katanya rapat, tapi sebetulnya “rapet” dengan wanita lain. Maka ketika beberapa hari lalu Pak Kepala SMP ini pamitan mau rapat di Diknas Banyuwangi, dia tak seratus persen percaya. Diam-diam dia membuntuti ke mana saja pergi suami hari itu. Awalnya benar, suami memang rapat di kantor Dinas. Tapi selesai rapat, Pak Guru Kamdi pergi seperti tergesa-gesa. Kembali Ny. Dani membuntuti dengan sepeda motornya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekeluar rapat ternyata Pak Kamdi menuju ke pantai Lampon, Banyuwangi. Tiba di pantai, ternyata ada seorang ibu muda menunggu sambil membawa dua anak kecil. Mereka pun lalu bergabung dalam satu mobil. Dan wanita bersama dua anaknya tak lain tak bukan adalah Ny. Santi yang pemborong gips itu. Untung Ny. Dani masih bisa mengedalikan emosinya. Dia hanya pergi lapor ke polisi sambil berpesan bahwa bila kelak melintas mobil minibus dengan nomer sekian-sekian, harap dicegat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang dikatakan Ny. Dani memang betul. Beberapa waktu kemudian munculah mobil yang dikendarai Kamdi. Pencegatan dilakukan, dan ternyata benar adanya. Di dalam nampak ada Ny. Santi, dan kedua anaknya usia balika. Karena kepergok, Ny. Santi sempat ribut dengan Ny. Dani. Untung polisi berhasil melerainya, tapi Ny. Santi pilih kabur bersama kedua anaknya. “Saya tak ada hubungan apa-apa, kecuali bisnis saja….,” kata Pak Guru Kamdi yang warga Dusun Balokan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang bener: hubungan kerja apa hubungan intim, Mas?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1377377312525342177?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1377377312525342177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kepergok-istri-tamasya-berdua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1377377312525342177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1377377312525342177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kepergok-istri-tamasya-berdua.html' title='KEPERGOK ISTRI TAMASYA BERDUA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8978918220694025446</id><published>2010-01-22T16:21:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:22:22.072+07:00</updated><title type='text'>BILA OKNUM POLISI “NGOBYEK”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat gaji sebagai bayangkara negara tidak cukup, boleh-boleh saja polisi ngobyek. Tapi ngobyeknya Brigadir Pamuji, 40,  ini lain. Katanya ngobyek usaha gilingan padi, ternyata bini rekanan kerjasama ikut “digiling” juga di atas ranjang. Pertama gagal, yang kedua sukses besar! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak bisa dipungkiri,  gaji pegawai negeri dan TNI belum menjanjikan. Jika pintar mengaturnya, baru cukup untuk sekedar biaya hidup. Maka ada yang bilang, jika mau kaya jadilah pengusaha atau pedagang. Tapi bagaimana bila seorang PNS  dan TNI bisa kaya raya? Itu pasti karena punya usaha sampingan, atau ditempatkan di pos basah. Maksudnya, bagian yang mendatangkan hasil tambahan, bukan basah dalam arti dekat kamar mandi!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini disadari benar oleh seorang anggota polisi di Polsek Gadingrejo. Agar punya penghasilan lebih, Brigadir Pamuji coba-coba menjalin kerjasama dengan seorang tokokh masyarakat, usaha penggilingan padi atau huller orang biasa menyebut. Berapa prosentase modal usaha itu, tak jelas. Yang pasti sejak punya penggilingan padi di Desa Mataram III Kecamatan Gadingrejo, dia sering sekali berkunjung ke desa itu. Ya mengontrol usaha hullernya, yang “mengontrol” Ny. Harsiti, 36, yang lumayan cantik itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kok sampai mengontrol wanita segala sih, memangnya Ny. Harsiti itu siapa?  Itu dia masalahnya. Wanita tersebut adalah istri Basuki, 45, rekanan kerjasama Brigadir Pamuji dalam usaha penggilingan padi. Karena Basuki sendiri orang sibuk sebagai tokoh masyarakat dan agama, usaha gilingannya yang mengelola istrinya, si Harsitu yang memang cantik itu tadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat seringkali Pamudi ketemu Harsiti, keduanya menjadi akrab sekali. Mereka suka bercanda ria, termasuk menyinggung wilayah dalam kamar suami istri. Ternyata bini Basuki ini selalu merespon canda-canda menjurus pak polisi ini. Lama-lama Brigadir Pamuji jadi makin berani. Tak hanya bercanda, tapi sudah berani main colak-colek Ny. Harsiti yang putih dan berbetis mbunting padi itu. Ternyata colekan-colekan tendensius itu tak membuatnya si wanita marah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hawa nafsu yang telah menguasai sanubari oknum polisi, membuatnya dia nekad. Pas di rumah Basuki begitu sepi, dia nekad hendak menodai Ny. Harsiti. Tapi usaha itu gagal. Tak tahu apa yang jadi penyebabnya. Mungkin anak-anak Harsiti keburu pulang, atau nyaris ketahuan langsung oleh yang empunya istri. Yang pasti, kepala oknum polisi ini jadi kemut-kemut nggak keruan. Bayangkan, sudah hampir finish kok tiba-tiba bannya gembos.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selang dua minggu kemudian aksi tersebut diulang lagi, dengan lokasinya di ruang tamu. Dan kali ini sukses besar. Ibarat orang main bola, oknum polisi ini berhasil menggiring bola dan memasukkan ke gawang lawan lewat tendangan 12 pas. Cuma sial rupanya, skandal oknum polisi – Ny. Harsiti ini tercium pihak ketiga. Munculah kasus ini ke permukaan, bahkan Basuki kemudian mengadukan perkara ini ke Polda Lampung, termasuk juga ke koran setempat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atas pertanyaan pak polisi, Ny. Harsiti kembali mengakui bahwa dua kali Brigadir Pamuji berusaha menyetubuhi. Yang pertama gagal, tapi yang kedua berhasil. Celakanya, pihak Pamuji membantah segala keterangan istri Basuki. Katanya, mana mungkin dia berbuat seperti itu, karena dia sangat hormat pada Pak Basuki yang pamong desa dan pengurus pengajian. “Ya kalau sekadar bercanda-canda, biasalah. Namanya saya lelali normal….,” kata Brigadir Pamudji.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang dicandai bagian mana, Mas?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8978918220694025446?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8978918220694025446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/bila-oknum-polisi-ngobyek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8978918220694025446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8978918220694025446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/bila-oknum-polisi-ngobyek.html' title='BILA OKNUM POLISI “NGOBYEK”'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1295784456771850620</id><published>2010-01-21T16:20:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:21:00.421+07:00</updated><title type='text'>HARAKIRI PENEBUS CEMBURU</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ANDAIKAN di Kediri memiliki gedung pencakar langit atau apartemen, mungkin Suradi, 30, memilih bunuh diri dengan cara terjun bebas. Tapi lantaran  di rumah hanya punya samurai peninggalan Jepang, dia memilih “hara-kiri” hanya karena cemburu Taryani, 26,  istrinya selingkuh dengan teman Suroso yang sesama sopir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2009 di Jakarta dikenang dengan banyaknya orang bunuh diri di apartemen atau gedung bertingkat. Masalah cinta, masalah ekonomi, semua diselesaikan dengan penghilangan nyawa diri sendiri. Padahal dalam agama apapun, manusia dilarang berputus asa. Bahkan dalam Islam, bunuh diri adalah merupakan perbuatan dosa besar.  “Wala tai asu mirraukhillah….. (jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah),” firman Allah dalam surat Yusuf 87.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman Suradi warga Desa Nambakan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri (Jatim) memang masih cetek sekali. Maklum dia belum pernah menerima pencerahan sampai di situ, wong Islamnya masih sebatas dalam KTP. Suradi belum menjalankan salat lima waktu, tapi setiap Jumat ikut ke mesjid.  Uniknya bila disebut Islam Abangan sebagaimana kata Clifford Geertz dalam buku “Islam abangan dan priyayi”, marahlah dia!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena imannya masih setebal selotip itulah, ketika ketemu masalah besar dalam rumahtangganya, dia justru menyelesaikan a la Jepang. Diambilah samurai peninggalan jaman Jepang dulu, lalu perutnya disodet dengan senjata tersebut. Ketuan saja usus terbuarai. Begitu banyak mengeluarkan darah, Suradi pun wasalam saat tiba di RSU Kediri. Akibatnya, Ny. Taryani setika menjadi janda akibat kecemburuan suami yang berlebihan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara Taryani – Suradi belakangan memang tengah dilanda konflik horisontal. Pemicunya adalah, info bahwa Taryani yang dinikai sekitar 3 tahun lalu, ternyata punya PIL. Bukan pil bodrex atau Naspro, tapi PIL dalam pengertian: Pria Idaman Lain. Isyu itu demikian sanater, tapi Suradi tak pernah bisa membuktikan. Jelas terasa ada, tapi tiada. Ada baunya namun tak ada wujudnya, jadi mirip kentutlah!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Suradi memang lumayan cantik, maka wajarlah banyak yang tertarik. Cuma herannnya, kenapa dulu kok mau dengan Suradi yang hanya sopir angkot. Apa sih kelebihan lelaki ini? Tapi begitulah yang namanya jodoh, yang tak pernah terbayangkan, ternyata bisa “goyang”. Sebaliknya, yang selalu terbayang-bayang, malah gagal nunggang (naik).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari belakangan berembus isyu Taryani punya selingkuhan. Tapi setiap ditanya soal itu, dia tak pernah mau mengaku. Kata sumber yang layak dipercaya, kekasih istrinya adalah Panggeng, lelaki yang selama ini jadi teman sesama sopir. Celakanya, ketika mau diklarifikasi, Panggeng tak pernah ketemu. Dicegat pada rute angkotnya, juga pas tidak narik. Di HP-pun jawabnya klasik: maaf, telepon yang Anda hubungi tidak aktif atau diluar jangkauan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sialnya, di rumah Taryani sudah kurang begitu memperhatikan kebutuhan suami, termasuk dalam urusan ranjang. Diajak menjalankan “sunah rosul” beralasan capek, atau sedang palang merah. Dari situlah Suradi mengembangkan imajinasi bahwaTaryani telah memperoleh kepuasan di tempat lain. Dan itu pastilah Panggeng, yang mungkin pelayanannya sangat prima, kuat nanjak di jalur Puncak Pass dan sangat ahli main setengah kopling!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat selalu dilanda kecurigaan yang tak bisa dibuktikan, rumahtangga Taryani – Suradi cekcok melulu. Keributan kemarin mencapai puncaknya. Suradi yang merasa putus asa, nekad mengambil samurai peninggalan Jepang dan ditusukkan ke dalam perutnya. Usus terburai, dan suami Taryani ini mati di RS Kediri kehabisan darah.  Padahal isyu perselingkuhan istri tak bisa dibuktikan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya begitulah nasib lelaki yang mudah dimakan isyu.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1295784456771850620?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1295784456771850620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/harakiri-penebus-cemburu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1295784456771850620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1295784456771850620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/harakiri-penebus-cemburu.html' title='HARAKIRI PENEBUS CEMBURU'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4093215368462814264</id><published>2010-01-20T16:19:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:20:17.385+07:00</updated><title type='text'>SETELAH MINTA PISAH RANJANG</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ANEH juga rasanya, tak ada angin tak ada hujan istri minta pisah ranjang. Demi cintanya pada bini, Samidi, 36, menurut saja. Eh nggak tahunya, setelah Rini, 28, kos di tempat lain, ternyata dia selingkuh. Bagaimana Samidi tak naik pitam? Maka perempuan gatel itu dianiaya hingga luka parah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanda-tanda cinta adalah, selalu mau berkorban demi orang yang dicintai. Intinya, dia memang takut kehilangan akan dia, jika obyek dicintainya tersebut hingga luka hatinya. Maka meski kadang pengorbanan itu sangat kelewatan, banyak pria yang tunduk dan bersimpuh di sudut kerling wanita. Apa lagi pria Jawa, dia punya filosofi lama: wani ngalah luhur wekasane (siapa yang siap kalah pasti jaya di kemudian hari).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu dan filosofi macam demikian memang dipegang teguh oleh Samidi, warga Krembangan, Surabaya. Ketika tiba-tiba istri tercinta mengajak pisah ranjang, pada awalnya kaget juga. Tapi kata Rini sang istri, itu bagian dari kiat mbangun tresna (membangun cinta) suami istri, agar tidak jenuh menjalani kehidupan perkawinan selama 13 tahun lamanya. Kalau pinjam istilah politik, ini mungkin bisa disebut cooling down.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Konsensus suami istri itu menyebabkan Rini keluar dari rumah dan kost di tempat lain. Lalu bagaimana dengan Samidi bila kangan pada istrinya? Untuk sementara waktu harus ditunda dulu, sampai waktunya demikian kondusif. Tapi kata Rini, dengan cara demikian nanti mereka setelah kumpul lagi bisa lebih mesra. Ibarat orang makan obat, bisa tiga kali sehari sesendok makan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terjadi kemudian? Di kala suami kesepian di rumah, ternyata di tempat kos dia kencan dengan lelaki baru selingkuhannya. Di tempat inilah, porsi yang mustinya buat Samidi di rumah, diambil habis oleh lelaki bernama Pamuji, 30. Lantaran Rini juga sangat mencintai pria tersebut, semua dilakukan dengan senang hati. Seumpama makanan, silakan ambil sendiri. Pokoke peken kabeh (ambil semuanya).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal seperti ini sungguh menyiksa bagi Samidi. Bayangkan, di rumah dia sudah berminggu-minggu kesepian, di rumah kos-kosannya Rini enak saja kelonan dengan pria lain. Sampai kemudian ada yang member info bahwa istrinya di tempat kosnya suka menerima lelaki hingga menginap segala. “Dancuk…..,” maki Samidi kalang kabut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai suami tentu saja dia sangat tersinggung. Tempat kos dicari dan ketemu. Di sana ternyata dia sudah kenal dengan selingkuhan istrinya, Kurang ajar betul Pamuji ini. Kelihatannya baik sekali pada Samidi, nggak tahunya dia mencari lengah kapan bisa menggasak istrinya. Saking marahnya, Samidi segera menghajar istrinya pakai pisau, sementara Pamuji lari tunggang langgang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat penganiayaan tersebut Rini harus masuk rumahsakit. Tak terima atas perlakuan suaminya dia lalu mengadu ke Polsek Krembangan. Sesuai dengan laporan, Samidi yang suka main hakim sendiri tersebut langsung ditangkap. “Saya dibohongi Pak. Katanya untuk penyegaran, nggak tahunya dia memasukkan lelaki lain,” kata Samidi membela diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang disayangkan, kenapa golok mesti bicara? Emosi kok!&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4093215368462814264?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4093215368462814264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/setelah-minta-pisah-ranjang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4093215368462814264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4093215368462814264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/setelah-minta-pisah-ranjang.html' title='SETELAH MINTA PISAH RANJANG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1912221000847364695</id><published>2010-01-19T16:19:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:19:37.346+07:00</updated><title type='text'>ASMARA DI PERBATASAN KOTA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ADA &lt;em&gt; cinta putus di batas kota&lt;/em&gt;, itu kata Titik Sadhora tahun 1970-an. Tapi di Bangkalan (Madura),  justru ada putus celana kolor di perbatasan kota. Pelakunya adalah Muhin, 50, dia sengaja menggauli ponakan yang dipelihara sejak kecil di tengah sawah. Ulah paman ini bikin Anisah, 18, stress dan mengadu ke bibi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlalu sering masuk kolom ini, tentang paman yang membuat ponakan ajang “penak-penakan”. Tapi orang ternyata tak pernah jera, meski sudah masuk suratkabar. Padahal mustinya, berita di koran merupakan warning (peringatan) untuk berhati-hati agal tidak mengalami kejadian serupa, atau tidak berbuat semacam itu. Tapi yang terjadi, justru orang malah seperti dalam ide untuk meniru hal serupa. “Enak ngkali ya….,” begitu kata orang yang penasaran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pupa rupanya yang terjadi di Bangkalan Madura. Muhin yang serin baca koran tentang paman makan ponakan, justru kepengin mencobanya. Kebetulan dia punya bahan yang sama. Maksudnya, dia punya ponakan dari istri yang sedari kecil ikut bersamnnya. Bahkan, sebetulnya Anisah bukan dianggap sebagai ponakan, tapi sudah diperlakukan bak anak sendiri. Maklum, Muhin dan istrinya memang tak pernah dipercaya Allah untuk memiliki anak alias …..mandul.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kurang jelas, siapa yang sebenar-benarnya mandul. Yang pasti mereka sudah berusaha maksimal untuk ngudi tuwuh (berusaha punya anak). Kata orang, dengan mengangkat anak sebagai pancingan, biasanya akan segera punya momongan sendiri. Tapi yang terjadi, Muhin sudah “mancing” hampir tiap malam, hasilnya keringetan doang. Perut istri Muhin dadi usia 25 tahun hingga 45 tahun kini, tetap saja rata belum pernah ada unsur dan kandungan janin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat usahanya yang hampa, lelaki dari sebuah desa di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan ini jadi jenuh pada istri sendiri. Tapi ironisnya, Muhin jadi sangat bernafsu pada Anisah anak angkatnya yang kini telah beranjak dewasa. Ditambah pula bodi dan penampilan sang ponakan benar-benar seksi menggiurkan. Bukan saja betisnya yang mbunting padi, tapi kata orang Anisah ini memang tipa enak dikeloni dan perlu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal-hal beginian, setan paling demen jadi sponsor macam pabrik rokok. Muhin pun disemangati agar segera memanfaatkan ponakannya sebagai ajang “penak-penakan”. Dan ini benar-benar dipraktekkan, di sebuah malam nan hitam di perbatasan Kecamatan Tragah dan Tanah Merah, Muhin berhasil merayu ponakannya. Nah, di tengah sawah dan beralasakan rumput pematang, paman bejad ini berhasil menikmati keperawanan Anisah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai ponakan yang tak mau dianggap berkhianat atas kebaikan buliknya, Anisah pun mengadu pada bibinya tentang kelakuan paman. Meski kaget tapi istri Muhin tak serius memarahi. Dia hanya mengingatkan perbuatan seperti itu jangan diulang lagi. “Aku nggak mau dengar lagi sampeyan berbuat seperti itu. Ini sebagai pelajaran, jangan diulangi. Sekarang cuci kaki dan tidur….,” kata istri Muhin macam marahi pada anak sendiri saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Muhin memang lelaki badung. Teguran lembut bininya tidak menjadikannya kapok, tapi justru ketagihan. Lain hari dengan alasan mau diajak jalan-jalan, kembali di perbatasan Tanah Merah – Tragah gadis Anisah digarap yang kedua kalinya. Untuk kedua kalinya pula ponakan itu mengadu pada bibinya. Istri Muhin yang bosan atas kelakuan suami segera melaporkan skandal ini ke Polres Bangkalan dan paman celamaitan itu ditangkap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang kebanagetan memang Muhin, ponakan dianggap seperti timun. Kecil digendong-gendong, gede dimakan!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1912221000847364695?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1912221000847364695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/asmara-di-perbatasan-kota.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1912221000847364695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1912221000847364695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/asmara-di-perbatasan-kota.html' title='ASMARA DI PERBATASAN KOTA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-576510824556845990</id><published>2010-01-18T16:18:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:19:05.499+07:00</updated><title type='text'>BILA USTADZ NIRU SYEH PUJI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Bahrun mau niru-niru Syeh Puji dari Semarang. Usia sudah nyaris kepala lima, jatuh cinta pada gadis kecil usia 16 tahun yang juga murid ngajinya. Tentu saja orangtua Umi, langsung menolak ketika Bahrun nekad melamar. Saking ngebetnya Pak Ustadz, sang murid dinikah siri di Bali dan langsung disetubuhi! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak dilarang memang dalam Islam, punya itri lebih dari satu. Tapi syaratnya harus mampu. Mampu secara ekonomi, mampu bersikap adil pada istri-istrinya. Kalau hanya mampu di onderdil, mendingan jangah deh. Sebab percayalah, setelah menjadi istri, belum sampai sebulan pastilah bosan. “Ah ternyata hanya begini. Perempuan memang seperti roti Kong Guan, bentuk boleh macam-macam, tapi rasanya sama saja!” begitulah komentar umumnya pelaku poligami pada akhirnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula perasaan yang dialami Bahrun, setelah berhasil membawa lari Umi murid ngajinya dari Jember ke Bali. Usai dikawin siri dan kemudian digauli sebagaimana layaknya istri, pada akhirnya dia dilanda kejenuhan pula, dan kemudian ingat anak istri yang ditinggalkan di kampung halamannya, Desa Kemuning Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Maka saat orangtua Umi mengajak damai, dia melayani. Padahal ketika kembali ke rumah, Bahrun langsung ditangkap polisi dengan tuduhan melarikan gadis di bawah umur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keseharian Bahrun di kampungnya memang jadi guru ngaji. Salah satu muridnya yang bernama Umi, sangat menyita perhatian. Selaian pintar ngaji, dia juga cantik. Diam-diam Bahrun jatuh cinta pada murid sendiri. Dia lupa bahwa di rumah sudah ada istri dan anak-anak. Yang selalu dipikirkannya justru Umi, yang cantik dan anggun. “Engkau yang kusayang, engkau yang tak pernah manja, anggun pribadimu, siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan….,” kata Bahrun. Maklum pikiran kacau, mau nyanyi lagunya Rano Karno jadi belok ke lagu Taman Kanak-kanak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anehnya, aspirasi urusan bawah Bahrun ternyata dapat respon dari Umi. Entah menderita penyakit katarak stadium berapa dia, sehingga Umi jadi buta bahwa cowok yang naksir dirinya lebih pantas jadi ayahnya. Apa di Jember sudah kehabisan cowok idaman? Rasanya nggak juga, sebab stok nasional sampai Tahun Baru 2010 kemarin masih lebih dari cukup. Kalau pun terjadi kekurangan, Bulog akan segera mengadakan operasi pasar!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hati kecil Bahrun sebetulnya kurang pede untuk mencintai Umi, ternyata justru gadis itu memberi dorongan semangat luar biasa. Katanya, kapan saja mau dinikah, selalu siap. Yang penting ustadz Bahrun minta restu atau melamar secara resmi pada ayah bunda. Nah, karena dorongan calon istri keduanya itulah Bahrun memberanikan diri untuk nembung (melamar). Tapi apa kata enyak dan babe si gadis? “Pak Ustadz mestinya ngaca, Umi itu lebih pantas jadi anak sampeyan. Lalu di kemanakan anak istrimu?” kata calon mertua sangat menyakitkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya betul semua yang dikatakan orantua sigadis. Tapi ketika nafsu sudah jadi panglima, Bahrun justru merasa diremehkan. Dia menjadi tertantang. Tak peduli anak istrinya bakal terlantar, Umi langsung dibawa minggat ke Bali. Saking kebeletnya, di Banyuwangi istirahat dulu cari kiai untuk menikahkan secara siri. Nah, begitu telah sah secara agama, Honda Bebek merk Umi itu langsung dicemplak, ngung ngung ngung……. Pendek kata, halalan tayiban wa asyikan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara 3 bulan Bahrun – Umi tinggal di Bali. Madu-madu asmara telah direguk habis, menjadi guru ngaji dan tukang pijit di Bali ternyata kurang menjanjikan. Bahrun mulai jenuh dengan pelariannya, ah ternyata hanya begini. Di saat dia ingat anak istri di rumah, ada telepon dari keluarga Umi bahwa mau mengajak islah (damai). Bahrun pun tertarik akan tawaran itu, sehingga bersama istri comotannya dia kembali ke kampung. Tapi sial rupannya, begitu tiba di rumah polisi sudah siap menunggu. Dengan tuduhan melarikan gadis dibawa umur Syeh Puji made in Jember ini dijebloskan ke sel.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang “biskuit” di rumah menjadi korban, kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-576510824556845990?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/576510824556845990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/bila-ustadz-niru-syeh-puji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/576510824556845990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/576510824556845990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/bila-ustadz-niru-syeh-puji.html' title='BILA USTADZ NIRU SYEH PUJI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-2949514386028675711</id><published>2010-01-16T16:18:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:18:29.427+07:00</updated><title type='text'>KEMASUKAN ROH, KEMASUKAN JARI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada saja memang akal dukun cabul. Gadis cantik kemasukan roh, dicoba disembuhkan dengan cara dimasukkan jari ke alat vitalnya. Tapi setelah sadar, gadis Ratih, 23, mengadukan dukun Sakib, 57, ke Polres Serang. Soalnya, saking bernafsunya si dukun, keperawanan gadis Ratih terkoyak-koyak. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada otak paling kotor dari manusia, kecuali dukun cabul. Sebab manakala menemukan calon korban yang cantik mempesona, otak si dukun ini langsung ngeres banget macam pasir urug. Profesi perdukunannya pun lalu dipertaruhkan. Bagi dukun macam beginian, urusan nomer dualah pasien bisa sembuh, yang penting bisa mengajaknya bersetubuh!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu perdukunan abah Sakib sebetulnya masih biasa-biasa saja, belum sekelas Ki Kesumo atau Joko Bodo. Tapi herannya, banyak juga pasien yang mendatangi rumah paranormal di Desa Barugbug Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang (Banten) ini. Mungkin juga lantaran sugesti, banyak pasien yang bisa disembuhkan penyakitnya atau dibebaskan masalah yang membelitnya. Konon, soal beginian abah Sakib memang ahlinya. “Tapi jangan masalah terlibat Bank Century lho, ya!” katanya wanti-wanti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemarin dulu,  Ratih karyawati toko waralaba di  Serang kota, tiba-tiba ngomong ngaco dan bertingkah aneh. Kata orang dia kemasukan roh halus. Untungnya, yang terkena hanya Ratih seorang. Padahal belakangan ini para setan dan jin bila masuk ke tubuh orang suka massal, rame-rame. Atau mungkin setan-setan tersebut tengah ada job di luar kota Serang, sehingga gadis Ratih dikerjain sendirian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat kerasukan setan tersebut, Ratih dipulangkan kepada keluarganya. Tapi setan di tubuhnya sepertinya datang dan pergi. Kadang tenang, tapi mendadak ngomong ngaco dan suka maki-maki. Namun masih untunglah, setan yang merasuk ke tubuh Ratih masih lumayan sopan. Sebab dia memang bukan setan yang masuk ke tubuh Laode Komarudin, sehingga Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani pun diteriaki maling.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari itu juga keluaganya membawa Ratih ke dukun/paranormal abah Sakib di kampung Barugbug. Celakanya, begitu melihat calon pasiennya nampak cantik dan seksi, otaknya mendadak ngeres. Dia bukan berfikir bagaiamana cara menyembuhkan si Ratih, tapi bagaimana caranya bisa menyetubuhi gadis tersebut. “Bawa saja ke kolam pemandian pasien,” kata abah Sakib kepada asistennya, sementara keluarganya diminta menunggu di ruang tamu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sakib memang dukun cabul nggak ketulungan. Selama dimandikan air kembang dalam kolam, tangannya “main” ke sana kemari. Tak hanya meremas-remas payudara Ratih, tapi juga menjelajahi daerah cagar budaya lainnya. Melihat pasiennya diam saja tanpa reaksi, abah Sakib makin berani mencabuli. Jari jemarinya pun mulai beraksi, merogoh alat vital sigadis. Sebetulnya abah Sakib ingin lebih dari itu, tapi situasinya sangat tidak mendukung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat kegadisannya diobok-obok si dukun porno, meski sembuh dari intervensi setan tapi Ratih tak bisa jalan. Keluarganya pun memeriksakan ke dokter, ternyata selaput daranya sudah berantakan lantaran diobok-obok si dukun. Tentu saja orangtuanya tak menerimakannya. Abah Sakib dilaporkan ke Polres Serang dan malam itu juga langsung ditangkap. “Ah hanya dua jari saja kok Pak, seperti orang belajar ngetik gitu lho,” kata abah Sakib menjelaskan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya kalau mau dua belas jari, itu namanya usus! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-2949514386028675711?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/2949514386028675711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kemasukan-roh-kemasukan-jari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2949514386028675711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2949514386028675711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kemasukan-roh-kemasukan-jari.html' title='KEMASUKAN ROH, KEMASUKAN JARI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7425699949126902213</id><published>2010-01-15T16:17:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:17:55.362+07:00</updated><title type='text'>KANDANG KAMBING LAUTAN ASMARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda pernah nonton CD porno “Bandung lautan asmara”? Itu kuno,  di Semarang ada yang lebih baru: “Kandang kambing lautan asmara”. Tapi yang terakhir ini bukan dalam CD, tapi adegan spontan Mbah Karjan, 60, yang kebelet menyetubuhi gadis tetangga di kandang kambing! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tambah tua mestinya seorang lelaki tambah arif. Hal-hal yang bersifat duniawi mulai dikesampingkan. Perbanyak kegiatan mencari pahala, dan tinggalkan urusan paha. Sebab urusan satu ini, jika diperturutkan takkan ada habisnya. Yang ini sudah mulus, tapi pasti ada yang lebih mulus lagi. Begitu banyak keterbatasan manusia, sehingga takkan mungkin bisa mengimbangi. Seperti dunia komputerlah, setelah Pentium-4, kini muncul Centrino, dan entah apa lagi nanti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini yang tak disadari oleh Mbah Karjan, dari Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari, Semarang. Usia sudah pas 12 pelita, tapi nafsunya akan dunia perempuan tak juga surut, tetap rosa-rosa macam Mbah Maridjan. Bagi dia, usia boleh menua sesuai kodratnya, tapi urusan yang satu itu tetap gagah perkasa. “Tampang memang Pepabri, tapi semangat saya masih Akabri kok….,” katanya tanpa malu-malu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelewat enerjik Mbah Karjan ini, sehingga dia suka berkhayal yang enggak-enggak. Misalnya, bagaimana caranya bisa menyetubuhi si Nita, 18, gadis tetangga sendiri yang penampilannya kelewat menthel (genit). Memang, putri tetangga sebelah tersebut kelewat bebas bergaul dengan orang sekitarnya. Maksudnya, dia tak punya batasan ketika berkomunikasi dengan para orang tua. Pada Mbah Karjan misalnya, tanpa rasa sungkan suka goblag-gablog (pukulan sayang), bahkan minta uang segala. Padahal jelas kakek ini bukan famili dekatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angan-angan nakal dan tak masuk akal ini ternyata belum lama ini benar-benar diterapkan. Kala Mbah Karjan sedang tidur siang, tiba-tiba Nita gedor-gedor pintu minta duit untuk sangu ke sekolahnya di SMA. Kontan niat iseng si kakek muncul. Dengan isyarat jari tangan Mbah Karjan siap memberi uang Rp 50.000, asal Nita mau dijak begituan. Ee, ternyata gadis itu malah menjawab “siapa takut” dan terjadilah hubungan mesum itu kali pertama! Edan nggak, modal Rp 50.000,- Mbah Karjan berhasil mbelah duren jatohan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hawa nafsu siembah tertunaikan sudah. Tapi sial, praktek kotor itu kemudian ketahuan warga. Gegerlah penduduk Pandean Lamper. Keluarga Nita tak terima kegadisan putrinya di-”download” situa bangka. Mbah Karjan hampir saja dilaporkan ke polisi. Untung berkat lobi-lobi politik anak istrinya, keluarga Nita bisa dijinakkan lewat uang tutup mulut Rp 1 juta. “Aja dibaleni ya mbah, ngisin-isini (jangan diulangi ya mbah, bikin malu saja),” kata anak-anaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sadarkah kemudian Mbah Karjan akan perilakunya yang nyasar dan tuwa tuwas (    percuma jadi orangtua) tersebut? Ternyata tidak, sebab Nita sendiri selalu memberikan rangsangan dan pancingan. Maka beberapa hari lalu, untuk kedua kalinya Mbah Karjan berhasil menyetubuhi si gadis tetangga. Ironisnya, lokasi bukan di ranjang nan empuk, melainkan kandang kambing disaksikan para kambing dan ditingkah bau cemendhil (kotoran kambing). Mbeeek, mbeeeek, mbek; begitu kira-kira komentar sikambing jika bisa bicara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apes lagi! Ulah Mbah Karjan kali ini kepergok istri sendiri. Untuk kedua kalinya warga dibikin gempar. Tak ada lagi uang tutup mulut, sehingga kisah “Kandang kambing lautan asmara” itu diteruskan ke Polsek Sidodadi. Dalam pemeriksaan Mbah Karjan berterus terang bahwa Nita memang perempuan geleman (mau diajak mesum). “Timbang nyukani dhuwit nganggur, nggih kula cucuk-cucukke (daripada memberi uang gratisan, ya dimanfaatkan benar),” kata Mbah Karjan tanpa malu-malu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yaaak, dasar doyan aja! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7425699949126902213?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7425699949126902213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kandang-kambing-lautan-asmara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7425699949126902213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7425699949126902213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kandang-kambing-lautan-asmara.html' title='KANDANG KAMBING LAUTAN ASMARA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-81899775024227724</id><published>2010-01-13T16:14:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T16:17:12.023+07:00</updated><title type='text'>SUMPAH POCONG BU BIDAN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ANEH memang, membantah isyu selingkuh dengan sumpah pocong. Tapi ini benar-benar terjadi di Situbondo (Jatim). Bidan Ny. Suharti, 25, rela dikafani bak mayat, untuk menangkis tuduhan perselingkuhan. Ironisnya, suami yang menuduh bu bidan berbuat mesum dengan pria lain justru tak berani ikut dalam prosesi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada rasa sakit yang menusuk kalbu, kecuali saat istri dituduh selingkuh oleh suaminya. Betapa pilu hati seorang calon ibu, ketika bayi yang tengah dikandungnya justru didakwa hasil kerjasama nirlaba bersama lelaki lain. Apakah sebagai suami dia lupa, betapa dia pernah merengek-rengek minta dilayani, meskipun sang istri dalam kondisi diserang kantuk yang hebat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi karena kewajiban, daripada dikutuk malaikat sampai pagi, diselesaikanlah libido suami yang tengah meledak-ledak itu. Tetapi…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula lakon yang tengah disandang Ny. Suharti, warga Desa/Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Sudah lama dia memimpikan kapan bisa punya momongan, setelah 3 tahun menikah. Eh, begitu dia hamil jalan dua bulan malah Kodradi, 32, suaminya menuduh bahwa janin itu bukan hasil produksi dan lesensinya. “Kamu pasti selingkuh dengan lelaki lain. Ngaku sajalah….!” kata Kodradi sangat menyakitkan Bu Bidan yang tengah merenda kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Konyolnya, ketika diminta menunjukkan siapa lelaki yang dituduhkannya itu, Kodradi tak mampu menjawab. Begitu pula dia juga tak bisa menunjukkan di mana dan kapan aksi mesum itu berlangsung. Nah, gara-gara tuduhan tanpa berdasarkan fakta tersebut, suasana rumahtangga Suharti – Kodradi bagaikan orang duduk di atas bara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagitu yakin istrinya berkianat, lelaki bengal ini pernah menganiaya Bu Bidan dengan cara menduduki perut istri yang tengah hamil 4 bulan. Keruan saja bayi itu kemudian lahir prematur dan wasalam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adakah penyesalan dalam diri Kodradi setelah istrinya keguguran? Nggak juga. Dia terus menghembuskan isyu bahwa bidan Suharti adalah wanita dwifungsi yang bisa jadi bidan tapi juga bisa jadi wanita perek (perempuan eksperimen). Ini kan sama saja pembunuhan karakter bagi bidan Suharti. Tak tahan selalu menjadi cibiran lingkungannya, dia nekad uji materi kejujuran itu dengan sumpah pocong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kalau aku yang selingkuh, rela aku mati dilaknat Tuhan. Tapi jika aku tidak selingkuh, kamulah yang bakal kena laknat Tuhan…,” tantang Suharti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hiii, hiiii, hiiiii……, ternyata Kodradi tak berani meladeni tantangan istri. Buktinya, ketika hari H prosesi sumpah pocong itu ditentukan, suami Suharti ini malah menghilang entah ke mana. Walhasil saat sumpah pocong itu dilangsungkan di mesjid At Takwa selepas Jumat, bidan Suharti menjalaninya sendiri. Dengan dipimpin oleh ustadz setempat, tubuh hidup Bu Bidan dikafani. Ibu Suharti yang tak tahan melihat kondisi putrinya, menangis menyaksikan adegan itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumpah Bu Bidan pun dimulai: jika memang benar dirinya selingkuh, akan mati segera dan dilaknat Allah Swt. Tapi jika tidak benar, bala dan petaka itu akan berbalik pada Kodradi. Dia yang harus mati mendadak dan menerima laknat Allah beserta keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, gara-gara sumpah itu, keluarga Kodradi pun sibuk mencari suami Bu Bidan. “Enak saja, dia yang bikin ulah masak orang lain yang tak tahu kentang kimpulnya kena tulahnya,” kata para keluarga Kodradi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi sumpah pocong usai, penonto pun bubar. Ny. Suharti segera medatangi makam anaknya di pemakaman desa. Dia bersimpuh di atas pusara, lalu kata-kata Bu Bidan sangat menghiba. “Nak, ibu telah melaksanakan sumpah pocong itu, untuk membuktikan bahwa kamu adalah anak Kodradi, bukan anak seorang lelaki siapa-siapa…,” ujar Ny. Suharti dan air matapun kembali meleleh, menetes di atas gundukan kecil itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya semoga saja Kodradi segera ditunjang montor (tabrak mobol).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-81899775024227724?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/81899775024227724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/sumpah-pocong-bu-bidan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/81899775024227724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/81899775024227724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/sumpah-pocong-bu-bidan.html' title='SUMPAH POCONG BU BIDAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-753191098161510009</id><published>2010-01-12T15:41:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:41:55.197+07:00</updated><title type='text'>ADIK IPAR DIBORONG SEKALIAN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AGAKNYA Irmadi, 30, beranggapan bahwa seks adalah panglima dalam kehidupan. Bagaimana tidak? Istri sendiri lumayan cantik, tapi melihat adik iparnya si Tuti lebih mulus dan muda, kemecer (ngiler) juga. Maka ibarat orang jual beli, begitu dapat harga begitu murah, adik iparpun “diborong”-nya sekalian!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlalu sering sebenarnya, adik ipar yang menjadi sasaran kebuasan kakak ipar, masuk kolom ini. Namun begitulah adanya. Bila mana seks masih dijadikan panglima, ada saja kaum adam gentayangan mencari sasaran para adik ipar. Tentu saja mereka ini adalah lelaki yang kurang memperhatikan soal iman, tapi sangan memanjakan soal “si imin”. Tapi kenapa setan juga selalu mendorong kaum adam berbuat kerusakan di muka bumi? “Soalnya, orang Jawa bilang: ipe (ipar) itu kepanjangan kata iki ya penak (ini enak juga).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Irmadi sudah lama membenarkan propaganda setan tersebut. Warga Jalan Bibis, Karah, Surabaya, sudah berulangkali menikmati kemulusan tubuh adik iparnya, Tuti, yang baru berumur 17 tahun. Ibarat mangga, wanita dalam kondisi seperti itu memang sedang mengkel-mengkelnya, atau gemanda rasa (sudah mau masak) ibaratnya buah mangga. Manis banget sih belum, tapi asem banget juga tidak. Jadi rasanya kira-kira si Tuti ini: asem-asem manis, dan ada pula bagiannya yang dingin-dingin empuk!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalaupun Irmadi jadi kesengsem pada adik ipar sendiri, itu memang bukan salah bunda mengandung. Tapi salah sigadis itu sendiri, sehingga akhirnya mengandung. Soalnya ya itu tadi, kenapa sudah bukan lagi bocah, untuk tidur saja kok tidak berani sendirian, memilih bergabung dengan kakak kandungnya yang sudah jadi istri Irmadi. Padahal namanya perempuan tidur, kan suka lepas kontrol. Di saat dia dibuai mimpi, tahu-tahu roknya tersingkap, dan Irmadi yang tengah terjaga mau tak mau harus menikmati pemandangan yang spektakuler itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awal cerita ini terjadi sekitar 6 bulan lalu. Tuti yang tinggalnya tak jauh dari rumah pasangan Irmadi – Rani, 25, suka nginep di rumah kakaknya. Ketika kantuk mulai menyergap sekitar pukul 22.00, tanpa malu-malu dia ikut bergabung dalam ranjang kakaknya. Celakanya, si mbakyu juga tak menegur kelakuan kelewat batas sang adik. Jadilah dalam ranjang yang tak seberapa luas itu,  dihuni oleh sepasang suami istri, tambah satu bayi Rani yang minta kelon, dan juga bayi Tuti yang lahir 17 tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hawa dingin malam hari di musim kemarau mulai terasa. Di saat Irmadi hendak mencari obat “pengusir dingin” sebagaimana biasa, tiba-tiba matanya membantur pemandangan yang spektakuler. Adik iparnya nampak tidur dengan rok tersingkap. Langsung niatnya jadi berbelok arah. Tadinya mau mbrengkal (membalikkan) sang istri, kini jadi banting stir untuk mendaya gunakan sang adik ipar. Maka diam-diam Tuti pun diajak pindah ke ruang tamu di lantai atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setan pun mulai mengompori, dengan mengingatkan motto lama bahwa adik ipar itu juga enak. Sedikit memakai bujuk rayu, akhirnya Tuti berhasil disetubuhinya malam itu. Merasa ketagihan, di lain kesempatan kembali Irmadi mendulang sukses. Kini aksi mesumnya tak hanya di ruang tamu saja. Bila dia sedang pengin dan istri tak di rumah, Tuti dipanggilah dan acara komunikasi sambung raga itu pun berlangsung. Total jendral, tak kurang dari 15 kali Irmadi berhasil menyetubuhi sang adik ipar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi mesum itu terungkap ketika Tuti menunjukkan perilaku aneh dalam keseharian. Bukan karena masuk angin, tiba-tiba dia muntah-muntah. Setelah diinterogasi sang ibu, mulailah gadis itu mengaku bla bla bla…… Tentu saja orangtuanya tak terima anak perempuan tinggal satu-satunya “diborong” sekalian oleh anak menantunya. Maka Irmadi yang suka celamitan itu dilaporkan ke Mapolwiltabes Surabaya. “Kebanyakan ya di kala istri tidur, Pak!” kata Irmadi pada polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang sedang tidur itulah yang seharunya kamu tiduri, Bleh! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-753191098161510009?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/753191098161510009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/adik-ipar-diborong-sekalian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/753191098161510009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/753191098161510009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/adik-ipar-diborong-sekalian.html' title='ADIK IPAR DIBORONG SEKALIAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4489290686547837057</id><published>2010-01-12T15:40:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:41:28.797+07:00</updated><title type='text'>“SYEH PUJI” MADE IN LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AGAKNYA  paham “Syeh Puji”-isme sudah menyebar sampai ke daratan Lampung. Mbah Katimin, 65, yang sudah lanjut usia tega menikahi Dinarti, 16, yang lebih pantas jadi cucunya. Takut kasusnya mencuat macam Syeh Puji dari Semarang, pamong desa hanya mengizinkan keduanya menikah siri saja! Theklek nang krikilan, wis tuwek pethakilan; merupakan sindiran sosioligis masyarakat Jawa bagi para lelaki yang tak tahu diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Usia sudah mulai dilirak-lirik malaikat Izroil, masih juga memanjakan syahwat hingga lupa urusan akhirat. Jika obyek sasaran tembaknya telah berusia kepala 5, itu masih mending. Tapi yang banyak terjadi, para tua keladi ini justru memilih para gadis ABG. Padahal, senjata Kiai Senggol Modod milik para kakek ini belum tentu berfungsi normal dalam tugas pengabdiannya. Ini yang sedang terjadi di Desa Sri Gading, Labuhan Maringgai (Lampung). Gadis Dinarti yang berusia 3 Pelita lebih sedikit, dinikahi Mbah Katimin, warga Dusun VIII masih desa yang sama. Penduduk pun heboh, mereka jadi ingat pada kasus Syeh Puji dari Semarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata kondisi si embah juga mirip-mirip, dia jenggotan dan rambutnya tinggal satu-dua macam rambutan rafia. Bagi penggemar wayang kulit, kelakuan Mbah Katimin ini jadi mengingatkan pada Begawan Wisrawa yang menikahi Dewi Sukesi dari Alengkadiraja. Kakek Katimin memang lumayan kaya di desanya. Dia telah beristri dan beranak cucu. Namun sayang, mbah putri dalam usia nyaris udzur rupanya sudah tak mampu lagi mengimbangi sepakterjang “keris” Kyai Senggol Modod milik suaminya. Maklumlah, pusaka andalan ini memang sangat dikeramatkan oleh Mbah Katimin. Bukan saja di bulan Suro, tiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon Kayi Senggol Modod selalu diwarangi (dimandikan) dengan jeruk nipis dan kembang tujuh rupa!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adalah gadis Dinarti, yang selama ini sering bantu-bantu di rumah Mbah Katimin. Diam-diam rupanya dia menyimpan hasrat terpendam yang menyala-nyala pada si ABG. Dan sekali waktu, dengan rayuan maut macam Pendita Durna terhadap Srikandi, Mbah Katimin berhasil menggauli gadis yang lebih cocok jadi cucunya tersebut. “Ja kandha-kandha (jangan bilang-bilang) siapa saja ya, nih duit Rp 20.000,- buat beli jajan,” kata Mbah Katimin setelah “entuk-entukan” kala itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya dalam tempo 4 bulan setelah kejadian terkutuk itu, tahu-tahu dikabarkan bahwa Dinarti mengandung 3 bulan. Sigadis ngoceh bla-bla-bla, dan Mbah Katimin pun tak bisa bersembunyi lagi di balik lembaran uang Rp 20.000,-an. Sebetulnya kelaurga Dinarti tak rela punya mantu yang lebih tua dari mertua. Tapi daripada putrinya malah hamil nganggur, terpaksalah si kakek dipaksa untuk bertanggunjawab atas kehamilan sang ABG. Sebagai kakek yang bertanggungjawab, Mbah Katimin setuja-setuju saja menjadi suami Dinarti. Bahkan dia siap menyeponsori perkawinan itu dengan pesta meriah. Tapi pamong desa yang tak setuju.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Takut masalahnya jadi berpanjang-panjang macam Syeh Puji dari Semarang, keduanya hanya dibolehkan menikah secara siji saja. “Yang penting mbah, ibarat kendaraan Honda sampeyan sudah sah dan halal untuk dicemplak kapan saja,” kata pamong. Akhirnya, hanya disaksikan keluarga terdekat Dinarti menikah siri melawan Mbah Katimin. Sepertinya dia juga sangat berbahagia dengan perkawinan darurat itu. Paling tidak, kini suami barunya telah membelikan Dinarti rumah dan tanah luas. Di rumah barunya tersebut, Mbah Katimin terus mengaktifkan pusaka Kyai Senggol Modod miliknya, entah sampai kapan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang model begini jelas-jelas ora ngomani sing enom.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4489290686547837057?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4489290686547837057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/syeh-puji-made-in-lampung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4489290686547837057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4489290686547837057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/syeh-puji-made-in-lampung.html' title='“SYEH PUJI” MADE IN LAMPUNG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-130667408084345565</id><published>2010-01-10T15:40:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:40:54.076+07:00</updated><title type='text'>PELAJARAN BUAT ISTRI PLO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ALMARHUM  Yaser Arafat pernah jadi pemimpin PLO &lt;em&gt;(Palestine Leberazion Organitation). &lt;/em&gt;Di Mojokerto (Jatim) ternyata Ny. Sumarti, 35, juga jadi anggota PLO. Tapi jangan salah, PLO di sini berarti: Perempuan Lali Omah (lupa rumah). Gara-gara ulahnya tersebut dia diberi “pelajaran” oleh suaminya hingga babak belur!&lt;br /&gt;Tanda-tanda istri yang beriman, kata Nabi dalam hadistnya adalah istri yang takkan menerima lelaki di rumahnya selagi suami pergi. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi ketika si “imin” lebih kuat, tuntunan Nabi ini justru terbalik-balik dalam penerapannya. Justru di kala suami di rumah momong anak, istri justru pergi dengan lelaki lain. Ini dilakukan berhari-hari, hingga wanita macamdemikian pantas disebut: perempuan lali omah itu tadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Barno, 40, warga Dusun Ngengor, Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, termasuk wanita yang demikian. Lantaran di rumah sendiri serasa di neraka, dia lebih senang mencari “surga dunia” bersama lelaki lain. Suami dan anaknya yang masih kecil-kecil, sengaja ditinggalkan. Bila di rumah Ny. Sumarti harus sibuk menggendong si Upik, di kamar hotel dia justru “digendong” gendakannya. “Tak gendong ke mana-mana, penak ta asyik ta?” kata gendakan Sumarti macam Mbah Surip.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keluarga Barno memang sudah lama rusak. Ini terjadi sejak orang ketiga hadir dalam rumahtangga mereka. Dia adalah Pawidi, 37, bekas kekasih Sumarti di SMA dulu. Meski kini dia sudah punya Barno, tapi Sumarti memberi ruang di hatinya untuk kekasih lama. Diapun lalu membandingkan, alangkah bahagianya jadi Ny. Pawidi, daripada jadi suami Barno yang kini dalam kondisi: muda kurang bahagia, tua makan banyak biaya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asal tahu saja, Sumarti dulu menikah dengan Barno bukan pilihan sendiri, jika tak mau disebut dijodohkan. Barno muda yang pinter cari duit, bisa meyakinkan orangtuanya bahwa dia merupakan lelaki yang cocok jadi mantunya. “Biar tampang kampung, tapi dia rejeki kota….,” kata ibu Sumarti ketika mengkampanyekan Barno. Dan seperti lazimnya anak wanita yang penurut, dia tak bisa berpaling ketika diharuskan jadi Ny. Barno dalam sebuah prosesi di KUA. “Saya terima nikahnya Sumarti dengan maskawin…..,” begitu kata Berno penuh kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari bahadia selalu menyelemuti keluarga itu, karena Barno memang bisa memanjakan istrinya. Tapi Sumarti yang merasa dirampas kemerdekaannya menentukan pilihan, selalu mencoba memberontak. Lha kok sekian tahun kemudian Pawidi mantan kekasih lama muncul, dan mengajak koalisi permanen. Edannya, seperti telah dikatakan di atas, Sumarti memberi ruang pada Pawidi. Bahkan ketika diminta melayani sebagai layaknya suami istri, dia lasung bertekuk lutut dan berbuka paha!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak Pawidi berhasil menguasai dirinya, Sumarti sering meninggalkan keluarga dalam beberapa hari. Dia tak peduli suami jadi “Jaka Tarub” momong si Upik. Kabar yang diterima Barno sungguh menyakitkan, istri sering kabur-kaburan ternyata malah kelon bersama kekasih lama. Tentu saja marah dan rasa cemburu, dioplos jadi satu dalam hati sanubari Barno. “Bedebah….,” maki suami Sumarti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya ketika istrinya kembali dalam kondisi lecek, Barno mencoba menginterogasi dengan sejumlah pertanyaan. Tapi jawaban istrinya pating pecotot tidak keruan. Asal ditanya jawabnya selalu: ya sak sirku ta (semau sayalah). Emosi Barno tak terkendali lagi, istrinya langsung disampluk pakai tangan. Setelah itu digetok dengan punggung golok. Mati sih tidak, tapi kepala dan muka jadi benjol-benjol dan simpang siur sekaligus. Nah, untuk minta keadilan Ny. Sumarti mengusung pasal KDRT ke Polres Mojokerto, minta suami diberi pelajaran suaminya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Yang memberi pelajaran jusrru saya kok.” Kata Barno pada polisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-130667408084345565?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/130667408084345565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/pelajaran-buat-istri-plo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/130667408084345565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/130667408084345565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/pelajaran-buat-istri-plo.html' title='PELAJARAN BUAT ISTRI PLO'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4812577929701874802</id><published>2010-01-09T15:39:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:40:16.518+07:00</updated><title type='text'>DEREGULASI DUKUN CABUL</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agak beda memang. Biasanya dukun minta untuk menyetubuhi pasien. Tapi di Sumenep (Madura), justru pasien diminta menyetubuhi istri dukun. Deregulisasi perdukunan yang menyimpang ini jadi masalah, karena Gatul, 33, selaku pasien tidak mau memanfaatkannya. Justru dia kemudian melaporkan Mbah Sarip, 54, ke polisi, dan jadi masalah deh!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak banyak lho, lelaki selurus dan sejujur Gatul ini. Biasanya sih, wanita menjadi penakluk kaum lelaki. Kabarnya di era Orde Lama dulu, perusahaan mobil Toyota sebelum tahun 1960, belum bisa masuk Indonesia. Tapi semenjak Bung Karno gandrung pada putri Jepang yang kemudian diberi Ratnasari Dewi, bisnis kendaraan dari Negri Fujiyama itu mulai masuk pasaran Indonesia. Dan sekarang, siapa yang tak pernah naik mobil Toyota Kijang,dari yang jenis Inova yang terbaru hingga Kijang Buaya tua yang bisa distater pakai obeng?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu dan wawasan Gatul tidak sampai ke sana. Yang dia tahu,  bila tak bisa mengendalikan diri dalam urusan wanita, bisa ancur-ancuran. Apa lagi ditilik dari kacamaya agama. Berbagi cinta bukan dengan istri sendiri termasuk dosa.Karenanya sebelum jatuh terperosok, Gatul menolak mentah-mentah ketika disodori perempuann cantik yang sebetulna cukup bikin greng.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ogah ah, penake sak klentheng larane sak rendeng (enaknya sebentar, sakitnya sepanjang masa),” kata Gatul.&lt;br /&gt;Kisahnya berawal ketika dukun Mbah Sarip sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan biologis istrinya, Asmonah, 40. Di samping usianya mulai menua, sebagai dukun kebatinan dia memang tidak maju lagi dalam urusan begituan. Bagi Mbah Sarip sekarang, soal manunggaling kawula gusti (menyatunya Tuhan dan umat) lebih berguna dari pada manunggaling priya wanita (bersatunya laki perempuan).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi Asmonah tak mau mengerti, dia terus saja menuntut yang jadi haknya. Sebab sebagai suami, kewajiban Mbah Surip tak hanya ngayani (memberi nafkah), tapi juga harus ngayeli (menyetubuhi) sebagai pemenuhan biologis. Karena istrinya terus merengek, dia jadi stress, sehingga sampai pada idenya yang “brilliant”. Kebetulan dia memiliki seorang pasien yang cukup memenuhi kriterianya. Bodi Gatul memang perkasa, berotot. Pokoknya dijamin rosa-rosa macam Mbah Marijan dari Merapi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari penuh jebakan itupun dimulai. Gatul yang berobat karena ingin lancer rejeki, diminta bugil dalam kamar praktek mbah Sarip. Gatul anak muda dari Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep ini tak keberatan. Tapi ternyata, ketika dia sudah dalam kondisi gidal-gidul (bugil), tahu-tahu si Asmonah istri Mbah Sarip masuk dalam kondisi bugil pula. Tentu saja murid “bloon” ini belingsatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Mbah Sarip member pengarahan bahwa sebagai sarat buang sial, Gatul diminta untuk bersetubuh dengan istrinya. Permintaan ini dilakukan secara sadar tanpa tekanan. Sebab katanya, dukun yang baik harus mau berkorban demi pasien. Jangan pasien dijadikan korban dukun, pasien jadi korban rumahsakit. “Kalau saya, biar pasien menyakiti hati dukun, takkan main tuntut macam RS Omni di Tangerang itu….,” kata Mbah Sarip serius.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya iman Gatul memang lebih kuat dari “si imin”. Takut soal wanita bisa jadi masalah di kemudian hari, dia mendingan kabur. Dengan masih kondisi telanjang dia loncat jendela dan minta pertolongan warga. Setelah mendapat pinjaman baju dan celana Gatul segera melapor ke Polsek Lenteng, dan dukun dari Desa Ellak Daya ini jadi urusan polisi.&lt;br /&gt;Tapi saat diperiksa Mbah Sarip mengaku, dia terpaksa minta pasien menyetubuhi istrinya, karena dirinya menderita lemah syahwat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang gebleg dukun atau pasiennya sih?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4812577929701874802?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4812577929701874802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/deregulasi-dukun-cabul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4812577929701874802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4812577929701874802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/deregulasi-dukun-cabul.html' title='DEREGULASI DUKUN CABUL'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-9067050433808507982</id><published>2010-01-08T15:39:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:39:40.396+07:00</updated><title type='text'>MINTA CERAI DIKASIH KAMPAK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Rohadi, 45, sedang main debus, sehingga unjuk kebolehan mau minum racun bersama istri? Ternyata bukan! Ini sekedar wujud kekesalan lantaran Ny. Dasiyah, 40, minta cerai melulu. Tapi mana ada orang mau diajak mati, sehingga istri pun memberontak. Tapi akibatnya tambah sadis, Dasiyah malah dikampak! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1980-an pernah lagu “Madu dan Racun” yang dinyanyikan Ari Wibowo pernah meledak di pasaran, mengumandang dari radio swasta dan pemerintah. “Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku…..!” Lagu ini sepertinya menggambarkan keraguan seorang lelaki, bisakah dia hidup bahagia bersama wanita yang sangat dicintai, atau bakal masuk jurang kesengsaraan sehingga makan racun sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Rohadi yang tinggal di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, menghadapi kenyataan yang mirip-mirip seperti itu. Pagi-pagi sekitar pukul 08.00, Dasiyah disusul suami yang sambil membawa racun di tangan kiri dan kapak di tangan kanannya. “Engkau yang cantik, engkau yang manja, selalu galak sikapmu. Kau lihat di tanganku, racun di tangan kiriku, kapak di tangan kananku. Aku tak tahu, yang mana yang kuberikan padamu…..!” begitu kira-kira kata Rohadi sambil plesetan lagu Madu dan Racun-nya Arie Wibowo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenapa Rohadi bersikap seperti itu? Sedang kumat atau mau main debus? Bukan, dia memang sedang anti klimaks dalam kemarahannya. Rohadi ingin memberi pelajaran pada istrinya, yang hampir setiap hari merengek-rengek minta carai melulu. Padahal sebagai suami dia masih sangat mencintai Dasiyah. Paling sial, gara-gara permintaan cerai tak diladeni, Dasiyah malah pergi dan tinggal di rumah anak perempuannya. Ini kan kacau, karena Rohadi tak pernah lagi memperoleh kehangatan ranjang di malam hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara Rohadi – Dasiyah memang tengah berada dalam puing-puing kehancuran rumahtangga ketika mereka ketemu dua tahun lalu. Rohadi duda cerai, dan Dasiyah janda ditinggal mati suami. Lantaran sama platform cinta kasihnya kala itu, keduanya pun sepakat membentuk koalisi permanen dalam sebuah keluarga sakinah. Semoga ini menjadi perkawinannya yang terakhir, dan hidup bagagia hingga ajal tiba entah kapan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari indah bersama Rohadi ternyata tak berlangsung lama. Setelah tahu kelakuan dan jerohan suami barunya, Dasiyah menyesal sekali bersuamikan lelaki ini. Orangnya sangat egois, mementingkan diri sendiri. Beda dengan almarhum suaminya dulu, dia mau berkorban dan siap jadi pahlawan keluarganya. Kalau Rohadi ini apa? “Kalau suamiku dulu pahlawan nasional, Rohadi mah paling-paling pahlawan kesiangan…,” kata Dasiyah belum lama ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selalu dibanding-bandingkan soal kinerjanya dengan suami dulu, tentu saja Rohadi jadi kesal dan kemudian ngamuk. Tapi justru sikap ini menjadikan Dasiyah bertekad pecah kongsi lagi saja daripada diteruskan. Rohadi yang masih sangat sayang pada bininya, tak mau menceraikannya. Setiap dia minta cerai, selalu ditolak. Gantian sekarang Dasiyah yang kesal, dia lalu pergi dan tinggal di rumah anak perempuannya yang sudah menikah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi “purik” atau tinggalkan keluarga ini membuat Rohadi menjadi kalap. Bayangkan, tanpa istri di sampingnya dia menjadi kedinginan setiap malam. Maka saking frustasinya, dia ingin mati bersama saja. Kemarin pagi dia menyusul Dasiyah, dan diajak mati bersama. Katanya: pilih racun di tangan kiri atau kapak di tangan kanan? Tentu saja Dasiyah tak mau dengan pilihan yang semuanya tidak nyaman itu. “Nggak mau mati bersama, nih rasakan…, pletak!” kata Rohadi sambil mengayunkan kapak ke kepala istrinya. Dasiyah dilarikan ke RSU Serang dan Rohadi diserahkan ke Polsek Kragilan. “Aku masih sayang dia, kok malah minta cerai,” aku Rohadi pada petugas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang sayang kan sampeyan, sononya sudah ogah! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-9067050433808507982?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/9067050433808507982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/minta-cerai-dikasih-kampak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9067050433808507982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9067050433808507982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/minta-cerai-dikasih-kampak.html' title='MINTA CERAI DIKASIH KAMPAK'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5505272996272295766</id><published>2010-01-07T15:38:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:39:00.624+07:00</updated><title type='text'>SELINGKUH DI DEPAN HIDUNG</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AGAKNYA hidung Srini, 24, sudah perlu dibawa ke THT. Bagaimana tidak, suami selingkuh di depan hidung sendiri kok tidak tahu. Dia baru sadar setelah Rini, 21, gadis tetangga hamil. Tapi celakanya, ketika Srini klarifikasi pada Gino, 36, malah dihajar habis. Kelanjutannya bisa ditebak, Gino dijerat pasal KDRT.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlalu percaya pada suami tak baik juga, sebab lelaki jaman sekarang terlalu banyak liku-likunya. Seperti air begitulah kira-kira, kelihatannya tenang, tapi bisa menghanyutkan. Keseharian kalem, selalu jaim (jaga imej). Tapi jika sudah ketahuan, wooo…..orang bisa dibuat terkesima. Kelihatannya kalem, namun sebetulnya sakkal gelem (seketika mau). Mau apa, ya mau pada makhluk wanita yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Gino, rupanya seperti. Srini sangat percaya akan kejujuran Gino sebagai bapaknya anak-anak. Apa yang mau dicurigai, dia pulang kerja tepat waktu. Setelah di rumah juga tak ke mana-mana, dudu manis di nonton teve atau baca Koran. Hubungan dengan kaum ibu di lingkungannya juga biasa-biasa saja, tak pernah cengengesan sebagaimana lazimnya lelaki petualang asmara. Pendek kata, di mata Srini  si Gino lelaki paling baik sepanjang tahun 2009 lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenyataannya, wooo…..ngalor ngidul (berkebalikan). Sesungguhnya Gino justru lelaki paling rakus sepanjang sejarah peradaban di Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung (Malang). Sebab selama ini warga setempat tak pernah ada yang berani selingkuh dengan tetangga sendiri. Lha kok Gino lain dari yang lain,  sejak 6 bulan lalu sudah menjadi pacar gelap Rini tetangga sendiri. Yang sungguh menyakitkan, Rini ini juga teman Ny. Srini dalam kegiatan arisan dan PKK.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi selingkuh Gino terhadap Rini memang rapi sekali. Menyadari bahwa mereka bertetangga, permain itu selalu digelar di luar rumah. Maksudnya, bisa di kamar hotel, bisa juga di rumah orang, tapi bukan di desanya sendiri. Lalu bagaimana cara mengemas aksi selingkuh itu? Dalang gak kurang lakon. Bila Gino dapat tugas luar kantor, dia mencuri-curi waktu di sini. Katanya ngurusi pekerjaan kantor, sesungguhnya sekaligus ngerjai Rini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Harusnya Srini mulai curiga saat gajinya tiap bulan tak utuh. Katanya ada potongan ini itu, sumbangan kematian atau teman sakit, dan segala tetek bengek yang lain. Tapi sebagai wanita yang sangat percaya pada suami, semua pengeluaran di luar budjet rutin tak dicurigai sama sekali. Padahal kalau mau minta tolong pada KPK, dengan cepat masalah itu bakal terkuak. Tapi apakah KPK-nya mau? Yang korupsi nilai milyaran saja belum semua tertangani, masak ngurusi korupsi keuangan dalam keluarga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Srini mulai sadar ketika Rini gadis sekaligus temannya itu dikabarkan hamil. Penduduk terkesiap. Wanita yang begitu anggun, masak hamil nganggur? Tapi ketika diklarifikasi keluarganya, sungguh bikin Srini bagaikan menginjak bara api. ” Sing ngetengi aku pancen bojone Mbak Srini (yang menghamili saya memang suami Mbak Srini….,” begitu kata Rini di depan orangtuanya, dan kembali diputar ulang di depan Srini. Dan istri Gino pun nyaris pingsan melihat fakta seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhrinya ketika Gino pulang kerja di sore hari, langsung dihujani pertanyaan, sekaligus diomeli habis-habisan. Pulang kerja bukan disediakan minuman dan makan, Gino pun terpancing emosinya. Srini pun ditempeleng hingga terkapar. Sementara tetangga menolong korban, Gino ngeloyor pergi mengungsikan mukanya. Tapi Srini tentu saja tak mau nrima seperti biasanya. Dia segera mengadu ke Polresta Malang. “Tangkap Pak suamiku, kasih pasal apa saja, pokoknya masuk penjara,” kata Srini kepada petugas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang jelas, Gino sudah masuk kamar bersama Rini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5505272996272295766?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5505272996272295766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/selingkuh-di-depan-hidung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5505272996272295766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5505272996272295766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/selingkuh-di-depan-hidung.html' title='SELINGKUH DI DEPAN HIDUNG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6315308019499985340</id><published>2010-01-06T15:37:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:38:22.907+07:00</updated><title type='text'>YANG SIMBAH YANG BERCINTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alangkah malang nasib Ny. Santi, 45. Punya anak gadis ditinggal jadi TKW di Malaysia, Asti, 19, putrinya justru dibuat “bancakan” para simbah tetangganya. Makin celaka lagi, Mbah Kasmiran, 60, yang dititipi untuk menjaga putrinya, malah ikut pula ambil bagian menyetubuhi gadis yang lebih cocok jadi cucunya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetangga yang baik adalah tetangga yang mau berbagi duka dan suka, ringan tangan dan kaki dalam urusan tolong menolong. Jika ditipi amanah, menjaga dengan baik barang yang diamanatkan itu hingga diambil kembali oleh pemiliknya. Jika tetangga malah ngajak ora omah (mengajak rusak), suka cari kesempatan dalam kesempitan, itu bisa disebut mitra musibat (teman celaka). Tetangga model begini, jangan sekali-kali diberi oleh-oleh manakala yang memberi amanat telah kembali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman mbah Kasmiran memang masih setebal selotip kabel PLN. Maka ketika dititipi gadis cantik oleh Ny. Santi tetangganya, kadar imannya kontan erosi. Padahal sebelum wanita tetangga tersebut berangkat menjadi TKW di Malaysia, dia sudah pesan wanti-wanti. “Mbah, aku titip anakku ya. Sapa maneh sing dak sawang yen dudu sampeyan (mbah, aku titip anakku ya, kepada siapa lagi aku beramanat jika bukan kepada simbah),” kata janda Santi dua tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika itu mbah Kasmiran manggut-manggut sambil memamerkan giginya yang tinggal dua macam burung kakak tua hinggap di jendela. Untuk meyakinkan calon pahlawan devisa tersebut, Mbah Kasmiran menjamin bahwa Asti di tangannya akan aman bahagia nan sejahtera. Karena itu berangkatlah janda Santi dengan tenang, semoga diterima di sisi-Nya! Lho, kok malah mendoakan cepat mati? “Sory, sory, wong wis tuwa sok kecletut ta ya (maaf, orang tua suka salah ngomong),” kata Mbah Kasmiran sambil pamer gigi burung kakak tuanya lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi sifat amanah mbah Kasmiran tak berlangsung lama. Sekitar 3 bulan setelah kepergian Ny. Santi, dia mulai kena profokator setan. Dia sempat digoblog-goblogan si setan, kenapa dititipi barang bagus tidak disikat sendiri? Kata setan pula, seandainya dirinya dalam kapasitas sebagai manusia bukan setan, perempuan cantik model Asti pasti digasak habis. Maka sebelum semuanya terlambat harus segera ambil tindakan. Kata setan nih: Ingat Bleh, kesempatan itu hanya datang sekali!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hawa nafsu Mbah Kasmiran memang masih dominan dalam usia 12 pelita. Oleh karena itu di kala situasinya demikian kondusif, dia mencoba merayu Asti dan ternyata berhasil. Jadilah dia memerawani gadis yang diamanatkan padanya. Celakanya, dalam urusan begini Mbah Kasmiran mengacu rumahmakan Padang: kika makanan itu enak, beritahukan kepada teman-teman. Karena Asti memang enak, Mbah Kasmiran pun berwarta berita pada sejumlah kakek tetangganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak itulah Asti dibuah bancakan sejumlah kakek di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung (Jatim). Mbah Dirham, 58, misalnya, dia telah menyetubuhi Asti 15 kali di berbagai tempat, dari ladang, kebon singkong hingga rumah Mbah Kasmiran sendiri. Lalu Mbah Sonto, 59, meski hanya beberapa kali karena “sonto”-nya cepat loyo, dia juga mengakui bahwa Santi memang wowwwww keren! Terakhir Mbah Paijo, 57, juga sempat icip-icip tubuh mulus putri janda Santi, meski dia berpangkat “peltu” betatapun tak pernah jadi tentara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi mesum kalangan kakek ini terbongkar ketika Ny. Santi pulang dadi Malaysia 2 tahun kemudian. Gadis Asti pun mengaku bla bla bla……, tentang siapa saja yang pernah menyetubuhi dirinya. Wah, tentu saja janda Santi naik pitam. Para kakek dilaporkan ke Polres Tulungagung dan dibekuk di rumah masing-masing. Hanya Mbah Kasmiran yang tahu gelagat, sebelum janda Santi melapor ke polisi dia sudah kabur duluan menghindari kejaran polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang simbah yang bercinta memang bikin malu! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6315308019499985340?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6315308019499985340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/yang-simbah-yang-bercinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6315308019499985340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6315308019499985340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/yang-simbah-yang-bercinta.html' title='YANG SIMBAH YANG BERCINTA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-2515783037402252164</id><published>2010-01-05T15:37:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:37:48.237+07:00</updated><title type='text'>BILA NENEK PUNYA BRONDONG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya urusan PIL maupun WIL bukan monopoli kawula muda saja. Meski sudah disebut nenek, Ny. Kasmiatun, 45, masih juga punya PIL yang brondong (jauh lebih muda). Tentu saja Legiman, 49, suaminya marah besar saat memergoki lelaki muda keluar dari kamarnya. Kontan istri dihajar, dituduh KDRT ya biar saja! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap daerah punya istilah berbeda-beda untuk barang yang sama. Di daerah Jawa Tengah dan Jatim, jagung yang digoreng hingga mekar  biasa disebut brondong. Ini makanan yang paling disukai anak-anak, yang setelah keluaran pabrik berubah nama menjadi popcorn. Namun di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, istilah brondong justru untuk menyebut kekasih yang lebih muda dari ibu-ibu yang kesepian. Bagaimana pula dengan rasanya, apa juga manis dan gurih sebagaimana brondong jagung?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Legiman, sopir mikrolet di Surabaya, ternyata juga begitu deman akan brondong. Tanpa sepengetahuan suaminya tentu saja, sudah sekian lama Ny. Kasmiatun menjalin asmara dengan Herudin, 30, tetangga desa di bilangan Sitirejo Kecamatan Wagir. Di kala suami kerja banting tulang mencari sesuap nasi lewat angkutan kota, Kasmiatun di kamar malah “banting-bantingan” dengan lelaki lain yang lebih cocok jadi adiknya. Tapi memang begitulah, urusan cinta tak pandang umur dan martabat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kasmiatun tega amat mengkhianati cinta Legiman. Apakah tidak malu, sebab pasangan ini sudah memiliki seorang cucu. Bagaimana kata si cucu bila tahu “eyang putri” ternyata masih mencari “eyang kakung” yang lebih muda. Ah, anak kecil mana tahu soal beginian. Yang penting asal pandai-pandai mengemas perselingkuhan tersebut, pastilah tak ada yang tahu. Bagaimana pula dengan suaminya? “Biar saja Legiman sibuk terus dengan angkotnya,” kata Ny. Kasmiatun sekali waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Kasmiatun sangat kesepian selama ini. Maklumlah, sebagai wanita yang belum kepala lima dalam usia, dia masih sangat membutuhkan kehangatan malam dari seorang suami. Tapi sayangnya, Legiman tak pandai lagi menangkap sinyal-sinyal asmara sang bini. Akibat kecapekan seharian narik, setibanya di rumah dia langsung tidur.  Dia tak peduli lagi akan ‘kewajiban” lain sebagai kepala keluarga.  Mana kala Kasmiatun  sampai main colek macam kondektur bis,  dia malah menjawab: apa sih, aku capek nih!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hampir setiap saat disepelekan suami, terpaksa dia berpaling pada lelaki lain. Lalu masuklah si Heru, perjaka tua yang belum laku-laku kawin. Begitu ditawari barang baru yang masih cukup menjanjikan macam Ny. Kasmiatun, ya langsung saja nyosor, wush! Jadi “generasi penerus” apa susahnya, karena justru Heru dapat “bimas” (bimbingan asmara) gratis dari istri Legiman ini. “Ngene iki lho dhik, na ….na begitu, pinter kamu…,” kata Kasmiatun setiap memberi “tuntunan” yang bukan untuk tontonan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sial rupanya, belum kenyang Kasmiatun menikmati asmara yang haraman wa asyikan, kepergok suami. Baru saja selesai berbagi cinta dengan Heru, mendadak pintu depan mak klotak dibuka Legiman. Memang sopir mikrolet tersebut tak sempat melihat adegan mesum itu.  Tapi langkah buru-buru Heru dan pergi dengan cara loncat pagar, cukup membuat Legiman mafhum apa yang baru saja terjadi di kamarnya. Maka saking emosinya, malam itu Kasmiatun dihajar hingga babak belur, dan selanjutnya ….wasalam alias kabur!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat penganiayaan itu Kasmiatun membawa kasus ini ke Polres Surabaya dengan pasal KDRT. Sayangnya, Legiman setiap dipanggil tak pernah mau datang, persis seperti Anggodo Wijaya saat mau dipanggil KPK. Akhirnya kasus penganiayaan ini jadi tertunda-tunda hingga berminggu-minggu. Tapi beberapa hari lalu tiba-tiba Legiman kembali ke rumah, langsung saja Kasmiatun lapor polisi dan sopir mikrolet itu dibekuk. “Gimana sih, nggebuki istri selingkuh apa salahnya?” kata Legiman pada polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang salah, kenapa istri sampeyan biarkan kesepian?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-2515783037402252164?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/2515783037402252164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/bila-nenek-punya-brondong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2515783037402252164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2515783037402252164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/bila-nenek-punya-brondong.html' title='BILA NENEK PUNYA BRONDONG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-9047943929796825527</id><published>2010-01-04T15:34:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:35:22.577+07:00</updated><title type='text'>MEMBONGKAR “SIMASKOT” PAK JAKSA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada jaksa punya Simaskot BRI, itu mah biasa. Tapi “simaskot”-nya Jaksa Suratman, 40, dari Palembang (Sumsel) ini lain. Simaskot itu berupa wanita cantik, sehingga istrinya yang resmi Lubuklinggau mencak-mencak. Ternyata “simaskot” non BRI itu diperoleh suami saat bertugas di Bojonegoro. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahukah Anda sebuah termos? Fungsinya adalah untuk menyimpan air minum, berjaga-jaga di kala haus. Nah, istri boleh juga diibaratkan sebuah “termos” bagi seorang suami, yang menjadi pengobat dahaga di kala rindu asmara. Saat “termos” tersebut berada di sampingnya, dia bisa minum sepuas-puasnya di situ. Tapi jika si termos tak ada di dekatnya sedangkan suami sangat kehausan, terpaksa minum termos lain apapun resiko di belakangnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula tamsil yang dilakoni Suratman, seorang Jaksa yang pernah menjabat sebagai Kasie Pidum (Pidana Umum) di Bojonegoro (Jatim). Sekitar tahun 2004 dia dipromosikan di kota ini, setelah sekian lama menjadi jaksa di Lubuklinggau, Sumsel. Umumnya PNS, ketika suami pindah tugas, istrinya yang juga PNS lolos butuh (mutasi) untuk menyertainya. Tapi lantaran Ny, Arini, 35, istri Pak Jaksa juga hakim di Lubuklinggau, terpaksa dia tak bisa mendampingi Suratman di Bojonegoro.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keluarga yang model begini memang tidak nyaman. Bayangkan, bila Suratman rindu istri, dia harus melakukan program PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad). Naik pesawat dari Juanda Surabaya, dan turun di bandara Sultan Mahmud Badaruddin. Keseringan mondar-mandir Surabaya – Palembang PP hanya demi “si entong”, ya jelas jebol di kantong. Kalau dia jaksa model Urip Tri Gunawan sih nggak masyalah, duitnya banyak. Kalau dia jaksa jujur dan orang baru di sana, mau makan apa?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agar hemat di kantong dan si entong juga terjamin, Suratman lalu bikin terobosan. Diam-diam dia jadi nasabah “simaskot” non BRI alias: simpanan masyarakat kota berupa wanita cantik. Dia adalah Wahyuni, 27, yang kini siap menjadi “termos” untuk jadi tempat minum kapan saja di kala Pak Jaksa kehausan. Dikawin siri atau resmi, tidak jelas. Yang pasti, sejak punya “simaskot” non BRI Pak Jaksa jarang pulang ke Lubuklinggau. Maklumlah, “termos” barunya di Bojonegoro masih baru merknya Quantum pula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini sama sekali tak terdeteksi oleh Ny. Arini. Tahunya sang suami baik-baik saja di Bojonegoro. Jika suami jarang pulang, sudah barang tentu karena kesibukannya sebagai jaksa berlipat-lipat. Sedangkan dia sebagai hakim juga sibuk oleh sidang-sidang pengadilan yang melelalahkan. Bu Hakim sama sekali tak tahu bahwa “palu” Suratman yang mutlak jadi miliknya, ternyata di Bojonegoro buat ngetok yang lain-lain!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampailah pada kejadian di pertengahan Desember 2009 lalu, Arini menerima SMS dari Wahyuni yang mengaku sebagai simpanan Suratman. Isinya sungguh mengejutkan, dia mengaku punya anak 2,5 (nomer 3 dalam kandungan) hasil kerjasama nirlaba bersama Pak Jaksa. Meski jaksa Suratman kini tugas di Palembang, Bu Hakim tak mau klarifikasi langsung. Dia ingin bukti lebih dulu. Maklum, sebagai hakim dia tak berani memutus perkara tanpa bukti-bukti yang kuat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awal tahun baru 2010 bersamaan dengan libur nasional, diam-diam dia pergi ke alamat Wahyuni di Banjarsari Kecamatan Trucuk. Ternyata benar adanya, di sana ada dua setengah anak hasil karya Suratman suaminya. Sambil menahan duka mendalam, Bu Hakim mengadu ke Polres Bojonegoro dengan mengusung pasal perzinaan. “Saya terpaksa melaporkan suami sendiri, karena telah dibohongi sejauh ini,” ujar Bu Hakim sendu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang jadi bukti apa Bu, palu suami?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-9047943929796825527?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/9047943929796825527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/membongkar-simaskot-pak-jaksa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9047943929796825527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9047943929796825527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/membongkar-simaskot-pak-jaksa.html' title='MEMBONGKAR “SIMASKOT” PAK JAKSA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7176711967106197011</id><published>2010-01-03T15:32:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:33:56.316+07:00</updated><title type='text'>KISAH CLBK JURAGAN SAPI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ASMARA lama berkobar kembali ternyata bisa juga menimpa juragan sapi. Dan inilah kemudian kisah Samdoni, 49, dari Situbondo (Jatim). Meski setiap hari sudah menikmati putihnya paha-paha sapi, ingin merasakan pula paha mulus kekasih lama. Atnikah, 40, dijadikan Simpedes non BRI, dan istri pertama pun ngamuk!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada larangannya memang, orang merenda masa lalu. Negara saja bisa kembali ke UUD 1945, kenapa orang tak bisa kembali ke kekasih lama? Cuma harus diingat, hubungan antar manusia itu kelewat kompleks dan orang tak bisa mementingkan diri sendiri. Jika masih legan (sendiri) bolehlah membangun CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Tapi jika kita sudah berkeluarga dan sononya juga masih punya orang, ini alamat mengajak pasangan kita menapaki episode Perang Baratayuda Jayabinangun!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula lakon yang dialami Samdoni, pedagang sapi dari Desa Curahkalak Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo. Ditilik dari kacamata umum dia sebetulnya cukup bahagia dengan istrinya yang lama, Ny. Waryati, 45. Meski bukan pilihan sendiri, wanita ini sangat setia dan berbakti pada suami. Lagi pula sejumlah anak telah lahir dan mulai berangkat dewasa, lalu apa lagi yang mau dicari Samdoni si pedagang sapi?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenyataannya, Samdoni masih memendam obsesi lama, yakni soal kegagalannya mempersunting Atnikah, kekasih lamanya dulu. Kala itu sebetulnya antara calon mertoku dua kubu sudah sama-sama setuju. Tapi dasar bukan jodoh, orangtua Atnikah berubah pikiran dan kemudian mengawinkan putrinya pada lelaki yang lebih bonafid, yang pekerjaannya pegang pulpen bukan bawa dadung ke sana kemari seperti dirinya. Saat itu Samdoni mau nggeblag (pingsan) rasanya menghadapi kenyataan seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi sebagaimana kata Ivo Nilakrisna penyanyi tahun 1970-an,  aku ini kan pedagang sapi, dari pagi hingga petang kerjanya keluar masuk kandang. Kalau memutuskan cinta secara sewenang-wenang seperti itu, kan sama saja njuk piye njuk piye hu hu hi hu ho ho hi hu….. Nah, tak mau dihinakan seperti itu, Samdoni buru-buru kawin dengan gadis lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Memangnya wong wedok ming Atnikah thok?” kata si juragan sapi itu sesumbar. Samdonipun menikahi Waryati dan ngebut bikin anak.&lt;br /&gt;Hampir 20 tahu kemudian, Samdoni mendengar kabar bahwa Atnikah kini dalam status janda cerai. Langsung juragan sapi ini terpancing pada obsesi lamanya. Meski kini sudah kenyang melihat putihnya paha-paha sapi dagangannya, dia ingin juga menikmati paha mulus si kekasih lama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diam-diam Atnikah dicari dan ketemu. Ternyata dia masih menanggapi aspirasi arus bawah sang juragan sapi. Dengan penuh kehati-hatian, janda muda usia 40 tahun itu kini dijadikan Simpedes (Simpanan Perempuan Desa) non BRI.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Samdoni merasa terbayar sudah, dendam masa lalunya. Meski hanya barang restan, masih asyik juga rupanya. Setiap pulang jualan sapi, dia tak buru-buru pulang ke rumah, tapi mampir ke Atnikah untuk menikmati dulu “sapi” barunya yang memang berpaha putih mulus itu. Hanya bedanya, bila sapi jualannya berpunuk satu di punggung, “sapi” barunya “berpunuk” dua buahj dan berada di dada! “Aku ini penjual sapi, njuk piye njuk piye hu hu hi hu hi hu….,” kata Samdoni menirukan Ivo Nilakrisna lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apes rupanya, baru beberapa minggu menjalani proyek CLBK, Waryati istrinya tahu bahwa suaminya punya WIL yang dulu kekasih lama. Kebetulan dalam sebuah hajatan perkawinan istri Samdoni ketemu Atnikah “musuh” lamanya, langsung amarah dan cemburunya menyala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak peduli ini dalam sebuah resepsi, keduanya cakar-cakaran bak kucing ketemu anjing, sampai pada akhirnya keduanya sama babak belur. Ketika didamaikan di Kantor Kades, Samdoni selaku pihak terkait malah berlagak pilon. “Saya ndak tahu Mas, kan tiap hari saya keliling kampung cari sapi….,” ujarnya mengelak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang tahu hanya soal “nyemplak” sapi mulus itu, ya?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7176711967106197011?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7176711967106197011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kisah-clbk-juragan-sapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7176711967106197011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7176711967106197011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/kisah-clbk-juragan-sapi.html' title='KISAH CLBK JURAGAN SAPI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5750995513454075445</id><published>2010-01-02T15:24:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:28:43.038+07:00</updated><title type='text'>PERKAWINAN BUKAN SERTIPIKAT</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;SEPERTINYA Sarwedi, 48, anggap perkawinan macam urus sertifikat di BPN saja. Selagi girik saja sudah bisa merupakan bukti pemilikan, kenapa harus disertipikatkan segala. Oleh karena itu ketika Surti, 45, istrinya yang dikawin siri 8 tahun lalu minta dinikah KUA, langsung ditempeleng hingga pingsan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini memang kisah lelaki “doyan” tapi ogah keluar anggaran. Saat nafsu banget pada janda taksirannya, Sarwedi begitu banyak mengobral janji. Targetnya memang hanya satu, berhasil mengawini janda itu dan mengeloni. Tapi setelah berhasil menikahi hingga punya anak dua, dia lupa pada janji-janjinya dulu terhadap Surti. Jadi persis politisi Senayan. Saat kampanye obral janji pada konstituennya, tapi setelah berhasil jadi anggota DPR, lupa deh akan janji-janjinya dulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terus terang saja, Sarwedi ini memang lelaki yang hanya kuat di onderdil tapi bukan materil. Saat hidup menduda 8 tahun lalu, penghasilannya masih pas-pasan. Karena itu meski wanita yang ditaksirnya lumayan banyak dan cantik-cantik, dia tak berani mengujudkan dalam karya nyata. Soalnya ya itu tadi, wanita cantik itu mahal ongkosnya. “Mana ada wanita cantik mau sama duda miskin sepertiku….,” kata Sarwedi yang terjangkit penyakit rendah diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Impiannya memiliki bini cantik menjadi kenyataan ketika ketemu janda Surti, warga kota Surabaya. Beda dari wanita pada umumnya, ternyata Surti tak melihat Sarwedi dari ketebalan kantongnya. Dia hanya melihat sosok lelaki yang jujur, penuh tanggungjawab. Maka ketika dia tahu bahwa Sarwedi naksir padanya, dia segera memberi jalan. Maksudnya, dengan perkawinan sederhana saja tak apa, yang penting mereka sah menjadi suami istri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alangkah senangnya Sarwedi ketemu janda yang penuh pengertian akan kondisi dirinya. Karena itu duda malang tersebut lalu bicara pahitnya dulu. Bagaimana jika perkawinan ini sementara nikah kampung saja, alias perkawinan siri. Kapan kapan bila rejeki telah memadai, bisa ditingkatkan menjadi pernikahan resmi yang didaftarkan di KUA. Jadi seperti ngurus surat tanah, selagi dengan girik sudah diakui, ngurus sertipikat nanti-nanti saja dulu. “Ibarat motor, sudah halal dinaiki….,” kata Sarwedi bertamsil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Surti bisa menerima terjemahan “perkawinan sederhana” versi Sarwedi. Keduanya pun lalu panggil kiai dan saksi, dan berlangsunglah perkawinan siri itu di Surabaya. Selanjutnya istri barunya dibawa ke kampung Sarwedi di Desa Sanan Kulon Kecacamatan Sanan Kulon, Blitar (Jatim). Sebagai mantan duda yang sedang kemaruk, malam-malam selanjutnya dilewati Sarwedi dengan penuh gairah. Lalu esok paginya, Surti si mantan janda keramas melulu bikin boros sampo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri baru Sarwedi ini memang cantik luar dalam. Cantik bodi dan perwajahan, tapi budi pekertinya juga sangat pengertian. Setahun setelah nikah siri, dia tak juga menanyakan kapan kawin KUA-nya. Yan jelas perutnya sudah menggelembung dan kemudian melahirkan. Tahun keempat perkawinannya, kembali anak kedua pun lahir dari rahim Surti. Tapi status perkawinan mereka tetap siri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika dua anak telah lahir, Sarwedi tak begitu bergairah lagi pada istrinya. Begitu pula pada janjinya tempo hari untuk menikahi Surti secara resmi di KUA, juga sudah terlupakan dan tak bersemangat lagi untuk menindaklanjuti. Tapi sang istri yang selalu ingat akan janji itu, mulailah mengingatkan “utang” suami tempo hari. “Ya besoklah kalau saya sudah ada biaya,” kata Sarwedi santai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, sampai 8 tahun usia perkawinan siri itu, tak ada tanda-tanda Sarwedi membawa istrinya ke KUA. Karena itu kembali Surti mengingatkan suami. Eh, kali ini tersinggung. Mulailah dia ngomong kasar. Istri yang tak mau di sepanjang waktu, gantian membalas dengan kata-kata kasar. Ributlah suami istri ini, dan Sarwedi yang tak bisa mengendalikan emosi langsung menempeleng Surti hingga pingsan. Urusan pun memanjang hingga Polres Blitar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Harusnya ke KUA, malah jadi ke rumahsakit. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5750995513454075445?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5750995513454075445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/perkawinan-bukan-sertipikat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5750995513454075445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5750995513454075445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/perkawinan-bukan-sertipikat.html' title='PERKAWINAN BUKAN SERTIPIKAT'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3031134706046428126</id><published>2010-01-01T15:23:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:23:57.666+07:00</updated><title type='text'>MENGEMBAN AMANAT SUAMI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AMANAT itu memang berat, apa lagi dalam bentuk bini orang. Maka ketika Samkinah, 28, yang dititipkan pada para tetangga ternyata diselingkuhi Sabrowi, 35, warga pun bertindak. Sepeda motor lelaki itu dibakar rame-rame sementara di kamar Sabrowi sedang enjot-enjotan bersama bini Kamsidi, 33.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Titipan atau amanat itu bisa membawa orang terjebak dalam dosa. Ini terjadi manakala si pemegang amanat lupa diri atau menarik keuntungan dari apa yang diamanatkan seseorang. Misalnya, dititipi uang untuk disampaikan pada yang berhak, malah ditilep sendiri. Jadi Kades, dititipi uang BLT untuk warga miskin, masih juga dipotong dengan alasan biaya administrasi. Maka Kades yang demikian bisa disebut tidak amanah alias tak bisa dipercaya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Kamsidi yang bernama Samkinah, kini tiba-tiba juga menjadi beban warga dan tetangganya di Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan (Madura). Soalnya, beberapa bulan lalu saat Kamsidi berangkat mau jadi TKI ke Malaysia, dia ber[esan pada tetangganya agar ikut menjaga istrinya. “Tolong jaga istri saya, ya Pak, ya Bu, saya mau cari pekerjaan dulu di negeri jiran,” kata Kamsidi saat pamitan pada para tetangga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelihatannya ucapan itu memang sekadar basa-basi. Tapi setelah melihat kelakuan Samkinah belakangan, warga menjadi tersadarkan bahwa amanat Kamsidi harus dijaga. Soalnya begini, begitu suaminya pergi, Samkinah suka begituan dengan lelaki lain. Ini kan sama saja mencoreng muka para tetangga selaku pemegang amanat. Karenanya sebelum ada protes atau gugatan dari pihak terkait, Kamsidi maksudnya, para tetangga segera mengingatkan Samkinah. “Mbak, mbok kalau malam hari jangan menerima tamu lelaki….,” kata warga .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya peringatan tetangga itu tak digubris oleh Samkinah. Buktinya, lelaki asing bernama Sabrowi tersebut masih juga suka main ke rumah bini Kamsidi. Bukan hanya bertamu hingga jam 22.00, tapi malah sering pula menginap segala di situ. Warga cap apa yang tidak menjadi curiga karenanya. Apa lagi Samkinah ini berwajah lumayan dan berbodi seksi menggiurkan. Apa Sabrowi ini lelaki malaikat, yang tak tertarik akan kemolekan kaum hawa? Lalu dia sampai nginep-nginep segala apa pula targetnya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal seperti itu memang sangat dikhawatirkan penduduk. Dalam hati kecil Samkinah juga tak bisa membantah bahwa selama ditinggal suami di negeri jiran, dia sangat kesepian bin jomblo kata anak ABG sekarang. Bayangkan, ketika ada Kamsidi dia selalu memperoleh kehangatan malam minimal seminggu 2 kali. Kini setelah suami jadi tenaga kerja, Samkinah tak lagi memperoleh layanan “tenaga kuda”. Soal urusan perut memang sangat terjamin, tapi urusan di bawah perut?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Samkinah tak bisa berlama-lama dalam dingin. Karena ketika Sabrowi sahabat suaminya sering mengunjunginya di malam hari, dia menyambut dengan gegap gempita. Awalnya lelaki itu memang sekadar silaturahim, tapi ujung-ujungnya mengacak-acak dia punya rahim. Samkinah yang kesepian, memang tak bisa lagi berkelit dari rayuan Sabrowi. Maka yang terjadi kemudian sebagaimana dugaan warga, setelah bertekuk lutut akhirnya dia berbuka paha pada Sabrowi sahabat suami yang seniman (senang istri teman).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Aksi mesum Sabrowi – Samkinah lama-lama bikin dongkol warga, karena sudah ditegur tak mau juga ngerti. Maka yang terjadi beberapa malam lalu sungguh tragis, di saat Sabrowi di kamar enjot-enjotan dengan Samkinah, motornya di luar dibakar rame-rame. Dia mencoba menyelamatkan harta miliknya, tapi sudah keburu jadi abu. Justru bersama Samkinah dia dibawa ke balai desa untuk diproses. Sayang baru saja iring-iringan berjalan, anaK Samkinah yang masih balita nangis merengek-rengek. Warga pun tak tega, sehingga Sabrowi sendiri yang jadi urusan ke kantor Kades.&lt;br /&gt;Yang selingkuh sendiri sampai lupa anak!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3031134706046428126?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3031134706046428126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/mengemban-amanat-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3031134706046428126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3031134706046428126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2010/01/mengemban-amanat-suami.html' title='MENGEMBAN AMANAT SUAMI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-2341978908186069013</id><published>2009-12-27T15:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:23:14.798+07:00</updated><title type='text'>PEMATANG LAUTAN ASMARA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ASMARA bawah tanah kalangan menengah ke atas biasa dilakukan di hotel. Tapi yang kelas akar rumput macam Bunali – Wakinah, di atas pematang sawah pun jadilah. Tapi apesnya nasib siapa tahu? Sedang asyik krusak-krusek berbagi cinta dengan bini tetangga, eh tahu-tahu digerebek bini. Duh malunya awak!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tangga dengan bini tetangga memang beda, tapi dalam perspektif kolom ini ada juga garis persamaannya. Di mana itu? Begini: tangga adalah alat untuk memanjat. Sedangkan bini tetangga, jika pintar lobinya, bisa juga ……dipanjat! Tapi kalau bisa, seyogyanya janganlah. Sebab di samping itu pelanggaran hukum negara dan agama, ibarat orang berak kenapa di kampung sendiri. Pasti lebih banyak mudlarat dari pada nikmatnya. Sebab jika ketahuan, bakal kehilangan muka. Lalu sampeyan mau raup (cuci muka) pakai apa?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu dan wawasan Bunali, 40, memang belum sampai ke sana. Yang dia tahu, Wakinah, 36, adalah perempuan tetangga yang berkategori enak dikeloni dan perlu. Bodinya bagus, kulitnya mulus, rambutnya panjang lurus. Dan yang lebih penting, wanita ini suka berviveri-veri koloso (nyerempet bahaya) sebagaimana kata Bung Karno. Bagaimana tidak? Sudah jelas dirinya bukan wanita lajang, bila guyonan dengan kaum adam bisa lepas kendali. Berani main cablek dan colek segala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau tetangganya ini “kalem” macam yang nulis kolom ini, ya amanlah! Tapi mayoritas kaum lelaki kan hanya kuat di iman tetapi tak kuat di “imin”. Ada wanita tregal-tregel (genit) macam Banowati wayang kulit, ya ditandangi (diladeni) lah. Dan Bunali termasuk yang demikian itu. Tahu Wakinah suka colak-colek, gantian dia membalas. Bila situasinya kondusif, membalasnya pasti milih di tempat yang “strategis”. Dan ternyata, Wakinah juga tidak marah. Kalau mau protes, paling-paling hanya bilang: ssst, nanti ada yang lihat loh…..!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi Bunali yang suka slengekan (bercanda melampui batas), tentu saja bikin tidak nyaman perasaan istrinya. Punya suami satu saja, genitnya minta ampun. Bila jalan bersama kaum ibu-ibu tetangga, suka mbagusi. Diminta jalan di depan tidak mau, dengan alasan di belakang banyak “pemandangan”. Karena itu Bunali lalu “dikarantina” oleh istrinya, dilarang beraktivitas pada lingkungan yang di situ banyak kaum hawanya. Bahkan dalam pemilihan RT saja, dia kena cekal tak boleh hadir. “Habis sampeyan genit, kalau lihat perempuan cantik matanya jelalatan,” kata Ny. Bunali sekali waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya saja istri Bunali ini lupa, bahwa banyak jalan menuju Roma, banyak cara menuju surga dunia. Tanpa sepengetahuan istrinya, dia masih bisa berhaha-hihi dengan Ny. Wakinah. Tapi sekarang gantian Bunali yang lupa bahwa yang punya bukan istrinya semata. Boleh istri tak melihat, tapi kan banyak orang lain yang bisa saja mengetahuinya. Dan itu pun benar-benar terjadi. Sang informan mengadu bla bla bla, dan selanjutnya lelak dari Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep ini habis dikranyam (dicakar) istrinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu kapokkah Bunali menyatroni bini tetangga? Nggak juga! Justru kejadian tersebut dijadikan cambuk untuk langkah ke depan. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu misalnya, pas dia ke sawah kok mendapatkan Ny. Wakinah juga berada di tempat yang sama. Setelah dipastikan situasinya sangat kondusif, bini tetangga itu pun dirayu-rayu. Lalu kelanjutannya, seperti tak ada tempat saja, Ny. Wakinah itu pun segera “dipanjat” di atas pematang, beralaskan rumput, disaksikan keong dan hama wereng.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apes rupanya Bunali – Wakinah. Belum lama mereka menggeber nafsu, tahu-tahu ulahnya diperhatikan sepasang mata milik Ny. Bunali. Wanita itu semula juga tak tahu bahwa pelakunya suami sendiri. Begitu tahu siapa yang begituan, langsung saja dia ambil lumpur dan ditimpukkan ke tubuh pasangan mesum tersebut. Gegerlah warga Desa Gunung Kembar. Mereka pun disidangkan. Kata Pak Kades, kalau bisa akan didamaikan saja. Tapi jika ternyata menimbulkan akibat yang sistemik, ya terpaksa dibawa ke polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang punya tetangga sistemik mau nggak?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-2341978908186069013?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/2341978908186069013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/pematang-lautan-asmara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2341978908186069013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2341978908186069013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/pematang-lautan-asmara.html' title='PEMATANG LAUTAN ASMARA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-2297815999516328394</id><published>2009-12-25T15:21:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:22:14.201+07:00</updated><title type='text'>CINTAKU TERHEMPAS DI JURANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alangkah piciknya Gundana, 34, menyikapi kehidupan. Hanya gara-gara istri selingkuh dan kabur oleh bersama PIL-nya, dia memilih terjun ke jurang sedalam 100 meter. Padahal, meski nyawa kadung lepas dari badan, Ny. Yeti, 28, takkan kembali. Justru itu menjadi jalan terang istri ke ranjang pelaminan kedua. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun-tahun ini juga, sekitar Mei lalu mantan Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun (62) tewas terjun ke jurang di pegunungan di wilayah asalnya, Gimhae, Sabtu. Presiden Korsel periode 2003-2008 itu diduga bunuh diri setelah stress diperiksa KPK-nya sana terkait kasus korupsi bernilai jutaan dolar. Di Korea dan Jepang, pemimpin memang merasa malu ketika ada indikasi terlibat kasus kurupsi. Di sini? Wallahualam….&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ironisnya, Gundono yang hanya orang kampung tak mengenal politik dan ekonomi kelas tinggi, tiba-tiba mengikuti jejak tokoh Korea Selatan itu. Dia memilih bunuh diri dengan terjun bebas ke jurang dekat rumahnya. Padahal sumber masalah bukan darinya, tapi dari Yeti istrinya yang terlibat korupsi cinta dalam rumahtangga. Bagaimana nggak bisa dikategorikan korupsi? “Asset” miliknya yang selama ini mutlak dialokasikan untuk suami, diam-diam dipasok ke lelaki lain macam beras raskin saja!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan Gundono sebagai petani memang tidak terlalu menggembirakan, penghasilannya tak pernah bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Padahal istrinya yang lumayan cantik bagaikan Luna Maya, perlu merawat diri agar kecantikan itu bisa terpelihara. Tapi warga sebuah desa di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul ini tak mampu mengimbangi. Akibatnya wanita cantik lain selalu belanja kosmetik ala Marta Tilaar dan Mooryati Sudibyo,  Yeti sih cukup bedakan beras yang dikunyah!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awal Desember kemarin Yeti berkenalan dengan lelaki muda, yang mampu memahami kesulitan-kesulitan umum yang tengah dijalaninya. Tak jelas benar, bantuan itu murni atau ada nilai politisnya. Tahu-tahu si lelaki ini jadi royal, suka memberi uang. Belanja dapur yang selama ini selalu negatif, dia tambahi sehingga berubah jadi positif. Begitu juga dengan piranti-piranti make up, anak muda itu memberikannya dengan gampang. Kini Luna Maya made in Gunung Kidul ini telah kembali ke warna aslinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini membuat si anak muda menjadi bergairah dan langsung kontak dia punya pendulum. Lalu Yeti pun diajaknya jalan-jalan, termasuk tidur-tiduran dalam hotel. Lelaki normal mengajak wanita cantik ke hotel, mustakhil jika tak ada udang di balik bajunya. Ini pula yang terjadi. Yeti yang kadung simpati pada si anak muda budiman,  serasa tertawan ketika diajak roman-romanan. Akhirnya, karena kadung berutang budi, Yeti bertekuk lutut dan kemudian berbuka paha utuk lelaki itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selingkuhnya mungkin baru sekali dua kali, tapi entah dari mana sumbernya, Gundono mendengar praktek korupsi cinta oleh istrinya itu. Tapi saat diklarifikasi, Yeti menolak tuduhan itu. Tapi ironisnya, berita di luaran semakin santer saja sepertinya sang istri sulit dihentikan, bahkan kemudian minggat. Sakit sekali hati Gundono, tapi tak bisa berbuat apa-apa, karena menyadari akan kekurangannya. “Apa hanya karena perselingkuhan ini saya harus buka angket dan bentuk pansus?” kata hati lelaki ini dalam kegelisahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Gundono tak menemukan solusinya, sedangkan tetangga tempatnya bercurhat juga hanya ikut prihatin tanpa bisa membantu apa-apa. Sampailah kemudian lelaki petani ini naik bukit di dekat rumahnya. Dikira sekedar mau cari kayu, nggak tahunya dari ketinggian 100 meter dia langsung loncat terhempas bebatuan. Saat warga mencoba menolongnya, napasnya telah lepas dari badan, sementara tubuhnya mandi darah. “Aku sangat mencintai Yeti, tak bisa hidup tanpa dia…..!” kata Gundono saat bercurhat pada tetangga sehari sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yetinya makin bebas dong berselingkuh ria. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-2297815999516328394?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/2297815999516328394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/cintaku-terhempas-di-jurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2297815999516328394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2297815999516328394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/cintaku-terhempas-di-jurang.html' title='CINTAKU TERHEMPAS DI JURANG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3280004008175641693</id><published>2009-12-23T15:20:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T15:21:31.480+07:00</updated><title type='text'>PERSELINGKUHAN BERBASIS CLBK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;SUSAH  memang melupakan cinta pertama. Ketika Bowo, 35, tahu mantan kekasihnya dalam status janda, langsung saja diselingkuhi. Lewat proyek CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali),  dia berhasil menyetubuhi Atnikah, 29, 5 kali. Tapi pada aksi selingkuhnya yang terakhir, Bowo babak belur dihajar kakak si janda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini memang kisah klasik, hampir terjadi di dunia selingkuh manapun. Ketika bekas kekasih diketahui dalam status tanpa suami, ada dorongan dadi bawah sadar untuk kembali mengulang sukses. Ternyata Bowo dari Lamongan (Jatim) juga demikian. Tahu bahwa Atnikah kekasihnya dulu ditinggalkan suami, segera muncul keinginan untuk ber-CLBK-ria. “Biar barang bekas Bleh, tapi dijamin masih pulen,” kata setan membujuk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak bisa dibantah, sebagai janda muda dalam usia belum kepala tiga, penampilan Atnikah memang masih menggamit rasa merangsang pandang. Dan ketika jadi kekasihnya dulu, Bowo hanya kenyang terangsangnya doang, tanpa berani berbuat yang nyata. Maklumlah, kala itu dia masih penakut. Jangankan sampai mengobok-obok si doi, baru bisa duduk berdekatan saja rasanya badan &lt;em&gt;pating prinding &lt;/em&gt;(baca: salah tingkah). Apa lagi Bowo selalu ingat pesan Polantas: dilarang naik kendaraan tanpa SIM!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu ternyata berakibat fatal bagi Bowo. Dianggap lelaki NATO (No Action Talk Only) alias ngomong doang, Atnikah kemudian jatuh pada pelukan lelaki lain. Tak hanya dipeluk malah, tapi juga dinikahi sekalian. Bowo jelas kehilangan besar, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menyesali nasib. Kalau mau, paling-paling menghibur diri sambil menyanyikan lagu lamanya Rahmat Kartolo: patah hati kujadinya, merana sepanjang masa……..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, karena tak mungkin menunggu Atnikah yang telah pergi, Bowo pun menikah dengan gadis lain. Untuk sementara dia memang bisa melupakan, karena istrinya bisa menghibur hatinya yang sedang luka. Padahal, sebetulnya wanita itu juga tahu bahwa Bowo mau menikahi dirinya sebagai cinta pelarian. Itu terbukti karena suaminya suka memutar kaset lamanya Dedi Damhudi “Cinta Pelarian”. …….sejak dahulu telah kukatakan, cintamu hanya pelarian, masa lalu bagiku tinggal kenang-kenangan, peluklah daku dan lepaskan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanggal dan waktu terus berjalan, tahu-tahu sudah 8 tahun kisah lama itu berlalu. Tanpa sengaja sebulan lalu Bowo ketemu Atnikah. Dia kini sudah punya anak satu, masih usia balita tentu saja. Dari obrolan ngalor ngidul tersebut, kemudian terungkap bahwa Atnikah kini dalam status janda. Matikah suami dia? Bukan! Dia sengaja minta cerai, karena bapaknya anak diam-diam menikah lagi. Atnikah rupanya tak mau ada ratu lain dalam rumahtangganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ingatan Bowo kembali ke masa lalu, teringat ketika dia masih takut-takut mendekati Atnikah. Kini dengan pengalaman 7 tahun sebagai kepala keluarga, dia kini tahu benar lekuk liku wanita. Dan Bowo kembali ke obsesi laman, ingin kembali merajut benang-benang cintanya yang kandas. Lain hari pun dia bertandang ke rumah Atnikah. Di samping silaturahmi, juga ingin mempelajari “medan” lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kunjungan kedua ke rumah mantan doi, program CLBK benar-benar telah berjalan. Buktinya, Atnikah mau ketika diajak pergi dan dibawa masuk ke dalam hotel di Surabaya. Nah, sesuatu yang selama ini belum tersampaikan, kini siap terhidang di depan mata. Atnikah yang selama ini non aktif dari kehangatan lelaki, pasrah saja ketika disetubuhi Bowo kekasih lamanya. Dia lupa bahwa hal ini juga menyakiti hati kaumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adegan mesum itu terus berlanjut. Di berbagai tempat dan penjuru kota Surabaya, Bowo berhasil menyetubuhi janda yang putih bersih itu sebanyak 4 kali. Rupanya belum puas, beberapa hari lalu kembali janda dari Gadel Sarimadya itu diajak bermesum ria dalam hotel. Tapi sial, baru saja keduanya “warming up”, tahu-tahu kamar digedor orang. Ternyata dia kakak Atnikah. Bowo yang masih telanjang bulat itu dihajar sampai babak belur, dan urusan pun melebar ke Polsek Krembangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Habis pada ngapain sih, mereka?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3280004008175641693?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3280004008175641693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/perselingkuhan-berbasis-clbk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3280004008175641693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3280004008175641693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/perselingkuhan-berbasis-clbk.html' title='PERSELINGKUHAN BERBASIS CLBK'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6569017311232745672</id><published>2009-12-22T14:45:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T14:47:18.610+07:00</updated><title type='text'>TERGANJAL RPP PERSELINGKUHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksi mesum janda Wiwik, 40, bersama Bambang, 45, terpaksa berhenti. Sebab tanpa diduga pihak pamong desa langsung bikin RPP Perselingkuhan, tak mau kalah dengan Menkominfo Tifatul Sembiring yang meluncurkan RPP Penyadapan. “Kalau belum nikah, kamu dilarang masuk kampung sini, tahu!” ancam pamong desa. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Telah menjadi kebiasaan warga, kehadiran janda cantik selalu mengundang kecurigaan kaum ibu. Mereka khawatir bila suaminya tergoda, lalu tega meninggalkan keluarga. Padahal tidak semua janda itu gatel, lalu mau merusak atau merebut suami orang. Sebab banyak juga wanita janda yang punya prinsip: tak mau menyakiti hati kaumnya sendiri. Kalau mau, sesuai dengan kecantikan yang dimiliki, lelaki perjaka atau duda lain juga masih ombyokan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula yang terjadi di Desa Godong Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Kehadiran janda Wiwik di desa itu sungguh meresahkan warga, terutama kaum ibu. Sebabnya ya itu tadi, Wiwik yang ditinggal mati suami, kini jadi semakin “agresip” menjalani kehidupan. Di samping suka bersolek yang ngayang batin (berlebihan), kaum ibu yang lebih banyak di rumah sering mendapati wanita itu memasukkan lelaki dalam rumahnya secara berlama-lama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika kali pertama melihat siapa lelaki itu, mereka was-was jangan-jangan dia suaminya sendiri. Tapi setelah terbukti bukan bapaknya anak-anak, legalah hatinya. Tapi dasar perempuan, temuan itu kemudian menjadi ajang gossip antar warga. Diawali dengan kata-kata “aja kowe ora tak kandhani” (kalau bukan kamu tak mungkin kuberitahu), akhirnya cerita itu menyebar segenap kampung. Apa lagi para ibu tersebut kemudian juga mengancam suaminya: “Sampeyan arep melu-melu, tak jantur tenan (anda mau ikutan, tak gantung),” ancam kalangan ibu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat “warning” dari istrinya, kaum bapak di Desa Godong penasaran jadinya. Mereka pun lalu membantuk “pansus”, untuk menyelidiki siapa gerangan lelaki itu. Ternyata dia bernama Bambang, asal dari Kamal (Madura). Orang Madura kok bernama Bambang? Ya bisa sajalah, yang jelas dia bukan Bambang Susatyo DPR yang mengototi suara Marsilam Simanjuntak sebagai suara Robert Tantular.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasil penyelidikan “pansus” itu membuktikan, Bambang memang semakin intensif mendekati janda Wiwik. Dia datang bukan siang hari saja, tapi juga sering di malam hari. Yang paling mencurigakan, kunjungan malam hari tersebut sering menjadi ngelantur. Daripada tanggung pulang jam 24.00 malam, ya nginep saja sekalian di rumah si janda. Warga pun lalu menganalisa. Pastilah Mas Bambang tidak sekedar nginep, tapi juga “nyelup”. Nggak tahulah apa yang dicelupkan, mungkin teh Sosro atau Sariwangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Bambang pun ditegur, agar jangan lagi bertamu sampai menginap, apa lagi tuan rumah dalam status janda. Pihak Wiwik pun juga dapat peringatan, agar jangan memasukkan lelaki ke dalam rumahnya. Tapi ternyata peringatan itu tak mereka gubris. Warga jadi kesal dibuatnya. Beberapa hari lalu, saat Bambang tak kunjung pulang segera digerebek. Apa yang terjadi? Keduanya sedang kelonan dalam arti sesungguhnya, meski tidak dalam keadaan berbuat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya mereka digiring ke balai desa. Wiwik dan Bambang diinterogasi, tapi sumpah-sumpah malam itu tidak melakukan hubungan intim sekalipun. Untung pamong desa masih bisa mengerti. Cuma malam itu juga pamong desa bikin RPP (Rancangan Peraturan Pamong) Perselingkuhan yang melarang Bambang main ke rumah janda Wiwik sebelum mereka sah sebagai suami istri. “Kalau kalian sudah resmi jadi suami istri, mau nginap seabad pun kami tak keberatan….,” kata pihak pamong desa serius.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yah, kalau seabad sih pamongnya yang sekarang sudah lewat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6569017311232745672?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6569017311232745672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/terganjal-rpp-perselingkuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6569017311232745672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6569017311232745672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/terganjal-rpp-perselingkuhan.html' title='TERGANJAL RPP PERSELINGKUHAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3059937782351124264</id><published>2009-12-21T14:23:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T14:45:07.058+07:00</updated><title type='text'>CEMOLAN MERUSAK KEMESRAAN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ADANYA  KDRT bikin polisi semakin sibuk saja. Masak hanya &lt;em&gt;kruwes-kruwesan&lt;/em&gt; (cakar-cakaran) antar suami istri, musti jadi urusan polisi. Padahal semula Fitri, 28, mencemol pipi suami sebagai tanda kemesraan. Eh, Busro, 34, yang tak bisa diajak guyon, balas mencakar istrinya hingga berdarah. Rusaklah suasana pengantin baru.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanda-tanda kemesraan suami istri itu banyak wujudnya. Ada yang lewat canda, ada yang lewat belaian. Namun ternyata, tak semua canda bisa diterima oleh pasangannya, terlebih bagi pasangan baru yang masih dalam taraf penyesuaian diri. Yang satu &lt;em&gt;menowel&lt;/em&gt; pipi sebagai ungkapan cinta kasih, tapi dianggapi sebagai pelecehan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan alasan pembalasan lebih kejam dari perbuatan, mencakarlah sang suami ke wajah istri hingga para tetangga pun ikut terkejut dibuatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini yang terjadi di Desa Maron Wetan Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo (Jatim). Fitri sebagai pengantin baru, mencoba bermanja-manja pada suami, sekaligus untuk menunjukkan perhatiannya. Maka saat suami pulang kerja sekitar pukul 16.00, begitu tiba di pintu langsung disambutnya dengan &lt;em&gt;cemolan&lt;/em&gt; ke pipinya yang imut-imut menggemaskan macam milik pesinetron cilik, Boim. “&lt;em&gt;Ngapa ta, ya sore-sore kok ngajak gojeg&lt;/em&gt; (ngapain sih, sore-sore kok ngajak bercanda),” kata suaminya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selesaikah sampai di situ canda ria tersebut? Kenyataannya tidak. Busro agaknya bukan tipe lelaki yang mudah diajak bercanda, meski itu oleh istri sendiri. Mungkin lantaran cemolan pipi itu menimbulkan kesakitan yang sistemik sebagaimana Bank Century, Busro ingin mengadakan pembalasan. Saat istrinya berdandan di kamarnya seusia salat Isya, langsung saja dihampiri secara tiba-tiba dan dikruwes berulang kali. Saat cakaran itu hanya sekali, Fitri menganggapnya sekadar bertanya. Tapi ketika diulang dan lebih keras, terpaksalah dia berteriak: &lt;em&gt;Sakiiiiit! &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awalnya Fitri tak begitu kaget saat suami masuk ke kamarnya. Sebagai pengantin tergolong baru, Busro memang sering tak tahan menyaksikan istri berdandan dan nampak begitu cantik. Beberapa kali terjadi, dalam kondisi seperti itu, suami langsung “minta” pelayanan istimewa. Sebagai istri yang baik, meski akibatnya harus mandi malam, ya terpaksa dilayani juga. “Daripada dikutuk malaikat sampai pagi hari….,” kata Fitri sekali waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Herannya, yang terjadi malam itu bukan begitu. Busro bukan minta “pelayanan istimewa” sebagaimana biasa, tapi malah mengusir Fitri pergi dari rumah itu, sementara pintu langsung dikunci dari dalam. Ya terpaksalah, dengan membawa satu anak bawaannya, Fitri segera kembali ke rumah orangtuanya di Desa Gempeng Kecamatan Bangil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sambil menangis, berceritalalah dia akan kejadian yang baru dialami. Bla bla bla….! Sekitar 6 bulan lalu, Fitri yang janda beranak satu, menikah melawan duda Busro yang telah memiliki dua anak. Sebagai janda dan duda yang sudah sekian lama “non aktif”, sudah barang tentu koalisi permanen itu menjadikan perkawinan itu terasa hangat di sepanjang malam. Tapi ternyata itu hanya berlangsung beberapa bulan. Selebihnya ya sebagaimana yang diceritakan di atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka ribut dan kruwes-kruwesan hingga berujung di kantor polisi. Akibat laporan KDRT yang diusung bininya, Busro memang dipanggil petugas. Katanya, pencakaran pada istri sebetulnya hanya sebagai pemicu kekesalannya selama ini. Katanya dia pernah menyuruh istri membayar utang pada mertua Rp 700.000,- dan memberi uang Rp 200.000,- pada anak bawaan istri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika dimintai laporannya, ternyata Fitri hanya diam saja. Bahkan saat ditegur lewat surat juga tak dibalas. “Bagaimana saya nggak merasa disepelekan, Pak!” ujar Busro berapi-api.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya sebaiknya segera bentuk angket dan pansus lah! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3059937782351124264?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3059937782351124264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/cemolan-merusak-kemesraan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3059937782351124264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3059937782351124264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/cemolan-merusak-kemesraan.html' title='CEMOLAN MERUSAK KEMESRAAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6997949941638687213</id><published>2009-12-19T14:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T14:23:23.836+07:00</updated><title type='text'>MEREKAM PESELINGKUH TERENCANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Kartono, 45, harus segera gelar upacara buang sial di rumah. Betapa tidak? Istana keluarga tempat berteduh selama ini, tahu-tahu dibuat kencan dua sejoli yang tak begitu dikenalnya. Gara-gara selingkuh berencana ini, warga mengarak  dan merekam pasangan Widi – Marsih ke pos Satpam kompleks. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tehnologi informsi dan fotograpi berkembang dengan cepat. Dulu orang mengabadikan gambar harus ke stodio foto, lalu tubuh kita diintip-intip orang berselimut di balik kamera. Semakin maju, kamera bisa dibawa ke mana-mana, ditenteng  dan dikalungkan ke leher untuk bergaya. Makin maju lagi, kamera kini bisa dijadikan satu paket dengan HP. Dan semakin canggih tehnologi kelak, siapa tahu nanti HP juga bisa berfungsi sebagai kulkas dan bisa bikin es batu!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu kecanggihan tehnologi kamera beberapa hari lalu makan korban di Sidoarjo. Pasangan muda-mudi yang digerebek setelah bersetubuh di rumah orang, langsung jadi sasaran kamera HP oleh para warga. Padahal tindakan ini secara tak langsung juga termasuk pelanggaran HAM. Siapa tahu lho, setelah usai ribut RPP Penyadapan, kelak giliran Menkominfo Tifatul Sembiring akan menggodok RPP Pemotretan, sehingga orang tak bisa memotret sembarangan. Biar nyaho, orang motret harus izin Pengadilan Negeri!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini bermula dengan hubungan pertemanan kuliah antara putri Kartono dengan Widi, 20, yang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Surabaya. Sekali waktu anak muda penuh enerjik itu memang pernah main ke rumah Kartono di Perumahan Magersari Indah, Sidoarjo, lalu sempat menginap segala. Apakah Widi memang pacar atau sedang memacari Tika, 19, putri sopir bis AKAS ini? Oh tidak, saudara-saudara! Mereka sekadar teman kuliah, murni tak pernah masuk ranah asmara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya hati Widi memang bukan pada Tika, melainkan justru pada Marsih, 18, buruh pabrik di Sidoarjo. Biar gadis itu tak makan bangku kuliah, tapi ternyata cukup berpendidikan, minimal pendidikan seks-lah! Soalnya Marsih lumayan agresif dalam hal urusan gairah kawula muda. Buktinya, baru kenal dengan Widi yang lumayan tampan, dia sudah langsung bertekuk lutut dan berbuka paha untuk si dia. Bila peluang itu ada, dua sejoli itu lalu memadu cinta di mana saja, kapan saja sambil minum Coca Cola.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari itu agaknya Widi – Marsih sedang bokek, tapi urusan “marangi keris” harus segera diselesaikan meski belum malam1 Suro. Ingat bahwa dia punya kenalan sekampus tinggal di Perum Magersari, langsung saja mereka meluncur ke sana. Tentu saja Widi sebelumnya menelpon Tika sahabatnya, ada tidak Pak Kartono sang ayah? “Bapak sudah ke kantor,  tapi ada adik di rumah kok…!” jawab putri pemilik rumah lewat HP. Nah, sesuai dengan rencana, Widi – Marsih pun segera meluncur ke sana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita siang itu adik Tika disuruhnya pergi, diberi uang jajan Rp 5.000,- Nah begitu situasi terasa demikian kondusif, keduanya pun segera berbacu dalam birahi di kamar Kartono pemilik rumah. Tapi sial, belum selesai Widi “marangi keris” kyai Nagasasra miliknya, tahu-tahu tuan rumah kembali dari pangkalan bis tempatnya bekerja. Tentu saja dia marah, kamar dan rumah pribadinya dibuat adegan mesum. Keduanya segera diarak-ramai ke pos Satpam kompleks.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Amarah warga memang masih terkontrol, tapi keisengan mereka terus saja berkembang, Awalnya hanya Kartono yang merekam kondisi Widi – Marsih yang setengah bugil. Tapi lama-lama, setiap warga yang punya HP berkamera langsung ikutan memotret. Aksi tersebut baru berhenti saat polisi datang dan mengamankan keduanya. Dalam pemeriksaan keduanya mengaku, di kamar itu mereka hanya tidur-tiduran saja, tidak berbuat apa-apa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang bener? Tapi kenapa kok bugil segala, kegerahan apa?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6997949941638687213?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6997949941638687213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/merekam-peselingkuh-terencana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6997949941638687213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6997949941638687213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/merekam-peselingkuh-terencana.html' title='MEREKAM PESELINGKUH TERENCANA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1998704410144985165</id><published>2009-12-18T14:19:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T14:22:44.985+07:00</updated><title type='text'>SEMALAM TAK MARANGI “KERIS”</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ASAL l malam 1 Suro tiba, banyak orang marangi (mencuci) keris pusaka. Tapi Makmun, 45, warga Bojonegoro ini justru malam tahun baru Islam/Jawa itu dia tak menservis “keris” milik pribadinya. Soalnya, Wakidah, 34, gendakannya justru pacaran dengan lelaki lain. Ngamuklah si duda kasmaran itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 1 Suro untuk orang Jawa atau Muharam menurut kalender Islam, selalu diperingati secara khusus oleh orang Jawa penganut kejawen. Di samping tirakatan semalam suntuk, banyak pula yang mencuci atau keris peninggalan leluhur. Bahkan di Kraton Surakarta malam itu diadakan prosesi khusus, mengarak pusaka kraton keliling kota diiringkan kebo Kyai Slamet sebanyak 7 ekor. Yang aneh, konon pula ada penganut kebatinan yang hanya mandi setahun sekali pada malam 1 Suro tersebut. Bisa dibayangkan, berapa senti ketebalan dia punya daki selama 355 hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu kejawen seperti itu, sama sekali Makmun tak pernah percaya, meski dia juga orang Jawa. Karenanya dia juga tak pernah memiliki dan merawat keris. Boro-boro ngurus tosan aji (keris) semacam itu, lha wong “keris” milik pribadinya yang bawaan sejak lahir saja sudah beberapa tahun ini gak kopen (tak terawat) setelah sekian tahun lamanya menduda. Duda cerai atau ditinggal mati, tidak jelas. Yang pasti dia mampu mengatasi rasa sepi yang selalu bergelayut sepanjang waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kiat apa yang dilakukan, sehingga lelaki dari Desa Gemuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro ini tahan hidup bersolo karier? Biasalah, dia pacaran secara long time dengan seorang janda pula. Sejak dua tahun lalu dia memacari Wakidah, tanpa niat untuk diresmikan sebagai suami istri. Anehnya, meski hanya hanya dalam kapasitas pacar-memacar, mereka sudah biasa menjalani kehidupan suami istri. “Siapa bilang kami kumpul kebo, wong kami juga tak tinggal satu kandang,” begitu tangkis Makmun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknnya Wakidah juga tak siap hanya dijadikan medan pemuas nafsu tanpa ikatan resmi. Karena itulah sambil menjalani kehidupan rak resmi bersama si doi, diam-diam dia juga masih tebar pesona. Eh siapa tahu ada lelaki yang mau diajak menjalin koalisi permanen. Jangan hanya mengikuti istilahnya PDIP saja, mitra strategis, tapi selalu mengajak main romantis secara gratis. “Ya putung boyokku rek (ya putuslah saya punya pinggang),” keluh Wakidah sekali waktu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Harap maklum, penampilan Wakidah memang di atas nilai rata-rata. Karena itulah begitu dia membuka diri pada lelaki lain, segeralah masuk nama Wiryo, 40, yang sama-sama anggota PDI alias Partai Duda Indonesia sebagaimana Makmun. Cuma lelaki satu ini lain, dia menjalin hubungan secara serius. Maksudnya, bila bulan baik tiba Wakidah akan dibawa ke pelaminan, baru setelah itu memikirkan soal hubungan kelamin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sikap Wakidah kemudian juga mulai menjauhi Makmun. Malam tahun baru 1 Suro kemarin itu misalnya, ketika disamperi Makmun mau diajak jalan-jalan “marangi keris”, eh malah tak di rumah. Tentu saja duda ini pusing. Maklum, beberapa jam sebelumnya dia baru kondangan bersama-sama ibu sekampungnya. Mereka nampak begitu cantik-cantik, ada yang berbaju kuning dengan anggunnya. Ah, pusing Makmun memikirkannya. Tapi bagaimana melampiskan, wong Wakidah malah jalan dengan lelaki lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat kecewa gagal “marangi keris” malam itu, Makmun jadi nekad. Ditongkrongi lah rumah si doi. Saat Wakidah pulang dengan diantar lelaki lain, dia mendekati diam-diam. Sepulang Wiryo yang ternyata juga dikenal Makmun, Wakidah langsung dihajar pakai pakai cambuk macam TKI di Malaysia. Puas memberi pelajaran kekasihnya, Makmun langsung pergi. Tapi setelah itu dia esuk paginya ditangkap polisi Polsek Trucuk dengan tuduhan penganiayaan. Sebab setelah babak belur dicambuk mitra koalisinya, Wakidah segera lapor polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang dibawa pasal apa Mbak? Apa KDRT juga?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1998704410144985165?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1998704410144985165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/semalam-tak-marangi-keris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1998704410144985165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1998704410144985165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/semalam-tak-marangi-keris.html' title='SEMALAM TAK MARANGI “KERIS”'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5447482513385547777</id><published>2009-12-16T11:54:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:59:57.568+07:00</updated><title type='text'>NASIB “AKUWU” DARI GRESIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akuwu Tunggul Ametung dari Tumapel tewas ditusuk Ken Arok gara-gara punya istri cantik, Ken Dedes. Di Gresik (Jatim) “akuwu” Markasan, 36, gara-gara punya selingkuhan cantik, juga ditusuk pisau dapur oleh istrinya, Darini, 30.  Pak Kades memang tak sampai tewas, tapi pingsan akibat kecemburuan istri. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata, urusan selangkangan dari masa ke masa selalu berpotensi menimbulkan banyak jatuh korban. Dalam sejarah Singosari, kitab Pararaton menulis  bahwa keris Empu Gandring makan tujuh nyawa, berawal dari ulah Ken Arok yang ingin merebut Ken Dedes dari tangan Akuwu Tunggul Ametung. Lalu, Perang Bubat terjadi antara Majapahit – Pajajaran gara-gara soal Diah Pitaloka. Begitu banyak korban yang tewas dalam peperangan tersebut, sedangkan putri Diah Pitaloka-nya kini jadi anggota DPR dari Fraksi PDI-P!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini kisahnya juga agak mirip-mirip. Markasan yang menjadi “akuwu” (baca Kades) di Desa Sembung Kecamatan Wringin Anom, sebetulnya sudah cukup cantik dia punya istri. Tapi namanya lelaki normal dan tak punya iman, begitu melihat barang yang lebih kinclong dari istrinya, kepengin lagi. Padahal ibarat makanan begitu, rasa “nasi” itu pada akhirnya sama saja. Tetapi Pak Kades ingin menikmati nuansa perjuangannya, lalu perempuan itu kemudian bertekuk lutut dan berbuka paha untuk dirinya. Itu saja!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kades Sembung ini menyadari sepenuhnya bahwa ulahnya punya WIL (wanita idaman lain), sangat bertentangan dengan norma agama, etika, dan pamong praja. Karena itulah dia mencoba bermain secara apik. Meski selingkuh tapi harus terukur, maksudnya tetap terkontrol agar jangan sampai tercium pihak ketiga. Sebab sebagai pejabat desa, bila masalah ini kadung menjadi wacana publik, bagi Kades Markasan ini bisa menjadi skandal Bank Century jilid II. Apa Pak Kades siap “diangket” oleh Baperdes di desanya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, Pak Kades pun menduakan cintanya. Dia tetap tak meninggalkan Darini istri yang baku, namun juga tetap bercengkerama bersama Tina, 27, kekasih barunya. Sampai di mana aksi selingkuh tersebut, tak diketahui pasti. Tapi yang jelas WIL pak Kades ini memang cantik, mirip-mirip Tina Talisa presenter TV One dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam. Pakai baju model apa saja Tina-nya Pak Kades ini selalu luwes, apa lagi nggak pakai apa-apa!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hebat memang Pak Kades ini.  Dia tetap bisa melakukan tugas kepamong-prajaan dan perselingkuhan itu berjalan seiring. Tugas pemerintahan desa berjalan normal, permainan asmara di bawah tanah juga tak terendus. Tapi sampai berapa lama? Sebab pepatah mengatakan, serapi-rapi membungkus bangkai, akhirnya tercium juga. Lalau bagaimana dengan aksi “cium mencium” bersama Tina non Talisa yang ranum pipinya begitu sensual itu?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tokoh masyarakat yang sangat dikenal publik, “akuwu” Markasan lama-lama juga tak bisa bersembunyi di balik rok Tina. Ada warga yang mengedusnya dan kemudian melapor pada Bu Kades. Awalnya Darini tak percaya, tapi berdasarkan fakta-fakta di lapangan, dugaan skandal Pak Kades semakin kuat. Nah, Bu Kades pun melabrak suaminya. “Sampeyan baru jadi Kades saja sudah punya WIL, bagaimana kalau jadi mentri Pak?” protes Darini sambil cincing-cincing (angkat rok seperlunya).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi Pak Kades tak mau mengakui skandalnya, dia berkelit dengan berbagai alasan. Bu Kades yang kesal akhirnya jadi mata gelap, pisau diambil dan ditusukkan ke perut suami. Markasan menangkis, sehingga jari jemarinya nyaris putus. Begitu banyak darah yang keluar, sehingga “akuwu” dari Gresik inipun pingsan. Pak Kades dilarikan ke RS Krian Sidoarjo, sedangkan Darini segera diselamatkan keluarganya karena hampir dikeroyok keluarga suaminya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya kan, mau jadi “Perang Bubat” jilid dua?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5447482513385547777?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5447482513385547777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/nasib-akuwu-dari-gresik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5447482513385547777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5447482513385547777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/nasib-akuwu-dari-gresik.html' title='NASIB “AKUWU” DARI GRESIK'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7442991517641644175</id><published>2009-12-15T11:53:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:53:45.162+07:00</updated><title type='text'>SETELAH MOMPA PETROMAKS ITU</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ASYIK banget Kurmen, 40, jadi orang. Habis dimintai tolong mompa petromaks tetangga, malah diberi kesempatan “mompa” pemiliknya sekalian. Tapi perselingkuhan kilat bersama Ny. Ida, 35, ini tak berlangsung tuntas, gara-gara suami memergoki. Urusan pun memanjang ke Polres Tuban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetangga yang baik memang harus tolong-menolong, selalu tanggap dalam duka dan duka. Sebab bagaimana pun juga, tetangga adalah saudara kita terdekat. Biar saudara kita anggota DPR misalnya, tapi karena sibuk ngurus angket Bank Century, tak mungkin dipanggil dan diteriaki langsung datang. Sebaliknya tetangga sebelah menyebelah, melihat gejala-gejala tak lazim di rumah kita pasti ngaruhke (bertanya), gerangan apa yang terjadi. Mereka pun akan siap membantu kesulitan kita, asal jangan kesulitan uang!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula sikap yang ditunjukkan Kurmen, pada Ny. Ida tetangganya, yang selama ini buka warung sembako. Malam itu kebetulan lampu petromaks di warungnya rewel, byar pett. Karena suaminya sedang pergi, Ny. Ida pun minta tolong Kurmen untuk membetulkan lampunya. Sebagai tetangga yang baik, Kurmen segera meladeni permintaan itu. Petromaks diturunkan, lalu diperiksa. Oo ternyata hanya kaosnya yang telah rusak. Setelah diganti baru dan dipasang, semuanya menjadi beres.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kasus ini terjadi, saat Kurmen memompa petromaks di lantai, sepertinya secara sengaja Ny. Ida memamerkan pahanya yang putih mulus bak marmer Itali. Sebagai lelaki normal, langsung saja pendulum Kurmen kontak blip, blip, blip. Tangan yang masih bau spirtus itu segera saja mentowel paha menantang itu. Ternyata reaksi Ny. Ida sangat datar. “Ssst, nanti ada yang lihat, nggak baik…..!” kata perempan itu sambil cemberut, lalu tangan Kurmen yang geratakan disingkirkan secara lembut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apalah artinya penolakan itu, jika disampaikan secara santun. Sebagai lelaki yang pengalaman akan lekuk liku wanita, tahulah bahwa Ny. Ida sebetulnya justru mengharapkan lebih dari itu. Maka mumpung rumah lagi sepi, bini tetangga itu pun segera diseret ke kamar. Ternyata Ny. Ida tidak menolak, kecuali hanya lihat kanan kiri sepertinya mengamati situasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hil-hil yang mustahal pun segere terjadi. Kurmen yang beberapa menit sebelumnya dimintai tolong memompa petromaks miliknya, kini tanpa diduga malah diberi kesempatan “mompa” Ny. Ida pemiliknya. Padahal, sudah bukan rahasia lagi. Di Desa Hargoretno Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, bini Kartiyo, 45, ini lumayan cantik dan seksi. Kulitnya itu lho, wihhhh…….putih bersih benar. Betisnya jangan tanya, mbunting padi macam milik kalangan peragawati! Dan malam itu, jadi milik Kurmen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sial rupanya. Ketika aksi mesum antar tetangga itu belum tuntas tasss, Kartiyo suami Ida pulang lebih cepat dari dugaan istrinya. Begitu dia masuk kamar, terkejut alang kepalang. Sungguh tak dinyana, istri yang selama ini sangat dicintai dan dipercayai, malam itu tengah melayani Kurmen bersetubuh bak suami istri. Keruan saja dia langsung berteriak. “Maling…….!” Praktis Kurmen -Ida segera menghentikan aksinya, meski ibarat orang baca buku baru selesai bab pertama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adegan selanjutnya bisa ditebak, para tetangga berdatangan. Kurmen dan Ida dibawa ke Polsek Kerek untuk diproses. Dalam pemeriksaan terungkap modus operandi yang mengejutkan. Katanya, Kurmen tak sengaja selingkuh dengan tetangganya itu. Aksi itu hanya spontan, karena Ny. Ida memamerkan pahanya yang putih mulus. Untuk terlapor Ny. Ida polisi belum bisa memeriksa lantaran di Polsek Kerek belum ada anggotanya yang Polisi Wanita (Polwan).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang ada baru polisi tidur, ya Pak?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7442991517641644175?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7442991517641644175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/setelah-mompa-petromaks-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7442991517641644175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7442991517641644175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/setelah-mompa-petromaks-itu.html' title='SETELAH MOMPA PETROMAKS ITU'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-9080857971150995474</id><published>2009-12-14T11:52:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:52:47.437+07:00</updated><title type='text'>SATU RANJANG DUA CINTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aneh rasanya, seorang perempuan bersuami dua (poliandri). Tapi ini cerita nyata dadi Mojokerto (Jatim). Ny. Sarmini, 28, diadukan suami ke polisi karena kawin lagi dengan lelaki lain. Yang paling menyakitkan, proyek satu ranjang dua cinta tersebut justru dilakukan bersama teman akrab suami sendiri. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuntunan agama apapun mengajarkan, pasangan suami istri terdiri dari satu laki dan satu perempuan. Kalau Islam membolehkan poligami, pasti itu lakinya satu dan perempuannya yang empat. Jika perempuan satu punya pasangan lelaki lebih dari satu, itu hanya kisah pewayangan ala India. Pandawa lima di sana dikisahkan mengawini Drupadi yang hanya seorang. Maka ketika cerita wayang itu di Indonesiakan oleh para wali, Pendawa lima dibuat memiliki istri masing-masing. Mungkin agar tak berebut!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Jamhadi, 38, sebetulnya juga hanya satu, yakni Ny. Sarmini. Tapi celaka tiga belas, tanpa sepengetahuannya dia menikah dengan pria lain, Dalimin, 32. Makin celaka lagi, lelaki tersebut sebetulnya teman akrab Jamhadi selama ini. Jadi, alangkah kurang ajarnya Dalimin itu. Lahirnya dia berteman akrab, tapi ternyata menggunting dalam sarung. Ini kan sama saja: Tuku jajan enake rengginang, paling cocok karo geplak. Kekancan karo sing lanang, kok sing wedok dicemplak (bersahabat sama suami, kok istrinya dikawini).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika berurusan dengan cinta, terutama dengan lawan jenisnya, orang memang sering lupa akan sahabat, yang penting nikmat. Ini pula kelakuan Dalimin, warga Desa Pasinan, Kecamatan Baurena Kabupaten Bojonegoro. Dia sudah lama bersahabat dengan Jamhadi, warga Kelurahan Sentanan Kecamatan Magersari, Mojokerto. Bila sedang main ke rumah sahabatnya tersebut, Dalimin pasti dipersilakan menginap di rumahnya. Lalu esuk paginya ketika pulang ke Bojonegoro, selalu diberi sangu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anehnya, Dalimin ini sama sekali tak bisa membalas budi. Bagaimana tidak? Jamhadi sudah rela merogoh kantong demi teman, eh di lain kesempatan kok gantian Dalimin merogoh dada istri diajak kencan. Ternyata, selama ini diam-diam Dalimin selalu membayangkan dan mendambakan istri sahabatnya, Sarmini, yang bibirnya mini dan pantatnya maksi  tersebut. Tentu saja aksi itu dilakukan saat Jamhadi pergi jauh dari tempat tinggalnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal itu terjadi saat Jamhadi dapat tawaran kerja di luar Jawa. Karena istri tak bisa dibawa serta, pada Dalimin sahabatnya dia berpesan, agar ikut menjaga istrinya. Eh nggak tahunya, sebulan setelah Jamhadi pergi Dalimin mengajak Sarmini yang putih bersih bodi seksi itu untuk berbuat hil-hil yang mustahal. Lantaran si wanita juga kesepian sekian lama jauh dari suami, akhirnya dia bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Dalimin yang sahabat suaminya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sarmini tak hanya sekadar disetubuhi, tapi sekalian pula diajak kawin siri dan kemudian tinggal di rumah kontrakan di daerah Kranggan Kecamatan Prajurit Kulon. Di rumah inilah mereka mereguk cinta yang haraman wa asyikan itu. Di luar Jawa suami kerja banting tulang, di rumah kontrakan Sarmini “banting-bantingan” bersama Dalimin yang sedang memanjakan “si Imin”. Para tetangga sama sekali tak tahu bahwa di rumah sebelah terjadi praktek satu ranjang dua cinta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, 6 bulan kemudian Jamhadi kembali ke Mojokerto dalam rangka setor benggol (baca: uang) sekaligus bonggol! Tapi ternyata bini tak di rumah. Setelah diusut ke sana kemari, ditemukanlah sang istri sedang praktek “kumpul kebo” bersama Dalimin sahabatnya. Kasus ini lalu diserahkan kepada polisi Polres Mojokerto. Saat ditangkap dan menjalani pemeriksaan, Dalimin mengaku bahwa beberapa bulan lalu sudah nikah siri. “Jadi kami ini sudah sah berbuat sebagaimana layaknya suami istri,” bela Dalimin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya iyalah, tapi “kendaraan” itu kan barang colongan, Mas!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-9080857971150995474?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/9080857971150995474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/satu-ranjang-dua-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9080857971150995474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9080857971150995474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/satu-ranjang-dua-cinta.html' title='SATU RANJANG DUA CINTA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1346610784964167646</id><published>2009-12-12T11:50:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:52:07.059+07:00</updated><title type='text'>SEKEDAR JADI BUDAK NAFSU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh biadab kelakuan Panuju, 48, ini. Gadis Suswanti, 28, dipacari sejak 5 tahun lalu, tapi hanya dapat janji pepesan kosong. Menikahi ogah, tapi menyetubuhi jalan terus. Tak tahan terus-terusan hanya dijadikan budak nafsu, mahasiswi dari Bojonegoro ini melaporkan kekasihnya ke kantor polisi. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah cinta. Dia menjadikan orang mau berkorban apa saja demi kekasihnya. Tapi ironisnya, orang yang dicintainya macam Panuju ini ternyata hanya mengharapkan bodi tanpa tahu balas budi. Dan Suswanti benar-benar jatuh di belenggu cintanya sendiri. Dia selalu luluh oleh rayuan kekasihnya. Celakanya, setelah dilayani dalam urusan ranjang kemudian oknum PNS di Pemda Bojonegoro ini pergi meninggalkannya. Ketika datang kembali, hanya untuk mencari pemehuhan hasrat biologis semata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2004 kali pertama Panuju mengenal Suswanti. Gadis mahasiswi itu memang cantik, dan cerdas pula. Panuju sangat menggemari cewek yang demikian. Sebab bila diajak bicara apa saja bisa nyambung. Bandingkan dengan istri di rumah, yang hanya lulusan SMA tapi tak gemar membaca. Diajak ngomong soal budaya, ekonomi dan politik selalu tulalit. Sebaliknya Panuju sebagai suami diharuskan tahan mendengar istrinya bicara soal harga cabe keriting, gula pasir dan beras!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu dalam otak Suswanti memang lumayan. Tak hanya kepalanya yang berisi, bodinya juga sangat berisi sekaligus seksi. Ini yang selalu menjadi dambaan lelaki penghamba birahi. Kata orang Yogya, cewek model Suswanti kalau dikeloni jan tanja tenan (asyik sekali). Ibarat orang main bulutangkis, mahasiswa universitas di Bojonegoro ini maunya deuce (baca: nambah) melulu, sampai pasangannya kehabisan stamina.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awal pertama kenalan, Panuju memang langsung terpikat masuk perangkap. Karenanya pula saat mengenalkan diri dia mengaku sebagai perjaka tua yang tak laku kawin, lantaran kesibukan kerja dan membesarkan adik-adiknya. “Dan sepertinya hanya Dik Sus yang cocok jadi pendampingku,” kata Panuju setelah lumayan akrab beberapa minggu kemudian. Praktis Suswanti pun sangat tersanjung, hidungnya kembang kempis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Suswanti bisa memahami dan menerima aspirasi urusan bawah Panuju. Terbukti ketika diajak jalan-jalan ke tempat sepi, bahkan diajak menginap dalam hotel, tidak menolak. Bisa didugalah apa yang terjadi di sana. Setelah sekian lama bertekuk lutut pada rayuan Panuju, lama-lama Suswanti mau juga berbuka paha, menyerahkan aset nasionalnya yang sangat berharga. “Tapi Mas Pan mau tanggungjawab lho,” kata si gadis setelah memberi pelayanan perdanan nan istimewa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini kata-kata yang sesungguhnya tak disukai Panuju. Tapi demi kelangsungan pelayanan ranjang dari Suswanti, oknum PNS ini mengiyakan saja. Yang penting lain waktu ketika istri di rumah lagi lampu merah, pastilah ke Suswanti dia melabuhkan nafsunya. Di situlah Panuju melempar “jangkar”-nya, dan karena kadung cinta, Suswanti terus saja melayani, karena dia sendiri juga sangat menikmati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika pelayanan seks bebas dari bea itu telah berlangsung satu pelita, Suswanti baru tahu siapa Panuju sebenarnya. Meski dia mengaku perjaka tingting, ternyata sudah biasa tingkrang-tingkring, karena di rumahnya sudah ada istri dan sejumlah anak. Kembali dia mendesak, dinikahi segera atau putus? Tapi kembali Panuju merayu dan merengek. Dan lagi karena cinta, Suswanti tak bisa menolak ajakan ngamar. Bukankah habis adu otot menjadi semakin hot?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, lama-lama kesabaran Suswanti habis juga. Sebab belakangan ketika didesak untuk menikahi justru Panuju mengancam dan menteror. Lenyap sudah cintanya yang telah berurat berakar itu. Dengan mengusung pasal penipuan, mahasiswa dadi Desa Mojoranu Kecamatan Dander  itu mengadu ke Polres Bojonegoro. “Aku lima tahun dibohongi Pak, katanya bujangan ternyata sudah punya buntut beberapa biji,” ujar Suswanti gemas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Harap dijelaskan, buntut depan atau belakang?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1346610784964167646?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1346610784964167646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/sekedar-jadi-budak-nafsu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1346610784964167646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1346610784964167646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/sekedar-jadi-budak-nafsu.html' title='SEKEDAR JADI BUDAK NAFSU'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-367033832806575592</id><published>2009-12-11T11:50:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:50:41.786+07:00</updated><title type='text'>NASIB ISTRI GURU SUKWAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Ipung, 25, merupakan lelaki paling pede dan optimis di Bojonegoro (Jatim). Meski gaji guru sukwan hanya Rp 400.000,- dia berani menikah. Paling celaka, bininya tak diberi nafkah lahir batin, karena seluruh uangnya diberikan orangtua. Asal Tiwuk, 21, istrinya protes, ancamannya maut: tak cerai kamu! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1960-an Bung Karno pernah bilang, insinyur-insinyur kita kalah nyali dengan tukang becak. Untuk menuju perkawinan, para tehnokrat itu selalu berpikir tentang persiapan menyambut istri. Dia selalu menunda perkawinan itu, karena belum punya rumah dan kendaraan. “Padahal abang becak, hanya dengan modal tikar dan bantal sahaja, dia berani mengawini anak orang!” kata Pemimpin Besar Revolusi itu dengan berapi-api.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ipung agaknya terobsesi pemikiran Bung Karno melalui buku-bukunya. Karena itulah, meski gajinya sebagai guru sukwan baru seputar Rp 400.000,- dia memberanikan diri melamar anak orang. Kepada Tiwuk calon istrinya dia selalu bilang bahwa Tuhan itu maha kaya, akan selalu memberikan rejekinya kepada siapapun umatnya. Dus karena itu, meski uang Rp 400.000,- secara teori tak cukup untuk hidup suami istri dalam sebulan, ya dijalani saja. Pasti nanti akan ada rejeki sampingan yang tak terduga-duga. Ketahuilah, kehidupan rumahtangga itu bukan seperti 4 X 4 musti ketemu enam belas!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keluarga baru itupun segera dibentuk. Tiwuk yang anak kota Surabaya, harus siap tinggal bersama suami di rumah orangtuanya di Desa Kenep Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Seperti lazimnya pengantin baru, mereka bahagia selalu dalam madunya asmara cinta. Ipung siang mulang (mengajar), malamnya di rumah mulang lagi. Tapi bukan dalam arti mengajar, melainkan kepanjangan kata: kemule ilang (selimut hilang), karena memang selimut istrinya sengaja ditarik dan disembunyikan oleh Ipung. Gak tahu apa maksudnya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apesnya, kebahagiaan rumahtangga baru tersebut hanya berlangsung sebulan dua bulan saja. Sebab sebagai istri, Tiwuk tak memiliki kedaulatan penuh mengatur keluarga. Gaji suami yang mestinya menjadi haknya untuk dikelola, justru tak pernah diberikan. Uang yang jumlahnya hanya berkisar Rp 400.000,-  tersebut selalu diberikan kepada ibunya, bukan pada istri. Justru kalau butuh apa-apa, Tiwuk harus minta pada ibu mertua. Padahal, kebanyakan mertua di manapun sama saja, bawelnya minta ampun pada mantu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Heran sungguh Tiwuk dengan cara berfikir suami. Urusan benggol (baca: uang) tak pernah diberi, tapi giliran kebutuhan “bonggol” Ipung selalu merengek-rengek minta padanya. Pernah dia memprotes tata kelola rumahtangga yang tak profesional itu, tapi Ipuk selalu menjawab dengan sikap kasar. Bukan hanya mulut, tangan juga bergerak. “Kalau tak nurut aturanku, tak cerai kamu….!” ancam Ipung selalu. Tambah celaka lagi, ibu mertua juga selalu mengkritik dan menjelek-jelekkan Tiwuk, persis pengamat politik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesabar-sabarnya istri, lama-lama Tiwuk tak betah juga hanya dianggap sebagai babu dan pemuas nafsu. Diapun nekad kembali ke rumah orangtuanya. Pernah memang Ipung menyusulnya, tapi ketika diminta untuk mengubah kebijakan ekonominya, suami Tiwuk ini berkeberatan. Pokoknya dengan dalih dan alasan apapun, pengetatan anggaran secara terpimpin harus dilakukan. Kata Ipung, hal ini terpaksa dilakukan karena pertumbuhan ekonominya baru mencapai 0,5 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya kebuntuan rumahtangga itu semakin menjadi. Tiwuk tak pernah lagi dapat nafkah lahir maupun batin, materil maupun onderdil. Sebagai pelajaran pada suami, dia pun segera mengadu ke Polres Bojonegoro dengan mengusung pasal KDRT. “Dia tiap malam minta “jatah”, tapi sebagai istri saya sama sekali tak pernah diberi jatah uang belanja, Pak. Di mana rasa keadilannya?” keluh Tiwuk di depan petugas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya tanya pada Ipung dong, bukan pada polisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-367033832806575592?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/367033832806575592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/nasib-istri-guru-sukwan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/367033832806575592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/367033832806575592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/nasib-istri-guru-sukwan.html' title='NASIB ISTRI GURU SUKWAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-9133748353010167527</id><published>2009-12-09T11:49:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:50:04.031+07:00</updated><title type='text'>“TABRAK LARI” OKNUM POLISI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;APARAT  kepolisian paling tidak suka terhadap kasus tabrak lari. Tapi oknumnya yang bernama Aiptu Wartadi, 28, justru jadi pelaku tabrak lari. Jangan salah, bukan tabrak lari di jalan raya, melainkan di atas ranjang. Korbannya, Santi, 22, kini terkapar di RS Situbondo lantaran dipaksa menggugurkan kandungannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap pak penghulu memberikan khotbah nikah, selalu mengingatkan pada mempelai: jangan lagi suka lirak-lirik pada pada perempuan/lelaki lain. Cakep atau jelek, harus setia pada pasangannya. Jika pengantennya di Jawa Tengah atau Jawa Timur, Penghulu pasti suka mengutip filosofi Jawa: meleka sing amba, banjur merema sing dipet. Maksudnya: selagi mencari pasangan harus seteliti mungkin, tapi setelah dapat tak boleh menduakan cintanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini dulu juga dialami oleh Wartadi, ketika menjadi pengantin. Kala itu dia juga manggut-manggut sepertinya perhatian sekali pada isi khotbah tersebut. Padahal hati kecilnya sih dia malah berdoa, agar semua tamu cepat pulang dan segera datang malam. Di situlah dia akan menunjukkan ekstitensinya sebagai kaum lelaki. Benar-benar pejantan tangguh, atau sekadar laki-lakian saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenyataannya, Wartadi yang anggota polisi Polres Situbondo (Jatim) ini memang lelaki tulen dan normal. Terbukti bininya segera hamil dan setahun kemudian sudah ngemban (punya anak). Wah, bahagia sekali mas polisi ini, karena telah berhasil jadi bapak sejati. Apa lagi sang istri selalu mendorong Wartadi dalam bertugas. “Doakan ya Dik, nanti siapa tahu mas jadi Kabareskrim Polri, tapi nggak ketemu manusia macam Anggodo….,” kata Aiptu Wartadi berkhayal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi setelah Wartadi kenal gadis cantik bernama Santi, dia jadi lupa akan cita-cita dan lupa akan khotbah nikah Pak Penghulu dulu. Dengan pertimbangan sang istri tidak tahu ini, diam-diam dia memacarinya. Tentu saja mengaku masih perjaka tulen, belum pernah menikah. Mungkin melihat penampilan mas polisi yang galant dan simpatik, Santi langsung klepeg-klepeg. Bahkan tak hanya bertekuk lutut, tapi dia berbuka paha juga untuk oknum polisi ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari selanjutnya semakin intensif saja Aiptu Wartadi memacari dan menggauli Santi, sehingga tak lama kemudian perut sigadis mengembang. Bukan kekenyangan atau mangsuk angin, tapi akibat ada unsur janin di dalamnya. Seperti lazimnya korban kecelakaan lalulintas ranjang, Santi segera mendatangi anggota bayangkara negara tersebut untuk bertanggungjawab dan segera menikahi. “Mumpung perutku belum begitu kelihatan lho Mas….,” imbau Santi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya Aiptu Wartadi ini kelakuannya macam kucing garong. Sewaktu mau mengawini dulu, dia ngoyoooook (mengejar) saja tanpa henti. Tapi begitu sudah jadi, malah tidak mau peduli. Boro-boro siap membawa Santi ke KUA, justru dia bilang tak sanggup jadi suaminya karena sudah punya istri. Padahal sebagai polisi dia tak boleh berbini dua. Maka dengan entengnya dia minta Santi untuk menggugurkannya. Itupun bukan kalimat berhadapan empat mata, tapi melalui telepon dari kota lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andaikan perut ini bisa dipres, mau rasanya Santi menyembunyikan kehamilan itu lebih lama lagi. Tapi ini kan tidak bisa. Mengingat Wartadi tak bisa diharapkan, terpaksa dia mengikuti saran gila tersebut. Dengan minum ramuan tertentu, janin itu memang bisa digelontor, tapi akibatnya Santi mengalami pendarahan hebat. Ketika persoalan ini ditangani pihak RSU Situbondo, skandal itu jadi terbongkar. Atasan Aiptu Wartadi kini sedang menyelidiki kebenaran kasus ini. Bila terbukti, bukan mustakhil Aiptu Wartadi dipecat dari kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang tinggal hanyalah aib, bukan aiptu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-9133748353010167527?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/9133748353010167527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/tabrak-lari-oknum-polisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9133748353010167527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/9133748353010167527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/tabrak-lari-oknum-polisi.html' title='“TABRAK LARI” OKNUM POLISI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7334567368418855375</id><published>2009-12-09T11:48:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:49:10.060+07:00</updated><title type='text'>“LELE DUMBO” KAKAK IPAR</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ADA  istilah Jawa untuk menyebut ipar sebagai ipe. Itu ternyata bisa mengandung makna: iki ya penak (ini juga enak). Setidaknya ini bagi Gianto, 29, peternak lele dumbo dari Lampung. Tak tahan melihat kemolekan Yayuk, 20, adik daripada istrinya, dipatilah gadis itu dengan “lele dumbo” miliknya hingga hamil 4 bulan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlalu sering terjadi skandal antara kakak ipar dengan adik ipar. Berangkat dari pengalaman seperti itu, seyogyaya dihindari seorang adik wanita tinggal bersama kakak ipar yang lelaki. Bukannya apa-apa, sekadar jaga-jaga menghindari setan lewat. Sebab meski pun iman kakak ipar cukup kuat, tapi “si imin” biasanya yang selalu menggeliat! Ibarat menu makanan begitu, setiap hari dapat menu sayur lodeh melulu pastilah bosan. Nah ketika terhidung sambel goreng ati yang masih kebul-kebul, langsung saja disikat!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman Gianto yang tinggal di Desa Bumiagung Runyai Kecamatan Bumiagung, Lampung, sebetulnya juga cukup kuat. Kenapa tidak? Istrinya cukup cantik, putih bersih dan betis mbunting padi pula. Karena itulah, meski di luar sering menerima rangsangan yang aduhai, dia tak bergeming untuk berbuat yang macem-macem. Gianto cukup segera bergegas menyalurkannya pada yang di rumah. Ini dijamin halalan tayiban wa asyikan. Apa lagi peternak lele dumbo ini punya prinsip: piring boleh beda, tapi rasa nasi di manapun tetap sama!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keteguhan iman Gianto tak berlangsung lama. Ini terjadi ketika adik istrinya, si Yayuk, makin lama makin cakep saja bahkan mengungguli kakaknya. Dua-tiga tahun lalu bodinya masih imut-imut, tapi sekarang kok amit-amit. Sebagai mantu yang numpang di ruma mertua, dengan sendirinya Gianto setiap hari menyaksikan suguhan semacam itu. Begitu penasarannya, sering kali saat Yayuk tidur, bahkan ketika mandi, diintipnya. Praktis semakin pusing, yang takkan sembuh oleh Bodrex-nya Wagub Jabar Dede Jusuf.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi Gianto ini sangat didukung oleh setan, dan dia siap jadi sponsor tunggalnya. Kata setan nih, daripada hanya ngintip dengan resiko kelilipan, mendingan ditimpe sekalian. Maka sekali waktu Gianto didorong-dorong untuk menggarap lahan gambut milik adik iparnya itu. Dan berkat rayuan maut si peternak lele dumbo tersebut, sang adik ipar pun kena patil “lele dumbo” milik Gianto. Pletakkkkkk! “Tulkan, ipe itu kan kepanjangan iki ya penak….,” kata setan mengaplaus tindakan kakak ipar Yayuk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hawa nafsu Gianto memang menggebu-gebu. Sekali dapat pelayanan tanpa perlawanan, lain kali dia mencoba mendulang sukses. Saat dijanjikan mau dibelikan baju di Pasar Bumiagung, di jalan motor dibelokkan ke kebun sawit yang sepi. Di sinilah Yayuk kembali disetubuhi untuk kedua kalinya, dengan disaksikan kicau burung. Lalu lain waktu lagi. Dan yang ketiga kalinya, Yayuk kembali digempur di rumah saat istrinya terlelap tidur karena kecapekan bekerja seharian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya Gianto ingin nambah lagi minimal 8 kali bertutut-turut macam Rudi Hartono dulu sebagai juara All England. Tapi medan dan peluangnya belum nemu lagi, sampai mertuanya kemudian melihat perilaku putrinya yang aneh; suka muntah-muntah padahal tak masuk angin. Ketika didesak gerangan apa yang terjadi, awalnya Yayuk mencoba tutup mulut. Tapi setelah didesak terus, akhirnya bla bla bla……, dibongkarlah semua keburukan perilaku Gianto si mantu durjana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ayah Yayuk dan ibunya mendadak sakit-sakitan gara-gara kejadian ini. Awalnya skandal ini akan diselesaikan diam-diam, tapi lantaran perut Yayuk tak bisa diajak kompromi, terpaksa dilaporkan ke Polsek Bumiagung. Dalam pemeriksaan Gianto terus terang mengakui segala perbuatannya. Saat ditanya polisi, kenapa begitu rakus sedangkan istri sendiri cukup cantik. “Tapi adik iparku lebih cantik lagi lho Pak, bapak lihat sendiri kan?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya memang iya, tapi lalu mau apa?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7334567368418855375?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7334567368418855375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/lele-dumbo-kakak-ipar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7334567368418855375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7334567368418855375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/lele-dumbo-kakak-ipar.html' title='“LELE DUMBO” KAKAK IPAR'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6034444122690505130</id><published>2009-12-07T11:47:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:48:34.217+07:00</updated><title type='text'>GUNA-GUNA SANTRI MUDA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya wanita pengantin baru itu kena guna-guna. Bayangkan, pukul 01.00 dinihari baru saja disetubuhi suaminya, tapi pukul 03.00 Nurul, 20, sudah minggat bersama kekasih barunya. Pak Ustadz awalnya tak tega lapor polisi, sebab Arifin, 25, si cowok yang melarikan putrinya, adalah santrinya sendiri. Tapi ternyata……..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1977 pernah beredar film nasional berjudul Guna-guna Istri Muda, dengan dibintangi oleh Aedy Moward, Farida Pasha dan Rina Hasyim.  Sesuai dengan judulnya, istri muda berusaha mengguna-guna madunya, lewat dukun Mbah Darsih (Conie Sutedja). Tapi istri tua tentu saja tak mau menyerah, dia kemudian menggunakan dukun Maroli Sitompul. Cerita besutan sutradara BZ Kadaryono ini lumayan seru, karena terjadi perang antar dukun dengan menggunaan black magic.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini kisahnya agak lain. Peristiwa yang terjadi di Sampang (Madura) ini justru melibatkan seorang santri. Jadi aneh rasanya, seorang santri macam Arifin, masak iya untuk menggaet cewek harus main guna-guna. Bukankah Islam mengajarkan, percaya sama dukun sama saja syirik. Padahal syirik merupakan dosa besar. Nah apakah Arifin sudah siap dengan sanksi dosa besar itu, hanya gara-gara nafsunya terlalu besar pada Nurul yang masih putri ustadznya sendiri, Pak Zakaria (50).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau soal urusan dosa besar sih, nggak tahulah bagaimana Arifin menyikapinya. Yang jelas dia sudah kadung kesengsem berat pada Nurul yang sudah jadi istri orang. Dan anehnya lagi, kenapa baru jatuh hati pada putrinya pak ustadz Zakaria justru setelah jadi milik orang? Ke mana saja Arifin selama ini? Apakah dia tidak tahu bahwa ada hadis Nabi yang mengatakan: “Jangan kamu lamar seorang wanita, ketika dia masih dilamar lelaki lain.” Itu kan bisa dikandung makna, melamar taksiran orang saja tidak boleh, apa lagi menaksir bini orang!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Arifin sedang didominasi setan. Meski begitu banyak nash-nash (dalil) yang melarang, dia nekad saja mendekati Nurul. Disebut subita (suka bini tetangga), biar saja. Dicap lelaki senior (senang istri orang) bodo amat. Yang penting Nurul yang ditaksirnya memberi angin, habis perkara. Nah, gara-gara angin baik dari putri ustadz Zakaria tersebut, Arifin nekad mencoba menggaet Nurul, agar kelak komposisi nama itu menjadi begitu  ideal: Nurul-Arifin. Asyik kan, mirip mantan bintang film yang kini jadi anggota DPR itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Herannya lagi, meski cinta Arifin padanya ibarat cinta gelombang kedua, kenapa Nurul menerima juga. Lalu dianggap apa Miftah, 35, suaminya kini? Apakah sedari awal dia memang tak mencintai lelaki itu, atau pernah mencintai tapi kemudian ganti haluan setelah disosor santri ayahnya sendiri. Sungguh kasihan si Miftah ini. Dia hanya bisa menguasai pisik Nurul, tapi hati wanita tersebut justru berkiblat pada Arifin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya sudah sejak 3 bulan lalu Arifin jadi teroris rumahtangga. Pernah Nurul dilarikannya, dan kemudian dipulangkan. Kalau mau, sebetulnya suami bisa menuntut pembawa lari istrinya. Tapi demi ketenangan warga, dia mengalah tau mau ribut, yang penting istrinya belum disosor Arifin. Ternyata, ketika dimaafkan oleh suaminya, lain waktu kembali Nurul dibawa lari, dan kemudian dikembalikan lagi. Untuk kedua kalinya Miftah dan ustad Zakaria memaafkan, karena dia masih sayang pada Arifin santrinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya terjadi kembali lagi penyakit lama. Beberapa hari lalu, pukul 01.00 dinihari Nurul masih melayani suami bersetubuh, tapi pukul 03.00 sudah minggat dari kampungnya bersama Arifin. Pak ustadz yang tinggal di Desa Branta Kecamatan Tlanakan ini tak bisa lagi mentolerir perbuatan santrinya. Kali ini Arfin benar-benar dilaporkan polisi dan di mana keberadaannya bersama Nurul masih dalam pengejaran. “Agaknya dia main guna-guna, sehingga anakku nempel terus,” kata Pak Ustadz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang penting, Nurul jangan sampai “ditempel” Arifin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6034444122690505130?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6034444122690505130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/guna-guna-santri-muda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6034444122690505130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6034444122690505130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/guna-guna-santri-muda.html' title='GUNA-GUNA SANTRI MUDA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8912202073716837838</id><published>2009-12-05T11:46:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:47:35.629+07:00</updated><title type='text'>TIAP MINGGU BERBUAT “SARU”</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;SELINGKUH agaknya sudah dianggap menjadi hak setiap anak bangsa. Karenanya meskipun jadi guru Yantok, 42, getol juga menelateni bini orang. Bayangkan hari Minggu dia malah digerebeg warga tengah menyetubuhi Ny. Ninik, 29, tetangga sendiri. Warga pun berkomentar: “Guru kok tiap minggu berbuat saru!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini memang kisah yang cukup mencoreng citra PGRI yang baru saja berulang tahun ke-64. Profesi yang selama ini sangat dihormati oleh siapapun, karena mereka telah berhasil mencerdaskan para anak bangsa, ternyata dirusak oleh para oknumnya. Seperti Yantok ini contohnya. Menjadi guru di SMAN Pekong, Pamekasan, bukan menjadi peredam akan nafsunya menjadi penjahat kelamin. Sepertinya Yantok sudah tak peduli akan resikonya. Prinsipnya mungkin: pukul dulu, urusan belakangan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tempat tinggal Yantok di Pejagalan, Sumenep, memang sangat strategis. Meski masih tinggal di rumah kos-kosan, tapi lokasi itu ke mana-mana dekat. Ke pasar dekat, ke pomp bensin juga dekat. Bahkan rumah Badrun yang istrinya cantik selangit, juga sangat dekat dengan kos-kosan Yantok. Hanya lima menit dari pusat tempat hiburan. Maksud oknum guru ini: hiburan urusqn syahwat, tentunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Badrun yang bernama Ninik ini memang luar biasa. Selain cantik, dia berbodi seksi, kulit putih bersih dan tentu saja betisnya mbunting padi. Pak guru Yantok yang jauh dari istrinya, suka pusing setiap melihat penampilan ibu muda ini. Mana kala melihat Ninik belanja ke warung, otaknya langsung ngeres ke urusan ranjang melulu. “Edan, Ninik memang enak dikeloni dan perlu,” kata batin Yantok.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asal soal beginian, yang namanya setan selalu menjadi penyemangat terdepan. Pak Guru yang lagi kasmaran berat itu dibisiki, intinya: sebelum Ninik jadi nenek, Yantok harus menaklukkannya. Lalu setan pun mengutip ucapan Bung Karno saat pembebasan Irian Barat dulu. Katanya: sebelum ayam berkokok, Ninik harus berhasil dibebaskan dari cengkeraman Badrun. Bagaimana pun caranya, wanita yang menjanjikan sejuta syahwat itu harus dibuat bertekuk lutut dan berbuka paha untuk pak guru Yantok.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa pikir panjang oknum guru ini lalu mendekati Ninik dengan berbagai cara. Eh, lama-lama nyambung juga. Buktinya, Yantok kemudian disilakan mampir ke rumahnya, meski kala itu Badrun suaminya tak ada di rumah. Sebetulnya Yantok nggak enak hati. Tapi kata setan, justru peluang emas ini harus dimanfaatkan, “Tak ada kesempatan itu datang sampai dua kali. Salam super…..!” kata setan yang rupanya suka nonton Mario Teguh juga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Badrun pun mulai dipepet, dan ternyata Ninik tak banyak memberi perlawanan. Ketika ditowel lengannya, dia hanya menepiskan dengan lembut. Akhirnya Yantok menjadi semakin berani. Dan sebelum Ninik itu keburu jadi nenek, di hari Minggu itu Yantok berhasil me-menek (memanjat)-nya. Dan ternyata Ninik memang wanita “munafik”. Kelihatannya acuh, tap butuh. Katanya ogah, tetapi mendesah ah ah..!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelanjutannya, setiap hari Minggu di kala Badrun tak di rumah justru oknum guru ini berbuat saru bersama Ny. Ninik. Begitu seringnya Pak Guru ini “apel” di rumah Ninik, warga pun diam-diam memberi tahukan pada Badrun bahwa istrinya sudah keluar dari panji-panji rumahtangga. Warga mendesak agar selaku suami harus segera bertindak, sebab warga juga tak au kecipratan nama jeleknya. “Kalau kecipratan dana Bank Century mending….,” kata warga memberi masukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, diam-diam Badrun mengatur strategi. Seperti biasanya, dia hari Minggu pamitan pergi, padahal sebetulnya hanya mau mengawasi gerak-gerik Yantok. Betul juga. Sepuluh menit setelah itu, ketika Badrun mengintip kamarnya, ternyata oknum guru itu sedang nangkring di tubuh Ninik. Langsung saja dia berteriak maling, dan warga pun rame-rame menghajar Yantok. Untuk keburu polisi datang, sehingga si penjahat kelamin itu diamankan ke Polres Sumenep. Ancaman hukumannya, 5 tahun!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya tekor dong, enaknya hanya 5 menit, menderitanya 5 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8912202073716837838?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8912202073716837838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/tiap-minggu-berbuat-saru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8912202073716837838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8912202073716837838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/tiap-minggu-berbuat-saru.html' title='TIAP MINGGU BERBUAT “SARU”'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8112189250218843331</id><published>2009-12-04T11:45:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:46:47.396+07:00</updated><title type='text'>SETELAH BERSAYANG-SAYANG DI HP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat SMS di HP, kini banyak rumah tangga berantem. Korban terakhir mungkin Ny. Zakiah, 28, dari Mojokerto. Gara-gara di HP-nya ada kata-kata “yank” berulang kali, Warto, 34, suaminya naik pitam. Sudah diinterogasi tak mau ngaku juga, langsung disekit (tendang) hingga terjengkang dan lapor polisi. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tehnologi komunikasi semakin canggih saja. HP yang awalnya hanya untuk bercuap-cuap dan SMS, kini sudah  bisa untuk kirim gambar, bahkan bisa motret dan main internet. Yang namanya Black Berry kini lebih canggih lagi, berbagai feature ditawarkan, sehingga pengguna lewat piranti tersebut memperoleh banyak kemudahan dalam bisnis. Begitu banyak fasiltas yang ditawarkan dalam HP, percayalah nanti lama-lama HP bisa dilengkapi AC dan kulkas sekaligus!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Warto memang belum sampai punya HP secanggih Black Berry, kalau ada di rumahnya paling-paling blek borot (kaleng bocor). Tapi dengan HP yang tergolong sederhana (Nokia 3310 ngkali – Red), Zakiah lumayan lancar segala urusannya. Bila tempo hari harus ke wartel bila perlu telepon di jalan, kini tinggal buka tas, lalu pencet nomer langsung tersambung. “Hallo, hallo, Agus ini, ini Agus…….!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, HP Zakiah tak hanya untuk komunikasi bisnis dan sosial, tapi juga untuk……pacaran! Lho kok? Memangnya masih single, dia? Bukan, kalau soal keluarga sudah longset malah. Tapi sebagai manusia yang tak mau terjebak pada kehidupan yang monoton dan ndlujur (baca: tanpa fariasi), boleh dong sekali-kali meladeni godaan lelaki. Sekaligus Zakiah memang ingin menakar diri, dalam usia nyaris kepala tiga dan bersuami ini, masihkah nampak menarik di mata lelaki lain? Masihkah ada kaum pria yang melihat dirinya langsung kontak pendulumnya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aha, ternyata ada juga! Lelaki itu adalah Ipul, rekan bisnisnya.Lewat SMS-nya dia suka kirim kata-kata sayang dan rindu. Kalau Zakiah bilang “kangen ya?”, sepertinya Ipul jadi semangat sekali, lalu terus-terusan tilpun dan kirim SMS yang banjir kata “yank”. Padahal, sama sekali Zakiah tak pernah memasukkannya dalam hati. Itu semua sekadar penjajagan dan penakaran saja. Dan ternyata terbukti, seandainya Zakiah dilempar ke pasar bebas, masih banyak peminatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya saja Zakiah tak menyadari, SMS yang buat dirinya biasa saja, bagi pihak lain bisa beda makna. Mestinya kata-kata SMS yang bisa menimbulkan multi tafsir tersebut segera dihapus. Tapi dia nggak, dibiarkan saja sehingga dalam HP miliknya begitu banyak kalimat Ipul yang penuh “yank” dan “rindu”. Nah, sekali waktu Warto suaminya keisengan banget buka-buka HP istrinya. Dia langsung terkaget-kaget ada sejumlah SMS yang bernada merayu istrinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai suami, Warto sangat cemburu karenanya. Dia tak rela istrinya dipacari lelaki lain. Dengan kata lain: Zakiah itu tidak diperdagangkan, dipakai untuk kalangan sendiri. Kok ini diam-diam ada lelaki yang mengagumi istrinya. Langsung saja dia berang. “Siapa ini, lelaki yang berani merayu kamu?” sergah Warto. Karena Zakiah memang tak pernah menanggapi, jawabnya enteng saja. “Nggak tahulah, biar saja orang iseng ini. Yang penting aku tak menanggap, gitu saja kok repot!”, jawab warga Lespadangan Mojokerto ini macam Gus Dur saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat kata-kata istrinya yang menganggap sepele, justru Warto semakin curiga. Tapi Zakiah juga tak mau sebut nama, daripada nantinya terjadi keributan tidak perlu. Saking kesalnya suami, tahu-tahu Zakiah langsung ditendang, hingga terjatuh. Habis itu dijedotin ke tembok hingga benjol kepalanya. Sementara suami ngeloyor pergi dengan membawa segudang kejengkelan, Zakiah melapor ke Polres Mojokerto. Biasa, pasal KDRT lah yang dibawanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang sering masalah sepele, tapi bikin polisi berabe.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8112189250218843331?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8112189250218843331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/setelah-bersayang-sayang-di-hp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8112189250218843331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8112189250218843331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/setelah-bersayang-sayang-di-hp.html' title='SETELAH BERSAYANG-SAYANG DI HP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1596753872350919884</id><published>2009-12-03T11:45:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T11:45:48.788+07:00</updated><title type='text'>BUKAN KAMPUNG KUMPUL KEBO</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ADA arak-arakan tengah malam di Jombang (Jatim). Kirab pusaka malam 1 Suro rasanya bukan, karena masih 2 minggu lagi kebo Kiai Slamet keluar dari Kraton Solo. Ternyata yang diarak Ny. Wartik, 34, bersama gendakannya, Paidi, 40. Warga jengkel karena keduanya menjalani kehidupan kumpul kebo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap malam 1 Suro, kebo Kiai Slamet dari Kraton Surakarta memang ikut kirab pusaka kraton. Kerbau yang berjumlah 7 ekor ini bisa berkeliaran ke mana-mana, tak selalu berada di kandangnya, alun-alun Kidul. Tapi uniknya, begitu malam 1 Suro tiba, mereka selalu lengkap di tempat kediamannya. Padahal di luar “hari dinas”-nya, mereka bisa jalan-jalan hingga Sragen, Wonogiri, Boyolali maupun Kartosura. Maka di Solo, orang tak pernah bepergian disebut: kok kalah karo Kiai Slamet!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu kan urusan kebo bule kraton. Kalau kebo kepala hitam bernama Paidi lain lagi. Meski sudah punya keluarga sendiri, dia masih suka ngapeli kebo betina bernama Ny. Wartik, warga Desa Keboan Kecamatan Ngusikan. Pada malam tertentu, sehabis jualan VCD keliling dia pasti mangkal ke rumah si janda. Pulang-pulang baru keesokan harinya, tentu saja setelah menerima pelayanan istimewa, dari sporing balansing hingga amplas platina.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kediaman Paidi memang lumayan jauh, meski masih sama-sama di Kabupaten Jombang. Dia baru pulang ketemu keluarganya seminggu sekali, selebihnya mangkal di rumah janda Wartik itu tadi. Awalnya memang sekadar numpang tidur, tapi lama-lama ngesuk-esuk (mendesak) ke kamar Wartik. Lantaran ranjang si janda memang sempit, agar tidak makan tempat akhirny Paidi ditumpuk saja di atasnya. Ih…., maunya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas Paidi yang keseringan menginap di rumah Wartik tak urung menimbulkan kecurigaan dalam masyarakat. Mereka menduga keduanya menjadi praktisi kumpul kebo. Meski kerjasama nirlaba ini tak merugikan pihak lain, tapi jelas-jelas melanggar aturan agama. Karenanya, Pak RT pernah menegurnya. Tapi teguran itu tak digubris. Begitu pula saat Pak Kades turun tangan, Wartik tak juga mencekal Paidi sebagai praktisi kumpul kebo di rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari selanjutnya Paidi makin asyik saja tinggal berlama-lama di rumah si janda. Seperti saat lebaran Qurban kemarin, warga pada makan sate kambing, bahkan bakar terpedo segala, malam-malam janda Wartik malah menikmati “terpedo”-nya Mas Paidi yang imut-imut itu. Jelas-jelas ini pelecehan bagi harga diri warga Desa Keboan. “Mentang-mentang nama desa kita Keboan, lalu seenaknya saja jadi ajang kumpul kebo,” kata Pak RT dalam rapat bersama warga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seluruh warga sepakat untuk ambil tindakan. Tapi untuk menambah semangat mereka, Pak RT lalu mengadakan “road show” macam Tim-9 angket Bank Century. Sejumlah tokoh masyarakat, Pak RW dan Pak Lurah dimintai dukungannya. Tentu saja mereka sangat mendukung, sepanjang tak berujung duit saja. Dan karena dukungan penuh dari berbagai kelompok masyarakat tersebut, beberapa hari lalu benar-benar pasangan Wartik – Paidi digerebek.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya nasib pasangan kumpul itu masih mujur. Artinya, ketika digerebek keduanya tidak dalam kondisi “sundang-sundangan” alias saling tanduk. Mereka pun diarak ramai-ramai tengah malam, digelandang ke Balai Desa. Dalam pemeriksaan mengakui bahwa keduanya sudah lama kumpul kebo. Katanya, akan diresmikan jadi suami istri setelah urusan cerainya dengan istri di Menturus Kecamatan Kadu, selesai. “Kali ini boleh pulang, tapi kalau masih kumpul kebo lagi, kami tak tanggungjawab,” ancam Pak Kades.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya masih untung, Paidi digerebek tak pas lagi nanggung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1596753872350919884?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1596753872350919884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/bukan-kampung-kumpul-kebo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1596753872350919884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1596753872350919884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/bukan-kampung-kumpul-kebo.html' title='BUKAN KAMPUNG KUMPUL KEBO'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4682942596029117529</id><published>2009-12-02T16:14:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T16:14:45.320+07:00</updated><title type='text'>INI PUISI BUKANLAH PROSA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Agaknya&lt;/strong&gt; Leman, 30, merupakan lelaki paling sadis di Kabupaten Kendal (Jateng). Masak hanya karena Purwati, 28, bininya tak tak mau lagi diajak baikan dalam rumahtangga, langsung diperkosa di rumah kontrakannya. Itu kan sama saja bagaikan pantun: ini puisi bukanlah prosa, istri sendiri kok diperkosa!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teorinya sih, sebuah rumahtangga yang didasari saling cinta antara keduanya, pastilah cenderung lebih kokoh. Tapi dalam prakteknya, biar cintanya setinggi Gunung Mahameru atau sedalam Lautan Teduh, jika tak ditopang ekonomi yang mapan, juga bakal ambruklah bangunan rumahtangga itu. Mana ada perempuan mau kawin dengan sarjana ekonomi, jika ekonominya sendiri morat-marit tak keruan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula rupanya problem yang tengah melilit pasangan Leman – Purwati, dari Desa Sidomulyo Kecamatan Cepiring, Kendal. Hampir satu pelita menjadi istri Leman yang sarjana ekonomi, tapi ekonominya tetap sungsang sumbel. Utangnya ada di mana-mana, sedangkan penghasilnnya tidak menentu. Sudah barang tentu keluarganya sangat terheran-heran. Apakah sewaktu kuliah di Semarang dulu Leman ini sengaja mengambil jurusan Ekonomi Morat-marit?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika masih pacaran dulu, Purwati memang sangat bangga pada punya calon suami yang kuliah di Fakultas Ekonomi. Dia membayangkan, jika lulus nanti suaminya bisa bekerja di kantor pemerintah atau swasta yang bonavid. Dengan keahlian ekonominya pula Leman nanti bisa jadi pengamat ekonomi macam Faisal Basri atau Ichsanuddin Norsi. Setiap ada kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, suaminya kemudian menjadi narasumber berbagai stasiun TV.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Setelah lulus dan kemudian menikah, eh Leman tak juga dapat pekerjaan di tempat yang bagus, apa lagi basah. Sudah melamar kerja ke sana kemari, sampai ijazah lecek difotokopi berulangkali, tak ada juga kantor yang mau memanggilnya. Kalau pun ada, hanya ditawari jadi tenaga pemasaran, yang belum masuk kerja sudah diminta setor uang sekian-sekian. Ini kantor cap apa? Orang kerja kan mau cari duit, bukannya malah setor duit. Uangnya mbahmu, apa?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari penuh dengan penderitaan, membuat Purwati jadi kehilangan cinta. Itu dibuktikan dengan sikapnya yang langsung kembali ke rumah orangtuanya sejak setahun lalu. Cerai sih memang belum, sebab Leman memang tak pernah menanggapi usulan cerainya. Katanya, cintanya pada Purwati sudah berurat berakar, sehingga tak mungkin dipisahkan hanya karena urusan perut. “Sabarlah dulu Dik, bukankah Inalloha ma’a sobirin (Allah selalu bersama orang sabar),” kata Leman berdalil macam ustadz saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Soal perut Leman memang masih bisa bertahan. Tapi soal yang di bawah perut, inilah yang paling krusial. Sejak kepergian istri sejak setahun lalu, dia tak pernah lagi bisa “koalisi permanen” bersama Purwati. Saking kangennya pada bini, beberapa hari lalu dia membujuk istrinya untuk rujuk kembali. Katanya dia sudah punya usaha baru berupa rumah makan, sehingga Purwati diminta melihatnya. Masa depan cemerlang sudah di ambang pintu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi kenyataannya lain. Di rumah kontrakan Leman tak ada rumahmakan itu, bahkan setelah masuk ke dalam Purwati malah dirayu diajak hubungan intim, mengurai rindu yang telah mengkristal jadi kemenyan. Tentu saja istrinya tidak mau. Hal ini membuat Leman kalap. Purwati lalu ditempeleng dan diikat dan ditelanjangi, dan kemudian diperkosa gusrak, gusrak, gusrak. Seusai melepas hajat Leman pergi begitu saja. Dengan berbagai cara akhirnya Purwati bisa lepas dan kemudian mengadu ke Polsek Cepiring, minta suaminya segera ditangkap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya ampun, masih telanjang bulat begitu Purwati lapor polisi?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4682942596029117529?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4682942596029117529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/ini-puisi-bukanlah-prosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4682942596029117529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4682942596029117529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/ini-puisi-bukanlah-prosa.html' title='INI PUISI BUKANLAH PROSA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6413449604173715428</id><published>2009-12-01T16:13:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T16:14:01.300+07:00</updated><title type='text'>RUJUK DITOLAK APOTAS BERTINDAK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ANDAIKAN  Marwiyah, 25, mau diajak koalisi permanen dan lalu kelonan, peristiwa tragis itu tak perlu terjadi. Tapi begitulah suratan nasib, gara-gara tak mau diajak begituan, Subar, 37, tega membunuh istrinya. Setelah istri meregang nyawa, dia pun menyusul ke alam baka dengan cara minum racun apotas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada rasanya, rumahtangga yang berjalan mulus-mulus saja tanpa gangguan dan cobaan. Sebab menyatukan dua sosok kepribadian yang berbeda, memang tidak mudah. Karenanya, demi keutuhan negara republik cinta, keduanya harus saling mengalah, menafikan egoisme.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan landasan cinta, mestinya itu bisa dilakukan. Bukankah dengan cinta orang rela berkorban demi orang yang dicintainya? Ini agaknya kurang disadari oleh pasangan suami istri Subar – Marwiyah dari Banyuwangi (Jatim).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah sekian tahun berumahtangga, masih juga mengedepankan egoisme masing-masing. Karenanya ketika beda pendapat, suami istri ini susah dipersatukan. Akibatnya bisa dilihat sendiri, Marwiyah kembali ke rumah orangtuanya di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, dan Subar juga bergabung pada keluarganya di desa yang sama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pasangan suami istri ini memang masih satu kampung, tempat tinggal mereka juga hanya berjarak 100 meter saja. Ketika kalender waktu menunjuk tahun 2004, sejak itu pula pasangan suami istri ini pisah rumah dan ranjang sekaligus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti HP pada lokasi yang jauh dari BTS, kadang hubungan mereka nyambung lagi, dan putus lagi. Maksudnya, baikan sebentar; setelah “kangen-kangenan” di atas ranjang, keduanya putus kembali. Dan berapa bulan kemudian, “nyambung” lagi untuk kemudian putus kembali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendek kata, hubungan mereka mengalami pasang surut. Antara keluarga masing-masing juga sudah menyarankan, agar rumahtangga mereka dibangun secara kokoh dan permanen. Sebab antar besan juga sudah ngebet ingin segera punya cucu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi jika modelnya begitu terus, bagaimana mereka bisa memiliki keturunan. “Kalian ini kan suami istri, tapi kok lagunya macam kucing sama anjing. Sebentar akur, sebentar berantem.” kata orangtua Subar mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hati kecil Subar juga tidak suka menjalani kehidupan yang pasang surut macam demikian. Maka setelah berbulan-bulan tidak kumpul sama bini, beberapa hari lalu dia bertekad mengajak istrinya untuk “koalisi permanen” sebagaimana Golkar dan Demokrat tempo hari. Sebab dengan cara demikian, rumahtangga mereka bisa tenang. Dan manakala Subar “kedinginan” sewaktu-waktu, obat angetnya sudah tersedia dengan nyata. Kalau sekarang ini apa? Kalau butuh harus &lt;em&gt;meang-meong&lt;/em&gt; dulu macam kucing mau kawin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, Marwiyah tak bisa menerima tawaran itu. Jangankan diajak koalisi permanen. Diajak “koalisi darurat” dalam arti berhubungan intim sebagaimana layaknya suami istri saja, malam itu Marwiyah menolak dengan keras. Padahal sebagai lelaki normal, sudah berbulan-bulan dia tak sempat “ngetap olie”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itulah dia menjadi nekad. Marwiyah ditelanjangi, dipaksa untuk berhubungan intim. Tapi ternyata tetap saja menolak. Saking kesalnya, wanita itu langsung &lt;em&gt;dijedhotin &lt;/em&gt;ke tembok hingga klenger. Akibat begitu kerasnya benturan, ternyata Marwiyah meninggal di tempat. Subar panik atas ulahnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia segera menyedu racun apotas ke dalam teko, dan ditenggaknya. Dia menyusul ke alam baka pula. Ketika keluarga menemukan mereka, Marwiyah dan Subar sama-sama dalam kondisi telanjang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Polisi yang datang ke TKP tak lama kemudian, menganalisa bahwa keduanya ribut setelah gagal berhubungan intim. Subar yang takut akan tuntutan hukum memilih bunuh diri dengan minum apotas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang aneh, kok punya simpanan apotas segala, macam gula batu saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6413449604173715428?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6413449604173715428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/rujuk-ditolak-apotas-bertindak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6413449604173715428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6413449604173715428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/12/rujuk-ditolak-apotas-bertindak.html' title='RUJUK DITOLAK APOTAS BERTINDAK'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3485499196579630594</id><published>2009-11-30T16:12:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T16:13:18.226+07:00</updated><title type='text'>“RAJAM” SALAH SASARAN</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;SEKARANG  dunia memang terbalik-balik. Yang berzina Sigit, 42, tapi kok yang “dirajam” (dilempari batu) malah pak polisi? Kasihan AKP Sarpan SH ini, enaknya nggak kebagian, repotnya ikut ketempuhan. Tapi berkat pengorbanannya, Sigit selaku praktisi selingkuh selamat dari pengeroyokan warga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Islam mengajarkan, pelaku zina kena sanksi hukum dirajam sampai mati. Di Indonesia, hukum seperti ini memang belum diberlakukan. Bahkan di Aceh yang dikenal sebagai serambi Mekah, penerapan hukum Islam belum sampai ke sana. Yang baru ramai di sana adalah, di Nanggru Aceh Darusalam kini wanita dilarang bercelana panjang secara ketat, sehingga bentuk tubuhnya menjadi nyata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi tak dinyana tak diduga, di Pamekasan (Madura) terjadi “rajam” salah sasaran gara-gara masyarakat marah menyaksikan aksi perzinaan. Bagaimana tidak salah alamat, yang berzina Sigit lawan Ny. Suneng, 34, kok yang dilempari batu malah Pak Kapolsek yang mencoba mencegah tindakan anarkis. Untung saja polisi berhasil menggagalkan aksi main hakim sendiri itu, sehingga Sigit dan Pak Kapolsek tidak perlu mengalami luka lebih fatal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini kejadian memang bermula dari perilaku perempuan gatel bernama Suneng, warga Desa Compor Kecamaan Proopo. Bagaimana tak disebut gatel, lantaran baru ditinggal beberapa hari oleh suami bekerja sebagai pengrajin meubel, dia sudah memasukkan lelaki ke dalam kamarnya. Padahal lelaki normal macam Sigit, diajak ke kamar jika hanya untuk ngobrol-ngobrol saja, mana mau? “Aku kalau sudah masuk kamar, kudu entuk-entukan (memperoleh sesuatu),” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara Sigit dan Suneng belum lama menjalin asmara di bawah tanah. Sigit sendiri juga tak menyangka hubungannya dengan bini Kartobi, 40, bisa sejauh dan sedalam itu. Padahal awalnya, dia hanya mampir saja, mengingat dengan Suneng memang sudah kenal lama. Tapi dasar milik, awalnya sekadar silaturahim, akhirnya malah bisa ngacak-acak Suneng punya rahim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak disangka, dalam kunjungan kali pertama tersebut Suneng sudah berani bercurhat ria tentang rumahtangganya. Bukan masalah ekonomi atau perut, tapi justru yang di bawah perut. Katanya, Kartobi selaku suami selalu sibuk dengan pekerjaannya. Asal sudah dapat orderan bikin meubel, dia bisa berhari-hari di luar kota. “Di sana dia sibuk ngebor kayu jati bahan meubel, tapi bini di rumah jarang dibor,” begitu kira-kira kata Suneng yang berhasil ditangkap Sigit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Kartobi ini kebetulan berwajah cantik, sehingga ketika dia berkeluh kesah tentang problem ranjangnya, Sigit ingin menjadi dewa penolong. Maka lain hari dia kembali lagi dengan jurus mautnya. Bila kunjungan pertama sekadar aktivitas sosial, kunjungan yang sekarang banyak muatan politiknya, minimal bagaimana caranya memberi “solusi” agar Suneng tidak lagi kesepian. Dan ternyata betul, sekali senggol langsung saja nyamber macam bensin ketemu api.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelanjutannya semakin seru, dan Sigit tambah intensif mengunjungi bini Kartobi sampai warga lama-lama menjadi curiga. Seperti yang terjadi beberapa malam lalu, saat warga mengintip, ditemukan Suneng tengah disetubuhi Sigit yang bukan suaminya. Langsung saja pintu didobrak. Sigit yang mencoba kabar langsung diseret ramai-ramai keluar hendak digebuki, sementara Suneng sibuk mengenakan kain jarit sebagai penyelamat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi itu hampir saja anarkis. Beruntung Kapolsek Kroopo segera datang bersama anak buahnya. Sigit yang tengah jadi bulan-bulanan warga diselamatkan. Tapi justru warga emosi. Kapolsek Sarpan mereka lempari batu macam merajam orang. Langsung kepala bocor. Polisi segera mengeluarkan tembakan, dan Sigit bersama Pak Kapolsek bisa diselamatkan. Kini bersama Suneng dia tengah diperiksa intensif, minimal dikenakan pasal masuk rumah orang tanpa izin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hawa nafsunya Suneng, celakanya pak polisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3485499196579630594?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3485499196579630594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/rajam-salah-sasaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3485499196579630594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3485499196579630594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/rajam-salah-sasaran.html' title='“RAJAM” SALAH SASARAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-767239296290971209</id><published>2009-11-28T16:11:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T16:12:40.878+07:00</updated><title type='text'>KURBAN DWI FUNGSI DUKUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu ada dwifungsi ABRI, kini ada dwi fungsi dukun. Dukun Mbah Warno, 52, ini misalnya; selain penyembuhan, dia juga mengacu asas persetubuhan! Tapi gara-gara ulahnya, dukun cabul diadukan Ny. Sundari, 22, ke Polres Pacitan, karena tak sudi disetubuhi lelaki yang bukan suaminya meski itu atas nama pengobatan. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika soal kesehatan menjadi lahan bisnis, rumahsakit sering menjadikan pasiennya juga sakit kantong sekaligus. Orang sakit dijadikan mesin uang, sehingga untuk kelas RS Mitra Keluarga Kaya misalnya, meski hanya operasi usus buntu bisa kena belasan juta rupiah. Padahal mereka juga tak berani mengeluarkan garansi, jika pasien tidak sembuh (mati), ongkos boleh kembali. Karena itu berbahagialah investor yang menamkan modalnya di perumahsakitan, Anda takkan pernah rugi sepanjang masa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ny. Sundari termasuk wanita yang capek sudah berurusan dengan rumahsakit. Meski sudah mendatangi dokter di mana-mana, yang praktek di rumah maupun di rumahsakit, keluhan pendarahan itu tak juga kunjung sembuh. Lalu kemudian masuk informasi bahwa dukun Mbah Warno yang praktek di Pucangsewu ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. “Ongkosnya juga murah, tidak sampai jutaan. Coba saja ke sana, siapa tahu cocog,” begitu kata orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atas dukungan suami, Ny. Sundari pun segera berangkat. Meski suami sebetulnya tak begitu percaya pada dukun, tapi kali ini dia harus percaya. Sebab gara-gara penyakit istrinya, dia jadi pejabat suami non aktif. Bagaimana tidak? Biasanya minimal seminggu 2 kali dia bisa menunaikan “kewajiban” sebagai kepala keluarga, kini sudah berminggu-minggu non aktif. Padahal mau nerobos lampu merah, meski tak ada polisi tapi ada ayat Qur’an: “Katakanlah, haid adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid” (Al-Baqarah: 222).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Celakanya, dukun Mbah Warno memang bukan malaikat, sehingga dia masih juga tergoda oleh wajah cantik dan pantat gede sang pasien. Melihat Ny. Sundari yang cantik macam penyanyi kroncong Sundari Sukotjo, pendulumnya langsung kontak blip, blip, blip. Melihat bodinya yang seksi dan “boncengan”-nya njedhit dan tampak gurat-gurat celana dalamnya, dia langsung pusing tujuh keliling. Akhirnya Mbah Warno bukan lagi berfikir bagaimana pasien itu bisa sembuh, tapi justru bagaimana bisa bersetubuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah Ny. Sundari menyampaikan keluhannya di kamar prakteknya, Mbah Warno segera memeriksa pasiennya dengan penuh penghayatan dan kesyahwatan. Awalnya memang hanya memijit bagian kaki, lalu naik barang sedikit. Tapi setelah sampai pada wilayah “cagar budaya”, tangan Mbah Warno hanya muter-muter di situ macam pendaki Gunung Lawu yang tersesat. Sampai kemudian dia bertitah dengan bisik-bisik. “Obat satu-satunya hanya dengan bersetubuh, Jeng….!” kata Mbah Warno.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja Ny. Warno terkaget-kaget, karena Mbah Warno langsung saja nyemplak di atas tubuhnya macam pelajar nggandul truk. Tadi saat “aset nasional”-nya diobok-obok saja sudah merasa risih dan jengah, kok kini malah minta dituntaskan melalui persetubuhan. Memangnya sini cewek apaan? Berkat perlawanannya yang gigih, Mbah Warno batal menggeluti lebih lanjut, bahkan dia terjengkang dari ranjang karena ditendang Ny. Sundari yang mendadak menjelma jadi jago silat macam Kho Ping Hoo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kontan Sundari keluar dari kamar pasien dan mengadu pada suaminya. Urusan selanjutnya bisa ditebak, Sundari mengadu ke Polres Pacitan dan Mbah Warno pun dicokok hari itu juga. Tapi dalam pemeriksaan dia membantah bahwa telah mencabuli pasiennya. Sebab apa yang dilakukan selama ini sekadar terapi pengobatan, bukan untuk mengejar kenikmatan sesaat. “Kalau mau begitu, kalau nggak mau ya sudah. Begitu saja kok repot,” kata Mbah Warno pada polisi.&lt;br /&gt;Habis embah mengajak begituan, sih! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-767239296290971209?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/767239296290971209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/kurban-dwi-fungsi-dukun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/767239296290971209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/767239296290971209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/kurban-dwi-fungsi-dukun.html' title='KURBAN DWI FUNGSI DUKUN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7038256663568963567</id><published>2009-11-27T16:10:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T16:11:20.445+07:00</updated><title type='text'>RUMAH DAN PENEGAKAN BURUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara rumah dan burung sesungguhnya tak ada hubungan sama sekali. Tapi di Banyuwangi, gara-gara rebutan rumah warisan, “burung” Sugomo, 55, jadi tak bisa berdiri akibat diracun Rufikah, 27, keponakannya. Kini di saat orang rame bicara penegakan hukum, Sugomo malah repot soal penegakan “burung”. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Minggu-minggu ini orang memang masih rame soal penegakan hukum. Mungkin ada kaitan dengan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu-II, aparat kepolisian dan kejaksaan juga sibuk berupaya untuk penegakan hukum bagi masyarakat akar rumput. Di Banyumas Mbah Minah diadili karena mencuri 3 buah biji kakao, lalu di Kediri Kholil dan Basar juga terancam masuk penjara gara-gara nyolong buah semangka. Begitu pula di Batang (Jateng), sekeluarga juga ditangkap karena mencuri kapuk randu perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sugomo lelaki warga Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar, Banyuwangi, juga dengar kabar semacam itu. Tapi dia sama sekali tak mau peduli. Boro-boro ngurusi soal penegakan hukum, lha wong di sendiri juga masih sibuk soal penegakan “burung” miliknya. Gara-gara keracunan setelah makan di warung ponakan sendiri, “burung” kesayangannya jadi tak bisa bernyanyi trilili lili lagi. “Ini namanya pembunuhan karakter, eh kather (alat vital)….!” kata Sugomo kesal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boleh dikata Sugomo ini memang lelaki kandhang langit kemul mega (tak punya tempat tinggal). Oleh sang Rufikah keponakannya, dia lalu ditampung di rumahnya, yang juga rumah warisan orangtuanya. Bangunan tersebut memang pada awalnya ditempati Sugomo di masa kecil, ketika masih bersama adiknya yang juga ibunya Rufikah. Tapi karena perjalanan nasib, Sugomo tak lagi punya keluarga dan tempat tinggal, sehingga akhirnya numpang di rumah lama yang kini jadi hak keponakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin Sugomo ini tipe lelaki yang tak mengenal budi, susu dibalas dengan air tuba. Setelah sekian lama tinggal di rumah ponakan, pada perkembangan selanjutnya ada usaha untuk menguasai rumah warisan itu. Tentu saja Rufikah tak merelakan rumah itu dikuasai oleh pamannya. Bukankah dia dulu sudah memperoleh warisan yang lain? Adapun kok sekarang Sugomo tak punya rumah, itu bukan urusannya. Kalau mau, itu malah urusan Pak Suharso Monoarfa, Menteri Perumahan KIB-II.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rupanya serius sekali Sugomo hendak menguasai rumah warisan itu, sehingga Rufikah pun serius sekali hendak melenyapkan sang paman. Entah diberi campuran apa, setelah sarapan pagi sepulang melaut, Sugomo langsung klepek-klepek keracunan. Beruntung, berkat obat tradisional berupa minuman air kelapa hijau, nyawa Sugomo masih bisa diselamatkan. Nyawannya masih bisa diperpanjang lagi entah sampai tahun berapa. “Jangan-jangan Rufikah memang sengaja meracuniku,” pikir Sugomo dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia bersyukur pada Tuhan, karena nyawanya tak jadi lepas dari badan. Tapi yang kemudian membuatnya panik, setelah lewat masa kritis tersebut, kini Sugomo merasakan “burung” miliknya tak lagi bisa berdiri. Pagi hari yang biasanya selalu “bernyanyi” trilili lili….. menyambut udara pagi, kini diam membisu seribu basa. Dia sudah berusaha dengan segala cara untuk penegakan burung itu, tapi tak juga membawa hasil. Mulailah dia cari kambing hitam menjelang Idul Qurban. Rufikah yang diduga telah meracuni dirinya, pasti itulah yang jadi biang keroknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan membawa sebilah clurit, dia unjuk kekuatan di warung Rufikah. Melihat pamannya bawa clurit dengan wajah ditekuk, segera dia menyelamatkan diri. Gagal memperoleh sasaran, Sugomo lalu mencabik-cabik dinding bambu warung itu dengan cluritnya. Polisi Polsek Muncar pun lalu menggelandangnya ke kantor polisi. “Gara-gara diracun ponakanku, burung milik saya tak bisa berdiri lagi, Pak….!” ujarnya polos sambil menuding ke bawah perutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Apa iya, coba lihat sebentar Mas! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7038256663568963567?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7038256663568963567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/rumah-dan-penegakan-burung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7038256663568963567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7038256663568963567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/rumah-dan-penegakan-burung.html' title='RUMAH DAN PENEGAKAN BURUNG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7655218113971709432</id><published>2009-11-25T16:10:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T16:10:40.788+07:00</updated><title type='text'>LELAKI ITU BERNAMA ANGGODO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya kebencian orang pada Anggodo Wijaya belum juga surut. Di Sukoharjo (Solo), tukang selingkuh bernama Mugodo, 50, terpaksa diberi nama Anggodo seusia diarak warga. Pasalnya, meski terbukti nyata menyetubuhi bini orang, dia dibiarkan melenggang pergi dari tuntutan hukum pidana. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata soal penegakan hukum tak hanya menjadi wacana masyarakat kota besar. Penduduk kampung yang jauh dari pusat pemerintahan, rupanya juga termasuk masyarakat akar rumput yang gandrung clean governance (pemerintahan bersih). Mereka juga ikut terusik manakala ketidakadilan terjadi di wilayahnya. Mereka muak ketika sosok Minah yang hanya mencuri buah coklat 3 biji ditelateni, diadili; sedangkan Anggodo Wijaya yang melecehkan aparat penegak hukum, bebas lepas tak diapa-apakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini agak berbeda dengan Mugodo, warga Desa Palur Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Sementara orang di mana-mana bicara soal penegakan hukum, dia malah sibuk urusan penegakan ……”burung”! Bagaimana tidak? Beberapa malam lalu dia kepergok para tetangganya tengah hendak menyetubuhi Ny. Nunik, 40, yang sedang ditinggal suami menjadi TKI di manca negara. Betapa tega dan hina wanita itu, sementara suami jadi tenaga kerja luar negri, dia malah rela menjadi ajang penyaluran “tenaga kuda” milik tetangga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebutuhan perut dan yang di bawah perut, bagi manusia normal memang sangat berbanding lurus, termasuk juga kaum hawa. Maka orang Jawa punya ungkapan, istri tak hanya butuh mamah (makan) tapi juga mlumah (baca: pemenuhan libido). Dan Ny. Nunik, termasuk yang sedang pusing masalah beginian, karena lama tak begituan! Ibarat ayam babon (induk ) ayam kampung, dia sudah siap ndheprok (jongkok) mana kala ayam jantan mendatanginya. Jika pinjam istilah gaul anak ABG sekarang, Nunik pasti akan bilang: hallo cowok, godain gue dong…..!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi rindu lelaki Ny. Nunik memang tidak sebegitu nyata. Tapi Mugodo lelaki tetangganya di Desa  Palur, mampu menangkap sinyal-sinyal asmara itu demikian nyata. Sebagai lelaki berpengalaman yang sudah termasuk kategori jalma limpad seprapat tamat (orang pintar cepat menangkap maksud seseorang), langsung tahu maksud Nunik. Padahal secara phisik dan anatomi, sosok istri Daldiri, 47, ini termasuk kategori yang enak dikeloni dan perlu. “Tunggulah, aku siap berlomba-lomba dalam kemesuman,” kata Mugodo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari tengah malam, Mugodo suka mendatangi rumah Nunik diam-diam. Awalnya hanya silaturahmi antar tetangga, tapi setelah dianya memberi angin, Mugodo pun segera masuk. Secara hukum, jelas itu dalam posisi lampu merah,  apa lagi kini belok kiri juga tidak boleh langsung. Tapi karena imbauan asmara itu semakin nyata, jadi juga Mugodo merapat ke ranjang cinta. Walhasil, aset nasional Nunik yang selama ini hanya dipersempahkan untuk suami, kini diberikan pada lelaki tetangga. Itulah hebatnya Mugodo, dia juga bisa ngatur-ngatur orang macam Anggodo Wijaya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekian lama keluar masuk rumah Nunik, kegiatan Mugodo tercium warga. Maka Nunik pun diingatkan jangan lagi-lagi memasukkan lelaki ke dalam rumahnya. Tapi rupanya prinsip penegakan hukum kalah dengan prinsip penegakan burung. Jadi meskipun diancam warga, masih juga Nunik membawa Mugodo ke atas ranjangnya. Sampailah pada kejadian Minggu malam lalu, saat keduanya sedang “warming up” untuk olahraga non PON, tahu-tahu digerebek warga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Amarah warga tak terbendung lagi. Langsung Ny. Nunik dan Mugodo diarak rame-rame dalam kondisi pakaian berantakan, mau dibawa ke Balai Desa. Saking malunya jadi tontonan warga, bini Daldiri ini pingsan seketika. Praktis proses hukum jadi agak terhambat. Dengan pertimbangan itu pula, skandal Mugodo – Nunik hanya diselesaikan secara kekeluargaan. Itu artinya, lelaki pecundang itu boleh pulang bebas. “Wah, Mugodo memang Anggodo Wijaya…..!” gerutu warga tak puas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang beda: Anggodo soal hukum, Mugodo soal…..burung! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7655218113971709432?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7655218113971709432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/lelaki-itu-bernama-anggodo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7655218113971709432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7655218113971709432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/lelaki-itu-bernama-anggodo.html' title='LELAKI ITU BERNAMA ANGGODO'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3180925068026363988</id><published>2009-11-24T15:45:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:48:31.460+07:00</updated><title type='text'>MATINYA SATRIA LANANGING JAGAD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arjuna yang bergelar satria lananging jagad, rupanya mau ditiru Juwadi, 42, dari Tuban (Jatim). Dia berburu wanita ke berbagai daerah untuk menikahinya dengan modal surat keterangan palsu. Tapi baru dua kali “mbelah duren” jatohan, sudah terendus petualangannya, dan kini Juwadi ditahan di Polres Jember. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap orang memiliki cara sendiri untuk memenuhui kebutuhan perut dan di bawah perutnya. Yang benar: dia bekerja keras sehingga punya duit banyak, dan dengan status sosialnya yang terpandang itu dia bisa menikahi istri cantik dan terpuaskan segala ambisi dan libidonya. Tapi bagi yang nggak bener, pengin istri cantik dalam status penganggura, penganggur, akhirnya dia  nekad main tipu sana tipu sini. Dan saat tragispun terjadilah, di saat dia bercengkerama di ranjang pengantin, tahu-tahu diseret polisi dari atas perut istri dan jadilah tersangka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula nasib Juwadi, warga Plumpang, Tuban. Setelah kebak sudukane (ketahuan kejelekannya) dan kenyang nyuduk (menusuk) sana sini, dia ditangkap polisi di Jenggawah Jember. Tragisnya, dia dibekuk saat sedang mempersiapkan perkawinannya dengan janda muda warga setempat. Padahal, meski belum sah menjadi suami istri, sopir angkot made in Tuban ini sudah biasa “ngebon” calon istrinya. Sangat boleh jadi, Juwadi dikeler (ditangkap) petugas ketika sedang bermesraan di kamar bersama calon istrinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan sehari-hari Juwadi memang memprihatinkan. Jadi sopir angkot dengan tanggungan tiga anak dan satu istri, dia sungguh kedodoran. Lalu untuk membuat terobosan ekonomi, munculah idenya yang lumayan briliyan sekaligus edan. Juwadi ingin memanfaatkan ketampanan wajahnya yang mirip-mirip artis Adrian Maulana tersebut. Dia bertekad, dengan kelebihan itu akan memperoleh dua manfaat sekaligus. Selain uang juga bakal dapat “goyang”.  Juwadi ingat betul kata ustadz Zainudin MZ dulu: “Masih banyak janda yang perlu dikeloni, eh disantuni….!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asal tahu saja, Juwadi memang pernah berpetulang di Jakarta, sehingga tahu liku-likunya dunia tipu-menipu di Ibukota. Nah, dengan modal KTP aspal Kelurahan Mampang yang mencantumkan dirinya sebagai perjaka tulen, mulailah di tahun 2004 dia berburu perempuan. Sasarannya tak selalu harus gadis. Kalangan wanita STNK (Setengah Tua Namun Kenyal) juga tak apa, meski banyak mudlaratnya tapi yang penting juga banyak nikmatnya. Dan sebagaimana istilah Golkar, harus banyak gizi (baca: duit)-nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari “Arjuna mencari cinta” dimulai di tahun 2004 itu juga. Hanya dalam beberapa minggu dia sudah berhasil memikat guru SD berstatus janda. Namanya Wiwik, usianya kala itu sekitar 28 tahun, jadi masih hot-hotnya. Bulan Januari 2005 mereka menikah, dan selanjutnya Juwadi tinggal bersama istri barunya di Desa Plumpang Kecamatan Plumpang, Tuban. Saking cintanya pada suami baru, betul-betul Juwadi dimanjakan, minta uang berapa saja dikasih. Padahal, uang tersebut kemudian dialirkan pada istri dan anak-anaknya di rumah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah bosan menjadikan Wiwik sebagai mesin uang, Juwadi berburu perempuan baru di Jember. Kali ini dia dapat mempedayai Nita, 32, perempuan yang lewat masa edar alias perawan tua. Mungkin karena “kehausan”, meski belum resmi jadi istrinya mau saja “dibon sementara”. Lagi-lagi dengan alasan ini itu dan lewat kalimat yang tidak fokus dan cenderung mutar-mutar,  Juwadi berhasil mengeruk sejumlah uang Nita dan digelontorkan buat keluarganya di kampung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi petualangan asmara Juwadi terendus oleh Wiwik yang dinikahinya 4 tahun lalu. Lewat lapuran Bu Guru tersebut, jejak Arjuna satria lananging jagad bisa ditemukan di Jember. Nah, saat dia kelonan dengan calon istrinya tersebut Juwadi ditangkap dan digelandang ke Polres Jember. Dalam pemeriksaan dia mengakui segala perbuatannya. “Aku mengawini mereka sekedar untuk menjadi mesin uang, Pak!” kata sopir angkot itu blak-blakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yaaaak, mesin penggugah nafsu juga kan? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3180925068026363988?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3180925068026363988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/matinya-satria-lananging-jagad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3180925068026363988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3180925068026363988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/matinya-satria-lananging-jagad.html' title='MATINYA SATRIA LANANGING JAGAD'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7839426125524579368</id><published>2009-11-23T15:39:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:44:59.310+07:00</updated><title type='text'>“SOLUSI” SEORANG KAKAK IPAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang kepala desa di Sumenep (Madura) merasa pusing. Pasalnya, warganya yang bernama Sodin, 40, tega menghamili adik ipar sendiri, Minah, 30. Sebagai Kades, otomatis dia didorong-dorong warganya untuk menyelesaikan kasus ini. “Lha iya, ini saya sedang cari solusinya,” katanya jengkel. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terlalu klasik memang ceritanya, seorang kakak ipar menghamili adik daripada istrinya. Di berbagai belahan wilayah Jawa – Sumatera sering kali terjadi kisah begini, kakak ipar begituan dengan adik ipar. Lalau bagaimana caranya agar kisah mesum itu tak terjadi lagi? Begini caranya: hindarilah kesempatan kakak dan adik ipar berlainan jenis, ketemu hanya berdua-dua. Maka untuk berjaga-jaga terjadinya setan lewat, janganlah ada pembiaran ketika adik istri yang cukup cantik tinggal bersama keluarga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Sodin, warga Desa Parsanga Kecamatan Kota, Sumenep, sebetulnya cukup cantik. Tetapi dibandingkan dengan Minah adiknya yang berusia 5 tahun lebih muda, jelas Misih, 35, kalah sintal dan kenyal. Memang, sebelumnya Sodin tak pernah membanding-bandingkanya. Baru setelah sang adik ipar ikut tinggal dalam keluarganya, dia bisa membandingkan setelah……merasakannya. Ternyata memang seperti iklan sabun Sunlight taun 1960-an: nyata benar bedanya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadiannya bermula saat Minah menyandang status janda setelah cerai dengan suami. Lantaran tak ada lagi ibu dan ayah sebagai tempat bergantung dan berlindung, ke mana lagi dia bertempat tinggal kecuali ikut kakak kandungnya di Desa Parsanga? Dan ternyata Sodin sebagai suami Misih, juga sangat welcome atas kehadiran adik daripada istrinya tersebut. “Jangan sungkan di sini, anggap saja seperti rumah sendiri,” kata Sodin begitu ramah, nyaris mirip Satpam BCA.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adik iparpun tinggal tenang di rumah itu. Tapi lama-lama, perceraian yang bagi Minah merupakan musibah, belakangan bagi Sodin justru menjadi berkah. Lho, apa pasal? Soalnya, setelah setiap hari melihat dan mencermati, ternyata Minah ini jauh lebih cantik dari Misih kakaknya. Bodinya juga lebih sintal dan kenyal. Lalu otak ngeres Sodin mulai ngelantur: kapan aku bisa menyetubuhinya? Selanjutnya kalkulasi politik pun dibuat dengan kesimpulan: enam bulan menjanda pastilah Minah kesepian!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal-hal beginian, setan palinglah demen jadi sponsor dan penyandang dana. Dia terus menyemangati Sodin untuk bisa menaklukkan Minah. Di kala Misih tak di rumah tentu saja, dia mulai towal-towel dan senggal-senggol, sampai Minang mengingatkan: “Jangan ah Mas, nanti ada yang lihat!” kata Minah. Jadi, kalau tak ada yang lihat, boleh? Dengan asumnsi itu, Sodin menjadi semakin galak. Disosornya terus si adik ipar, hingga Minah bertekuk lutut dan kemudian berbuka paha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu, hari-hari Sodin menjadi penuh ceria. Di kala istri sedang belanja ke pasar misalnya, dia selalu memanfaatkannya untuk kelon bersama Minah. Entah sudah berapa kali mereka berbuat, sampai kemudian terlihat perut Minah membuncit. Tapi warga semua hanya bergosip tak berani mengeluarkan hak angket. Kades Parsanga pun lalu didesak warga untuk menyelesaikannya. “Jangan dorong-dorong saya dong, saya nanti dituduh intervensi rumahtangga orang,” kilah Pak Kades sok gaya pejabat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Pak Kades bertindak juga. Minah dan Sodin dipanggil secara tertutup, diklarifikasi, apakah terjadi “hubungan arus pendek” antara keduanya? Ternyata mereka mengaku. Tapi bagi Sodin, itu tak menjadi masalah, lha wong Misih selaku pihak terkait juga diam saja. Kenapa warga yang ribut, kok kurang kerjaan saja? Tentu saja Pak Kades geleng-geleng kepala. Bagaimana ini, soal menghamili adik ipar kok dianggap hal sepele. Tapi sebagai Kades, dia harus mencari solusi secara adil dan tepat guna.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang adil kata warga, Sodin harus digebuki biar kapok! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7839426125524579368?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7839426125524579368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/solusi-seorang-kakak-ipar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7839426125524579368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7839426125524579368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/solusi-seorang-kakak-ipar.html' title='“SOLUSI” SEORANG KAKAK IPAR'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7968144120908333877</id><published>2009-11-22T15:38:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:39:02.252+07:00</updated><title type='text'>HENY SANG PRIMADONA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Rojali, 22, masih terlalu hijau dalam dunia hidung belang. Baru sekali kenal WTS primadona, langsung ingin memborongnya alias menikahi. Tentu saja Heny, 37, tidak mau dimonopoli semacam itu. Tapi akibatnya fatal, ketika Rojali marah, langsung saja Heny dibacoknya hingga nyaris kehilangan nyawa.&lt;br /&gt;Tak ada ceritanya dalam dunia lembah hitam, seorang WTS mau dimonopoli oleh lelaki hidung belang. Sebab sebagai penganut azas perdagangan bebas, monopoli berarti menyusutnya penghasilan secara drastis. Biasanya, lima kali melayani lelaki bakal lima kali dapat uang. Tapi dengan sistem monopoli, si WTS bisa melayani berkali-kali tapi bayarannya hanya sekali. Bayangkan jika tarif itu sangat kompetitif (baca: murah), sang WTS bakalan terjebak ungkapan: kodok kalung kupat awak boyok sing ra kuwat (pinggang mau putus).&lt;br /&gt;Ini pula yang menjadi pertimbangan Heny, seorang WTS primadona di kompleks pelacuran  Gunung Sampan, Desa Kotakan, Situbondo (Jatim). Karenanya, ketika seorang pelanggannya yang sangat muda, Rojali, mengajaknya kawin, dia menolak mentah-mentah. Banyak pertimbangan yang membutnya harus menolak penawaran itu. Pertama, dia terlalu muda dan usia sangat jauh berbeda. Kedua, dengan perkawinan itu sama saja dirinya dimonopoli tak boleh melayani lelaki lain. Padahal selama ini Heny merasa dirinya menjadi milik publik.&lt;br /&gt;Kenapa Rojali sampai tergila-gila pada Heny yang lebih pantas jadi emaknya? Apakah dia penderita Odipus Compleks, atau memang bertekad mengentaskan wanita itu dari lembah kehinaan? Ah betapa mulianya lelaki ini. Cuma sayangnya, dalam usia semuda itu kenapa sudah menjadi lelaki hidung belang. Padahal mestinya dia masih duduk di bangku perguruan tinggi, paling tidak sudah ikut KKN (Kuliah Kerja Nyata). Eh malah : (K)esana (K)emari (N)yabo. Mau di bawa ke mana generasi muda ini?&lt;br /&gt;Agaknya Rojali merasa, seumur-umur jadi lelaki hidung belang, baru kali ini nemu pelayanan WTS yang sangat prima. Heny tak hanya menganggap dirinya sebagai lelaki hidung belang, tapi juga insan yang membutuhkan kasih sayang. Karena itulah Rojali menjadi semakin lengket, dan setelah berulangkali mengencani Heny sang primadona, dia berniat mengawininya. “Hen, kamu berhenti saja jadi WTS, menikah denganku dan jadi ibu rumahtangga yang baik,” begitu Rojali sekali waktu bertutur.&lt;br /&gt;Heny awalnya merasa sangat tersanjung. Tapi demi melihat perbedaan usia yang terlalu njomplang, dia tak sanggup menerima tawaran baik Rojali. Untuk sekarang dirinya memang lumayan fresh. Tapi 28 tahun ke depan misalnya; si Rojali baru usia 50 tahun, sedangkan dirinya sudah nenek-nenek keriput berusia 65 tahun. Dalam situasi demikian, sangat boleh jadi Rojali akan mengadakan peremajaan. Heny akan diceraikan dan Rojali akan menikahi gadis yang lebih muda dan joss.&lt;br /&gt;Sungguh Heny tak siap dengan gambaran jangka panjang semacam itu. Gambaran jangka pendek: dikawin oleh Rojali kan sama saja akan menurunnya penghasilan sehari-hari. Mampukah lelaki ini memenuhi segala kebutuhannya? Mengingat Rojali sendiri pekerja biasa, Heny sangat menyangsikan kemampuan lelaki ini. “Soal “si entong” dia memang jago, tapi untuk isi kantong selanjutnya?” Nah, gara-gara pertimbangan njelimet semacam itu, pada akhirnya Heny menyatakan: tidak! “Maaf, aku tak bisa menerima tawaranmu,” kata Heny tegas.&lt;br /&gt;Andaikan Heny menjawab masih pikir-pikir dulu, mungkin Rojali bisa mengendalikan diri. Tapi begitu lamarannya ditolak mentah-mentah, emosinya jadi meledak. Diambilnya sebilah golok dan dibabatkan ke tubuh wanita yang baru saja melayaninya di ranjang. Kompleks WTS Gunung Sampan pun geger.  Dengan tubuh luka parah Heny dilarikan ke rumahsakit, sedangkan Rojali ditangkap polisi Polres Situbondo. Dalam pemeriksaan dia mengaku, berbuat kalap karena tersinggung, wong mau diajak hidup normal kok tidak mau.&lt;br /&gt;Yang normal bagi Heny kan asal tamu banyak dan dompet penuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7968144120908333877?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7968144120908333877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/heny-sang-primadona.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7968144120908333877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7968144120908333877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/heny-sang-primadona.html' title='HENY SANG PRIMADONA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-1951983746637538505</id><published>2009-11-21T15:31:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:31:48.449+07:00</updated><title type='text'>ISTRIKU BUKAN LISTRIK PLN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada program giliran listrik saja orang bisa marah, apa lagi ini bini digilir orang, bagaimana tidak mencak-mencak? Dan inilah yang dilakukan Kadri, 33, warga Lampung. Dia segera melaporkan Namid, 27, ke polisi, karena menyetubuhi Yatik, 27, istrinya. Padahal dulu Namid – Yatik sesama teman di sekolah TK. Teman semasa kecil, biasanya selalu membawa kenangan indah bersamanya.. Bila jumpa lagi setelah sekian lama tak ketemu, pastilah ingin bernostalgia di masa lalu. Sukur diundang mampir ke rumahnya dan diajak makan bersama, paling tidak menanyakan di mana teman-teman yang lain, lalu bagaimana pula mantan gura kita. Setelah itu baru menyakan kondisinya sekarang, sudah menikah apa belum dan punya anak berapa. Lalu tinggal di mana dan siapa suami/istrinya? Instink Namid, warga Kejawen, Kampung Totokaton, Punggur, Metro, juga seperti itu. Begitu ketemu Yatik teman lama saat di Taman Kanak-Kanak dulu, keduanya pun lalu bernostalgia. Kemudian keduanya juga menanyakan tentang keluarganya masing-masing. Cuma untuk bagian ini, sepertinya Namid hanya sekadar basa-basi, sebab berdasarkan cerita teman-teman yang tahu keseharian Yatik, dia sudah tahu isi jeroan wanita yang tinggal di Kampung Buminabung tersebut. Kata teman-teman, Yatik bukanlah wanita yang bersih lingkungan. Bukan karena terlibat G.30.S/PKI menurut istilah Orde Baru dulu, melainkan tidak bersih lingkungan tubuhnya dalam arti tubuhnya kotor lantaran banyak dijamah lelaki. Maksudnya lebih jelas, Yatik kini adalah wanita panggilan yang bisa diajak memuaskan syahwat asalkan bayarannya cocok. “Meski tak ada bukti testimoni dan penyadapan telepon, pengin aku membuktikannya,” begitu tekad si Namid yang ternyata suka celamitan itu. Akhirnya, dengan dalih sebagai teman lama Namid menawarkan diri untuk mengantar Yatik mau ke mana hari itu. Tanpa curiga akan otak ngeres sahabat lama, bini Kadir ini langsung minta dibonceng ke rumahnya. Tapi ternyata motor malah dibelokkan ke Kelurahan Purwosari, Metro Utara, melalui dam Raman dan terus ke Kampung Saptomulyo, Punggur. Di rumah penjaga pintu air yang tidak terpakai, Namid mengajak istirahat sebentar dengan alasan hendak kencing dulu. Hati Yatik kemudian terkaget-kaget setelah usai kencing Namid ternyata minta dilayani “kencing enak”. Dia sama sekali tak menduga bahwa sahabat lamanya berniat sekeji itu. Tapi belum juga dia menjawab, Namid langsung saja nyosor macam bebek dikasih keong rica-rica. Dengan beralaskan tikar plastik berdebu, jadilah mitra strategis di kala taman kanak-kanak itu menjadi mitra romantis secara paksa. Tapi bagi Namid, dari situlah dia jadi tahu bahwa Yatik memang bisa dipakai siapa saja. “Jangan cerita ke mana-mana ya,” kata Namid setelah semuanya usai. Selanjutnya Yatik – Namid kembali melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba HP di tas Yatik berbunyi, ternyata dari suaminya. Segera saja Namid minta telepon itu jangan diangkat. Tapi dari sanalah kemudian semuanya jadi terungkap. Sebab Kadri jadi curiga ke mana saja selama ini sehingga istrinya pulang telat. Yatik mencoba mengarang cerita, tapi Kadri tidak percaya, sehingga dia terpaksa menyebut nama Namid berikut kegiatannya barusan, bla bla bla…..! Alangkah kaget dan marahnya Kadri sore itu. Orang digilir listrik saja sudah nyap-nyap, kok ini bini malah digilir teman lama istri. Dia segera melapor ke Polres Metro, dan Namid yang baru nonton TV bersama keluarga malam itu langsung dicomot polisi. Dalam pemeriksaan dia mengatakan bahwa tindakan itu sekadar mencari pembuktian, apakah benar Yatik bisa diajak kencan lelaki lain. “Ternyata benar, Pak, Yatik memang bisa diajak kencan. Bapak mau buktikan….?” kata Namid polos saja. Ya jangan ngawurlah, polisi masih pusing soal Tim Delapan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-1951983746637538505?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/1951983746637538505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/istriku-bukan-listrik-pln.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1951983746637538505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/1951983746637538505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/istriku-bukan-listrik-pln.html' title='ISTRIKU BUKAN LISTRIK PLN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5248172071982613146</id><published>2009-11-20T15:30:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:31:11.594+07:00</updated><title type='text'>KETIKA TOLAK TAWARAN ENAK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;APA yang kurang dari Sodik, 41, dalam soal kesabaran? Saat istrinya, Marlina, 35, disetubuhi teman, dia hanya menyarankan nikah saja dari pada selingkuh. Ee…, Darmin, 34, tidak meladeni tawaran itu, tapi terus saja dia ngeloni bini orang. Akhirnya habis kesabaran Sodik, dan golokpun menebas putus tangan Darmin!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tercatat dalam kisah perwayangan, bahwa Prabu Darmakasuma merupakan sosok paling sabar. Ketika jiwanya diminta untuk tumbal negara tetangga, dia menyerahkan saja. Begitu pula sewaktu raja dari negeri jiran bermaksud pinjam pusaka Jamus Kalimasada, raja Amarta ini tak pernah menolak. Bila niat-niat aneh itu tak sampai terlaksana, itu karena dihalang-halangi oleh adik-adiknya termasuk Prabu Kresna konsultan politik dari negeri Dwarawati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu ternyata masih kalah dengan Sodik, seorang tukang becak dari Pasar Babakan Tangerang. Bila Prabu Puntadewa hanya menyangkut dokumen negara dan nyawa, Sodik justru soal istri yang notabene “kendaraan” pribadi. Ketika tahu bininya diselingkuhi Darmin situkang sayur, dia masih bisa meredam amarahnya. Darmin hanya diklarifikasi, benarkah aksi selingkuh itu sudah sampai pada persetubuhan? Saat Darmin mengangguk, Sodik cuma bilang: “Kalau gitu nikahi saja Marlina, daripada kalian selingkuh melulu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kurang apa coba, kesabaran Sodik? Meski hanya tukang becak yang kerjanya nggenjot becak ke sana kemari, dia tak marah ketika bininya “digenjot” orang. Dia justru memfasilitasi, akan segera menceraikan istrinya, untuk segera bisa dinikahi oleh Darmin. Andaikan sebuah mobil begitu, STNK dan BPKB segera diserahkan dan silakan baliknama. Agaknya Sodik punya prinsip, barang sudah cacat mendingan diamputasi saja jangan dipelihara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Darmin memang lelaki tak tahu berterima kasih. Sudah diberi fasilitas demikian enak dan mengasyikkan, tak juga diambil. Maksudnya, dia tak segera mempersiapkan diri untuk menikahi Marlina bini Sodik. Yang terjadi kemudian, menjadi suami Marlina tidak mau, tapi menyetubuhi sembarang waktu sebuah rutinitas. Lalu tukang sayur cap apa model begini ini. “Awas kamu ya, bakal tak bunuh kamu,” ancam Sodik ikut-ikutan model Kadir Srimulat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hubungan asmara haraman wa asyikan ini memang terjadi sudah lumayan lama. Kenapa Marlina jadi tertarik pada Darmin yang tukang sayur di Pasar Babakan? Memang banyak kelebihan yang dimiliki dia. Di samping usia lebih muda, Darmin juga secara ekonomi lebih mapan. Sedangkan Sodik yang resmi suami sendiri, ekonomi sehari-hari selalu sungsang sumbel. Lalu berlakulah ungkapan lama: tukang becak memang hanya banyak genjotannya, bukan duitnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara pisik Marlina memang cukup menarik, hampir seperti Leny Marlina bintang film tahun 1970-an. Sebagai lelaki normal Darmin sangat bernafsu setiap melihat bini Sadik itu belanja kepadanya. Dengan rayuan mautnya, dia mencoba mendekati. Ternyata dengan sejumlah uang ternyata Marlina pasrah srah, seperti lagu: Seringgit si dua kupang, satu ringgit dibuka kutang, dua ringgit tidur telentang, sepuluh ringgit ranjang bergoyang…..!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi mesum Marlina – Darmin lama-lama ketahuan Sodik. Dengan penuh kesabaran tukang becak itu hanya menyarankan menikah saja daripada terus berzina. Ternyata Darmin tak menggubris, tapi mengeloni bini Sodik jalan terus. Akhirnya habis sudah kesabarannya. Beberapa hari lalu Darmin dicarinya, begitu ketemu langsung tangan kanannya ditebas golok hingga putus. Saat korban hendak menangkis, kembali jari jemarinya terlepas. Sementara Darmin dilarikan ke rumahsakit, Sodik diamankan ke Mapolsek Tangerang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang “ngamankan” Marlina lalu siapa?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5248172071982613146?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5248172071982613146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/ketika-tolak-tawaran-enak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5248172071982613146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5248172071982613146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/ketika-tolak-tawaran-enak.html' title='KETIKA TOLAK TAWARAN ENAK'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4334971340722302205</id><published>2009-11-19T15:29:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:30:29.414+07:00</updated><title type='text'>FROM LAMPUNG WITH LOVE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asmara memang tak mengenal batas wilayah dan medan. Lihat kelakuan Irawan, 35, dari Lampung ini.Meski gendakannya baru pulang kampung tetap dikejarnya juga. Dengan semangat “from Lampung with love” dia  menyusul Ny. Pratini, 40, ke Malang sampai kemudian digerebek warga sembunyi di kolong ranjang. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1963  beredar film James Bond kedua berjudul “From Rusia with love” dengan dibintangi oleh Sean Connery. Jalan cerita lengkapnya bagaimana, sudahlah lupa. Tapi yang jelas, melalui pengejaran yang menegangkan James Bond harus berhadapan dengan sebuah organisasi jahat untuk mendapatkan sebuah mesin pemecah kode Soviet.  Meski di situ banyak desingan peluru, tapi juga terselip kisah cinta yang mengasyikkan sepanjang perjalanan Inggris – Rusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Irawan jelas tak pernah nonton film itu, tapi kelakuannya mirip dengan judul film James Bond tersebut. Demi cintanya pada Pratini gendakannya, dia nekad menyusul dari Lampung Utara sampai Malang. Bukan pula untuk mencari mesin pemecah kode, tapi untuk mencari kesembuhan kepalanya yang nyaris pecah, gara-gara lama tak ketemu Ny. Pratini,. Begitulah dampak sebuah cinta, meski kekasihnya masih resmi bini orang, terus dikejarnya hingga dapat. “Rawe-rawe rantas malang-malang putung,” begitu tekad Irawan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedekatan Irawan – Pratini bermula dari hubungan antar rekan kerja. Keduanya memang bekerja pada perusahaan yang sama. Pratini yang merasa kurang dapat perhatian dari suami, akhirnya menganggap Irawan sebagai tokoh masa depan yang menjanjikan sekaligus menggairahkan. Di mata Pratini, lelaki muda itu begitu perhatian padanya. Sedangkan suami di rumah, Kasbulah, 45,  tak pernah peduli akan dirinya. Jangankan memberi nafkah lahir, nafkah batin yang gratis tanpa beli saja jarang dipasok.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andaikan terpaksa buka aib suami, Kasbulah memang meleset dari idaman Pratini dulu. Kebaikan dia sewaktu pacaran ternyata hanya sebuah etalase. Setelah jadi suaminya, ternyata dia sosok lelaki yang pemalas. Kerja hanya serabutan, sehingga tak ada penghasilan pasti yang bisa diandalkan tiap bulan. Untuk menjaga jangan sampai kendil di rumah terguling, terpaksalah Pratini bekerja pada perusahaan swasta. Tapi gara-gara istrinya bekerja, Kasbulah jadi semakin malas dan kehilangan jatidirinya sebagai kepala rumahtangga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari di rumahnya jadi penuh dengan intimidasi. Kasbulah tak mau dianggap suami tak tanggungjawab, sedangkan Pratini juga selalu menuntut akan bukti.  Kekesalan di rumah tersebut kemudian dibuat curhat pada Irawan sekerjanya. Sebagai mitra strategis menurut Pramono Anung PDIP, Irawan pun mencoba memberi nasihat. Saking seringnya jadi konsultan, lama-lama keduanya tidak ada jarak lagi. Bahkan jarak itu kemudian menjadi nol, ketika perut Irawan – Pratini beradu jadi satu dalam rangka memuaskan nafsu. “Gitu dong Bleh, dulu hubungan kerja, kini bubungan intim,” kata setan mengaplaus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sikap Irawan yang mengatur-ngatur rumahtangga orang macam Anggodo Wijaya, membuat Kasbulah bertekad menceraikan istrinya. Seperti di Lampung tak ada lagi Pengadilan Agama, keduanya mau talak tiga di Jatim kampung halamannya. Pratini menuju ke rumahnya di Desa  Bambang Kecamawatan Wajak Malang, sedangkan Kasbulah istirahat di kampungnya Kediri. Yang menarik, begitu tahu gendakannya pulang ke Jawa,  Irawan pun menyusulnya ke sana. Maklumlah, dia sudah kebelet untuk mengubah jarak yang beratus-ratus kilometer itu kembali menjadi nol senti lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apes bagi Irawan, baru beberapa jam istirahat di rumah Pratini, dia dilaporkan bahwa telah mengejar-ngejar bini orang. Tentu saja Kasbulah tersinggung. Dia segera mengerebek rumah istrinya, dan didapati Irawan tengah bersembunyi di kolong ranjang dengan pakaian hanya celana dalam saja. Segera saja dia ditarik ke Polres Malang untuk mempertanggungjawabkan perilakunya. “Kalau sudah cerai silakan. Ini masih bini saya kok nyosorrrrr saja,” kata Kasbulah di depan petugas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya bagaimana lagi, kamu yang suaminya tak pernah nyosorrrr!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4334971340722302205?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4334971340722302205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/from-lampung-with-love.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4334971340722302205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4334971340722302205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/from-lampung-with-love.html' title='FROM LAMPUNG WITH LOVE'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8252704169424127664</id><published>2009-11-17T15:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:24:57.019+07:00</updated><title type='text'>MENGEKSEKUSI BIANG MASALAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspirasi urusan bawah memang menjadi hak setiap anak bangsa, termasuk kalangan janda. Tapi gaya pacaran Ny. Sumi, 45, yang terlalu terbuka agaknya membuat sang anak, Kadir, 20, malu. Tak tahan ibunya dipergunjingkan warga, dia nekad mengeksekusi Takim, 48, kekasih ibu yang jadi biang masalah. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada satu pasalpun dalam KUHP yang melarang orang pacaran, sebab berkasih-kasihan dengan lawan jenisnya, sudah menjadi fitrah manusia. Tetapi meski dijamin undang-undang, sebagai manusia berbudaya  haruslah melalui koridor-koridor agama dan etika. Jangan asal nyosor saja! Sebab meski umat manusia termasuk makhluk homo sapiens, tapi janganlah kelakuannya seperti sapi, asal main seruduk. Allah Swt pun menggariskan: “Dia menciptakan  pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa cenderung tenteram kepadanya. (QS Rum: 21).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indahnya kemesraan dalam perkawinan, sesungguhnya juga menjadi harapan Ny. Sumi yang menjanda sejak 5 tahun lalu. Tapi harapan tinggal harapan, sebab Takim kekasihnya ternyata masih punya istri. Sebetulnya bisa saja Sumi memberikan opsi: kalau pilih aku, ceraikan istrimu. Tapi sebagai perempuan, dia tak tega menyakiti kaumnya sendiri. Kalau begitu, kenapa tidak cari lelaki lain saja? “Aku sudah kadung mencintai dia….,” kata janda dari Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro (Jatim) ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena ditimbang padha abote (sama berat) tersebut, Takim terus memacari janda Sumi secara diam-diam. Sebagai petani, dia pamit pada istri untuk mencangkul ke sawah, tapi prateknya malah mencangkul “sawah” janda Sumi di kampung sebelah. Lain hari lagi dia beralasan mau ngrabuk (menabur pupuk),  tapi sebetulnya tengah memupuk cinta kasihnya bersama Sumi. Kalau pulangnya kemalaman, katanya mampir dulu ke rumah teman. Pendek kata, sejak punya selingkuhan Takim jadi gemar menciptakan kebohongan publik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak Ny. Sumi, si Kadir, sebetulnya tak suka ibunya pacaran lagi. Katanya, sudah tua ini, mbok sudah momong dan membesarkan anak-anak saja. Kadir yang non Srimulat ini memang belum pernah berkeluarga, sehingga belum memahami seperti apa aspirasi urusan bawah sang ibu. Soal isi perut memang gampang diatasi, tapi masalah kebutuhan bawah perut? “Kowe cah cilik durung ngerti butuhe wong tuwa (kamu anak kecil belum tahu kebutuhan orangtua),” kata Sumi pernah memarahi Kadir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari selanjutnya makin seru saja Sumi – Takim menjalin cinta, sampai-sampai menjadi pergunjingan warga desa. Bila Kadir mendengar orang bergerombol membahas ibunya, hatinya sakit dan malu. Lantaran ibunya tak bisa diingatkan, dia mencoba memberi pengertian pada Takim, agar jangan menggangu ibunya. Ternyata Takim dan Sumi memang satu fraksi hanya beda komisi, sehingga jawabnya pun sama.Intinya, Takim terus akan memacari janda Sumi sepanjang dianya masih mau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seandainya Kadir ini seperti Kadir Srimulat, pasti dia akan menakut-nakuti Takim dengan kalimat: tak bunuh kamu! Tapi Kadir anak Sumi tak berani bertindak seperti itu, sebab pasal KUHP (pasal 285 jo pasal 64) menyebutkan, ancaman bunuh orang bisa kena sanski hukum. Karenanya, setiap melihat Takim bertandang ke rumahnya, dia hanya bisa menekuk wajah dan menendang pintu …..derrrrrr! Tapi dasar Takim sudah mati rasa, sikap perlawanan Kadir tak juga digubris.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat warga terus memperolokkan ibunya, lama-lama Kadir jadi mata gelap. Dengan membawa pentungan dia menekan Takim untuk tidak memacari ibunya. Ee, lelaki beranak istri ini justru marah-marah. Langsung saja pentungan di tangan diayunkan berkali-kali, sehingga Takim langsung roboh mandi darah. Sementara Kadir diserahkan ke polisi, Takim dilarikan ke Puskesmas Ngasem. Tapi akibat begitu kuatnya Kadir menghajar kekasih ibunya, nyawa Takim tak tertolong lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang satu masuk penjara, yang satu masuk liang kubur! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8252704169424127664?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8252704169424127664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/mengeksekusi-biang-masalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8252704169424127664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8252704169424127664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/mengeksekusi-biang-masalah.html' title='MENGEKSEKUSI BIANG MASALAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3161832735912529175</id><published>2009-11-16T15:21:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:21:53.741+07:00</updated><title type='text'>“NGEBOR” ISTRI TUKANG KAYU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alangkah tragisnya nasib tukang kayu macam Rabiki, 50. Sementara dia di luar sibuk ngebor berbagai kerajinan kayu, di rumah istrinya, Titik, 45, malah “dibor” orang. Yang tak kalah mengejutkan, tukang “bor” amatiran bernama Prayitno, 47, itu ternyata juga oknum PNS kantor Pemkab Pacitan (Jatim). &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tercatat dalam hadits Nabi: di kemaluanmu ada sedekah. Tentu saja sedekah ini bukan sembarang sedekah. Sebab “sedekah” tersebut tak bisa dibagi-bagi kepada umum dan disiarkan di teve, melainkan hanya untuk pasangan resmi sendiri. Baik itu yang hanya punya satu,  dua, tiga, maupun yang empat. Lebih dari empat, itu bukan lagi sedekah, tapi sudah masuk kategori serakah!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Rabiki, warga Kelurahan Pucangsewu Kecamatan Kota Pacitan, termasuk wanita yang kurang mujur dalam urusan “sedekah”. Maklumlah, suami Titik memang tukang kayu yang sering dapat panggilan luar kota. Jika sudah dapat panggilan, dia bisa berminggu-minggu di tempat lain. Dengan mesin merk Bosch, Rabiki tenggelam dalam kesibukan ngebor kayu. Usai ngebor gantian dia menyerut kayu itu sehingga menjadi rapi dan apik. Setelah pekerjaan selesai dalam 2 minggu, barulah Rabiki kembali ke rumah dan “bersedekah” pada istri tercinta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata pakar seksologi dr. Naek L. Tobing yang diamini dr Dian Nugroho beserta dr. Pangkahila, kebutuhan “sedekah” setiap pasangan tidak selalu sama. Ada yang bisa seminggu sekali, seminggu 3 kali, atau yang dua minggu sekali. Pendek kata, semakin lama usia perkawinan ada kecenderungan semakin berkurang frekuensinya. Karena itulah, hanya pasangan pengantin baru saja yang bisa bersedekah harian bahkan borongan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya, Ny. Titik berbeda dengan standar umum. Meski usia perkawinannya sudah 20 tahun lebih, dia masih rutin mendambakan “sedekah” dari suami dengan frekuensi yang cukup sering. Celakanya, sejak pekerjaan tukang suaminya sebagai tukang kayu semakin laris, dia jadi kurang disedekahi. Rabiki ngebor ke mana-mana di berbagai kota, tapi istri di rumah jarang “dibor”. Makin celaka lagi, dan  ini sering terjadi, karena capek Rabiki jadi semakin pelit bersedekah pada istri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari sering kesepian, membuat Titik jadi nekad. Ketika dia dapat kenalan baru sesama pegawai Pemkab Pacitan, langsung saja dimanfaatkan. Kebetulan yang mulai sononya. Dari SMS-an, lalu janjian makan bareng, akhirnya Prayitno, berani colek sana colek sini, lalu diajaknya mampir ke rumah. Di kala situasinya sangat mantap terkendali, oknum PNS itu diajaknya ke kamar. Titik yang sudah “kehausan” akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Mas Prayit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semakin sering Prayit main ke rumah Titik, kecurigaan warga pun timbul. Tapi karena belum ada bukti, mereka hanya mengawasi saja. Dan ketika Titik semakin ajeg ketamuan Prayit di luar jam yang patut, Pak RT pun menegur, tapi tak digubris. Entah kenapa, Pak RT tak juga melaporkan kelakuan Titik ini pada suaminya, manakala Rabiki pulang dari luar kota. “Kalau ada bukti testimoni dan sadapan telepon, baru kami agak bentuk Tim Delapan,” kata Pak RT sok berlagak macam pengamat politik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi selingkuh Titik – Prayit akhirnya berakhir juga. Saat Titik diminta jaga rumah karena ibu mertua mau kondangan, eh kesempatan ini dimanaaftak untuk mengundang Prayitno. Dan itulah yang terjadi, sementara Rabiki di luar kota ngebor kayu, di rumah istrinya “dibor” oknum PNS Pemkab. Tapi sial kali ini, ketika aksi mesum itu belum juga tuntas tasss, sudah digerebek warga dan Titik – Prayit disidang di rumah Pak RT dan diteruskan ke Satpol PP. Kata pihak Pemda, sebagai PNS keduanya akan dikenakan pembinaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang jelas Mas, bina ranjang apa bina vokalia?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3161832735912529175?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3161832735912529175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/ngebor-istri-tukang-kayu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3161832735912529175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3161832735912529175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/ngebor-istri-tukang-kayu.html' title='“NGEBOR” ISTRI TUKANG KAYU'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3520997124528108256</id><published>2009-11-15T15:18:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:21:16.821+07:00</updated><title type='text'>PONAKAN KOK BUAT PENAKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara ponakan dan paman dilarang “penak-penakan”, itu aturan agama yang tak bisa ditawar lagi. Tapi kalau aturan setan, siapa takut?. Dan itulah yang dilakukan Kades Muhadi, 60, terhadap ponakannya, Nursanti, 34.&lt;br /&gt;Mereka “enjot-enjotan” di dalam kamar hotel, sampai kemudian digerebek oleh suami sang ponakan.&lt;br /&gt;Tak dilarang seorang lelaki menggauli wanita yang merupakan anak dari paman atau uaknya, tentu saja setelah melalui pernikahan. Tapi kalau lelaki menggauli wanita yang merupakan anak dari kakak atau adiknya, itu sangat dilarang keras atau haram menurut aturan agam Islam. Sayangnya, di era gombalisasi seperti sekarang ini, ketika setan semakin canggih menggoda iman manusia, banyak pelanggaran semacam itu terjadi. Nash (hukum) haram, diplesetkan menjadi karem (hobi).&lt;br /&gt;Ini pula yang dilakukan oleh Muhadi, seorang Kades di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang. Meski tahu bahwa Nursanti adalah ponakan sediri, dan wanita itu juga sudah punya suami, eh…..masih ditelateni juga. Padahal di kala si Santi masih kecil dan bayi, Muhadi juga suka ngemong dan menggendongnya ke sana kemari. Ee, setelah dewasa masih juga digendong-gendong, malah milih gendong depan! Lalu Kades cap apa model begini ini?&lt;br /&gt;Kades Muhadi agaknya sudah lupa akan segalanya. Lupa akan hukum agama, juga lupa akan status sosialnya. Sebagai Kepala Desa, mestinya kan dia memberi keteladanan pada warganya. Lha kok yang terjadi justru sebaliknya,  malah jago selingkuh. Apakah Muhadi tak berfikir resikonya. Jika ketahuan rakyatnya, mau ditaruh di mana muka ini. Apakah Pak Kades tak takut dicopot dari jabatannya? Bisa terjadi lho, kekusaan bertahun-tahun bisa lenyap gara-gara selingkuh sehari.&lt;br /&gt;Agaknya Pak Kades sedang melampiaskan dendam masa lalu. Di masa mudanya dulu, dia memang paling sial dalam berburu perempuan. Tak ada satupun cewek yang mau jadi isrtrinya, meski Muhadi naksirnya setengah mati. Setelah sekian lama bernasib seperti Raden Sarjokesuma putra Duryudana yang tak laku kawin, dia akhirnya menyerah pasrah ketika dijodohkan orang tuanya. “Sudah terima saja Bleh, dari pada punya burung hanya buat kencing doang…,” kata hati nurani.&lt;br /&gt;Hal inilah yang membuat Muhadi punya obsesi: seperti apa sih rasanya cinta bersambut? Apakah mungkin sampai mati kelak tak pernah merasakan indahnya cinta? Dan sialnya, ketika usia sudah mulai udzur, justru ponakan sendiri yang ngglibet. Padahal Nursanti juga sudah punya suami, Heru, 35. Tapi demi sebuah obsesi, akhirnya sang ponakan pun ditelateni dan dipakai buat penak-penakan.&lt;br /&gt;Santi yang sering diberi uang dan perhiasan, tak sadar memberi ruang pada paman sendiri yang kehilangan masa bahagia di masa muda. Dan ketika dibawa ke hotel untuk pemenuhan kebutuhan biologisnya, eh bukannya enggan malah mapan (siap melayani).  Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, di kala Santi masih di rumah, tahu-tahu Kades Muhadi meneleponnya mengajak kencan di hotel. Karena cara menerima telepon bisik-bisik dan kemudian bergegas pergi, tentu saja Heru suami Santi jadi curiga.&lt;br /&gt;Alangkah kagetnya Heru ketika menguntit istrinya, sebab ternyata bersama Kades Muhadi ditemukan keduanya masuk kamar hotel di daerah Sengkaling Kecamatan Dau. Bersama Satpam hotel, pasangan mesum itu digerebek. Heru harus menelan kenyataan, istrinya tengah digumuli oleh pamannya sendiri. Awalnya kasus ini akan diselesaikan secara damai, tapi karena tidak ada titik temu terpaksa Heru melaporkannya ke Polres Malang.&lt;br /&gt;Ya soalnya Muhadi sudah menemukan “titik” yang lain sih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3520997124528108256?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3520997124528108256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/ponakan-kok-buat-penakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3520997124528108256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3520997124528108256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/ponakan-kok-buat-penakan.html' title='PONAKAN KOK BUAT PENAKAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4029724695767886049</id><published>2009-11-14T15:17:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:20:38.949+07:00</updated><title type='text'>FACEBOOK NYARIS BAWA MAUT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aneh rasanya bila karena facebook, orang nyaris kehilangan nyawanya. Bukankah facebook ajang memperluas persahabatan? Tapi itulah yang terjadi di Surabaya. Gara-gara CLBK lewat media internet tersebut, Idris, 37, tega mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan suami Indri, 34, mantan kekasihnya dulu. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tehnologi informasi semakin maju saja. Bila tahun 1980-an orang pakai komputer sudah merupakan revolusi, kini orang ngobrol lewat chatting dan facebook (FB) pada jaringan internet, sudah hal biasa. Berkat jasa internet, dunia menjadi tanpa jarak. Tapi lantaran facebook juga, banyak perusahaan merasa dirugikan karena karyawannya jadi gila FB-an di jam-jam kerja. Karenanya banyak kantor yang memblokir jaringan FB pada jam-jam tertentu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indri warga Pilang Indah, Surabaya, termasuk penggila FB. Sebagai keluarga masa kini, dia main FB tak hanya di kantor, warnet, tapi juga di rumah sendiri. Sampai kemudian dia menemukan teman baru, yang sesungguhnya teman lama. Dia adalah Idris, kekasih lamanya dulu. Sesuai dengan gambarnya, dia masih tetap ganteng, atau tambah ganteng malah, karena sudah banyak ringgit di kantong setelah menjadi TKI di Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kadang Indri harus menghela nafas dalam-dalam, saat mengenang masa-masa indah bersama Idris dulu. Kenapa cintanya yang suci bebas virus Halimah tidak berfinish di ranjang pengantin? Kenapa Tuhan tidak menjodohkannya? “Ah, andaikan aku jadi istrinya Mas Idris, betapa bahagianya aku,” batin Indri seakan menyesal. Lalu dia pun membandingkan kondisi rumahtangganya sekarang. Bersama TKJ (baca: Tukijo) semuanya bisa, tapi ternyata maksudnya: bisa ngutang sana, ngutang sini!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andaikan bisa ditukar-tukar, ingin rasanya dia kembali pada Idris. Sebab bersama Tukijo dia kurang bahagia sekarang. Soal ekonomi yang tidak mapan, tidak terlalu disesali. Tapi watak mental suami yang terlalu mengekang dan mengatur dirinya, sungguh siksaan berat. Maunya Tukijo, Indri memang cukuplah di rumah dengan tugas mamah (makan) dan mlumah (melayani di ranjang). Tetapi apa cukup gaji suami untuk membiayai keluarga jika dia tak juga bekerja kantoran?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari yang penuh penderitaan itu menjadikan Indri rajin mengunjungi Idris lewat jejaring FB. Di sana dia curhat, tentang rumahtangganya. Idris yang merasa telah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), merasa dapat peluang. Dia tak sekadar memberi nasihat pada Indri, tapi juga memprovokatori untuk bercerai saja. Tapi otak waras Indri tak bisa menerima ajakan itu, sebab dia tak mau anak-anak jadi korban. “Nek ngono bojomu tak pateni wae ya (kalau begitu suamimu kubunuh saja ya)” ancam Idris.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah barang tentu Indri menolak solusi gila itu. Sejak itu dia tak mau lagi FB-an dengan Idris. Bahkan nama lelaki itu juga dihapusnya dari daftar FB-nya. Sungguh ngeri dia karenanya. Meski Tukijo tak dicintainya, tapi Indri tak tega untuk melenyapkan nyawanya. Sebab bagaimana pun juga dia adalah bapak dari sejumah anaknya. Indri pun kini sadar, biarlah penderitaan ini ditelannya sendiri. Dia tak mau, lepas dari kucing garong justru diterkam serigala pulang dari Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya tibalah saat mengenaskan itu. Saat pulang naik motor beberapa hari lalu, Tukijo dicegat empat lelali bermotor. Sempat cekcok sebentar lalu suami Indri ini dikeroyok. Salah seorang kemudian mengayunkan golok, hingga lengan kanan Tukijo nyaris putus. Dikabari suami masuk RS karena dibacok orang, Indri pun jadi histeris. Dia lalu ingat akan ancaman yang pernah dikirim Idris beberapa minggu sebelumnya. “Saya tahu siapa dalangnya, Pak. Dia pasti Idris yang pernah ngancam suamiku,” kata Indri di depan polisi Polsek Karangpilang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang susah, apakah ancaman lewat FB bisa jadi bukti?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4029724695767886049?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4029724695767886049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2008/11/facebook-nyaris-bawa-maut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4029724695767886049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4029724695767886049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2008/11/facebook-nyaris-bawa-maut.html' title='FACEBOOK NYARIS BAWA MAUT'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-2570906718476317800</id><published>2009-11-13T15:16:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:16:58.762+07:00</updated><title type='text'>MBAH KAKUNG PATAH HATI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya rasa cemburu bukan milik kawula muda saja. Mbah Kasman, 73, yang sudah lanjut usia, juga bisa terbakar cemburu ketika janda gendakannya, Wastikah, 45, terpikat lelaki lain. Kecewa karena diacuhkan, bahkan SMS saja tak juga dibalas, eyang kakung dari Kediri ini memilih mati gantung diri di pohon mangga. Tiada keindahan bagi kalangan kawula muda, kecuali sedang jatuh cinta. Dunia serasa milik mereka berdua saja. Tapi juga tak ada muda-mudi paling gelisah, mana kala hatinya tengah dilamun cemburu. Misalnya, saat tambatan jiwa dan kalbunya tiba-tiba terpikat dengan orang lain. Padahal namanya orang jatuh cinta, si dia maunya dimonopoli sendiri, tak boleh diintervensi pihak lain. Maklumlah, yang namanya kekasih memang bukan untuk umum, hanya dipakai untuk kalangan sendiri! Ironisnya, kakek-kakek macam Mbah Kasman ini juga masih memiliki rasa cemburu begitu kuat. Makin ironis lagi, eyang kakung yang telah berusia hampir 15 pelita ini juga masih punya gendakan segala. Padahal untuk jalan saja dia sudah mulai tertatih-tatih, sementara kepalannya cenderung mulai mengangguk-angguk. Tapi kata orang, mengangguk-angguknya kaum lelaki di usia udzur memang menunjukkan bahwa dia masih “mau” dan “hayo” dalam urusan perempuan. Kakek-kakek dadi Desa Karangpakis Kecamatan Purwoasri ini memang sudah cukup lama hidup menduda. Setahun setelah istrinya meninggal sekitar 6 tahun lalu, dia bermaksud menikah lagi. Tapi anak-anak yang tak memahami aspirasi urusan bawah sang ayah, menghalang-halangi niat Mbah Kasman. “Wis tuwa ya arep ngapa ta, mbok wis ngibadah wae sing mantep (sudah tua mau apa lagi, mendingan beribadah yang mantap),” begitu nasihat anak-anak yang diamini para cucu. Anak-anak rupanya tak memahami sifat dasar kaum lelaki. Meski usia sudah lanjut, urusan perempuan tak bisa dikesampingkan. Merujuk nasihat anak cucunya, bagi Mbah Kasman antara pahala dan paha tersebut masih berbanding lurus. Maksudnya, mencari pahala juga perlu, tapi urusan paha wanita juga masih butuh. Karenanya, nasihat para anak cucu tersebut baginya tak lebih pengebirian hak azasi manusia. Tapi apa mungkin, gara-gara soal ini Mbah Kasman harus mengadu ke Komnas HAM Jakarta? Hak azasi yang tak mau dihambat, diwujudkan Mbah Kasman dengan pacaran diam-diam bersama janda Wastikah yang masih tinggal sekampung. Dibanding dia sendiri, janda cantik ini jelas-jalas masih sangat STNK dalam usia belum kepala lima. Karena sering diberi uang dan perhiasan, meski tak ada rasa cinta di hatinya yang paling dalam, si janda mau juga bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Mbah Kasman. Jelas jelas kesediaan janda Wastikah karena faktor keekonomian. Sampailah kemudian ada lelaki yang sepantar berminat pada si janda jelita. Sejak itu mbah Kasman dieliminasi dalam “Wastikah Idol”. Keruan saja si kakek mulai dibakar cemburu, lebih-lebih ketika melihat si janda bersama kekasih barunya jalan-jalan ke Pulau Dewata, mengunjungi Pura Besakih, danau Kintamani hingga alas Kedaton. Mbah Kasman mencoba kirim SMS, tapi jawaban janda Wastikah pasif sekali bahkan belakangan tak mau lagi membalas. SMS Wastikah kali ini menjadi sesuatu yang mewah! Akibat diacuhkan si janda, Mbah Kasman jadi gelisah, malam tak bisa tidur. Makin tersiksa lagi ketika pulang dari darmawisata tersebut kekasih Wastikah malah ngendon lama di rumah si janda. Mbah Kasman benar-benar frustrasi dan patah hati, sampai esuk harinya warga menemukan dia gantung diri di pohon mangga. “Aku wis entek-entekan kanggo dheweke, ning malah ditinggal pacaran maneh (aku sudah habis-habisan untuknya, tapi malah ditinggal pacaran lagi)” tulis Mbah Kasman dalam sebuh wasiatnya. Ya mestinya sampeyan ingat umur, to Mbah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-2570906718476317800?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/2570906718476317800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/mbah-kakung-patah-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2570906718476317800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2570906718476317800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/mbah-kakung-patah-hati.html' title='MBAH KAKUNG PATAH HATI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5264482256664488759</id><published>2009-11-12T15:07:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:16:26.490+07:00</updated><title type='text'>MENANTU PREMAN SIAPA SUDI?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tato memang konotatif dengan preman, karenanya Pak Dirgo, 54, tak sudi Sigit, 27, lelaki bertato itu jadi menantunya. Berbagai cara dilakukan calon mantu untuk menaklukkan calon mertua, tapi tetap saja Wiwin, 22, tak boleh dinikahi. Saking kesalnya Sigit, ayah sang kekasih itu ditinjunya hingga ndlosor.&lt;br /&gt;Tak selalu orang bertato jahat, tapi orang sering memberi stigma (cap) bahwa orang bertato penjahat. Lihat itu si Bahak (Tora Sudiro) dalam sinetron Para Pencari Tuhan-nya Dedy Mizwar, meski dia bertato tapi hatinya lembut dan selalu berpihak pada kebenaran. Sebaliknya Pak RW Idrus, meski peci  tak pernah lepas dari kepalanya, dia selalu berotak kotor. Dalam pikirannya tak jauh dari ini: bagaimana cari dana segar meskipun itu harus mempedayai warga sendiri. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pak Dirgo warga Randugarut, Tugu, Semarang, termasuk orangtua yang anti pati pada lelaki bertato. Di matanya sungguh terasa aneh, kulit yang mulus kenapa dicoreng moreng tak keruan? Apa karena tak mampu beli baju batik, sehingga seluruh tubuhnya dibatik dengan tato? Karena itulah, kepada anak perempuannya dia pernah berwanti-wanti: “Jangan sekali-kali kamu pacaran dengan lelaki bertato….!” kata Pak Dirgo serius.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun orang Jawa memang punya ungkapan: sapa sengit bakal ndulit (siapa yang benci bakal mengalami). Itu pula yang terjadi atas keluara Pak Dirgo. Di kala sang ayah sangat benci pria bertato, eh Wiwin putrinya yang pernah diberi petunjuk tersevut ternyata malah menjalin asmara dengan Sigit, anak muda yang bertato di lengan kanan dan kirinya. Di mata Wiwit, justru lelaki bertato jadi nampak gallant (jantan), meski alat jantannya tak pernah kelihatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum terlanjur jauh, Pak Dirgo pernah mengingatkan Wiwin, agar selalu ingat pada “ajaran” pemimpin besar rumahtangga. Bila pemimpin besar revolusi Bung Karno mau mengganyang Malaysia, Pak Dirgo selaku paduka yang mulya dalam keluarga ingin mengganyang lelaki bertato. Tapi rupanya tegoran sang ayah tak pernah ditanggapi. Wiwit terus saja menjalin asmara bersama Sigit TTM (Tetangga Tapi Mesra)-nya. “Ah bapak jadul (jaman dulu) banget, tato kan nggak apa-apa,” bela Wiwin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saking cintanya pada putri Pak Dirgo, Sigit rela menato dadanya dengan wajah si Wiwin. Ternyata ini justru menambah calon mertua semakin benci. Meski berbagai cara lobi-lobi politik telah dilakukan, Pak Dirgo tak bisa menerima Sigit sebagai calon menantu. Meski jika apel si tato sering membawa duren buah kegemaran Pak Dirgo, tapi itu tak mengubah pendirian. “Kalau durian sih, yang saya tolak hanya pemberian Anggodo Wijaya,” kata Pak Dirgo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah barang tentu Sigit jadi serba salah. Tak mau dengan orangnya, tapi calon mertua masih mau juga makanan bawaannya. Klimaksnya terjadi beberapa hari lalu. Sudah capek-capek membawa duren ke rumah Pak Dirgo, eh bapaknya Wiwin ini tetap tak mengizinkan putrinya dibawa jalan-jalan. Padahal keduanya sudah berdandan rapi mau bermalam minggu. Yah, demi kepentingan yang lebih besar, terpaksa Sigit kembali mengalah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi lama-lama dia dongkol juga, kenapa calon mertua begitu apriori dengan orang bertatto? Pikirnya kemudian, dari pada dicurigai sebagai orang jahat, mending jahat sekalian. Karena itulah Sigit nekad minum bir sampai mabuk, setelah itu segera melabrak ke rumah Pak Dirgo. Calon bapak mertua yang tengah baca koran itu serta mrta dikirimi tinju 3 kali tepat pada kepala dan rahangnya. Kontan Pak Dirgo pingsan dan Sigit jadi urusan polisi. “Saya jengkel Pak, akhirnya Pak Dirgo saya pukul sampai ndlosor,” kata Sigit depan polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Nekad, calon mertua kok dipunjung kepelan (dikirimi tinju).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5264482256664488759?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5264482256664488759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/menantu-preman-siapa-sudi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5264482256664488759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5264482256664488759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/menantu-preman-siapa-sudi.html' title='MENANTU PREMAN SIAPA SUDI?'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-7754367982412366728</id><published>2009-11-10T15:07:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:07:34.464+07:00</updated><title type='text'>GIMAN MEMANG TAK BERHASIL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Wah, Giman, 47, memang mblubud (tak tahu malu) nggak ketulungan. Sudah jelas-jelas Hesti, 27,  punya suami kok masih diganggu juga. Saat suaminya bekerja di sawah, dia merayu pengin menggarap “sawah” Hesti yang tidak seberapa luas itu. Untung berhasil digagalkan, bahkan Giman kabur takut digebugi suaminya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum tahun 1970-an, majalah dan koran Ibukota sering memuat iklan margarine Palmboom, dengan kata-kata penegas: Giman selalu berhasil. Kata iklan tersebut, Giman yang selalu lesu dan malas belajar, setelah rajin sarapan roti diolesi Palmboom, nilai raportnya jadi bagus dan kemudian berhasil lulus ujian dengan gemilang. Dalam kegiatan olahraga juga begitu, berkat makan roti ber-palmboom, Giman selalu juara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jaman terus beredar, dan tokoh Giman dari Desa Tirtomoyo Kecamatanm Ampelgading (Malang) ini bernasib lain. Mungkin karena tak makam roti berpalmboom atau apa, dia tak berhasil dalam mengemban misinya. Tapi justru kegagalan itu merupakan keberkahan bagi nilai-nilai moral. Sebab “misi” yang diemban Giman ini memang tidaklah elok, karena dia ingin mengencani bini orang atau mengajak selingkuh menurut bahasa kekinian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah beberapa bulan ini warga Desa Tirtomoyo terbetot perhatiannya oleh kehadiran wanita cantik bernama Hesti. Dia orang Jakarta yang mau tinggal bermiskin-miskin di kampung bersama suaminya yang terkena PHK. Gara penampilan istri Samsu, 35, yang seksi dan susunya full nggak setengah-setengah, kaum lelaki di desa itu sering mengadakan diskusi panel untuk membahas Ny. Hesti yang aduhai itu. “Heran aku, orang secantik dia kok mau berlumpur-lumpur di sini,” kata Giman selaku pengagum berat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nama Hesti memang langsung menggugah Giman ke masa lalu, teringat lagu-lagu lamanya Lilis Suryani di tahun 1965-an, yang pernah didengarnya lewat kaset-kaset tembang lawas. “Oo Hesti, parasmu menyayat hatiku, kau nyalakan api kasihku yang kini tlah padam. Oo Hesti kau datang di kala aku rindu, rindukan belaian kasih yang kini telah jauh……” Ya, gara-gara Hesti bininya Samsu tersebut, nafsu Giman menjadi menyala-nyala. Hesti memang di kala Giman dilamun rindu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau Giman punya otak waras, mestinya sadar bahwa Hesti tetangga barunya tersebut bukanlah perempuan bebas merdeka. Dia punya suami petani Samsu yang siap sewaktu-waktu untuk mlathok (membelah) kepala Giman yang otaknya selalu ngeres. Tapi itulah Giman yang sedang kasmaran. Otaknya tak lagi di kepala, melainkan di kepala bagian kawah. Karenanya yang dipikirkan kemudian, bagaimana bisa mengencani Hesti yang seksi menggiurkan dan menawarkan sejuta rasa tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai lelaki paling mblubud di Kabupaten Malang, Giman lalu rajin berkunjung ke rumah Hesti di kala suaminya bekerja di sawah. Tahu tuan rumah menyambut ramah,  kunjungan itu semakin dipersering. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, saat melihat siatuasinya nampak aman, dia bisik-bisik mengajak Hesti untuk berhubungan intim bak suami istri. Siang-siang begini? “Ya nggak apa, kalau film ini namanya mathine show (main siang)”, kata setan memberi semangat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di kala Giman bertamu berlama-lama saat Samsu tak di rumah, warga lalu diam-diam menyusul suami Hesti ke sawah. Tentu saja dia naik pitam. Dengan tubuh masih bergelimang lumpur, Samsu menyeruak ke dalam rumah. Dengan mata kepala sendiri dia melihat betapa tangan istrinya ditarik-tarik Giman untuk diajak ke kamar. “Maling!” teriak Samsu dan Gimanpun kabur lewat dapur, tanpa mempedulikan sepeda motornya yang diparkir di halaman. Warga memburu ke rumahnya di kampung sebelah, tapi tak ditemukan jejaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Wah, Giman memang tidak berhasil, dan minggat kayak Julianto!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-7754367982412366728?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/7754367982412366728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/giman-memang-tak-berhasil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7754367982412366728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/7754367982412366728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/giman-memang-tak-berhasil.html' title='GIMAN MEMANG TAK BERHASIL'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6537621724113231381</id><published>2009-11-08T15:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:06:49.427+07:00</updated><title type='text'>MANJAT JANDA MANJAT SUTET</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasiran, 30, memang pendatang baru di dunia perselingkuhan. Lantaran begitu malunya ketahuan “memanjat” janda tetangga, dia nekad manjat SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi) dekat rumah. Yang repot tentu saja polisi, mereka harus menurunkannya secara hati-hati, sedangkan enaknya nggak dibagi! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saluran udara tegangan tinggi memang selalu bikin orang terkena tegangan tinggi. Saat lahan dibebaskan, pemiliknya sering tarik ulur dengan pihak PLN lantaran ganti rugi yang tidak sesuai harapan. Setelah jadi jaringan listrik dengan  menara-menara pencakar langit, eh orang-orang yang frustasi sering memanfaatkannya untuk percobaan bunuh diri. Dalam catatan Pos Kota, sejak April hingga Nopember 2009 telah terjadi aksi panjat Sutet tak kurang dari 7 kali: yakni di Purworejo, Bandung, Tulungagung, Pasuruan, Tanah Abang (Jakarta), Bojonegoro, dan terakhir Mojokerto.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pelaku panjat Sutet di Bojonegoro, tak lain tak bukan adalah Kasiran, warga Sedah Kidul Kecamatan Purwosari. Sebagaimana pelaku yang lain, dia juga frustrasi lantaran istrinya Srini, 26, selalu mengolok-olok dan kemudian mendiamkanya, sejak dia ketahuan “memanjat” janda tetangga sekampung. Padahal kejadiannya sudah hampir sebulan, tapi asal Kasiran mendekati istri dalam rangka minta “jatah” selalu ditolak dan diledek: “Mendingan sama Rubikah, yang susunya full nggak setengah-setengah….,” kata Srini, langsung menukik ke hulu hati Kasiran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rumahtangga Kasiran – Srini memang hampir tak pernah akur, dengan persoalan yang multidimensi. Di samping kesulitan ekonomi, juga kesulitan mendapatkan keturunan. Bayangkan, selama tahun 7 tahun dalam ikatan perkawinan, tak juga memiliki keturunan yang selalu menjadi dambaan keluarga. Ditambah di rumah sering diomeli istri, Kasiran lalu mencari hiburan keluar. Hiburan itu adalah main mata dengan janda satu kampung, Rubikah yang bodinya memang seksi menggiurkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika si janda memberi harapan, Kasiran menjadi semakin kebablasan. Bila semula sekedar lempar senyum dan lirikan mata saja sudah endah banget, kini ditingkatkan hingga urusan ranjang, sebagaimana klimaks sebuah perselingkuhan. Sekarang, asal habis diomeli istri pasti Kasiran lari dalam pelukan Robikah yang susunya full nggak setengah-setengah itu. “Bergaulah dengan orang yang memahami kehebatan Anda.” hibur Rubikah bagaikan Mario Teguh saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, Rubikah memang sangat mengagumi kehebatan Kasiran di ranjang, sehingga Kasiran pun jadi rajin…… menggauli! Tapi sial, entah pada kegiatan gaul-menggaul yang keberapa, ulah Kasiran ini dipergoki istrinya. Gemparlah warga desa. Rubikah ribut dengan Srini, dan Kasiran pulang ke rumah unclug-unclug dengan memendam sejuta rasa malu. Cepat atau lambat, adegan Sarmili digojlog Bu RT bakal pindah ke Bojonegoro.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata yang terjadi lebih dari itu. Srini tak hanya mengomeli, juga mendiamkan pada hari-hari selanjutnya. Bahkan ketika dia minta “jatah” di saat siatuasi dianggapnya sudah mendingin, kembali Srini memperolok-olokkannya. Malu sekali Kasiran, sehingga jika kemarin-kemarin lari dalam pelukan si janda, kini justru lari ke menara sutet dekat rumahnya. “Srini, deloken iki, aku trima mati (Srini lihatlah, aku lebih baik mati saja),” teriak Kasiran dari ketinggian 20 meter.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tentu saja warga gempar. Srini sempat pingsan dua kali melihat kenekadan suami. Meski sudah diminta untuk turun, Kasiran tak juga bergeming. Yang membuat orang-orang di bawah sport jantung, sebentar-sebentar dia bergaya seperti orang mau terjun bebas. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, polisi membentangkan terpal diseputar menara, sementara petugas terus merayap ke atas untuk menyergapnya. Setelah makan waktu 8,5 jam Kasiran berhasil diringkus petugas dan dikerek ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6537621724113231381?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6537621724113231381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/manjat-janda-manjat-sutet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6537621724113231381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6537621724113231381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/manjat-janda-manjat-sutet.html' title='MANJAT JANDA MANJAT SUTET'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-5568413339553548596</id><published>2009-11-07T14:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T15:05:43.021+07:00</updated><title type='text'>BAWAH KOK SEPERTI WARUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya kini pakaian jilbab sudah mulai disalah-gunakan. Lihat kelakuan Ny. Betty, 34, dari Tulungagung (Jatim) ini. Atas pakai kerudung, tapi bawah kayak warung. Bayangkan, di kala suami jadi TKI di Malaysia, dia malah berbuat mesum dengan Heru, 36, selingkuhannya di kamar mandi umum. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertanda apa ini? Semakin canggih otak manusia, kok sampai tega mempermainkan simbul-simbul agama. Di bandara Sukarno-Hatta belum lama ini, dua orang pemakai gamis ditangkap karena menyelundupkan ganja di balik baju-baju gamisnya. Lalu di Mesir, karena demi keamanan kini Universitas Al Azhar di Cairo melarang siswi mengenakan cadar. Peringatan yang sama juga menyusul di Kelantan, negera bagian Malaysia, orang-orang wanita bercadar bakal dilarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia yang tidak segalak itu, masih juga ada yang menyalahgunakan simbul jilbab. Ny. Betty dari Desa Doho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung misalnya, beberapa hari lalu dia kepergok berbuat mesum di kamar mandi umum dengan mengenakan kerudung jilbab. Kalau saja dia bukan makhluk wanita, mugkin habis digebuki warga yang memergokinya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tak lazim tersebut, bersama sang gendakan diserahkan ke Polres.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Betty memang sudah dua tahun ditinggal suami memburu ringgit ke Malaysia. Sebagai wanita muda dan enerjik, dia sungguh kesepian sekian lama jauh dari suami. Kehangatan malam yang biasa diperoleh minimal tiga kali seminggu, kini ngaplo (bengong) dalam keseharian. Kecantikan yang dimiliki menjadi nganggur seakan tiada arti, bagaikan wastra lungset ing sampiran (kain kusut di gantungan) kata orang Jawa. Hiburan satu-satunya baginya, hanyalah dua anak yang ditinggalkan suami di negri jiran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam kesepian tersebut tanpa sengaja Betty ketemu teman lama di kala remaja ABG dulu. Kebetulan pula dia ketemu Heru di kala sedang bengong di tempat pemberhentian bis, seakan tengah melamun. Lalu kemudian Betty pun disapanya.   “Betty, Betty sahahabatku jangan kau membisu seribu kata, jangan kau bersedih kunyanyikan lagu penawar duka…., ingatkah waktu  kita dulu perkenalan, di suatu malam pesta perkawinan seorang kawan….!” kata Heru sembari tersenyum. Lagunya Christine di tahun 1968 itu dulu memang suka dipakai menggoda Betty.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata pertemuan itu terus berlanjut dan semakin akrab. Beety suka curhat akan rumahtangganya, dan Heru bisa menjadi pendengar yang baik. Tapi tahu Betty kesepian jauh dari suami, Heru mencoba memanfaatkan. Dari telpon-telponan dan tamu-tamuan, lalu dilanjutkan dengan tidur-tiduran di kamar. Kalau sudah begini, mau apa lagi? Betty yang sudah lama merindukan kehangatan seorang pria, akhirnya tak kuasa menolak gempuran nafsu Heru yang menggebu-gebu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Celakanya, ketika suami sudah kembali dari Malaysia, Betty tak juga bisa melepas  “kebiasaan” baru yang mengasyikkan itu. Beberapa hari lalu misalnya,  dengan mengajak putrinya yang usia 5 tahunan, dia sengaja mau menemui Heru. Kepada suami pamitnya belanja ke pusat perbelanjaan untuk membeli keperluan dapur. Untuk lebih meyakinkan suami, dia sengaja pakai jilbab serapi mungkin sehingga penampilannya nyaris seperti Inneke Kusherawati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di pertokoan kota Tulungagung hanya sebentar. Putrinya disuruh nunggu di toko dan diam-diam Betty menyelinap keluar untuk menemui Heru. Saking kangennya mungkin, keduanya kemudian masuk ke dalam kamar mandi umum. Sambil berdiri Betty – Heru menuntaskan nafsu birahinya. Tapi acara “jumenengan” belum juga selesai, kepergok warga. Nah, dalam kondisi nyaris bugil keduanya digelandang ke kantor polisi. Orangpun banyak yang geleng-geleng kepala atas kelakuan Betty, termasuk suaminya. “Katanya mau belanja keperluan dapur…..,” kata suami Betty di kantor polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bukan urusan dapur, tapi cari yang syurrrr! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-5568413339553548596?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/5568413339553548596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/bawah-kok-seperti-warung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5568413339553548596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/5568413339553548596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/bawah-kok-seperti-warung.html' title='BAWAH KOK SEPERTI WARUNG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6039085918303556015</id><published>2009-11-06T14:53:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T14:53:43.715+07:00</updated><title type='text'>TAKUT ISTRI KOK SELINGKUH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andaikan sinetron “Suami-suami takut istri” butuh pemain baru, Kaban MS, 60, layak jadi pemain. Soalnya dia juga termasuk lelaki yang selalu kalah dengan istrinya. Kalah omongan juga kalah tenaga, sampai-sampai kemarin dulu Kadimin babak belur dipukuli dan diinjak-injak Ny. Giyati, 45. Tragis. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahukah tanda-tanda wanita yang berani sama suami? Kata pelawak Basiyo almarhum, jika punya istri tampak gelap pada anak tekaknya, lalu susunan gigi geliginya juga jarang-jarang; hati-hatilah wahai kaum lelaki. Istri macam begini biasanya berani dan tega pada suami. Manakala tersinggung oleh ucapan suami, dia bisa naik pitam. Tak hanya kasar dalam kata-kata, tapi juga tenaga. Bisa saja lakinya langsung dipentung, lalu ditelikung dan dimasukkan ke dalam karung!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri Mbah Kaban MS apa juga begitu? Kurang lebih sama dan sebangunlah. Secara pisik yang kasat mata, Ny. Giyati ini memang lembut, ramah dan kalem. Tapi ketika kecenthok (tersinggung) dia bisa menjelma bagaikan serigala lapar. Jika hanya terjadi piring terbang non tatasurya di rumah, itu sudah biasa. Pernah Ny, Giyati menerkam Mbah Kaban, lalu dipojokkan ke tembok. “Ampun mak, ampuuuun…..!” rengek Mbah Kaban kemudian, macam Pak RT Sarmili dalam sinetron “Suami-suami takut istri”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau Mbah Kaban MS kurang bahagia rumahtangganya, sebetulnya juga salah sendiri. Kenapa dia mengambil istri yang usia terpaut jauh? Dua puluh tahun lalu, ketika Kaban usia 40, masihlah dia mampu mengimbangi hasrat Ny. Giyati yang baru usia 25; baik di jobin (lantai) maupun di ranjang. Tapi sekarang? Di saat usianya semakin udzur, dia kurang lagi mampu dalam percaturan ranjang. Maka ketika para tetangga asyik ngobrol soal penegakan hukum di pemerintahan SBY, Mbah Kaban hanya bisa bilang: “Aduh Mas, aku sekarang baru mikir soal penegakan “burung” dulu….!”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andaikan Mbah Kaban ini sekaya mantan menteri MS Kaban, yang dapat gelontoran dana sampai Rp 17 miliar dari PT Masaro, pastilah sudah berobat keluar negri. Tapi karena dirinya cuma Kaban yang MS-nya berarti: Makin Susah, mampunya hanya pakai obat tradisional dan tusuk jarum. Tapi itupun tak bisa mengubah keadaan. Awalnya memang nampak gagah perkasa laksana perwira, tapi pada hari “H”-nya kemudian, tetap saja mengecewakan Ny. Giyati yang masih giat soal begituan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Herannya, meski sudah tak bisa diperbaiki masih saja Mbah Kaban MS mencari solusi. Sampai kemudian muncul saran gila agar sikakek ini mencari mitra tanding lain, yang strategis dan romantis. Mulai deh, meski usia sudah lanjut Mbah Kaban belajar selingkuh dengan janda tetangga. Eh ternyata benar. Si kakek yang tadinya berpempilan macam Pepabri, mendadak  kembali jadi energik laksana Akabri. Sejak itu kakek dari Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kudus (Jateng) ini jadi praktisi selingkuh yang rajin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sial rupanya, baru beberapa kali mengencani janda sebelah, ketahuan Ny. Giyati. Kontan Mbah Kaban nyembah-nyembah minta ampun, berjanji takkan mengulangi lagi. Celakanya begitu istrinya melupakan, kembali dia mendatangi rumah sijanda  dan berkencan ria. “Aha itu dia, kakek yang tak tahu diri, bermain dengan sijanda, tak ingat cucu  dan bini….,” kata setan meledek Mbah Kaban MS, sambil plesetan menirukan lagu lamanya Titik Sandhora tahun 1968.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi Mbah Kaban kembali ketahuan Ny. Giyati. Kali ini tak ada ampun lagi. Si kakek yang sudah nungging-nungging minta ampun, langsung digetok kepalanya pakai bakiak (sandal kayu) sampai berdarah. Itu tak cukup. Mbah Kaban lalu ditelentangin dan perutnya diinjak-injak macam olahraga jogging. Sementara sikakek ditolong para tetangga, Ny. Giyati langsung dilaporkan ke Polsek Gebog. Meski harus mendekam dalam sel, dia merasa puas karena sudah kasih pelajaran suami nggeragas (rakus).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang lain cari pahala, Mbah Kaban masih sibuk cari paha! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6039085918303556015?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6039085918303556015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/takut-istri-kok-selingkuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6039085918303556015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6039085918303556015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/takut-istri-kok-selingkuh.html' title='TAKUT ISTRI KOK SELINGKUH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6185893627756774489</id><published>2009-11-05T14:49:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T14:52:55.574+07:00</updated><title type='text'>ANGGONO SUKA NGATUR WIL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggodo memang beda dengan Anggono. Bila Anggodo Surabaya suka ngatur pejabat Kejaksaan dan Polri, Anggono Kediri ini suka ngatur WIL-nya, termasuk menggerogotinya. Yang lucu, Anggono Kediri ini ditangkap setelah telepon dan datang sendiri ke Polsek Wates. “Gak eruh aku, jebul diblusukna…” kata Anggono dengan logat Surabaya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tokoh paling dibenci rakyat minggu-minggu ini pastilah Anggodo Wijoyo dari Surabaya. Sebab lewat HP saja dia mampu mengatur oknum-oknum pejabat Polri dan Kejaksaan. Tapi tokoh paling capek minggu-minggu ini juga Anggodo wong Surabaya. Sebab setelah rekaman suaranya dibuka di Mahkamah Konstitusi, dia ditarik ke sana kemari oleh berbagai lembaga. Sore hari setelah sidang MK, Anggodo diwawancarai TV One berjam-jam, disusul diseret ke Mabes Polri dan diiterogasi lebih dari 24 jam. Siang harinya, gantian diseret ke Tim Delapan, untuk diomeli Adnan Buyung Nasution.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ironisnya, meski nama hanya mirip-mirip, Anggono, 40, dari Desa Bedali Kecamatan Ngancar (Kediri) ini juga baru saja kenyang diomeli seperti Anggodo. Bila adik Anggoro ini disemprot Tim Delapan, Anggono diomeli oleh Wanita Idaman Lain (WIL)-nya. Masalahnya, Nining, 26, tak mau terlalu diatur oleh Anggono. Namanya tak ada ikatan resmi, boleh saja dong main mata dengan lelaki lain. “Memangnya sampeyan njatah aku berapa setiap bulan?” begitu ledek Nining pada Anggono.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemelut para praktisi selingkuh ini terjadi baru beberapa minggu ini. Anggono yang pengusaha karaoke, meski sudah punya istri masih buka cabang asmara pada Nining yang sebetulnya juga punya suami. Jadilah mereka berkencan ria di mana saja suka. Bila tengah bergumul di atas ranjang, Anggono lupa pada istrinya di rumah. Begitu pula Nining, sejenak juga terlupakan suaminya yang selalu menunggu bersama anak-anaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada memang timbal balik yang diterima Nining. Selain dapat “onderdil” Anggono, dia juga menerima sejumlah materil berupa kalung, HP terbaru dan tentu saja sejumlah uang. Dan Anggono yang sudah merasa bisa menaklukkan sang WIL, kemudian mengatur-ngatur Nining untuk tidak main mata dengan lelaki lain, bahkan termasuk suaminya juga. “Kalau suamimu minta jatah, bilang saja capek atau sedang mens, gitu….,” kata Anggono blak-blakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hil-hil yang mustahal macam begini, rasanya sulit untuk bisa dipatuhi oleh Nining. Anggodo juga tahu itu dan masih bisa memaklumi. Tapi yang dia sama sekali tak mau tahu, kenapa belakangan sang WIL juga menerima cinta lelaki lain lagi selain suaminya di rumah. Anggono marah betul atas “pengkhianatan” ini. Jika Nining tak bisa dimonopoli, duopoli juga cukuplah. Jangan pula dibikin tripoli macam ibukota Lybia pula. Kalau Muamar Kadafi marah, siapa yang nanggung?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya Nining memang tak bisa diatur oleh Anggono yang mau berlagak macam Anggodo Surabaya. Hari kemarin misalnya, dia menolak mentah-mentah ketika PIL-nya ngomong begini begitu, yang ujung-ujungnya minta begituan. Karena ditolak, Anggono lalu merampas kalung dan HP Nining yang awalnya pemberian darinya. Gara-gara perampasan tersebut, diam-diam Nining melapor ke Polsek Wates.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggono apes rupanya. Beberapa menit setelah laporan di Polsek, Nining telepon PIL-nya bahwa dia kangen dan ditunggu di sebuah rumah di Jalan Merdeka 76, Wates. Pengusaha karaoke yang rupanya belum hafal betul peta Kediri, dengan senang hati segera mendatanginya, maklum masih nafsu banget. Nining memang ada di situ, tapi lengkap dengan sejumlah polisi. Langsung saja dia diproses perbal dan tak boleh pulang. “Terima kasih atas kesediaan Anda menyerahkan diri,” begitu kata petugas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang begini ini namanya kutuk marani sunduk.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6185893627756774489?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6185893627756774489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/anggono-suka-ngatur-wil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6185893627756774489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6185893627756774489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/anggono-suka-ngatur-wil.html' title='ANGGONO SUKA NGATUR WIL'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8854528340524282635</id><published>2009-11-04T11:32:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:33:08.285+07:00</updated><title type='text'>WTS KOK DIBAWA KE RUMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Marwoto memang lelaki hidung belang paling tolol se Kabupaten Tuban (Jatim). Sudah tahu WTS itu bagian dari sampah masyarakat, kenapa dikenalkan pada istri. Tentu saja keduanya cakar-cakaran. Nah, sekarang Mimin istrinya masuk rumah sakit setelah dilempar paving blok. Rugi sendiri kan jadinya? &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada jajanan paling kotor, kecuali WTS sang wanita jalang. Jika jajanan atau kudapan yang dirubung lalat sebagaimana ditulis dalam buku Bahasaku karya BM Nor, bila dimakan juga, paling yang sakit perut si Sudin, Tuti maupun Amir. Tapi jika yang dimakan “jajanan” di kompleks WTS sebagaimana Silir (Solo), Gang Dolly (Surabaya), atau Rawamalang (Jakarta); yang sakit justru di bawah perut. Maklumlah, “kue” di kompleks WTS itu tidak lagi hiegenis, saking terlalu banyak dicemol lelaki sana dan sini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini kue memang sekadar kiasan, tentu saja. Tapi bagi Marwoto, 45, praktisi keperempuanan alias “tukang jajan” alias lelaki hidung belang, sudahlah mafhum. Begitu lama dia malang melintang dalam kawasan black area (dunia hitam), Marwoto sangat hapal hampir seluruh lokasi pelacuran di Tanah Jawa. Jika ada cerdas cermat soal per-WTS-an di TVRI misalnya, pastilah dia mampu menjawab cepat dan tepat. “Semarang di Sunan Kuning, Tulungagung di Kedungwaru, Yogyakarta di Sanggrahan, Klaten di Mbaben, Magelang di Candi…..dst”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberuntungan Marwoto adalah, meski sudah begitu buruk CV (Curikulum Vitae)-nya, masih ada juga wanita yang mau dipersuntingnya jadi istri. Tentu saja jika Mimin, 37, mau jadi pendamping, itu terjadi karena dia sama sekali tak tahu sisi buruk suaminya selama ini. Maklumlah, sebagaimana lazimnya lelaki suka main perempuan, penampilan Marwoto sehari-hari selalu trendy dan wangi. Tak pernah dia mau pakai baju kusut, apa lagi lepas kancing bajunya barang sebiji.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anehnya pula, meski Marwoto “tukang jajan”, dia tak pernah sampai kepatil atau terkena penyakit kotor sebagaimana siphilys maupun rajasinga. Makin beruntung pula, anak-anaknya di rumah juga mulus-mulus tanpa cacat. Kalaupun ada cacat, paling cacat hukum; karena anak pertamanya dulu lahir ketika Marwoto – Mimin baru 6 bulan jadi pengantin. “Sekarang kan jaman serba instan, bayi lahir usia 6 bulan dalam kandungan juga biasa,” kelit Marwoto saat didonder anak pertamanya dulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Herannya pula, meski sudah punya istri yang siap jadi penyaluran kebutuhan biologis selama 24 jam, lelaki dari Desa Kerek Kecamatan Kerek (Tuban) ini masih juga suka keluyuran ke tempat pelacuran. Di daerahnya, dia punya langganan tetap si Vera, 25, yang mangkal di Kompleks WTS Dasin, Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu. Hari-hari tertentu, dia musti “ngetap olie” ke sini, terutama ketika istri di rumah sedang dalam kondisi berhalangan sementara alias: ……mens!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh tak dinyana, diam-diam ternyata Marwoto juga termasuk lelaki hidung belang berdarah dingin. Sudah tahu Vera adalah bagian dari sampah masyarakat, dibawa pula ke rumah dan diperkenalkan pada istri. Dikira wanita itu adalah teman bisnis suami, Mimin menerimanya dengan ramah. Dia baru terkejut ketika ada tetangga yang kasih informasi A 1. “Lho mbak, Vera itu kan WTS yang mangkal di Ndasin….,” bisik tetangga setelah tamunya pergi bersama Marwoto.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya bisa ditebak. Ketika lain hari Marwoto kembali mengajak Vera ke rumah, langsung saja dilabrak Mimin. Disebut “lonte lonte….” di depan orang banyak, tentu saja Vera marah besar. Diambilnya batu paving blok dan langsung dilempar ke muka Mimin. Gegerlah warga Desa Kerek siang itu. Sementara Mimin dilarikan ke rumahsakit, Vera digelandang warga dan diserahkan ke Polsek Kerek.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang geblek dan goblok Marwoto juga sih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8854528340524282635?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8854528340524282635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/wts-kok-dibawa-ke-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8854528340524282635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8854528340524282635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/wts-kok-dibawa-ke-rumah.html' title='WTS KOK DIBAWA KE RUMAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-2366384971274582984</id><published>2009-11-02T11:31:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:32:09.614+07:00</updated><title type='text'>MENANTU “DIINTERVENSI” TETANGGA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andaikan anak lelakinya di rumah dan menantu hamil, Barkah, 50, takkan ambil pusing. Tapi yang terjadi justru Fatikah, 26, hamil ketika suaminya 2 tahun jadi TKI. Ternyata yang suka “intervensi” ranjang mantunya justru pemuda tetangga. Langsung saja Barkah ambil sabit dan Sumanto, 32, dibacok crot! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata perkembangan zaman tak berbanding lurus dengan peradaban. Anak manusia bukan semakin berbudaya dan beradab, justru biadab. Dalam ranah politik misalnya, lembaga KPK yang berusaha memberantas korupsi, justru dikeroyok kepolisian dan kejaksaan. Masalah sosial semakin yang berhubungan dengan tata nilai, makin gawat lagi. Kini anak “dimakan” ayah kandung sering terdengar, mantu “makan” mertua juga sudah lumrah. Sebaliknya mertua “makan” menantu juga sering terdengar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini yang tak dimaui oleh Barkah, seorang mertua yang tinggal di Desa Bulangan Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan (Madura). Dia tak mau dituduh oleh para tetangga, paling tidak dibatin bahwa telah menghamili anak menantu sendiri, ketika Juwadi, 30, anak lelakinya masih jadi TKI di Malaysia. Karenanya, untuk menghindari kriminalisasi dan pembunuhan karakter, pelaku penghamilan atas diri Fatikah anak menantunya, harus diusut sampai tuntas, tass!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau boleh berterus terang, Fatikah menantu Barkah ini memang cantik. Bodi seksi, kulit putih bersih dan tentu saja betis mbunting padi. Cuma Juwadi saja yang sial, punya bini cakep nggak bisa ngurus secara patut akibat keterbatasan ekonomi. Karenanya, meski cantik dan selalu menimbulkan insprirasi di ranjang, Juwadi harus meninggalkannya sejak dua tahun lalu. Tragis nggak? Di kala dia harus selalu menujukkan “tenaga kuda” pada istri, malah menjadi tenaga kerja luar negeri!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anehnya, kepergian Juwadi ke Malaysia justru merupakan berkah bagi Sumanto, tetangganya sendiri di Bulangan. Sebetulnya sudah lama anak muda ini merindukan Fatikah, tapi dia tereliminasi dalam “Fatikah Idol” tiga tahun lalu. Meski dia sempat memacari, tapi tak sempat menikahi, apa lagi me……numpaki! Karenanya, meski Sumanto masih mendambakan Fatikah, dia hanya mampu bersetubuh dalam mimpi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hil-hil yang mustahal selalu terjadi dalam kehidupan. Yang tak mungkin jadi mungkin, yang mungkin jadi tak mungkin. Dan mendadak kemungkinan Sumanto atas diri Fatikah kembali hadir ketika Juwadi suaminya pergi ke Malaysia sebagai TKI. Nah, sejak tetangga idola itu jauh dari suami, diam-diam Sumanto suka “intervensi”. Karena bahan dasarnya memang ada, keduanya pun lalu nyambung dan Fatikah tak keberatan diajak masuk dalam sarung. “Nggak cuma Sumanto Purbalingga, Sumanto Pamekasan juga bisa “makan” orang…..,” kata Sumanto setelah entuk-entukan (dapat segalanya).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedikitnya 10 kali Sumanto berhasil “intervensi” ranjang Fatikah. Karena mantu Barkah ini masih normal, tak lama kemudian dia pun hamil. Ini ditandai dengan perilaku Fatikah yang suka buah asem-asem dan muntah-muntah. Barkah sebagai ayah mertua sungguh nggak enak jika nanti dituduh warga menghamili mantu sendiri. Karenanya Fatikah lalu diinterogasi untuk menjawab 30 pertanyaan. Maka jawabnya bla bla bla, di mana tak kurang dari 12 kali menyebut nama Sumanto.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agar tuduhan warga itu tak sampai mencuat, Barkah segera mengadakan perhitungan. Pas dia menyabit rumput, kok unclug-unclug Sumanto datang. Langsung saja ditanya tentang soal “intervensi” ranjang Fatikah. Eh, mengelak! Langsung saja clurit disabetkan ke kaki Sumanto hingga terkapar mandi darah. Sementara pacar gelap Fatikah dilarikan ke Puskesmas, Barkah menyerahkan diri ke Polsek Pagantenan. “Sebetulnya saya nggak mau intervensi Pak, tapi ini menyangkut harga diri, ya terpaksa,” kata Barkah di depan polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yaak, nggak mau intervensi, lagaknya seperti presiden saja! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-2366384971274582984?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/2366384971274582984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/menantu-diintervensi-tetangga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2366384971274582984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/2366384971274582984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/11/menantu-diintervensi-tetangga.html' title='MENANTU “DIINTERVENSI” TETANGGA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-228086648723142502</id><published>2009-10-31T11:30:00.001+07:00</published><updated>2010-01-13T11:31:29.366+07:00</updated><title type='text'>EMBARGO RANJANG UNTUK SUAMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada suami ngamuk di Jember (Jatim), gara-gara embargo ranjang. Mat Soderi, 45, membacok istri ponakan dan anak sendiri, karena berbulan-bulan tak diberi “jatah”. Kenapa Ny. Jaimah, 38, berbuat setega itu? “Habisnya, dia selingkuh sama janda Rabikah yang susunya full nggak setengah-setengah,” katanya pada petugas.&lt;br /&gt;Tiada kepedihan paling mendalam bagi seorang wanita, kecuali ketika memergoki suaminya selingkuh. Bagaimana itu bisa terjadi, menduakan cintanya dengan perempuan lain kan sama saja mengkhianati kesepakatan perkawinan. Atau memang begitukah sikap dasar kaum adam? Pembosan, dan cintanya pun  bisa berpindah-pindah macam kutu loncat. Pantas ada yang bilang: “Lelaki itu kan ibarat kucing, meski di rumah sudah dijatah daging kwalitas nomer satu, lihat ikan asin masih ditubruk juga.”&lt;br /&gt;Ibaratnya kucing itu tadi, kelasnya Mat Soderi ini termasuk jenis apa? Kucing angora, persi atau kucing kampung berbulu kembang asem? Paling cocok kiranya, kucing kuwuk yang suka makan ayam! Soalnya ya itu tadi, di rumah sudah diberi jatah “daging” yang higenis dan bebas antrax, eh …..lihat ayam kampung melintas langsung ditubruk keooook, keoookk! Tapi begitu ketahuan orang, segera lari terbirit-birit dengan ekor ngawet (ditekuk).&lt;br /&gt;Keluarga nelayan dari Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu ini pada awalnya tenang tenteram, tata tentrem kerta raharja sebagaimana kata kidalang. Pulang menjaring di laut semalam suntuk, langsung tidur. Bangun-bangun ketika ditawari makan istri, termasuk makan……bawah, tentunya. Habis itu, Mat Soderi tidurrrrr lagi macam Mbah Surip almarhum. Kala itu cinta sang nelayan muda pada Jaimah istrinya memang I love you full.&lt;br /&gt;Akan tetapi setelah kenal janda Rabikah, 30, dari kampung sebelah, parilakunya mulai berubah. Seusia menebar jaring di laut, di darat kembali menebar jaring-jaring asmara untuk si “putri duyung”. Umpannya pun bukan cacing atau capung, tapi uang bernilai Rp 50.000,- Kenapa Mat Soderi begitu royal, padahal berapa sih penghasilannya sebagai nelayan. Itulah lelaki, jika sudah kesengsem wanita cantik menjadi lupa akan kemampuan. “Rubikah susunya full, tidak setengah-setengah,” kata Mat Soderi memuji si janda nan seksi itu.&lt;br /&gt;Hanya saja kesialan selalu membututi peselingkuh pemula macam Mat Soderi. Sudah dipancing pakai ikan, tapi si janda tak kena juga. Uangnya memang diambil, tapi ketika diajak kencan tak mau. Kata Rabikah, sudahlah sama yang di rumah saja, nanti malah bisa nambah! Coba, bagaimana Mat Soderi nggak dongkol,  sudah bobol di kantong, si entong tetap saja bengong macam sapi ompong.&lt;br /&gt;Sialnya, selingkuhnya juga belum, tapi kabarnya sudah sampai ke rumah. Nggak ada ujan nggak ada petir, tiba-tiba Jaimah istrinya nyeletuk: “Rubikah susunya full, tidak setengah-setengah!” Bak bukti rekaman kriminalisasi yang dipegang KPK, Mat Soderi kuwalahan untuk menetralisirnya. Paling gawat, sejak itu nelayan muda ini kena embargo ranjang. Meskipun berulang kali minta, tak pernah dilayani. Ini berlangsung sampai berbulan-bulan. Pokoknya  motor Mat Soderi nggak bisa  “ngetap olie” !&lt;br /&gt;Akhirnya kesabaran Mat Soderi habis, ketika kemarin minta jatah tetap ditolak, dia ambil golok. Celakanya, meski sudah ditodong Jaimah tak juga bertekuk lutut dan berbuka paha untuk suami. Kelanjutannya sungguh tragis, istrinya terkapar dibacok. Ponakan dan anak perempuannya mencoba mencegah kebiadaban ayahnya, malah ikut pula terkapar kena babat. Walhasil, istri, anak dan ponakan dilarikan ke RSUD Dr Subandi, sedangkan ditahan di Polres Jember. “Saya sudah berbulan-bulan tak dilayani istri, bayangkan Pak….!” kata Mat Soderi polos.&lt;br /&gt;Yaaaah, urusan masih banyak kok suruh mbayangkan begituan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-228086648723142502?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/228086648723142502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/embargo-ranjang-untuk-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/228086648723142502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/228086648723142502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/embargo-ranjang-untuk-suami.html' title='EMBARGO RANJANG UNTUK SUAMI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-186057660556735365</id><published>2009-10-31T11:30:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:30:56.282+07:00</updated><title type='text'>PARKIR DI TUBUH JANDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada nggak ya orang yang lebih mblubut (tak tahu malu) dari Pomo, 40, tukang parkir dari Kediri (Jatim) ini? Sudah diberi fasilitas numpang hidup di rumah janda Marsinah, 45, kok malah menyetubuhinya dengan paksa. Padahal ketika dimintai tanggungjawab menikahi, dia malah kabur macam bos Bank Century. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Taktakala seseorang berutang budi, biasanya dia akan serba tak enak dan sungkan kepada pemberi budi. Sebab bagaimana pun juga, entah kapan waktunya dia harus bisa membalasnya, karena pepatah mengatakan: utang emas bisa dibayar, utang budi dibawa mati. Tapi ngomong-omong soal utang budi, mungkin hanya dua Budi yang tak punya utang di Ibukota ini: Budi Santosa (Priyo) di Fraksi Golkar DPR, dan Budi Anduk di Anteve (Tawa Sutra – Red).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iktikad selalu mengingat jasa dan budi seseorang, harus dimiliki setiap insan bermasyarakat, kecuali Pomo, warga Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto, Kediri. Betapa tidak? Sudah sekian lama dia makan dan tidur dijamin oleh janda Mursinah, eh kok lama-lama ingin menyetubuhi si janda, mentang-mentang si janda lama ra payu laki (baca: menikah). Bukankah sama saja Pomo ini sebagai kere munggah bale, atau air susu dibalas air tuba?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedekatan Pomo pada Mursinah memang sudah lama, karena mereka sama-sama berkutat di Pasar Banjaran. Si janda berjualan dalam sebuah kios, dan Pomo jadi tukang parkir kendaraan di halaman pasar itu. Kebetulan kios Mursinah juga tepat di dekat Pomo bertugas. Dus karena itu, sambil prat-prit dan ngomong kiri-kiri balas….mata Pomo suka meluangkan waktu lirak-lirik si janda pemilik kios. “Dancuk, ayune dipek dhewe (sialan, cantik amat janda ini),” kata Pomo menggerutu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada kesan, tukang parkir satu ini begitu buas akan makhluk wanita. Maklumlah, meski punya anak istri di rumahnya, tapi sudah lama dia tak akur pada ibunya anak-anak. Karenanya dia jarang pulang, bahkan sering pula menginap di rumah si janda di Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten. Kepada si janda pula dia suka curhat tentang rumahtangganya. Sebagai wanita yang lebih tua satu pelita dari Pomo, dia pun sering memberi nasihat demi keutuhan rumahtangganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Harusnya Pomo sadar dan menuruti nasihat wanita yang layak jadi kakaknya tersebut. Tapi yang terjadi, dia justru ngelunjak, pengin mengawini Marsinah. Lho, lho, kok jadi begini? Untuk menghindari hil-hil yang mustahal, Pomo disuruh pulang, tapi tak mau. “Bilakah kita kan jumpa seperti ini, memandang wajahmu lagi sepuas hati, aku enggan untuk pulang, walau waktu tlah menjelang, kuingin kelon seribu tahun lagi…….” kata Pomo sambil plesetan lagu “Pertemuan” milik Anna Mathovani taun 1966-an.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sialnya, Mursinah tak tegaan. Karena sudah lama kenal baik, Pomo malah diberi tumpangan tempat tinggal, plus diberi jatah makan sekalian. Cuma sejak tukang parkir itu tinggal di rumahnya, dia setiap tidur selalu kunci kamar dan pakai jins rangkap dua. Sekadar jaga-jaga, siapa tahu kehormatan bisa hilang tiba-tiba akibat kenekadan Pomo. Sebab jaman era gombalisasi sekarangi ini, jangankan kehormatan nggak hilang, ayat tembakau saja bisa hilang dari DPR ke Istana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang ditakutkan Mursinah ternyata benar. Tiga bulan tinggal bersamanya, Pomo jadi buas. Saat tuan rumah lupa kunci kamar, dia masuk dan menyetubuhi si janda dengan paksa. Karena sudah kadung terjadi atau kadung enak, Mursinah hanya menuntut Pomo untuk segera menikahi, bahkan biaya perhelatan sebesar Rp 4 juta juga diberikan. Tapi boro-boro tukang parkir itu mengurus ke KUA, justru setelah berhasil “parkir” di atas tubuh Mursinah, dia minggat. Terpaksa si janda kempling mengadukan kasus ini ke Polres Kediri. “Saya diperas luar dalam, Pak!” kata Mursinah pada polisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang luar kaya apa, yang dalam seperti apa, sih Mbak? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-186057660556735365?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/186057660556735365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/parkir-di-tubuh-janda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/186057660556735365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/186057660556735365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/parkir-di-tubuh-janda.html' title='PARKIR DI TUBUH JANDA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-4618776297391043028</id><published>2009-10-28T11:04:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:05:38.603+07:00</updated><title type='text'>IRWAN KORBAN VIRUS HALIMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya Irwan, 45, kesengsem pada klub poligami di Bandung. Sialnya, ketika ingin menikah lagi dengan pembantu bernama Halimah, 26, istri tak setuju. Malu kadung janji pada calon istri barunya, IRwan pilih bunuh diri. Akhirnya, para tetangga meledek: rupanya Irwan jadi korban virus Halimah! &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak seorangpun istri yang dengan sungguh-sungguh merelakan suaminya kawin lagi. Sebab dalam urusan cinta suami-istri, maunya kaum wanita ada hak monopoli di sini. Dengan demikian, jika ada wanita yang mengizinkan suaminya mengikuti jejak Puspo Wardoyo si juragan ayam bakar Wong Solo, sebetulnya karena kepepet. Bisa kepepet karena tak punya keturunan, bisa kepepet karena tak sanggup lagi melayani kebutuhan biologis suami. Karenanya, Allah mengizinkan hamba-hamba-nya poligami (Qur’an surat Anisa ayat 3) sesungguhnya untuk kondisi darurat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Irwan, warga Kelurahan Indro Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik (Jatim), mendadak juga kepengin poligami. Ini karena kondisi darurat, atau sekedar mau memanjakan urusan aurat? Mungkin karena alasan yang terakhir itulah. Sebab secara pisik, Sumi, 38, istrinya juga sangat normal, masih siap memberi pelayanan 24 jam, atau tanggap darurat dalam urusan syahwat. Tapi kenapa pula tiba-tiba dia punya keinginan macem-macem? Apa karena terbius oleh berita-berita “Global Ihwan”, klub poligami yang bikin heboh di Bandung?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kurang tahulah. Yang jelas, Irwan belakangan sedang kesengsem pada Halimah, 26, seorang TKW domestik di kompleks BTN tetangga desa. Kok seleranya rendah amat, mau poligami saja kok memilih pembantu? Lha ini…., orang masih juga suka mendikotomikan antara pembantu dan majikan. Padahal sejak jaman Orde Baru, para pejabat juga selalu mengingatkan, janganlah suka mendikotomikan antara sipil dan militer. Sebab karena perekembangan jaman, kini banyak sipil yang militeris, atau sebaliknya: militer yang sipilis!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa pula sih modalnya, sehingga Irwan nekad mau poligami? Biar hanya karyawan CV, tapi poligami yang lebih penting kan bukan materil, tapi onderdil. Karena itulah ketika si Halimah agak pesimis akan kesungguhan dirinya, Irwan berulang kali menegaskan bahwa perkawinan akan segera terjadi. Masalahnya, kini tinggal menunggu izin prinsip dari istrinya. “Begitu kita sudah nikah, kita jalan-jalan ke Bandung ya, ndaftar ke Global Ihwan….,” kata Irwan sok yak-yaka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari berikutnya Irwan ngrempek-ngrempek (merayu) pada istrinya, agar diizinkan menikah lagi dengan Halimah, pembantu dari kampung sebelah. Tentu saja Sumi terkaget-kaget. Begitu to kaum lelaki, baru bisa ngliwet kenthel (masak pera) barang sedikit, sudah mulai belagu mau poligami segala. Takut suami jadi raja bohong setelah berbini dua, dia menolak dengan tegas. Celakanya, gara-gara penolakan itu, Irwan jadi marah-marah. Rupanya dia benar-benar sudah terkena virus Halimah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumi betul-betul bingung. Virus Halimah yang selama ini jadi sumber konflik antara mantan Menkes Siti Fadilah Supari dengan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, kenapa kini menyerang keluarganya? Dalam kondisi kepepet, dia terpaksa mengizinkan Irwan menikahi gendakannya, tapi cukup kawin siri saja, jangan nikah KUA. Celakanya, Halimah juga bukan pembantu bodo. “Nggak ah, nanti kalau kamu mati, anakku nggak dapat warisan dong,” kata Halimah mengelak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya virus Halimah sudah menyerang Irwan sampai ke stadium tiga. Di luar kecewa karena gagal menikahi pembantu yang seksi menggiurkan, di rumah kecewa karena istri dan anak-anak kini bersikap dingin terhadapnya. Pikiran menjadi kusut, sedangkan jalan keluar tak ditemukan. Akhirnya, Irwan mengambil jalan pintas dengan caranya sendiri. Pagi harinya keluarga menemukan tubuh Irwan tergantung di kamar dalam rangka bunuh diri. Keluarga hanya bisa meratapi kepergiannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya begitulah, virus Halimah memang punya daya bunuh luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-4618776297391043028?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/4618776297391043028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/irwan-korban-virus-halimah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4618776297391043028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/4618776297391043028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/irwan-korban-virus-halimah.html' title='IRWAN KORBAN VIRUS HALIMAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8112309420044575017</id><published>2009-10-27T10:56:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:04:47.957+07:00</updated><title type='text'>CALON PENGANTIN BERDARAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada calon pengantin berdarah-darah. Bukan lantaran “dibon” pada malam pertama, melainkan karena dianiaya oleh bekas istri calon mempelai lelaki. Begitulah peruntungan Warnida, 24, dari Bandar Lampung. Acara perkawinannya melawan Hakim, 40, terpaksa dimundurkan, karena dia harus masuk RS Advent. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teliti dan hati-hatilah bila menerima pinangan lelaki, apa lagi jika sononya dalam status duda. Sebab banyak orang yang mengaku duda, tapi sebetulnya masih punya istri. Bercerminlah pada nasib pedangdut Cici Paramida, yang benjol-benjol setelah dikadali Ebi Suhaebi si pengusaha kaya. Karenanya jangan main iya saja ketika dilamar, apa lagi bekas istri si pelamar masih ada hubungan famili. Bukankah Nabi sudah mengingatkan dalam hadistnya: jangan kamu lamar wanita yang sedang dilamar lelaki lain. Begitulah analoginya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Isma, 32, istri Hakim yang telah diceraikannya beberapa bulan lalu, memang masih famili Warnida  yang bakal dinikahi Hakim. Karenanya, janda baru itu merasa tersinggung ketika yang akan diambil istri oleh bekas suaminya, justru famili sendiri. Bukan tersinggung pada Hakim, tapi tersinggung pada Warnida. Memangnya sudah gatel amat, sehingga tega menerima lamaran Hakim. “Tahu nggak kamu, kami bercerai karena terpaksa. Aku masih mencintai bang Hakim,” kata Isma dalam sebuah percakapan telepon beberapa hari sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keretakan rumahtangga Hakim dan Isma memang sudah lama, telah mencapai satu pelita mungkin. Masalah berangkat dari kelakuan Isma sendiri, doyan selingkuhnya nggak ketulungan. Kurang apa Hakim sebagai suami? Meski hanya pedagang di terminal Rajabasa, tapi gantengnya menyaingi artis Adrian Maulana. Sudah begitu, Hakim selalu memanjakan keinginannya. Tapi kenapa cinta Isma masih mendua, meladeni bisikan asmara lelaki lain?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada ngkali 5 kali, Hakim memergoki istrinya bersetubuh dengan lelaki lain di rumahnya. Gila nggak? Suami kerja banting tulang di terminal bis, eh di rumah Isma malah “banting-bantingan” dengan sejumlah lelaki. Kenapa partner selingkuhnya berganti-ganti pula, apa Isma memang wanita seks mania? “Boleh saja dia mengaku berjuang demi penegakan tungku di rumah, tapi dia sendiri nggak pernah berusaha penegakan “burung” dalam rumahtangga,” kata Isma sekali waktu berbuka kartu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hil-hil inilah yang menyebabkan Isma berbuat yang mustahal. Wanita dari Rajabasa Bandar Lampung ini memang sangat merindukan kehangatan lelaki. Dari suami tak memperoleh, ya ngobyek-ngobyek dikitlah. Dan pada perselingkuhan yang dipergoki ke lima kalinya, Hakim tak ada ampun lagi. Dia menggugat cerai Isma ke Pengadilan Agama, dan langsung dikabulkan. Tapi Isma yang masih merindukan Hakim secara materil, sebenarnya tak rela dengan perceraian itu. Sebab dengan lepasnya Hakim, berarti tak ada lain mesin uang yang bisa mengongkosi aksi selingkuhnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semakin kecewa hati Isma, ketika melihat fakta bahwa Hakim justru mau ambil istri pengganti  si Warnida yang masih sepupu Isma. Dia pernah menegur calon istri baru Hakim tersebut, tapi tak digubris. Bahkan seperti show saja layaknya, belum juga dinikahi, Warnida sudah sering tidur di rumah Hakim. Ini kan semakin memukul perasaan Isma yang tersingkir dari kabinet rumahtangga jilid dua. “Aku nggak bisa singkirkan kamu, kuminum air kencingmu….,” kata Isma yang sudah terkontaminasi budaya Jawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya terjadi juga tragedi itu. Pas Warnida di rumah calon suami, mendadak muncul Isma dengan wajah ditekuk. Cekcok sebentar, lalu disusul bacokan golok ke kepala Warnida. Teriakan si calon pengantin menyebabkan tetangga berdatangan. Warnida dilarikan ke RS Advent dalam kondisi berdarah-darah, sedangkan Isma berhasil kabur dengan mencegat bis yang melintas depan rumah. Polisi kini tengah mengadakan pengejaran, dan ke mana saja si Hakim calon pengantin lelaki?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya masih dagang di terminal Rajabasa, dong! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8112309420044575017?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8112309420044575017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/calon-pengantin-berdarah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8112309420044575017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8112309420044575017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/calon-pengantin-berdarah.html' title='CALON PENGANTIN BERDARAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-6535720844255548642</id><published>2009-10-26T11:10:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:20:12.591+07:00</updated><title type='text'>DPRD “NGONTROL” BINI ORANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggota DPRD tugasnya mengontrol kebijakan Pemda. Tapi di Tulungagung (Jatim), Wahab, 40, oknum dewan dari PKNU justru “ngontrol” bini orang. Saat digerebeg warga, sepertinya mereka baru saja “tempur” di ranjang mesum. Padahal, suami Ny. Yayuk, 32, adalah seorang polisi Polres setempat. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tugas yang selalu bersama, sering menimbulkan benih-benih cinta bagi dua makhluk berlainan jenis. Berangkat dari ungkapan lama “witing tresna merga kulina”, dua sosok keturunan adam dan hawa ini semakin akrab bergaul, dan kemudian ingin….. menggauli. Sepanjang mereka masih sama-sama bebas dan dikemas dalam pernikahan, itu sah-sah saja. Tapi yang banyak terjadi dan kemudian masuk kolom ini, mereka adalah pasangan yang sudah punya tanggungjawab dalam keluarga masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini pula yang dialami Ny. Yayuk, istri seorang polisi yang bertugas di Polres Tulungagung. Sementara suami sibuk dalam tugas penegakan hukum, di rumah gendakannya dia malah sibuk urusan penegakan “burung” Wahab, oknum anggota DPRD. Makin tragis dan ironis, pihak lelakinya selalu mitra romantis dan strategis adalah dari partai PKNU, yang mustinya lebih tertib dalam urusan syariah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keakraban Yayuk dan Wahab terjadi karena mereka berkutat dalam satu pekerjaan yang sama. Wahabnya anggota dewan, sedang Yayuk adalah PNS yang ditugaskan di Sekretariat DPRD. Jelas mereka sering ketemu. Yayuk sering melayani Wahab dalam kapasitas sebagai wakil rakyat. Eh nggak tahunya, kemudian berkembang menjadi pelayan dalam urusan ranjang. Dalam kondisi begini, Yayuk lupa bahwa dia masih punya suami, dan Wahab bukan lagi wakil rakyat, tapi wakil…….setan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya, bila sudah bicara soal perempuan cantik, lelaki suka jadi lupa akan status. Lupa bahwa untuk menjadi seorang anggota DPRD itu kostnya tinggi, sampai banyak yang harus jual ini dan itu demi menggalang suara. Kini setelah diperoleh posisi itu, masak akan ditinggalkan hanya karena urusan selangkangan? Sebab bukan mustakhil, gara-gara skandal asmara ini Wahab bisa direcall, terkena PAW (Pergantian Antar Waktu), padahal belum sampai BEP (baca: pulang modal).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal-hal seperti ini rupanya tak pernah dipikirkan oleh Wahab. Yang penting, rasa kesengsemnya pada Ny. Yayuk yang putih bersih dan betis mbunting padi, tersalurkan. Tak peduli wanita itu punya suami, dan dia sendiri juga ada istri, Wahab nyosorrrr terus. Celakanya, Yayuk juga bukan tipe wanita setia pada suami. Dengan pemberian sejumlah uang dan fasilitas dari oknum anggota dewan tersebut, dia langsung bertekuk lutut dan berbuka paha. “Kalau ter…ter….jadi apa-apa, saya si si siap tanggungjawab,” kata Wahab seusai berbuat, kalimatnya pating pecotot, paling cocok kelak jadi Ketua MPR.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu, Wahab sebagai anggota dewan punya tugas sampingan yang mengasyikkan. Dalam sidang dia mengontrol kebijakan-kebijakan bupati yang tidak pro rakyat. Tapi di luar sidang, dia juga suka “ngontrol” rumahtangga Yayuk yang bini polisi tersebut. Paling nekad, Wahab tak lagi kencan dalam hotel, tapi berani pula membawa Yayuk ke rumahnya di Desa Gondang Kecamatan Gondang. Ketika suami di rumah menunggu kepulangannya, Yayuk di tempat lain melayani kebutuhan biologis Wahab yang tak logis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya warga yang selama ini mencoba diam, lama-lama tak tahan juga menyaksikan praktek mesum anggota dewan yang dulunya pedagang besi rongsokan itu. Puncaknya terjadi kemarin tengah malam. Saat keduanya tengah enjot-enjotan berbagi cinta, warga dan polisi menggerebaknya. Wahab mencoba tampil tegar bahwa nggak ada apa-apa di rumahnya. Tapi ketika digeledah, ditemukan Yayuk masih telanjang bulat di kamar. Kasus ini kini dalam pengusutan Polres Tulungagung, sementara posisi Wahab sebagai wakil rakyat di ujung tanduk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ya tunggu saja, awalnya pedagang rongsokan, kembali jadi barang rongsokan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-6535720844255548642?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/6535720844255548642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/dprd-ngontrol-bini-orang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6535720844255548642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/6535720844255548642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/dprd-ngontrol-bini-orang.html' title='DPRD “NGONTROL” BINI ORANG'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8719820893704695698</id><published>2009-10-26T10:55:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T10:55:43.995+07:00</updated><title type='text'>PENGANTIN LAKINYA REKAYASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada rekayasa politik, kini ada pula pengantin rekayasa. Kok begitu? Iyalah, soalnya “begituan” di taman tak sampai hamil, kok Mumun, 22, ngaku hamil. Saat nikah di KUA Jarwo, 26, masih datang. Tapi pada malam resepsi, dia mbolos sehingga keluarga Mumun terpaksa pasang cowok lain di pelaminan sebagai rekayasa. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiap keluarga pengin resepsi perkawinan putra-putrinya berlangsung dengan meriah. Mantunya atau pengantin lelakinya orang terpandang, sukur-sukur pejabat atau anggota DPR yang bebas pengawasan KPK. Jika “kotak amal”-nya bisa melampui target, maksudnya lebih besar dari modal yang dikeluarkan, ya syukur alhamdulilah. Maka terkutuklah orang punya hajatan, jika dia berpikir untung dan rugi: keluar modal sekian ya harus dapat sekian. Pakai BEP (break event point) segala, memangnya perusahaan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilmu untung rugi secara materil, sama sekali tak pernah dipikirkan oleh keluarga Satmowi, 56, yang tinggal di Tebet, Jakarta Selatan. Tapi secara moril, keluarga ini sungguh dipermalukan ketika menikahkan putrinya, Mumun melawan Jarwo. Bayangkan, sudah dibikin resepsi meriah seusai perkawinan, eh pengantin lelakinya malah “mbolos” macam anggota DPR kita di Senayan. Bagaimana nggak kehilangan muka? Untung saja masih ada cowok lain yang siap dijadikan pengantin lelaki secara rekayasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau tak pikir-pikir macam pelawak Basuki almarhum, yang salah sebetulnya juga Mumun sendiri. Sebagai cewek, kenapa begitu mudah melepas kehormatannya sebelum ada akta nikah di KUA. Tapi memang begitulah pengaruh era gombalisasi. Cowok dan cewek begitu bebas dalam pergaulan. Jika angkatan Ismail Marzuki dulu seorang cowok sudah merasa berdosa ketika mencium tangan kekasihnya dalam mimpi (lagu Aryati – Red), cowok masa kini takkan puas jika belum nyosorrrr ke mana-mana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Antara Mumun dan Jarwo begitu pula yang terjadi. Ketika pacaran tengah malam di sebuah taman kota, keduanya lupa daratan. Meski “medan”-nya lumayan susah, Jarwo yang lumayan kuwat ini berhasil menembakkan nafsunya. Seperti biasanya, setelah persekutuan dengan setan usai, keduanya menyesal. Maka Mumun bertanya kepada sang kekasih, bagaimana bila ternyata nanti hamil? “Tenang saja, aku akan bertanggung jawab, Dik…..,” begitu kata Jarwo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hati Mumun lega. Tapi dia juga apal kelakuan cowok masa kini, bila sudah “nembak”, biasanya suka kabur. Untuk menghindari hal itu, sebulan kemudian dia ngaku saja pada Jarwo bahwa dirinya telah hamil. Sudah barang tentu Jarwo terkaget-kaget. Masak hamil sih, padahal seingatnya “pertandingan” tempo hari tak seru-seru amat, wong Mumunnya juga masih pakai celana. Ibaratnya sepakbola, Jarwo kala itu hanya mendrible bola sekitar “kotak penalty” saja, belum sampai masuk ke dalam gawang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai cowok yang gantleman, dia siap bertanggungjawab. Keluarganya segera mengajukan lamaran pada Mumun, dan seminggu lalu perkawinan pun berlangsung di KUA Tebet. Tapi di antara kesibukan keluarga Satmowi mempersiapkan perhelatan, Jarwo melihat bahwa istrinya sedang tidak menjalankan salat lima waktu dengan alasan baru mens. Otak cerdas Jarwo langsung bertanya-tanya, orang hamil kok mens? “Kurang ajar kamu, tega-teganya kamu membohongi saya,” protes Jarwo sambil ngeloyor pergi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agaknya, kepergian itu memang untuk selamanya. Sebab malam harinya ketika resepsi perkawinan dilangsungkan di gedung, Jarwo tak kunjung datang. Disusul ke rumahnya di daerah Pasar Minggu, juga tak ditemukan. Daripada malu, terpasalah pengantin lelaki diwakili oleh cowok lain yang masih keluarga Mumun. Bagi undangan jauh, memang tak menyadari. Tapi bagi keluarga dekat pasti akan bertanya-tanya, kok pengantin cowoknya mendadak ganti? Kayak Mentri Kesehatan kabinetnya Pak SBY saja. Yang ditest di Cekeas Nila Juwita Muluk, yang dilantik kok Endang Rahayu Sedyaningsih?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang penting tak memperbesar kemaluan keluarga Satmowi lah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8719820893704695698?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8719820893704695698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/pengantin-lakinya-rekayasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8719820893704695698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8719820893704695698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/pengantin-lakinya-rekayasa.html' title='PENGANTIN LAKINYA REKAYASA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-3146506669031078530</id><published>2009-10-24T10:53:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T10:55:11.183+07:00</updated><title type='text'>NEKAD, MERTUA KOK DILAWAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakah seorang menantu berani melawan mertua? Ada, nih orangnya: Samud, 32, dari Malang (Jatim). Dibilangi mertua jangan main KDRT pada istri, eh malah dijawab dengan bacokan clurit. Kasan Mukti, 73, masuk rumah sakit, dan si mantu masuk tahanan. “Nekad, mertua kok dilawan,” kata para tetangga.&lt;br /&gt;Tanpa jasa mertua, seorang mantu bisa kedinginan setiap malam. Orang Jawa punya filosofi: manembaha marang maratuwa, jer iku kang aweh jumbuhing rasa nikmat marang sira (berbaktilah pada mertua, karena dia yang telah memberi “kenikmatan” pada kamu).  Karena itulah, tongkrongan mertua seperti apapun, mantu harus hormat pada mereka. Jangan pula meniru ulah Narosoma dalam kisah perwayangan, karena Begawan Bagaspati mertuanya jelek dan berwujud raksasa, bapaknya Pujawati itu lalu dibunuhnya.&lt;br /&gt;Istri Samud memang tak secantik Pujawati istri Raden Narasoma tersebut. Tapi wajah dan bodi Atikah, 26, cukup selalu membangkitkan gairah dan semangat hidupnya. Dia rela bekerja siang malam jadi tukang sayur, juga demi istri tercinta. Dan Samud sangat bangga akan istrinya, yang begitu setia hidup dalam kemelaratan bersama tukang sayur. Padahal dengan wajah dan penampilannya selagi gadis, jadi istri pegawai negri pun bukan hal yang sulit. Tapi Atikah memilih Samud sebagai mitra romantis dan kadang nylekuthis (tak tahu malu).&lt;br /&gt;Kok begitu, memangnya ada apa dengan Samud? Iyalah, sebagai lelaki ternyata suami Atikah ini kurang panarimane (tak bersyukur). Punya istri seksi, putih, betis  mbunting padi, masih juga kesengsem pada janda satu kampung, di Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sejauh mana kadar perselingkuhan itu, tak begitu jelas. Yang pasti, Atikah pernah memergoki suaminya berhaha-hihi di sebuah warung dengan posisi empet-empetan macam naik KA Lebaran kelas ekonomi.&lt;br /&gt;Andaikan Samud menyadari kesalahannya dan minta maaf, sang istri takkan berpanjang kata. Tapi dia saat itu malah memarahi istrinya, yang dianggap selalu mau tahu urusan lelaki. Bukan hanya kata, tangan pun ikut bicara. Betapa malunya Atikah, dia dipukul suami di depan orang banyak. Nah, sejak saat itu dia tak mengizinkan suami tinggal di rumah Mertua Permai yang bebas cicilan. “Minggata kowe, biyen kowe rene pawitanmu apa, manuk thok (pergilah kamu, kamu ke sini dulu kan cuma modal “burung” saja),” kata Atikah saat mendeportasi suaminya.&lt;br /&gt;Hari itu juga Samud get out (pergi) dari rumah istri, pindah ke rumah orangtuanya di Jodipan Kecamatan Blimbing. Sehari dua hari dia masih betah, tapi setelah seminggu tak ketemu istri dan anak-anak, gelisah juga si Samud. Kangennya pada anak-anak, masah bisa dieleminir, tapi “kangen”-nya pada ibunya anak-anak? Sebagai lelaki yang masih enerjik dan rosa-rosa macam Mbah Maridjan, seminggu tak “ngetap olie” bersama istri, mau meledak rasanya Samud punya kepala.&lt;br /&gt;Samud mencoba melobi lewat jalur telepon, HP, dan mertua macam calon mentri saat “ngelamar” ke Cikeas, tapi Atikah tetap tak mau menerima kepulangannya. Pernah juga Samud mengancam, tapi sang istri tak gentar. Atikah tetap ogah diajak berkoalisi, bermitra strategis dan kritis, atau apa pun namanya. Nah, dalam kondisi “pusing” kepala atas dan bawah, Samud benar-benar mendatangi rumah istrinya sambil bawa pisau. “Labrakkk……, trothok, trothok, thok thok thok……,” kata Samud bak Ketoprak Mataram RRI Yogyakarta.&lt;br /&gt;Ada ribut-ribut di luar, Kasan Mukti ayah Atikah segera menghambur. Melihat putrinya dalam bahaya, dia menasihati Samud agar jangan main KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Tapi si mantu malah ganti mengeluarkan clurit, dan Kasan Mukti bertahan dengan pentungan. Namanya juga balung tuwa (baca: sudah loyo), bapak mertua  terdesak. Untung saja segera dilerai tetangga, tapi kadung kaki dan tangan Kasan Mukti terluka. Dia dilarikan ke RS Bokor, Turen; sedangkan Samud diserahkan ke polisi dengan tuduhan pelanggaran pasal KDRT.&lt;br /&gt;Yang diharuskan dalam keluarga, “kekerasan” dalam kamar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-3146506669031078530?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/3146506669031078530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/nekad-mertua-kok-dilawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3146506669031078530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/3146506669031078530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/nekad-mertua-kok-dilawan.html' title='NEKAD, MERTUA KOK DILAWAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5642193058142742382.post-8547549851582412866</id><published>2009-10-23T10:52:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T10:53:27.349+07:00</updated><title type='text'>CUMA 4 KALI KOK PAK!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya, urusan nafsu bisa melupakan profesi dan status. Murtadi, 50, contohnya. Di kampungnya dia dipercaya menjadi guru ngaji, tapi gara-gara ada setan lewat, pak ustadz ini tega memperkosa seorang santinya hingga 4 kali. Ketika diperiksa di Polres Lumajang, jawab Murtadi enteng saja: “Ala, cuma empat kali kok Pak !” Memangnya mau nambah? &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada musuh paling berat, kecuali melawan hawa nafsu; begitu Nabi pernah bersabda. Sampai kapan pun persoalan ini masih relevan, sebab peradaban semakin maju, godaan syaitan juga semakin banyak. Semakin pintar makhluk manusia, tehnik setan menggoda iman juga semakin canggih. Jangan dikira, setan-setan kini juga banyak yang mengambil S3 ke Amerika! Nanti setelah kembali ke Indonesia, sasaran operasinya juga semakin berkelas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman Murtadi warga kampung Labruk Kecamatan Kota Lumajang (Jatim), sebetulnya cukup lumayan. Dalam status sebagai guru ngaji atau ustadz di kampungnya, dia lebih tahu tentang batal haramnya sebuah perkara. Karenanya dia tak mudah tergoda oleh hawa nafsu yang dibisikkan setan. Murtadi tahu persis mana yang dosa, mana yang dapat pahala. Tapi itu duluuuuu, ketika setan penggoda imannya baru lulusan SD Inpres kelas jauh pula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian terjadilah peristiwa ini: istri tercinta menderita sakit, terkapar di ranjang sekian lama, sehingga dia tak bisa menjalankan tugas istri secara vertikal maupun horisontal. Horisontal maksudnya tak bisa masak-memasak dan cuci mencuci. Sedangkan vertikal adalah: “atas-bawah” antara suami istri juga sudah lama tak dilakukan akibat penyakitnya itu. Dus karena itu, andaikan sebuah sepeda motor, Murtadi sudah lama tak pernah “ngetap olie”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak didik atau muridnya ngaji, lumayan banyak. Setan pun mulai menggoda, tapi Murtadi tak bergeming. Dia masih bisa membedakan mana dosa, mana yang tidak. Setan setingkat SD Inpres itu ditarik, lalu maju setan penggoda lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Meski dia memang juru goda, masih juga mental menghadapi Murtadi. Ganti kini maju setan sarjana lulusan PT yang statusnya disamakan. Idem dito, dia mentok menghadapi keteguhan iman Murtadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari berikutnya didatangkan setan sarjana S3 lulusan Amerika. Nah di sini baru mulai mempan. Terbukti Murtadi mulai ser-seraan jantungnya manakala melihat salah seorang santrinya mandi di kali. Ingat kebutuhan biologisnya yang sudah lama terpasung, dia mulai berpikir untuk bisa meniduri anak didiknya itu. “Kalau hanya pegang-pegang dikit, nggak apa-apa itu Bleh….,” kata setan membujuk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suara setan mulai didengar. Belum lama ini dia membujuk si Sarah, 18, salah seorang muridnya yang suka mandi di kali itu. Di kala sepi Murtadi mulai menggerayangi tubuh murid sendiri. Setan pun memberi semangat bahwa lebih dari itu pun nggak apa. Murtadi benar-benar sudah terlupa akan batal dan haram, sehingga Sarah benar-benar disetubuhi siang itu. Lain hari diulang lagi, diulang lagi, sehingga total jendral dia sudah 4 kali menodai anak muridnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi bejad oknum guru ngaji ini terbongkar ketika ibu Sarah mencermati cara berjalan putrinya. Katanya sakit di bagian kelaminnya. Ketika dibawa ke Puskesmas, sang ibu terkejut karena dokter mengatakan bahwa kegadisan Sarah sudah lenyap.  Ditanyalah si gadis, dan bla bla bla….mengakulah dia bahwa sudah 4 kali digagahi guru ngajinya. Tentu saja Murtadi lalu dilaporkan ke Polres Lumajang dan ditangkap.Tapi ketika diperiksa, jawabnya enteng saja: Ya nggak apa-apa to Pak, wong baru 4 kali ini….,” ujarnya enteng.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Yang namanya memperkosa, biar baru setengah kali tetap dituntut Mas. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5642193058142742382-8547549851582412866?l=indoseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoseru.blogspot.com/feeds/8547549851582412866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indoseru.blogspot.com/2009/10/cuma-4-kali-kok-pak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5642193058142742382/posts/default/8547549851582412866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/f
